Pernikahan Rahasia Murid Dan Guru

Pernikahan Rahasia Murid Dan Guru
Seperti Cinderella


__ADS_3

Alea dan Ardi berangkat ke mall naik mobil Rama dengan Ardi yang menyetir tentunya, karena hari ini hari minggu jadi Rama tidak bekerja karena itu mereka bisa menggunakan mobil tersebut.


"Om, kenapa gak beli mobil sendiri?" Tanya Alea membuka obrolan.


"Aku lebih suka naik motor, tapi nanti jika kamu ingin punya mobil. Aku akan belikan." Jawab Ardi sambil fokus menyetir.


"Wah gini ya rasanya jadi istri orang kaya, aku cuma bertanya saja mau di beliin mobil aja." Batin Alea.


"Nanti kalau aku punya mobil, apa boleh nyetir sendiri?" Tanya Alea.


"Boleh." Jawab Ardi.


"Kalau nyetir motornya Om, boleh gak." Kata Alea.


"Gak boleh, kalau kamu mau, nanti aku beliin yang matik aja." Kata Ardi tetap fokus menyetir.


"Wah, tadi mobil sekarang motor, rumah pun mungkin akan di belikan." Batin Alea.


"Kalau rumah bagaimana?" Tanya Alea.


"Kamu mau kita punya rumah sendiri, ya nanti akan aku belikan setelah kita resmi menikah." Jawab Ardi.


"Beneran nih Om, semuanya yang ku minta di kasih." Kata Alea mastikan.


"Selagi aku mampu, apa sih yang gak buat istri tercintaku ini." Kata Ardi meyakinkan sambil menoleh ke arah Alea sebentar dengan tersenyum. Sedangkan Alea sendiri tersipu malu mendengar kata-kata manis yang di ucapkan oleh Ardi.


Tak lama kemudian akhirnya mereka sampai di mall yang mereka tuju, setelah Ardi memarkirkan mobilnya mereka segera masuk kedalam, karena Alea begitu semangat ingin shoping.


"Kamu mau beli apa dulu?" Tanya Ardi.


"Makanan." Jawab Alea.


"Wah, semuanya terlihat enak." Kata Alea melihat begitu banyak deretan snack yang di pajang disana.


"Ambil saja apa yang kamu mau tapi, kalau snack jangan banyak-banyak gak baik buat kesehatan kamu." Kata Ardi.


"Siap, Pak." Kata Alea sambil hormat, kemudian mendorong trolinya mengelilingi rak yang berisi berbagai macam makanan, seperti snack, puding, sereal, biskuit, cokelat, roti, wafer, yogurt, dan lain sebagainya. Hampir setiap merek Alea membelinya hingga tanpa ia sadari trolinya sudah penuh.


Setelah itu Alea berlanjut membeli barbagai macam buah-buahan, saking penasarannya bagaimana rasanya buah yang belum pernah ia makan sebelumnya, ia ingin mencobanya karena semuanya sudah berjejer dengan rapi disana.


"Wah durian, dagingnya tebel banget nih." Kata Alea melihat sekotak durian dan mengambilnya.


"Hm ini baunya enak, bener gak, Om." Kata Alea menghirup aroma durian tersebut kemudian di sodorkan ke Ardi.


"Huek." Ardi hendak muntah mencium aroma durian yang di sodorkan Alea.


"Eh, Om kenapa, gak suka bau durian ya? Maaf." Kata Alea menebak melihat reaksi dari Ardi.


"Ya udah deh, gak usah beli." Kata Alea sambil meletakkan kembali durian tersebut.


"Ambil aja gak apa-apa, yang penting jauhin dari aku." Kata Ardi sambil mencubit hidungnya.


"Lain kali aja, nanti Om jadi pusing lagi. Gimana pulangnya nanti, aku gak bisa nyetir." Kata Alea.


"Ya sudah kalau begitu, ayo lanjut lagi belanjanya!" Ajak Ardi.


"Eh, bukannya itu Alea dan pak Ardi ya." Kata Cantika sambil menepuk-nepuk pelan bahu Natasya.

__ADS_1


"Hah, mana?" Tanya Natasya.


"Itu." Jawab Cantika sambil menunjuk ke arah Ardi dan Alea berada.


"Oh, iya bener. Kita ikutin yuk!" Ajak Natasya.


"Ayo!"


.....


Tantri dan Rama sedang asik menonton tv di ruang keluarga sambil memakan keripik, sedangkan Ririn masih sibuk mencuci.


"Hah kapan ini kerjaan selesainya, udah capek banget." Kata Ririn sambil memasukkan baju ke mesin cuci.


"Gak apa-apa, demi cintaku kepada mas Ardi harus semangat." Kata Ririn menyemangati dirinya sendiri.


.....


"Ririn kenapa belum keluar dari tadi, kerjaannya udah beres atau belum ya?" Tanya Tantri.


"Kalau sudah selesai pasti laporan ke kamu. Tunggu sajalah disini sama aku, mumpung anak-anak gak ada dirumah kita biasa berduaankan." Jawab Rama.


"Mas ini ada-ada aja." Kata Tantri sambil mengenggol lengan suaminya.


"Biarin to, meski tua-tua begini masih romantiskan." Kata Rama sambil tersenyum.


Ting tong


Suara bel rumah berbunyi.


"Sebentar, aku lihat dulu." Kata Tantri kemudian pergi melihat siapa yang datang.


