Pernikahan Rahasia Murid Dan Guru

Pernikahan Rahasia Murid Dan Guru
Pencarian Alea


__ADS_3

Semua orang yang ada di camp juga ikut cemas karena sudah menunggu lama, belum ada tanda-tanda dari mereka.


"Kenapa mereka belum kembali? Sebenarnya apa yang terjadi? Semoga Alea baik-baik saja." Kata Indah yang tak kalah cemasnya.


"Alea pergi kemana?" Tanya Natasya.


"Jangan-jangan terjadi sesuatu kepadanya." Kata Cantika.


"Kenapa kamu peduli padanya?" Tanya Natasya.


"Aku hanya penasaran. Bagaimana dia bisa menghilang?" Jawab Cantika dan bertanya kembali.


"Siapa yang tahu." Jawab Natasya.


"Dia akan kembali tapi, hanya mayatnya saja." Batin orang yang mendorong Alea kejurang tadi sambil tersenyum.


.....


Ardi, Mico, Fani dan Rita berpencar mencari Alea, namun tetap saja belum menemukannya juga.


"Alea kamu ada dimana." Kata Ardi pelan karena merasa lelah mencari Alea.


"Kemana lagi kita harus mencarinya, Rit? Alea ada di mana?" Tanya Fani.


"Aku tidak tahu, seandainya saja ada petunjuk." Jawab Rita.


"Sebenarnya apa yang terjadi padamu, Al. Kamu ada di mana?" Batin Mico yang masih berusaha mencari Alea.


"Itu pak Ardi, ayo kita kesana!" Kata Fani sambil menunjuk Ardi.


"Iya." Kata Rita.


"Pak Ardi, bagaimana?" Tanya Fani.


Ardi hanya menggeleng-gelengkan kepala saja menjawabnya.


"Mico, bagaimana? Apa kamu mendapatkan petunjuk?" Tanya Fani melihat Mico berjalan menghampirinya.


"Tidak." Jawab Mico.


"Kita harus mencarinya kemana lagi." Kata Fani bingung.


"Bukankah ini jepit rambutnya Alea." Kata Rita mengambil jepit rambut yang tergeletak di dekat kakinya.


Ardi yang mendengar itu pun segera menghampiri Rita dan mengambil jepit rambut yang di pegang oleh Rita.


"Iya benar, ini punya Alea. Mungkin dia ada di sekitar sini." Kata Ardi kemudian melihat sekelilingnya berharab ia menemukan Alea di sana.


Fani, Rita dan Mico berpencar kembali mencari Alea lagi, berharab bisa menemukan Alea di sekitar sana.


"Jangan-jangan." Kata Ardi menggantungkan katanya setelah sadar dirinya kini berada dekat dengan jurang dan segera memeriksanya. Ardi menyorot dasar jurang dengan senter, dan benar saja ada seseorang di bawah sana.


"Astaghfirullah. Alea!" Teriak Ardi setelah mengetahui bahwa Alea berada di dasar jurang.


"Alea! Di mana?" Kata Fani, Rita dan Mico bersama setelah mendengar teriakan Ardi, kemudian berlari menghampirinya.


"Pak Ardi, jangan lompat!" Teriak Fani sambil berlari menghampiri Ardi yang akan lompat ke bawah jurang.

__ADS_1


"Tapi Alea ada di bawah sana." Kata Ardi.


"Tenang dulu, Pak. Kita cari jalan lain." Kata Rita ikut menenangkan Ardi


"Bagaimana aku bisa tenang, Alea ada di bawah sana dan tidak tahu bagaimana keadaannya." Kata Ardi.


"Iya, Pak. Kami tahu, kita juga mencemaskannya. Jika bapak lompat nanti malah makin panjang urusannya." Kata Fani.


"Tapi cari jalan kemana, lihatlah semuanya gelap." Kata Ardi.


Fani dan Rita sibuk menenangkan Ardi yang kalang kabut menghawatirkan keadaan Alea. Ardi hanya bisa panik dan ingin melompat saja karena saking paniknya ia tidak bisa berfikir jernih. Sedangkan Mico yang mengetahui itu, segera mencari jalan untuk menuju ke dasar jurang.


"Tapi Alea tidak bisa mennggu lama, kita harus segera ke bawah sana." Kata Ardi.


"Iya, Pak. Kami tahu itu, tapi kita tidak bisa melompat dari sini." Kata Fani


"Lalu kita harus kemana? Kemana?" Kata Ardi.


"Tenanglah, Pak. Mico sedang mencari jalan." Kata Rita.


"Tapi sampai kapan." Kata Ardi lagi masih tidak bisa tenang.


"Pak Ardi, lewat sini!" Teriak Mico setelah menemukan jalan.


"Sepertinya Mico sudah menemukan jalannya. Ayo, Pak!" Kata Fani.


