Pernikahan Rahasia Murid Dan Guru

Pernikahan Rahasia Murid Dan Guru
Gara-gara parfum


__ADS_3

Hari masih gelap dengan udara dinginnya waktu menunjukkan pukul empat pagi, sebagian orang masih terlelap dalam tidur mereka dan sebagian sudah bangun, terdengar suara azan subuh berkumandang Ardi pun terbangun, lalu ia membangunkan istri kecilnya yang masih tidur dengan sangat nyenyak.


"Sayang, ayo bangun! Sudah subuh." Kata Ardi sambil mengoyang-goyangkan badan Alea dengan pelan.


"Emm." Jawab Alea sambil menarik selimutnya.


"Istri kecil, ayo bangun waktunya sekolah." Kata Ardi berusaha membangunkan istri kecilnya. Biasanya seorang suami membangunkan istrinya untuk membuatkan sarapan dan menyiapkan pakaian untuknya, berbeda dengan pasangan suami istri yang satu ini membangunkan istrinya untuk pergi ke sekolah.


"Sebentar lagi." Jawab Alea dengan suara parau dan masih memejamkan matanya.


"Ayo cepat bangun! Solat subuhnya nanti telat." Kata Ardi masih berusaha membangunkan istri kecilnya itu.


"Lima menit lagi." jawab Alea masih memejamkan matanya.


"Kalau gak mau bangun sekarang, aku gigit loh." Kata Ardi sedikit mengancam.


"Iya-iya, aku bangun." Kata Alea sambil duduk namun matanya masih merem melek karena ngantuk.


"Masih ngantuk ya, makanya kalau tidur jangan malam-malam." Kata Ardi terkekeh melihat Alea.


Setelah mengumpulkan kesadarannya, seperti biasa Alea melaksanakan solat subuh berjamaah dengan Ardi, setelah selesai pergi ke kamarnya yang dulu ia tempati sendiri untuk mandi dan mengganti pakaiannya. Sebelum mandi ia menyiapkan buku-buku yang akan di bawa hari ini sesuai jadwal dan menyiapkan seragam sekolahnya, setelah selesai Alea mencari-cari ponselnya namun tidak ada di sana, mungkin saja tertinggal di kamar Ardi, ia pun segera mencarinya di sana. Sesampainya di sana Alea di kejutkan dengan Ardi yang baru saja keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk yang melilit di pinggangnya.


"Aaa." Pekik Alea sambil menutup matanya dengan kedua tangnnya. Kemudian ia mencari ponselnya sambil menghalangi pandangnnya dari Ardi dengan tangannya, setelah menemukannya ia segera pergi dari sana tapi, ia malah menabrak tembok karena terburu-buru tanpa memerhatikan sekitarnya.


"Aduh." Kata Alea mengaduh kesakitan sambil memegang dahinya.


"Hati-hati, Al. Lagian suaminya ada di sini, kenapa malah tembok yang di cium." Kata Ardi terkekeh melihat tingkah lucu istri kecilnya itu yang masih malu-malu kepadanya.


"Orang kejedot juga." Kata Alea sambil menggosok-gosok dahinya, kemudian pergi tanpa melihat Ardi.


Ardi sudah siap dengan seragam gurunya ia pergi keluar kamar untuk mencari istri kecilnya, ternyata dia masih di kamarnya sedang duduk di tempat tidur sudah lengkap dengan seragam smanya namun, masih saja melamun di kamarnya, entah apa yang dia pikirkan.


"Lagi ngelamunin apa hayo?" Kata Ardi sambil memeluk Alea dari belakang.


"Hehe, gak ada kok." Jawab Alea.


"Cobaku lihat, dahimu tadi benjol gak." Kata Ardi sambil menarik tangan Alea untuk menghadap dirinya dan memeriksa dahi Alea yang terbentur tembok tadi, terlihat masih sedikit merah.


"Masih sakit gak." Kata Ardi sambil mengusap dahi Alea dengan lembut.


"Gak."


"Oh iya, aku boleh minta parfumnya om gak." Kata Alea.


"Buat apa?" Tanya Ardi.


"Di pakai, soalnya punyaku habis." Jawab Alea.


"Masa pake parfum cowok nanti di ejek teman-temanmu, minta punya ibu sana." Kata Ardi.


"Gak mau, aku gak suka wanginya." Kata Alea.


"Kamu punya deodorankan, pakai itu aja cukup." Kata Ardi.

__ADS_1


"Sedikit aja, Om." Kata Alea memohon.


"Nih ambil aja." Kata Ardi sambil mengangkat tangannya.


"Masa yang di ketiak, Om." Kata Alea.


"Omkan habis mandi masih bersih dan wangi, nih." Kata Ardi sambil mengarahkan ketiaknya ke wajah Alea.


"Apaan sih, masa aku di ketek." Kata Alea sambil mendorong Ardi.


"Hahaha, ya udah ayo kita sarapan, nanti telat loh!"


"Iya."


