
Alea sedang menunggu kedatangan Ardi di depan pintu rumah.
"Kenapa lama sekali, seharusnya dia sudah pulangkan." Kata Alea sambil mondar-mandir di depan pintu.
"Aassalamualaikum." Ucap Ardi sambil membuka pintu.
"Waalaikumsalam." Ucap Alea kemudian berlari menghampiri Ardi dan memeluknya.
"Aku sangat merindukanmu." Kata Alea sambil meneluk Ardi.
"Iya, aku juga merindukanmu." Kata Ardi sambil membalas pelukan dari Alea.
"Oh iya, paket yang aku pesan sudah datang. Nanti kita mengukirnya bersama-sama ya." Kata Alea setelah melepaskan pelukannya.
"Iya." Kata Ardi sambil mencubit hidung Alea.
Para penggemar Mico sudah sibuk membuat konten untuk mendapatkan reward dari Mico sendiri. Sedangkan Mico berkumpul bersama teman-temannya di rumahnya untuk menunggu konten vidio yang dikirim oleh para fansnya, yang memang sudah di rencanakan dari sebelumnya.
Flashback on
"Katakan sesuatu, jangan hanya menatapku begitu." Kata Mico heran karena teman-temannya menatapnya sambil tersenyum seperti sedang merencanakan sesuatu.
"Aku akan bicara, jadi begini. Kamu harus menarik perhatian para fansmu." Kata Diki.
"Caranya bagaimana?" Tanya Mico.
"Buatlah sebuah konten dengan mengatakan begini, aku mengadakan giveaway. Coba kalian membuat konten dengan menceritakan kegiatan camping kemarin dengan tema kegiatan paling menyenangkan yang kalian rasakan saat camping, siapa yang ceritanya paling menarik, dia akan mendapatkan kesempatan untuk berfoto selfi bersamaku. Begitu." Jelas Diki.
"Yang benar saja, penggemarku itu tidak hanya satu atau dua orang. Tapi ratusan orang." Kata Mico.
"Itu satu-satunya cara untuk menemukan pelakunya. Ayolah, demi Alea." Kata Fani memohon.
"Iya, kami akan membantu." Kata Rita.
"Iya-iya, kalau bukan karena Alea aku tidak mau." Kata Mico.
"Tapi kalau bukan penggemarku bagaimana?" Tanya Mico.
"Kita akan tahu setelah mendapatkan jawabannya." Jawab Diki.
"Maksudku, akan sia-sia saja jika bukan penggemarku." Jelas Mico.
"Mau bagaimana lagi, kalau kita tidak mendapatkan petunjuk. Itu satu-satu jalan untuk mendapatkan petunjuk." Kata Fani.
"Iya Mic, kami akan membantu dengan berkeliling sekolah nanti. Siapa tahu pelakunya mengatakan sesuatu tentang hal itu." Kata Rita.
"Pinter juga kamu, Rit." Kata Toni.
"Baru tahu kalau aku pinter." Kata Rita.
"Iya, setahuku kamu itukan bd." Kata Toni menyingkat katanya.
__ADS_1
"Sembarangan kalau ngomong." Kata Rita tidak terima.
"Sudah-sudah, guru sudah masuk kelas. Kita akan mulai penyelidikannya setelah istirahat nanti." Kata Diki melihat guru yang mengajar di jam itu sudah memasuki kelas, mereka pun segera kembali ke tempat duduk masing-masing.
Seperti yang sudah di rencanakan, Rita dan teman-temannya berpencar berkeliling sekolah untuk mendapatkan petunjuk. Setelah selesai, mereka berkumpul kembali.
"Bagaimana, apa kalian mendapatkan petunjuk?" Tanya Mico.
"Tidak, tidak ada yang membahas hal itu." Jawab Fani.
"Iya, hanya giveaway darimu yang ramai di bicarakan." Kata Diki.
Flasback off
Hari sudah mulai sore, mereka masih setia duduk di depan laptopnya Mico. Sedangkan pemiliknya sendiri hanya duduk sambil bersandar di sofa dengan asik memainkan ponselnya, karena ia malas mendengarkan ocehan dari para fansnya itu. Sudah banyak vidio yang mereka lihat, namun tetap masih belum mendapatkan petunjuk dari konten yang di kirim.
"Sudah berapa jam kita di sini, tidak ada yang mencurigakan sama sekali." Kata Toni.
"Sabarlah, Ton." Kata Rita.
"Mereka semua mengatakan yang paling menyenangkan adalah saat main lumpur dan mandi di sungai. Tidak ada yang membuat konten saat jelajah malam." Kata Toni.
