Pernikahan Rahasia Murid Dan Guru

Pernikahan Rahasia Murid Dan Guru
Monyong kaya donal duck


__ADS_3

Kali ini suasana rumah kediaman Rama menjadi berbeda semenjak hadirnya Erika, biasanya candaan Alea yang membuat suasana rumah itu menjadi hangat. Setelah selesai makan malam mereka semua sibuk dengan urusannya masing-masing, Rama sibuk mengajari Ardi mengelola perusahaan di ruang kerjanya, Alea sibuk belajar di kamar Ardi, Tantri sibuk membereskan peralatan dapur yang telah di gunakan, dan Erika sibuk dengan laptopnya di kamar Alea.


Drrttt drrttt drrttt


Ponsel Erika bergetar tertera di layar ponselnya nomor tidak di kenal yang meneleponnya.


"Halo, siapa ya?" Kata Erika.


"Halo, ini Natasya. Kamu ini sebenarnya siapa kemarin mengaku kakaknya Alea hari ini jadi istrinya pak Ardi?" Tanya Natasya di sebrang sana.


"Oh, ternyata kamu. Ya jika kamu penasaran kita bisa bertemu besok." Jawab Erika.


"Oke, kita ketemu di mana?" Tanya Natasya.


"Nanti akan aku beritahu tempat dan waktunya." Jawab Erika.


"Ya sudah." Kata Natasya kemudian langsung menutup telponnya.


"Sudah di putus, sombong sekali dia." Kata Erika.


"Tapi tidak apa, dia bisa ku manfaatkan." Kata Erika sambil tersenyum sinis.


Ceklek


Suara pintu terbuka, Alea masuk ke kamar tersebut dan mencari-cari sesuatu.


"Kamu cari apa?" Tanya Erika datar.


"Buku matematikaku di mana?" Kata Alea bertanya kembali.


"Mana aku tahu, aku tidak menyentuh barang-barangmu." Jawab Erika sambil asik memainkan ponselnya.


"Ada di mana sih?" Kata Alea belum menemukan benda yang ia cari.


"Mungkin saja sudah kamu bawa ke kamarnya Ardi, kamu ini mengganggu saja." Kata Erika masih sibuk memainkan ponselnya.


"Jika sudah ku bawa kesana untuk apa aku mencarinya kesini." Kata Alea kesal.


"Hah, ternyata ada disana." Batin Alea sambil melihat benda yang ia cari.


"Kamu bilang tidak tahu, di bawah kakimu itu apa." Kata Alea sambil menunjuk ke arah bawah meja yang di gunakan Erika.


"Kakiku tidak punya mata tentu saja tidak tahu." Kata Erika melihat sebuah buku di kakinya.


"Nih ambil dan pergi dari sini!" Kata Erika sambil mendorong buku tersebut dengan kakinya.


"Apa kamu tidak bisa mengambilnya dengan tangan?" Tanya Alea kesal.

__ADS_1


"Tanganku sibuk." Jawab Erika.


Alea pun segera mengambil buku tersebut dan pergi dari sana, namun baru saja ia ingin membuka pintu ia mendengar suara yang mengejutkannya dari ponsel Erika, ia pun kembali menemui Erika.


"Itukan." Kata Alea sambil menunjuk vidio yang di putar di ponsel Erika.


"Iya, aku mengabadikan momen sepesialmu waktu itu." Kata Erika sambil memperlihatkan vidio ijab kobul Alea.


"Berikan itu padaku!" Kata Alea ingin mengambil ponsel kakaknya namun gagal.


"Eeiit, sabar dulu. Apa kamu ingin menyimpannya di hpmu, nanti akan aku kirimkan." Kata Erika sambil menjauhkan ponselnya yang akan di ambil oleh Alea.


"Tidak, hapus vidio itu!" Kata Alea.


"Kenapa di hapus? Sayang kalau di hapus, bagaimana jika aku menyebarkan vidio ini. Hmm pasti seru." Kata Erika sambil tersenyum.


"Jangan macam-macam, atau aku akan menghajarmu." Kata Alea.


"Jangan begitu tidak baik, begini saja aku tidak akan menyebarkannya tapi bisa tolong ambilkan minuman untukku, aku haus." Kata Erika.


"Memangnya kamu pikir aku ini pembantumu apa." Kata Alea.


"Kalau tidak mau ya sudah, kira-kira aku posting dimana ya." Kata Erika sambil mengotak-atik ponselnya.


"Iya akan aku ambilkan." Kata Alea pasrah.


"Terima kasih, tolong sekalian cemilannya ya." Kata Erika.


"Hihihi, menyenangkan sekali aku punya asisten sekarang." Kata Erika sambil tertawa kecil karena berhasil mempermainkan adiknya.


"Sudah ku duga dia merencanakan sesuatu, menyebalkan. Dia akan memanfaatkan ini untuk mengerjaiku, awas saja nanti. Tidak menutup kemungkinan dia akan tetap menyebarkan vidio itu sebelum aku ujian, aku harus menghapus vidio itu secepatnya." Batin Alea sambil berjalan ke dapur.


