Pernikahan Rahasia Murid Dan Guru

Pernikahan Rahasia Murid Dan Guru
Kangen


__ADS_3

Ardi berangkat dengan perasaan bahagia, bahkan ia tidak berhenti tersenyum di sepanjang perjalanannya.


"Ardi, bagaimana keadaan Alea?" Tanya Rehan melihat Ardi datang.


"Sudah baik, hanya saja hari ini belum masuk sekolah." Jawab Ardi ramah.


"Hmm, ngomong-ngomong kamu terlihat berbeda hari ini." Kata Rehan melihat perubahan gaya bicaranya Ardi.


"Berbeda bagaimana?" Tanya Ardi.


"Kamu terlihat bahagia hari ini." Jawab Rehan.


Ardi pun hanya tersenyum menanggapinya.


"Wah jadi benar kamu sedang bahagia hari ini, ada apa?" Tanya Rehan.


"Rahasia." Jawab Ardi sambil tersenyum.


"Main rahasia-rahasiaan nih, jangan-jangan kamu sedang jatuh cinta ya." Kata Rehan menebak.


"Hmm." Tanggapan Ardi.


"Jadi benar nih, dengan siapa? Biar ku tebak pasti Indahkan." Tanya Rehan berbisik.


"Bukan." Jawab Ardi.


"Terus siapa? Bukankah selama ini kamu sangat akrab denganya." Tanya Rehan.


"Iya itu dulu." Jawab Ardi.


"Lalu yang sekarang?" Tanya Rehan penasaran.


"Yang sekarang adalah." Jawab Ardi mengantungkan katanya untuk membuat Rehan penasaran.


"Ada deh." Lanjut Ardi.


"Heh, aku pikir kamu akan memberi tahuku." Kata Rehan kesal karena sudah menunggu jawaban dari Ardi dengan serius.


.....


Fani, Rita, Mico, Toni, Arga, dan Diki sedang berdiskusi di kelas.


"Alea hari ini belum masuk sekolah, bagaimana kita bisa mencari pelakunya?" Tanya Fani.


"Iya, petunjuk kita juga tidak cukup." Kata Rita.


"Dan yang memakai hoodie berwarna hitam, waktu di camp kemarin itu bukan hanya satu atau dua orang." Kata Fani.


"Kalau tidak salah di kelas kita ada empat orang yang memakainya." Kata Toni.


"Siapa?" Tanya Fani.


"Natasya, Nia, Hana dan Diki." Jawab Toni.


"Heh, kenapa aku juga masuk dalam daftar." Protes Diki.


"Kan kamu kemarin pakai hoodie berwarna hitam juga." Kata Toni.


"Tapi kata Alea suaranya cewek, jadi aku tidak usah di masukkan dalam daftar." Kata Diki.


"Iya iya, gitu aja marah." Kata Toni.


"Alea bilang, suaranya bukan Natasya. Jadi kita cari tahu Nia dan Hana." Kata Fani.

__ADS_1


"Tapi bagaimana caranya?" Tanya Rita.


"Coba kalian ingat-ingat, waktu kejadian itu mereka berdua sudah ikut berkumpul dengan kalian atau belum." Kata Fani.


Setelah itu mereka semua berfikir, mengingat-ingat waktu mereka telah berkumpul setelah selesai jelajah malam.


"Seingatku mereka ada bersama kita." Kata Diki.


"Iya benar, mereka bersama kita." Kata Arga.


"Kalau begitu, berarti dari kelas lain." Kata Toni.


"Lalu bagaimana kita bisa mendapatkan petunjuk?" Tanya Fani.


"Kita harus memancing si pelaku keluar dari sarangnya." Jawab Rita.


"Tapi bagaimana caranya, Rit? Emang pelakunya burung apa punya sarang?" Tanya Toni.


"Ya mikir dong, Ton." Jawab Rita.


Setelah itu mereka kembali berfikir untuk menemukan solusi, bagaimana cara mengungkap siapa pelaku yang ingin mencelakai Alea.


"Pelakunya cewek, jadi mungkin saja salah satu penggemarnya Mico." Kata Fani.


"Benar juga, mungkin saja dia iri karena Alea dekat dengan Mico." Kata Rita.


"Jadi kalau begitu." Kata Diki menggantungkan katanya sambil melihat Mico. Dan secara otomatis yang lain pun melihat Mico juga sambil tersenyum, seakan-akan mengerti maksud Diki untuk menggunakan Mico agar bisa mencari si pelaku tersebut.


"Ada apa? Kenapa kalian menatapku begitu?" Tanya Mico heran.


.....


Alea sibuk mencari kegiatan untuk menghibur dirinya yang merasa sangat bosan. Ia membaca beberapa buku namun, tetap saja tidak mengurangi rasa bosannya. Kemudian ia bermain game di ponselnya sambil berbaring di atas kasur yang biasa ia tempati bersama Ardi. Setelah merasa lelah bermain game, kemudian ia keluar kamar untuk menonton televisi sambil menikmati cemilan.


