
Rutinitas pagi mereka tidak pernah cuti, setiap pagi mereka selalu sarapan bersama sebelum melakukan aktivitasnya masing-masing.
"Oh iya, ayah mau ngasih tahu kalian, nanti malam kita akan makan malam di cafe bersama Arif sekeluarga." Kata Rama.
"Asyik, kita akan makan di cafe." Kata Alea senang.
"Eh tapi Ayah bilang bersama pak Arif sekeluarga, berarti kak Rangga genit itu juga ada." Kata Alea.
"Rangga genit, adiknya Indah ya." Kata Rama.
"Iya."
"Emang dia genitin kamu." Kata Rama.
"Iya, sok akrab gitu. Kemarin aja saat kenalan dia enggan mau lepasin tanganku, ya aku remes aja tuh tangannya." Jelas Alea.
Rama, Tantri, dan Ardi terkekeh mendengar cerita dari Alea. Setelah selesai sarapan Ardi dan Alea berangkat ke sekolah dan Rama berangkat ke kantornya.
....
Indah berjalan dari parkiran menuju ruang guru dengan tersenyum bahagia yang membuat Rehan penasaran.
"Ehem ehem ada yang lagi bahagia nih, ada apa?" Tanya Rehan.
"Ada deh." Jawab Indah sambil tersenyum.
"Pelit banget sih di tanya temennya sendiri." Kata Rehan kesal.
"Iya deh aku kasih tahu, tapi jangan bilang siapa2 ya termasuk pak Ardi." Kata Indah berbisik.
"Iya-iya, cepetan sebelum ada orang." Kata Rehan.
"Ayah mau jodohin aku sama pak Ardi." Kata Indah berbisik.
"Pantes aja kamu seneng banget, aku doain semoga lancar ya." Kata Rehan.
"Amiin."
"Apanya yang lancar?" Tanya Ardi tiba-tiba datang.
"Ada deh." Jawab Rehan sambil berjalan ke tempat duduknya.
Sedangkan Ardi tidak peduli dengan apa yang di bicarakan oleh kedua temannya tersebut.
"Eh sebentar, tapikan Ardi sudah punya pacar. Trus gimana nanti?" Batin Rehan bingung sendiri.
.....
Natasya dan Cantika sedang berjalan-jalan di mall sambil menghabiskan waktu di sore hari sambil ngoceh membicarakan Alea, tanpa mereka sadari ada seseorang yang mengikuti dan menguping pembicaraan mereka.
"Mereka adalah teman sekolahnya Alea, sepertinya mereka begitu benci padanya. Mungkin aku bisa memanfaatkan mereka." Batin orang yang menguping pembicaraan Natasya dan Cantika.
"Eh maaf, aku tidak sengaja." Kata orang tersebut sengaja menabrak Natasya.
"Hei, kalau jalan itu hati-hati." Kata Natasya kesal.
"Iya, maaf." Ucap orang tersebut.
"Eh tunggu sebentar! Apa kalian kenal Alea?" Tanya orang tersebut.
"Kenapa memangnya?" Tanya Cantika.
"Aku tidak sengaja mendengar pembicaraan kalian tadi, sepertinya kalian membencinya." Jawab orang tersebut.
"Kamu ini siapa?" Tanya Natasya.
"Kenalkan namaku Erika, kakaknya Alea." Kata orang tersebut sambil mengulurkan tangannya.
"Hah, kakaknya Alea." Kata Natasya.
"Alea punya saudara." Kata Cantika.
"Dih, sombong banget mereka." Batin Erika kesal karena uluran tangannya di abaikan oleh mereka.
"Iya, aku kakaknya Alea dan aku juga membencinya." Kata Erika.
__ADS_1
"Lalu, kamu mau apa?" Tanya Natasya.
"Kita bisa bekerja sama, aku akan membantu kalian untuk menyingkirkan Alea." Jawab Erika.
Mendengar itu pun Cantika langsung menarik tangan Natasya untuk sedikit menjauh dari sana.