"Ibu, kenapa masih ada di sini?" Tanya Alea melihat Tantri masih sibuk di dapur.


"Ibu hanya bosan, semua pada sibuk sendiri-sendiri jadi ibu juga menyibukkan diri." Jawab Tantri.


"Maaf, Alea juga tidak bisa menemani Ibu." Kata Alea.


"Tidak apa-apa, belajar saja yang rajin sebentar lagikan ujian." Kata Tantri.


"Iya, Bu." Kata Alea kemudian kembali ke kamarnya sambil membawa segelas jus jeruk dan sebungkus keripik.


"Ini." Kata Alea sambil meletakkan jus jeruk dan keripik yang ia bawa di meja.


"Terima kasih adikku yang manis." Kata Erika sambil tersenyum.


"Ingat ya jika kamu mengadu pada Ardi atau ke ayah dan ibu mertuamu, aku akan memosting vidio ini di media sosialku." Kata Erika mengentikan langkah Alea yang hendak pergi.

__ADS_1


"Aku bukan anak kecil yang suka mengadu." Kata Alea kesal kemudian melanjutkan perjalannnya kembali ke kamar Ardi. Sesampainya di sana ia tidak lagi melanjutkan belajarnya melainkan berpikir bagaimana caranya menghapus vidio yang ada di ponsel kakaknya.


"Bagaimana caranya aku menghapus vidio itu, kakak pasti membawa hpnya kemana-mananya. Jika aku ambil secara diam-diam, aku tidak tahu kata sandinya. Bagaimana ya?"


"Eh tapi pasti kakak tidak hanya punya satu vidio, dia itukan licik. Mungkin dia juga menyimpannya di laptopnya atau di hpnya yang lain, mungkin dia menyimpannya di flashdisk juga." Kata Alea bicara sendiri, tanpa sadar jika Ardi sudah duduk di sampingnya sambil memperhatikan bibirnya yang komat-kamit bicara sendiri.


"Vidio apa, Sayang?" Tanya Ardi tiba-tiba yang membuat Alea terkejut.


"Kyaa." Teriak Alea.


"Sejak kapan Om ada di situ, muncul dari mana coba?" Tanya Alea.


"Abis aku lihat dari tadi kamu sibuk ngoceh sendiri. Lagi pula vidio apa sih memangnya?" Jawab Ardi kemudian bertanya kembali.


"Bukan apa-apa." Kata Alea sambil berdiri dan hendak pergi namun, Ardi menariknya ke pangkuannya.


"Apa kamu masih marah padaku?" Tanya Ardi sambil memeluk Alea.


"Hmm kamu makin berat ya." Kata Ardi.


"Bilang aja kalau gendut." Kata Alea.


"Gak apa-apa kalau gendut, aku tetap cinta kok sama kamu." Kata Ardi sambil mengeratkan pelukannya.


"Kamu lagi mikirin apa sih, kalau ada masalah cerita dong?" Tanya Ardi namun tidak di jawab oleh Alea.


"Apa kak Erika melakukan sesuatu padamu?" Tanya Ardi lagi namun Alea tetap diam.


"Apa kamu masih marah padaku?" Tanya Ardi. Tetap tidak di jawab oleh Alea.


"Aku minta maaf, bukannya aku mau mengikuti sandiwara kak Erika. Tapi kamu tahu sendirikan jika dia sudah menyebar beritanya, bahkan para tetangga pun sudah tahu. Aku, Ayah dan Ibu juga tidak bisa berbuat apa-apa, itu semua juga untukmu." Jelas Ardi.


"Apa kamu takut?" Tanya Ardi lagi namun Alea tetap diam.


"Mana Alea pemberani yangku kenal? Jangan takut hanya karena kamu adalah istriku. Jika nanti mereka tahu sebelum kamu ujian, aku akan tetap berusaha membuatmu tetap ikut ujian dan membantumu mewujutkan cita-citamu. Aku tidak akan membiarkan inpian istri tercintaku ini kandas begitu saja. Katanya mau jadi polisi, masa gitu aja takut." Kata Ardi memotivasi Alea.


"Kenapa hanya diam saja? Aku gelitik nih." Kata Ardi kemudian mengelitik Alea karena hanya diam saja saat di ajak bicara.


"Hahahaha... iya-iya, udah-udah." Tawa Alea karena merasa geli terus di gelitik oleh Ardi.


"Terima kasih." Ucap Alea sambil tersenyum setelah Ardi menghentikan aksinya.


"Nah gitu dong senyum, kelihatan cantiknya. Kalau cemberut terus nanti bibirnya jadi monyong kaya donal duck." Kata Ardi.


"Hahaha, bebek dong." Kata Alea.


.....

__ADS_1


"Sok romantis, istri tercinta katanya, membosankan. Lihat saja aku yang akan menghancurkan impian istri tercintamu itu, akan ku bongkar rahasianya sebelum ujian. Dengan begitu dia pasti di keluarkan dari sekolah dan tidak akan bisa mengikuti ujian, dan tentunya mereka tidak bisa apa-apa untuk menyelamatkan ujiannya." Batin Erika sambil menguping pembicaraan Ardi dan Alea.


Bersambung....


__ADS_2