Mereka pun bergegas menyusul Mico.


Setelah perjuangan mereka melewati jalan yang sulit dan banyak tanaman liar yang tumbuh disana, akhirnya mereka sampai ke tempat di mana Alea berada. Alea terbaring tak sadarkan diri di atas semak-semak, beruntung jurangnya tidak terlalu dalam jadi, lukanya tidak terlalu parah, hanya ada banyak goresan di tangan dan wajahnya, dan sedikit luka di kepalanya karena terbentur batu.


"Alea bangun. Bangun Alea." Kata Ardi mencoba membangunkan Alea.


"Bagaimana kamu bisa jatuh kesini?" Kata Ardi sedih.


"Kita bawa Alea ke rumah sakit saja, Pak." Kata Mico memberi saran.


"Iya, kamu benar." Kata Ardi kemudian menggendong Alea di punggungnya.


Dengan tenaganya yang tersisa, Ardi berusaha keras membawa Alea naik ke atas dengan di bantu Fani dan Rita dari belakang. Dengan memegangi punggung Alea agar tidak jatuh, sedangkan Mico berjalan di depan bertugas menunjukkan dan menerangi jalannya.


.....


Indah masih setia menunggu kedatangan Ardi, ia di temani oleh Rehan.


"Kenapa mereka belum sampai juga, apa yang sebenarnya terjadi." Kata Indah hawatir sambil berjalan mondar-mandir.


"Tenanglah, mereka pasti baik-baik saja." Kata Rehan mencoba menenangkan Indah.


"Pak Rehan, apa mereka belum kembali?" Tanya Toni datang menghampiri Rehan bersama Arga dan Diki.


"Sebenarnya Alea kemana? Apa kita susul saja, Pak. Ini sudah terlalu lama." Kata Toni.


"Kita tidak tahu mereka kemana, kita susul pun percuma. Nanti malah kita yang nyasar. Kita tunggu saja di sini." Kata Rehan.


"Itu mereka sudah kembali." Kata Arga sambil menunjuk orang yang mereka tunggu-tunggu telah kembali.


"Apa yang terjadi dengan Alea?" Tanya Indah sambil berlari menghampiri Ardi.

__ADS_1


"Tanyanya nanti saja, yang penting kita bawa Alea ke rumah sakit dulu." Jawab Ardi.


"Rehan, siapakan mobilnya sekarang!" Kata Ardi.


"Iya." Kata Rehan segera pergi menyiapkan mobil.


"Kalian bertiga beristirahatlah, biar ibu yang menemani pak Ardi ke rumah sakit." Kata Indah kepada Mico, Fani dan Rita.


"Iya, Bu." Kata Fani dan Rita bersama.


Mereka pun segera membawa Alea ke rumah sakit.


"Apa yang terjadi dengan Alea?" Tanya Toni.


"Sebentar, biarkan aku bernafas dulu." Jawab Mico terengah-engah.


"Mico, kamu sudah kembali. Apa yang terjadi?" Tanya Natasya datang menghampiri Mico bersama Cantika.


"Iya Mico, Alea kenapa?" Tanya Cantika.


"Alea jatuh ke jurang." Jawab Mico.


"Apa! Kok bisa!" Kata semua orang terkejut.


"Aku tidak tahu, kami menemukannya sudah tidak sadarkan diri di dasar jurang." Jawab Mico.


"Lalu bagaimana keadaannya?" Tanya Toni.


"Lukanya tidak terlalu parah, tapi masih belum sadarkan diri." Jawab Mico sedih.


"Bagaimana bisa dia masuk ke jurang?" Tanya Arga.


"Jangan-jangan ada seseorang yang ingin mencelakainya." Kata Toni menebak.


Mendengar perkataan Toni, secara otomatis mereka langsung menatap Natasya.


"Kenapa kalian menatapku? Aku tidak melakukan apa-apa ya." Kata Natasya.


"Kamu sangat membenci Aleakan, tidak menutup kemungkinan jika pelakunya adalah kamu." Kata Fani.


"Heh jangan menuduh tanpa bukti, sejak tadi aku bersama kaliankan. Lagi pula aku tidak sekejam itu." Kata Natasya kesal.


"Lalu siapa, jika bukan kamu?" Tanya Fani.


"Ya mana aku tahu." Jawab Natasya.


"Sudah-sudah, yang terpenting Alea sudah ketemu dan semoga dia baik-baik saja." Kata Rita.


"Iya, Rita benar. Tidak ada gunanya kita berdebat seperti ini." Kata Toni.


"Tumben kamu pinter." Kata Rita.


"Aku memang pinter dari dulu, kamu aja yang gak tahu." Kata Toni.


"Sudahlah, bertengkarnya di lanjut besok saja. Biarkan mereka beristirahat." Kata Diki.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2