"Tunggu sebentar, Sya. Ini mencurigakan, jangan sampai kita tertipu lagi seperti Vita dulu." Kata Cantika pelan.
"Iya, masa kakaknya mau bantu kita menyingkirkan Alea. Aneh." Kata Natasya.
"Lalu bagaimana?" Tanya Cantika.
"Kita tanya dulu apa alasanya." Jawab Natasya.
"Jika kamu kakaknya, kenapa ingin menyingkirkannya?" Tanya Natasya setelah kembali.
"Sudahku bilang jika aku membencinya, ya karena dia tidak seharusnya hadir dalam kehidupanku." Jawab Erika.
"Maksudnya bagaimana?" Tanya Cantika.
"Dia itu sebenarnya anak haram, yang membuat ayah dan ibuku selalu bertengkar. Dia juga selalu buat masalah, aku sangat benci padanya. Rasanya aku ingin menyingkirkannya saja." Jawab Erika kesal sendiri.
"Alea anak haram, maksudnya anak di luar nikah begitu?" Tanya Natasya.
"Jadi sebenarnya dia itu memang tidak di inginkan oleh keluarganya dan di titipkan ke pak Ardi." Kata Cantika.
"Ya, kurang lebih begitu." Kata Erika.
"Lalu apakah Alea itu memang keponakannya pak Ardi?" Tanya Natasya.
"Aku akan memberi tahu kalian, asalkan kalian mau bekerja sama denganku." Jawab Erika.
"Bagaimana, Can?" Tanya Natasya kepada Cantika untuk menerima tawaran tersebut atau tidak.
"Kami belum bisa percaya padamu, jadi maaf tidak bisa." Jawab Cantika kepada Erika.
"Ya baiklah tidak apa-apa, jika kalian berubah pikiran kalian bisa hubungi nomorku." Kata Erika sambil memberikan kertas kecil ke tangan Natasya.
"Aku tahu segalanya tentang Alea bahkan rahasianya." Lanjut Erika kemudian pergi meningglkan mereka begitu saja.
"Iya, kita akan selidiki dulu." Kata Natasya.
....
Saat yang di tunggu pun akhirnya tiba, keluarga Rama dan Arif sibuk mempersiapkan diri seperti, memilih pakaian yang akan di pakai, menyiapkan hadiah untuk di bawa dan lain sebagainya, untuk menghadiri acara makan malam yang sudah di rencanakan sebelumnya. Setelah selesai bersiap-siap mereka pun langsung menuju ke tempat yang mereka janjikan kemarin dan keluarga Rama yang sampai lebih dulu.
"Wah, cafenya bagus, makanannya pasti enak-enak." Kata Alea kagum melihat sekeliling cafe, karena pertama kalinya ia pergi ke cafe yang mahal seperti itu.
"Kamu suka tempat ini." Kata Ardi.
"Iya aku suka, suasananya sangat nyaman." Kata Alea.
"Silahkan duduk tuan putri." Kata Ardi sambil menarik kursi untuk Alea.
"Terima kasih pangeranku." Kata Alea sambil tersenyum.
"Silahkan duduk ratuku." Kata Rama tidak mau kalah dengan putranya.
"Mas ini, malu tahu di lihat banyak orang." Kata Tantri.
"Kenapa? Meski tua-tua begini masih romantiskan." Kata Rama sambil tersenyum.
Semuanya terkekeh mendengar perkataan Rama, tak lama kemudian Arif dan keluarganya sampai juga di cafe tersebut.
"Hai sobat, apa kabar?" Tanya Arif langsung menyapa sahabatnya itu.
"Alhamdulillah baik, bagaimana denganmu?" Jawab Rama kemudian kembali bertanya.
"Alhamdulillah baik juga, hanya sedikit tambah tua." Jawab Arif.
"Hahaha."
"Hai Tantri, bagaimana kabarmu?" Tanya Linda yang merupakan istri dari Arif.
"Alhamdulillah baik, bagaimana denganmu?" Jawab Tantri kemudian kembali bertanya.
