Pernikahan Rahasia Murid Dan Guru

Pernikahan Rahasia Murid Dan Guru
Camping


__ADS_3

Para siswa dan siswi SMA CEMPAKA 1 telah berkumpul di halaman sekolah, mereka sedang bersiap-bersiap untuk pergi ke tempat camp. Mereka berangkat menaiki bis, yang telah di siapkan oleh pihak sekolah.


"Baiklah anak-anak, sebelum kita berangkat silahkan cek barang bawaan kalian terlebih dahulu." Kata salah satu guru pria yang membina acara itu.


"Oke, jika sudah siap semua, silahkan naik ke bis sesuai kelompok masing-masing. Dan kita berangkat sekarang." Kata guru itu setelah para peserta camping selesai memeriksa barang bawaannya.


Mereka pun segera berangkat menuju tempat camp, kelompok mereka sesuai dengan kelas masing-masing dan guru pembimbingnya adalah wali kelas mereka dan kelas Alea wali kelasnya adalah Ardi. Supaya tidak merasa bosan saat perjalanan, mereka bermain tebak-tebakan lucu.


"Hm kok sepi sih, main tebak-tebakan yuk!" Kata Alea.


"Boleh juga tuh." Kata Fani setuju.


"Oke, aku mulai dulu. Hewan apa yang paling kurang ajar? Hayo siapa yang bisa jawab." Kata Alea memberi pertanyaan.


"Anjing." Jawab Toni.


"Salah." Kata Alea.


"Jangkrik." Jawab Arga.


"Salah." Kata Alea.


"Apa jawabannya, gak tahu?" Tanya Toni.


" Jawabannya adalah kutu rambut, soalnya kepala orang diinjak-injak." Jawab Alea.


"Hahaha." Tawa seluruh penumpang bis.


"Bener juga." Kata Fani.


"Aku juga punya pertanyaan, dengerinnya. Kenapa orang botak selalu bahagia?" Kata Toni memberikan pertanyaan.


"Karena gak repot ngurusin rambut." Jawab Fani.


"Salah." Kata Toni.


"Karena gak akan di hinggapi kutu." Jawab Alea.


"Salah." Kata Toni.


"Apa coba?" Tanya Alea.


"Karena tidak punya beban di kepala." Jawab Toni.


"Hahaha." Tawa seluruh penumpang bis.


"Sekarang giliranku. Kalau ada angsa lima, di kali dua. Berapa total semua angsa?" Kata Arga memberi pertanyaan.


"Tujuh." Jawab Alea.


"Salah." Kata Arga.


"Sepuluh." Jawab Fani.


"Salah." Kata Arga.


"Berapa jawabannya?" Tanya Toni.


"Tetap 5, karena yang di kali ada 2 dan yang di darat ada 3." Jawab Arga.


"Gimana sih tuh pertanyaan." Protes Toni.


"Gak bisa jawabkan." Kata Arga.


"Huuu, sok pinter deh." Kata Toni.


"Siapa lagi nih, yang punya pertanyaan?" Tanya Alea.


"Aku." Kata Mico sambil mengangkat satu tangan.


"Kenapa pohon mangga di depan rumah harus di tebang?" Kata Mico memberi pertanyaan.


"Takut menimpa rumah nantinya." Jawab Alea.


"Salah." Kata Mico.


"Takut di maling." Jawab Toni.

__ADS_1


"Salah." Kata Mico.


"Menghalangi jemuran." Jawab Natasya.


"Salah." Kata Mico.


"La terus apa?" Tanya Natasya.


"Jawabannya, berat kalau di cabut." Jawab Mico.


"Hahaha." Tawa semua penumpang di bis.


"Bagus Mico." Kata Natasya memuji Mico.


"Dih, Lebay." Kata Fani pelan.


"Aku juga punya pertanyaan nih. Tari apa yang menakutkan?" Kata Natasya menberi pertanyaan.


"Tari apa?" Tanya Toni.


"Taring harimau." Jawab Natasya penuh semangat, namun tidak ada satu pun yang tertawa.


"Apaan sih, gak lucu deh." Kata Fani.


"Ada yang punya pertanyaan lagi gak nih?" Tanya Alea.


"Aku." Jawab Rita sambil mengangkat satu tangan.


"Toni basah kuyup karena kehujanan tapi, kenapa rambutnya tidak basah?" Kata Rita memberi pertanyaan.


"Heh, kenapa memakai namaku?" Tanya Toni.


"Yeee, yang punya nama Toni itu bukan hanya kamu saja." Jawab Rita.


"Jadi siapa nih, yang bisa menjawab?" Tanya Alea.


"Karena Toni pakai topi." Jawab Fani.


"Salah." Kata Rita.


"Karena Toni pakai helm." Jawab Mico.


"Salah." Kata Rita.


"Karena Toni itu botak." Jawab Rita.


"Hahaha." Tawa semua penumpang di bis.


"Toni botak, toni botak." Kata Arga mengejek Toni.