Seperti biasa setelah sarapan mereka berangkat ke sekolah bersama naik motor suzuki satria F150 warna hitam kesayangannya Ardi. Sejuknya udara pagi hari rasanya membuat Alea ingin memeluk Ardi dari belakang, sayangnya ia tidak bisa melakukannya meski dia sah-sah saja jika memeluknya karena dia adalah istrinya, namun keadaan tidak mendukung apa kata orang nanti jika seorang murid berboncengan sambil memeluk gurunya, bisa jadi viral nanti.


Setelah nenempuh perjalanan dari rumah Ardi menuju sekolah kurang lebih setengah jam lamanya, akhirnya mereka sampai juga. Setelah turun dari motor Alea berpamitan kepada Ardi dengan mencium punggung tangannya lalu pergi menemui teman-temannya.


.....


Fani dan Rita sedang menunggu Alea di halaman sekolah sambil mengobrol.


"Alea mana sih, kok belum datang." Kata Fani.


"Itu dia." Kata Rita sambil menunjuk ke arah Alea yang sedang berjalan menghampirinya.


"Alea!" Kata Fani sambil melambaikan tangan.


"Tenyata kalian berdua sudah sampai lebih dulu, tumben kok pagi." Kata Alea.


"Iya deh iya." Kata Alea.


"Ya udah, kita ke kelas yuk!" Ajak Rita.


"Sebentar!" Kata Fani menghentikan langkah kedua temanya.


"Ada apa, Fan?" Tanya Alea.


"Aku nyium bau parfumnya pak Ardi di seragam kamu." Jawab Fani.


"Hah, masa sih, eh iya bener pasti karena dia memelukku tadi. Tapi kenapa gak hilang keanginan pas naik motor tadi." Batin Alea sambil memastikan ucapan Fani.


"Kamu hafal banget sama parfumnya pak Ardi, Fan." Kata Rita curiga.


"Jangan mikir yang aneh-aneh, biasanya kalau berpapasan dengan pak Ardi kecium bau parfumnya." Jelas Fani.


"Enak ya, Fan. Baunya." Kata Alea.


"Iya, wanginya enak." Kata Fani.


"Aku emang sengaja pake, abis parfumku habis." Kata Alea.


"Ya tapi gak parfumnya pak Ardi juga dong, Al." Kata Rita.

__ADS_1


"Hehe, abis wanginya enak." Kata Alea sambil tersenyum nyengir.


"Tapi, Al. Kenapa kamu pakainya di belakang?" Tanya Fani sambil mengendus-edus baju Alea.


"Apaan sih kamu ini ngendus-endus kaya kucing, emangnya aku ikan asin apa." Kata Alea sambil menggeser badanya.


"Beneran, Al. Baunya ada belakang bajumu." Kata Fani.


"Pasti habis di peluk pak Ardi, terus parfumnya nempel." Kata Natasya tiba-tiba datang bersama Cantika.


"Wah gak bener nih cewek, kalau bener begitu." Kata Cantika.


"Heh, diam kalian gak usah ikut-ikutan." Kata Fani.


"Aku hanya menebak." Kata Natasya.


"Mereka semakin menghawatirkan saja." Batin Alea.


"Kenapa, iri bilang aja. Lagian apa salahnya jika pak Ardi memeluk keponakannya." Kata Alea dengan percaya diri.


"Hah, kamu serius di peluk pak Ardi." Kata Fani terkejut.


"Ya enggaklah, ngapain juga pak Ardi peluk-peluk aku, emang aku istrinya." Jelas Alea.


"Mungkin saja begitu." Kata Natasya.


"Bener juga tuh, bagaimana coba parfum itu hanya tercium di belakang bajumu saja?" Tanya Cantika.


"Haduh aku harus jawab apa nih." Batin Alea mulai cemas, namun dia tidak kehabisan ide untuk menjawab pertanyaan dari Cantika.


"Kayanya pas aku menyemprotkannya ke ketiak terlalu kebelakang deh, soalnya aku sambil lihat hp." Kata Alea pura-pura berfikir.


"Terus, kenapa di depan tidak kamu semprot?" Tanya Natasya terus menekan Alea.


"Karena langsung di ambil sama pak Ardi." Jawab Alea santay.


"Wah jadi kamu ngolong nih ceritanya, trus ketahuan." Kata Fani menebak.


"Hehe." Alea tertawa kecil menjawab pertanyaan Fani.


"Lalu kenapa baunya tidak menyengat?" Tanya Cantika sambil mendekati Alea.


"Karena kena angin tadi sambil naik motor, aku kan gak pakai jaket." Jawab Alea.


"Udah deh pergi sana, seneng banget sih kepoin urusan orang." Kata Fani.


Karena kehabisan pertanyaan untuk menekan Alea lagi, akhirnya Natasya dan Cantika pergi meninggalkan mereka.


"Huh, untung aku pinter. Gara-gara parfum hampir aja aku terjebak." Batin Alea bernapas lega.


"Resek banget sih tuh cewek, gak puas-puas deh gangguin Alea." Kata Fani kesal.


"Udahlah, biarin aja. Kita ke kelas yuk!" Ajak Alea.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2