__ADS_1
"Alhamdulillah baik juga, sudah lama tidak bertemu masih cantik aja." Jawab Linda.
"Ah kamu ini bisa saja, kamu juga masih cantik kok." Kata Tantri.
"Hai, Dek Alea kita ketemu lagi. Bagaimana kabarmu?" Tanya Rangga sambil melambaikan tangannya.
"Dek katanya." Batin Alea.
"Baik." Jawab Alea datar.
Para bapak-bapak dan ibu-ibu begitu rame saling menyapa dan melepas rindu mereka, sedangkan Ardi dan Indah hanya saling melempar senyuman saja.
"Ya sudah kita pesan makanan dulu, ngobrolnya di lanjut nanti saja. Kalian mau pesan apa?" Tanya Rama.
"Halah biasa, kamu ajalah yang pesen. Soal makanankan kamu jagonya." Jawab Arif.
"Oke."
"Alea kita pesan apa ini?" Tanya Rama sambil memperlihatkan buku menu kepada Alea yang duduk di sampingnya.
"Banyak baget yah, aku bingung." Jawab Alea.
"Kalau begitu ayah yang pilih. Bagaimana jika ini, ini, ini, ini...." Kata Rama sambil menunjuk banyak menu makanan.
"Gak kebanyakan nih, Yah. Kita cuma delapan orang, Ayah nunjuk sampai 40." Kata Alea.
"Ya masing-masing limalah." Kata Rama.
"Emangnya perut kita semua gentong kaya Ayah, kan enggak." Kata Alea.
"Sembarangan ngatain perut Ayah gentong." Protes Rama.
"Hahaha." Tawa semua orang yang mendengar perdebatan tersebut.
"Udahlah, Alea aja yang pilih." Kata Alea sambil merebut buku menu yang di pegang Rama.
"Kami pesan delapan porsi nasi, delapan porsi lemon tea, seafood saus padang satu porsi besar, ayam panggang satu porsi besar, sop daging satu porsi besar dan untuk dissertnya delapan porsi churros." Kata Alea memesan makanan kepada pelayan.
"Baiklah, silahkan tunggu ya." Kata pelayan tersebut setelah mencatat semua pesanan.
"Pinter kamu pilih makanan." Kata Rama sambil mengacak-ngacak poni Alea.
"Ayah, poniku jangan di acak-acak." Kata Alea kesal sambil merapikan poninya.
"Seneng ya, Ram. Punya putri kecil lucu seperti dia." Kata Arif.
"Iya, mana hobinya sama lagi. Suka makan." Kata Rama.
"Hahaha."
Mereka asik berbincang-bincang sambil menunggu pesanan datang kecuali, Alea dan Rangga. Alea sibuk memainkan ponselnya, sedangkan Rangga sibuk memandangi Alea.
"Dek Alea, kamu sangat cantik dan manis." Kata Rangga memuji Alea, namun orang yang di puji tidak peduli sama sekali.
Setelah makanan yang mereka pesan datang, mereka semua menyudahi obrolannya dan segera menyantap makanan yang sudah tersedia. Setelah selesai mengisi perut, mereka mengobrol lagi sambil menikmati churros.
"Emm, Rama!"
"Iya."
"Sebenarnya aku ingin menagih kata-kata kita dulu saat setelah menikah." Kata Arif.
"Kata-kata yang mana?" Tanya Rama.
"Jika anak kita perempuan dan laki-laki maka akan kita jodohkan. Yaitu Indah dan Ardi." Jawab Arif.
"Uhuk uhuk..." Alea terbatuk karena tersedak churros yang ia makan, lantaran terkejut dengan apa yang di katakan Arif.
"Eh pelan-pelan makannya, Al." Kata Ardi sambil mengambilkan minum kepada Alea.
"Waduh kok aku bisa lupa ya, aku harus jawab apa?" Batin Rama bingung.
"Sekalian aja aku sama Alea, Om." Kata Rangga.
"Uhuk uhuk..." Alea kembali terbatuk karena terkejut untuk kedua kalinya.
__ADS_1
Bersambung.....