"Mico, kenapa kamu hanya duduk di situ saja?" Tanya Diki.
"Gak tahu tuh, gimana sih, Mic. Masa cuma kita yang kerja, kamunya enak-enak santay di situ." Kata Toni.
"Ikut kerja dong, Mic. Mentang-mentang tuan rumahnya, kaya bos aja." Kata Arga.
"Aku malas, lagi pula itu ide kaliankan dan kalian bilang ingin membantuku. Jadi kerjakan tugas kalian, aku sudah memberi banyak minuman dan cemilan." Jawab Mico.
"Dengan begitu kita impaskan." Kata Mico.
"Iya, Pak Bos." Kata Diki.
"Jika nanti ada yang menceritakan tentang jelajah malam, simpan saja vidionya. Aku sendiri yang akan melihatnya." Kata Mico.
"Iya, Bos." Kata Diki.
"Haha, makanya jangan sok-sokan mau mengerjaiku." Kata Mico.
.....
Alea dan Ardi sedang mengukir gelas cauple mereka di sofa kamar yang biasa mereka tempati. Mereka menulis nama mereka di masing-masing gelas, Alea menulis nama Ardi dan sebaliknya Ardi menulis nama Alea.
"Terlihat bagus." Kata Ardi.
"Bagaimana jika di tambah lagi tulisannya?" Tanya Alea.
"Tulisannya apa?" Kata Ardi kembali bertanya.
"Love forever." Jawab Alea.
__ADS_1
"Boleh." Kata Ardi.
"Selesai." Kata Alea setelah selesai mengukir gelas.
"Wah, gelasnya cantik seperti yang punya." Kata Ardi.
Alea tersenyum mendengar kata-kata yang di ucapkan Ardi.
Drtttt drtttt
Ponsel milik Ardi bergetar.
"Sebentar, aku akan keluar dulu mengangkat telfon." Kata Ardi sambil berdiri dan pergi keluar kamar.
"Iya." Kata Alea.
Sekarang giliran ponsel Alea yang berdering, ternyata Mico yang memanggilnya.
"Halo, ada apa Mic?" Tanya Alea.
"Begini, Al. Aku akan mengirim beberapa vidio, siapa tahu suaranya ada yang sama dengan orang yang mendorongmu ke jurang." Kata Mico.
"Vidio apa?" Tanya Alea.
"Vidio penggemarku, mereka membuat konten yang aku minta untuk menceritakan kegiatan yang paling menyenangkan saat camping kemarin. Mungkin saja pelakunya adalah salah satu dari penggemarku." Jawab Mico.
"Mico, kenapa repot-repot membuat acara seperti itu. Aku akan mencarinya sendiri setelah aku sekolah." Kata Alea.
"Tidak, aku hanya ingin membantumu saja. Lagi pula orang itu tidak bisa di biarkan begitu saja, ini tidakan kriminal." Kata Mico.
"Iya, aku juga tahu itu, tapi jika pelakunya bukan penggemarmu nanti akan sia-sia sajakan." Kata Alea.
"Iya memang, setidaknya sudah mencoba." Kata Mico.
"Apa kamu tidak ingat suara itu milik siapa?" Tanya Mico.
"Entahlah, aku belum ingat. Tapi aku pernah mendengarnya." Jawab Alea.
"Kalau kamu lupa berarti sudah lama, apa mungkin ada murid pindahan lain dari asal sekolahmu dulu." Kata Mico.
"Coba ku ingat-ingat dulu. Setahuku tidak ada." Kata Alea.
"Hmm, semoga saja orang itu salah satu dari vidio yang ku kirim. Jadi lebih mudah untuk menangkapnya." Kata Mico.
"Iya aku akan memeriksanya nanti. Terima kasih sudah membantuku." Kata Alea.
"Iya, sama-sama. Jika sudah selesai melihat vidionya, kabari aku ya. Kenapa orang itu ingin mencelakaimu, apa dia itu dendam kepadamu atau suruhan orang." Kata Mico.
"Iya, nanti akan aku kabari. Aku juga sangat penasaran siapa yang mendorongku ke jurang waktu itu dan apa alasannya." Kata Alea.
"Apa! Jadi waktu itu ada yang sengaja mendorongmu." Kata Ardi tak sengaja mendengar ucpan Alea saat kembali ke kamar.
__ADS_1
"Sudah dulu ya, Mic." Kata Alea berbisik, kemudian menutup telfonnya.
Bersambung.....