"Eh Indah." Kata Tantri melihat siapa yang datang.


"Iya, Bik." Kata Indah sambil tersenyum.


"Tumben, ada apa?" Tanya Tantri.


"Tidak ada apa-apa, Bik. Aku hanya bosan saja di rumah dan ingin main ke sini." Jawab Indah.


"Oh begitu, aku pikir ada apa. Ya sudah, Ayo masuk!" Kata Tantri mengajak indah masuk kerumahnya.


"Kenapa sepi, Alea dan mas Ardi kemana, Bik?" Tanya Indah setelah duduk di sofa ruang tamu.


"Mereka jalan-jalan ke mall." Jawab Tantri.


"Oh, begitu. Oh iya Bik, ini aku bawain sedikit oleh-oleh." Kata Indah sambil meletakkan kantong kresek di meja.


"Kamu ini, kalau kesini gak usah bawa oleh-oleh. Seperti kerumah siapa saja." Kata Tantri.


"Tidak apa-apa, Bik." Kata Indah.


"Eh siapa itu, sepertinya aku punya saingan nih." Kata Ririn pelan sambil melihat dari kejauhan.


"Bu Tantri, semuanya sudah beres. Saya pamit pulang dulu." Kata Ririn kepada Tantri.


"Oh iya, terima kasih ya, Rin. Nati sore datang lagi cuma bersih-bersih saja kok." Kata Tantri.

__ADS_1


"Iya, Bu. Saya pamit dulu, assalamualaikum." Ucap Ririn.


"Waalaikumsalam." Ucap Tantri dan Indah bersama.


......


Setelah belanja banyak makanan, Ardi mengajak Alea untuk membeli pakaian.


"Pakaianku sudah banyak, Om. Aku harus beli apa?" Tanya Alea bingung.


"Ada yang kamu belum punya, nih. Aku belum pernah lihat kamu pakai dress." Kata Ardi sambil menunjukkan sebuah dress.


"Aku emang gak punya, soalnya aku lebih nyaman pakai celana dan kaos." Kata Alea.


"Kalau begitu coba pakai ini." Kata Ardi sambil memberikan dress tanpa lengan sepanjang lutut berwarna pink.


"Aku harus pakai ini." Kata Alea kemudian pergi ke ruang ganti.


Setelah beberapa saat kemudian Alea kembali memakai dress yang di pilihkan Ardi tadi, dengan memegang kedua pundaknya merasa tidak nyaman karena tidak ada lengannya.


"Gak nyaman ya, sebentar ku carikan lagi." Kata Ardi melihat Alea terlihat kikuk makai dress pilihannya tadi.


"Yang ini sepertinya cocok buat kamu." Kata Ardi memberikan dress lagi untuk Alea.


"Coba lihat, pak Ardi membelikan baju juga untuk Alea." Kata Natasya melihat Alea dan Ardi dari kejauhan.


"Aku iri padanya, Alea begitu di manjakan oleh pak Ardi." Kata Cantika.


Setelah mengganti dress yang di pilih Ardi, ia segera kembali lagi, kini terlihat berbeda dari sebelumnya Alea merasa nyaman memakainya. Dress ala-ala korea sepanjang bawah lutut, berwarna navi di padukan dengan kaos lengan pendek berkerah pater pan collar berwarna putih.


"Sip, sangat cocok." Kata Ardi sambil mengacungka dua jempol.


"Tapi ada yang kurang. Pakai dress masa sepatunya sneaker, Ayo kita cari sepatu yang cocok!" Kata Ardi melihat sepatu yang di pakai Alea.


"Yang ini bagus." Kata Ardi memperlihatjan heels berwarna pink.


"Tapi aku tidak bisa pakai heels." Kata Alea.


"Kalau begitu yang ini saja, haknya pendek." Kata Ardi mengambil sandal hak tahu tali silang berwarna hitam.


"Coba lepas sepatumu, biar ku pakaikan." Kata Ardi sambil jongkok melepas sneaker yang di pakai Alea dan memakaikan sandal yang ia pilih tadi, sedangkan Alea hanya menurut saja.


Perlakuan Ardi kepada Alea membuat iri para pembeli yang melihatnya, sudah seperti Cinderella yang di pakaikan sepatu oleh pangerannya, termasuk Natasya dan Cantika yang setia membuntutinya sejak tadi.


"Wah, Alea sudah seperti Cinderella saja." Kata Natasya.


"Hah, pemandangan yang buruk. Menyebalkan, harusnya aku yang jadi Cinderellanya bukan Alea." Kata Cantika kesal melihat Alea di perlakukan seperti itu kepada Ardi.


.....


Di tempat lain indah sedang membantu Tantri memasak untuk makan siang nanti, tanpa sengaja ia melihat dua cangkir kopi yang menarik perhatiannya, ia pun segera mengambilnya untuk melihatnya, kebetulan Tantri sedang pergi ke kamar kecil jadi Indah berani mengambilnya.


"Ardi Alea Love Forever." Kata Indah membaca tulisan di kedua cangkir tersebut.


"Apa maksudnya ini, apa mereka punya hubungan sepesial? Apa mungkin mereka saling mencintai? Tapi.." Kata Indah dengan penuh tanda tanya, kemudian ia langsung mengembalikan cangkir tersebut setelah mendengar Tantri kembali.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2