Pernikahan Rahasia Murid Dan Guru

Pernikahan Rahasia Murid Dan Guru
Bukan duet romantis


__ADS_3

Setelah makan siang dan beristirahat, para murid di tugaskan untuk mencari kayu bakar untuk acara api unggun nanti malam. Karena tempat camping mereka dekat dengan hutan, jadi sangat mudah mencari ranting pohon yang kering. Mereka semua saling bekerja sama tanpa berkelompok, para guru pun ikut membantu.


Alea bersama teman-teman satu tendanya bersama Mico dan teman-teman satu tendanya juga, tak lupa Natasya pun juga ikut bergabung untuk mencari perhatian dari Mico.


"Kenapa nyangkut sih." Kata Alea sambil menarik ranting pohon yang lumayan besar.


"Aduh. Hahaha." Kata Alea jatuh karena gagal menarik ranting pohon tersebut kemudian tertawa.


"Hati-hati, Al." Kata Mico sambil membantu Alea. berdiri


"Gak bisa di tarik, di potong aja." Kata Alea.


"Iya, biar aku aja yang potong pakai gergaji." Kata Mico.


"Alea caper deh sama Mico." Kata Natasya.


"Mico, aku bantu ya." Kata Natasya.


"Tidak usah, tunggu saja di situ." Kata Mico sambil fokus memotong kayu.


Setelah selesai memotong kayu, Mico di bantu teman-temannya mengumpulkan kayu yang telah ia potong dan membawanya ke camp, termasuk Natasya. Saking semangatnya Natasya membawa kayu lebih banyak dari yang ia bawa sebelumnya, karena tidak kuat menahan beban terlalu lama ia pun terjatuh.


"Aduh." Kata Natasya mengaduh kesakitan.


"Jika tidak kuat, sedikit saja membawanya." Kata Mico sambil berjalan melewati Natasya, tanpa berniat menolong.


"Ee, Mico." Kata Natasya berniat ingin meminta bantuan kepada Mico.


"Perlu bantuan, Nona." Kata Alea sambil mengulurkan tangan.


"Tidak, aku bisa sendiri." Kata Natasya ketus sambil berdiri


"Kalau Alea yang jatuh di tolong, sedangkan aku tidak di pedulikan sama sekali. Menyebalkan." Gerutu Natasya dalam hati.


.....


Ardi sebenarnya sangat malas pergi ke hutan, karena ia hawatir jika bertemu dengan kecoa dan banyak yang tahu kalau ia takut dengan kecoa. Bisa-bisa di tertawakan banyak orang, seorang Ardi yang dingin takut dengan kecoa. Ardi tidak bisa membanyangkan jika hat itu terjadi, mungkin ia akan pulang saja. Kali ini Ardi sedang bersama Indah membantu para murid mengumpulkan kayu bakar, yang selalu saja membuat iri para guru wanita lainnya. Dan benar saja apa yang Ardi hawatirkan pun terjadi, ia melihat beberapa ekor kecoa di bawah ranting pohon yang mulai lapuk saat ia mengangkatnya.


"Hah, benar ada kecoa." Batin Ardi mengembalikan ranting pohon tersebut, sambil menahan rasa takutnya.


"Ee, se-per-tinya ini sudah cukup. Kita kembali ke camp saja sekarang." Kata Ardi gugup sambil sedikit gemetar.


"Iya, kamu tidak apa-apa?" Tanya Indah heran.


"Ti-tidak." Jawab Ardi.


"Kenapa dia, apa mungkin ada kecoa?" Batin Indah melihat gelagat Ardi yang aneh.


"Ternyata memang benar." Batin indah setelah mengetahui ada kecoa di bawah ranting.


"Tenanglah kecoanya tidak akan menggigit." Kata Indah berbisik.


"Apa?" Tanya Ardi terkejut.


"Sudahlah, ayo kembali ke camp, ini sudah cukup." Kata Indah sambil tersenyum menahan tawa.


"I-iya." Kata Ardi masih gugup.


Rasa takutnya Ardi belum hilang, ia menjatuhkan beberapa ranting pohon yang ia bawa, karena tangannya masih sedikit gemetar.


"Haduh kenapa harus jatuh, malu-maluin aja deh." Batin Ardi sambil memunguti ranting yang jatuh.


"Lihat itu, sepertinya Ardi salting karena bu Indah." Kata salah satu guru pria yang melihat mereka.


.....


Akhirnya yang di nanti-nanti pun telah tiba, acara api unggun itu terlaksana dengan meriah. Karena para murid dan guru melakukan unjuk bakat, siapa pun yang ingin menampilkan bakatnya, di perbolehkan untuk maju.

__ADS_1


Kini giliran Mico yang akan menampilkan bakatnya dengan bernyanyi sambil bermain gitar. Dan banyak orang yang meminta Ardi untuk berduet dengan Mico, namun Ardi menolaknya. Karena desakan terus terlontar kepadanya terutama Alea yang paling semangat, akhirnya Ardi pun setuju dengan meminjam gitar milik temannya Rendi yang sebagai guru juga.