"Kenapa semua acaranya membosankan?" Kata Alea sambil terus memencet tombol remot untuk memindah cenel di televisi yang ia tonton.


"Aku kembali ke kamar sajalah." Kata Alea kemudian mematikan televisinya dan kembali ke kamar.


"Aku sangat bosan, kapan om Ardi akan pulang. Baru beberapa jam rasanya sudah sangat lama. Chatku juga belum di balas hingga sekarang. Jujur saja aku merindukannya." Kata Alea sambil berbaring di atas kasur dan memeluk guling.


Ting


Suara notifikasi pesan dari ponsel Alea.


Alea pun segera mengambil ponselnya dan melihatnya, mungkin saja itu balasan pesan dari Ardi. Dan benar saja itu adalah pesan dari Ardi, Alea pun tesenyum bahagia melihat balasan pesan dari Ardi.


》"Maaf aku baru saja selesai mengajar, jadi baru membalas pesanmu. Ada apa, kamu butuh sesuatu?" Balasan pesan dari Ardi.


》"Kangen." Balas Alea.


》"Nanti aku juga pulang, baru di tinggal beberapa jam saja sudah kangen." Balas Ardi.


》"Namanya juga cinta." Balas Alea.


》"Cie ngaku nih." Balas Ardi.


》"Emangnya Om gak kangen apa sama aku?" Balas Alea.


》"Aku juga kangen kok sama kamu. Kenapa panggil om lagi, panggil sayang dong. Katanya cinta." Balas Ardi.


》"Hehe, iya sayang." Balas Alea.


》"Sayang, kamu sudah makan apa belum?" Balas Ardi.

__ADS_1


》"Belum." Balas Alea.


》"Cepat sana makan, biar cepat sembuh." Balas Ardi.


》"Iya, bentar lagi." Balas Alea.


》"Sekarang, ayo sana makan! Nanti kalau sampai telat makannya aku cubit lo." Balas Ardi.


》"Iya, bawel." Balas Alea.


》"Aku bawelkan karena sayang sama kamu." Balas Ardi.


》"Iya, aku akan makan sekarang. Sayang, juga jangan lupa makan ya." Balas Alea.


》"Iya sayang, aku juga akan ke kantin sekarang." Balas Ardi.


"Ternyata seperti ini rasanya jatuh cinta." Batin Alea sambil tersenyum dan salah tingkah sendiri.


"Baiklah, aku akan makan sekarang." Kata Alea kemudian pergi ke dapur.


"Ibu, sedang masak apa?" Tanya Alea menghampiri Tantri.


"Ayam rica-rica, Al." Jawab Tantri.


"Aku bantu ya, Bu." Kata Alea.


"Iya, boleh." Kata Tantri.


.....


Ardi belum keluar dari kelas dimana tempatnya mengajar saat itu, ia memilih menyendiri agar lebih aman untuk berbalas pesan dengan Alea. Ia menunggu hingga semua murid yang berada di kelas itu keluar.


Ardi sangat bahagia bisa berbalas pesan dengan Alea, ia juga senyum-senyum sendiri seperti orang gila dan membuat sahabatnya Rehan penasaran, yang tidak sengaja melewati kelas yang Ardi tempati.


"Ardi masih ada di kelas, sedang apa dia?" Batin Rehan heran melihat Ardi sibuk bermain ponsel sambil senyum-senyum sendiri.


"Ehem, ngapain senyum-senyum sendiri, lagi chatan sama siapa sih?" Tanya Rehan menghampiri Ardi dan sedikit menengok ke ponsel Ardi.


"Pengen tahu aja." Kata Ardi sambil menutupi ponselnya.


"Heleh, sombong. Mentang-mentang sudah punya ayang." Kata Rehan.


"Kenapa? Iri bilang aja." Kata Ardi.


"Enggak." Kata Rehan.


"Ke kantin yuk!" Ajak Ardi.


"Ngapain?" Tanya Rehan.


"Makanlah, masa mengajar." Jawab Ardi.


"Tumben jam segini sudah mau makan." Kata Rehan.


"Kenapa memangnya?" Tanya Ardi.


"Tidak seperti biasanya." Jawab Rehan.


"Entahlah aku sudah lapar." Kata Ardi.


"Ya sudah, Ayo kita pergi!" Kata Rehan.


Mereka berdua pergi ke kantin bersama, saat di perjalanan menuju kantin mereka berpapasan dengan Indah. Akhirnya Indah pun ikut bergabung dengan mereka.

__ADS_1


"Hari ini mas Ardi terlihat berbeda dari biasanya, sepertinya dia sedang bahagia. Kira-kira kenapa ya." Batin Indah penasaran dengan perubahan sikap Ardi.


Bersambung....


__ADS_2