"Sembarangan ngatain aku botak." Kata Toni kesal


"Pak Ardi ikut main juga dong." Kata Alea kepada Ardi yang duduk di depannya, karena Alea tidak mendengar suaranya saat semua orang tertawa. Ardi hanya menyimak dan tersenyum saja jika menurutnya lucu.


"Saya tidak punya pertanyaan." Kata Ardi tanpa menoleh ke belakang.


"Ayolah, nanti Alea kasih hadiah deh." Kata Alea membujuk Ardi.


"Apa hadiahnya?" Tanya Ardi.


"Rahasia dong." Jawab Alea.


"Ya baiklah. Aku selalu di atas presiden dan menteri, tapi aku tidak punya jabatan apa pun dalam pemerintahan. Siapakah aku?" Kata Ardi memberi pertanyaan.


"Apa itu?" Kata Alea.


"Atap rumah." Jawab Toni.


"Bukan." Kata Ardi.


"Udara." Jawab Fani.


"Bukan." Kata Ardi.


"Awan." Jawab Cantika.


"Bukan." Kata Ardi.

__ADS_1


"Langit." Jawab Alea.


"Bukan." Kata Ardi.


"Apa jawabannya, Pak. Kita menyerah?" Tanya Alea.


"Peci." Jawab Ardi.


"Hahaha." Tawa semua penumpang di bis.


"Bener juga ya, kenapa gak kepikiran." Kata Alea.


"Otak kamu yang gak nyampek." Kata Ardi meledek Alea.


"Enak aja, coba jawab yang ini. Pakar apa yang menyeramkan?" Kata Alea memberi pertanyaan kepada Ardi kerena tidak terima di ejek olehnya.


"Pertanyaan apa itu, mana ada pakar yang menyeramkan, Al." Kata Ardi.


"Ada, tadi ngejek aku. Ayo, bisa jawab gak." Kata Alea.


Sedangkan Ardi hanya diam memutar otaknya mencari jawaban teka-teki dari Alea.


"Aku menyerah." Kata Ardi setelah lama berfikir, tidak menemukan jawabannya.


"Jadi menyerah nih. Oke deh aku kasih tahu jawabannya." Kata Alea.


"Jawabannya adalah, PakArdi." Kata Alea memberikan jawabannya.


"Kok aku sih, Al?" Tanya Ardi bingung.


"Iya, Al. Kok Pak Ardi." Kata Fani bingung juga.


"Iya, itu buktinya semua muridnya Pak Ardi gak ada yang berani ketawa setelah tahu jawabannya." Jawab Alea.


"Hahaha." Tawa semua penumpang di bis termasuk Ardi.


"Kamu ini bisa aja, Al." Kata Ardi.


.......


Setelah menempuh perjalannan cukup lama, Akhirnya mereka pun sampai di tempat camp.


"Wah, udaranya sangat segar di sini." Kata Alea setelah turun dari bis.


"Iya benar, kita pasti nyaman camping di sini." Kata Fani.


"Baiklah, semuanya silahkan berkumpul." Kata salah satu guru dengan menggunakan pengeras suara.


"Disinilah tempat camping kita, silahkan persiapkan barang-barang untuk mendirikan tenda untuk beristirahat, sebelum melaksanakan kegiatan nantinya. Untuk camp putri di sebelah sana dan camp putra di sebelah sana, sudah jelas ya informasinya." Kata wakil kepala sekolah menjelaskan apa yang akan para murid lakukan.


Setelah mendapatkan informasi mereka pun segera membubarkan diri untuk memasang tenda, dengan masing-masing tenda berisi lima orang. Alea satu tenda dengan Fani, Rita dan dua siswi lainnya, sedangkan Natasya dan Cantika di tenda lain bersama tiga siswi lainnya.


Mereka saling bekerja sama untuk mendirikan tenda dengan di bantu para guru. Setelah selesai mereka beristirahat dan makan siang dengan bekal yang mereka bawa dari rumah.


"Alea, kamu bawa apa?" Tanya Fani.


"Aku bawa bakmi goreng, sandwich, soda dan kue kering. Kalau kamu bawa apa?" Jawab Alea dan bertanya kembali.


"Aku bawa batagor, risoles, keripik dan teh manis." Jawab Fani.


"Batagor Riki tuh." Kata Rita meledek Fani.


"Bukan, batagor ayam. Ya masa Riki aku jadiin batagor." Kata Fani.


"Hahaha." Tawa Alea dan Rita.


"Kalau kamu bawa apa, Rit?" Tanya Alea.


"Aku bawa kue bolu, martabak manis, wafer dan jus jeruk." Jawab Rita.


"Manis semua." Kata Fani melihat makanan yang di bawa Rita.


"Iya, kaya yang punya." Kata Rita sambil tersenyum manis.


"Sok manis deh." Kata Fani.


"Wah kita bisa tukeran nih." Kata Alea.

__ADS_1


Mereka makan bersama di tenda, dengan saling berbagi makanan yang mereka bawa.


Bersambung.....


__ADS_2