Ardi dan Mico pun mulai memetik gitarnya.


*


Voc Mico


Tanpa terasa kau curi hatiku


Dengan berbeda caramu menaklukan hati kecilku


*


Dilirik ini, Mico bernyanyi sambil fokus melihat gitarnya. Di lirik berikutnya ia bernyanyi sambil melihat Alea yang duduk di sampingnya, seakan-akan lagu yang di nyanyikannya untuk Alea.


*


Berjuta rayuan yang pernah ku rasa


Namun tak pernah tersentuh tak ada yang mengesankanku


*


Alea terlihat begitu senang sambil bertepuk tangan, membuat Ardi kesal dan berniat membalasnya. Karena secara kebetulan Indah duduk di sampingnya.


Voc Ardi


Tapi semua berbeda saat kau ada di sini


Mempesonakan aku selalu


*


Ardi tidak mau kalah, melihat Alea mencoba membuatnya cemburu. Ia membalas Alea dengan bernyanyi sambil melihat Indah layaknya seorang kekasih dan membuat Alea kesal. Bukannya berhenti, Alea malah semakin bersemangat menjalankan aksinya dengan melihat Mico sambil tersenyum dan bernyanyi bersama.


Voc Ardi dan Mico


Hanya kamu yang bisa membuat aku jadi tergila-gila.


Membuat aku jatuh cinta


Berkali ku mencoba berpaling dengan makhluk indah lainnya


Namun tak pernah ku rasakan


Bila seindah bercinta ku denganmu


*


Duet ini serasa sangat romantis, seperti menyanyikan sebuah lagu untuk pasangnnya, namun faktanya duet ini hanya untuk saling manas-memanasi.


*


Voc Mico


Tapi semua berbeda saat kau ada di sini


Mempesonakan aku selalu


Voc Mico dan Ardi


Hanya kamu yang bisa membuat aku jadi tergila-gila.


Membuat aku jatuh cinta


Berkali ku mencoba berpaling dengan makhluk indah lainnya

__ADS_1


Namun tak pernah ku rasakan


Bila seindah bercinta ku denganmu


Brakk


Ardi membanting gitarnya kemudian pergi dari sana. Karena sudah tidak bisa menahan emosinya.


"Ardi! Gitarku jangan di banting!" Teriak Rendi.


"Untung tidak rusak. Lagi pula kenapa dia." Kata Rendi sambil memeriksa gitarnya.


"Hahahaha." Tawa Alea berhasil membuat Ardi marah.


"Ada apa, kenapa pak Ardi marah?" Kata banyak orang.


"Alea, kenapa kamu tertawa?" Tanya Mico.


"Tidak apa-apa." Jawab Alea sambil tesenyum.


"Haha, dia marah. Aku akan menyusulnya." Kata Alea sambil berdiri dan pergi dari sana untuk menyusul Ardi.


"Ini aneh, sebenarnya apa yang terjadi. Pak Ardi marah dan Alea tertawa. Aku bingung." Kata Fani.


"Mengapa mereka membuat teka-teki yang membingungkan." Kata Rita.


"Apa yang membuat pak Ardi marah?" Kata Fani sambil berfikir.


"Alea juga tidak mau mengaku, kenapa dia tertawa." Kata Rita.


"Sepertinya Alea mengejek pak Ardi, diakan usil." Kata Mico.


"Haha, iya juga." Kata Fani.


"Apa Alea yang membuat pak Ardi marah, tapi kenapa?" Tanya Cantika sambil berfikir.


"Karena Alea dekat dengan Mico." Jawab Natasya menebak.


"Memangnya kenapa?" Tanya Cantika bingung.


"Karena cemburu." Jawab Natasya asal.


"Maksudnya, pak Ardi itu menyukai Alea. Tapikan pak Ardi dekat dengan bu Indah." Kata Cantika.


"Ya aku tidak tahu. Tapi setelah aku pikir-pikir dengan melihat kejadian tadi. Sepertinya ada rahasia di balik Alea dan pak Ardi." Kata Natasya.


"Rahasia apa?" Tanya Cantika penasaran.


"Namanya rahasia aku juga tidak tahu, Cantika." Kata Natasya kesal.


"Hehe. Aku sangat penasaran, apa perlu kita mencari tahu?" Tanya Cantika.


"Perlu, bahkan sangat perlu. Mungkin saja ini bisa menjadi senjata untuk menyingkirkan Alea." Jawab Natasya.


"Iya kamu benar." Kata Cantika setuju.


.....


"Pak Ardi!" Teriak Alea sambil berlari menghampiri Ardi.


"Apa? Kenapa kemari? Sama Mico saja sana." Kata Ardi ketus.


"Cie, ada yang marah." Kata Alea menggoda Ardi.


"Salah sendiri kenapa masih akrab dengan bu Indah. Kamu menyuruhku untuk menjauhi Mico, tapi kamu. Gak adil tahu." Kata Alea sambil celingak-celinguk memastikan keadaan aman.


Sedangkan Ardi hanya diam saja.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2