Pernikahan Rahasia Murid Dan Guru

Pernikahan Rahasia Murid Dan Guru
Vita


__ADS_3

"Kenapa kamu menyembunyikan masalah sebesar ini, Al? Ini menyangkut nyawamu, apa kamu tahu bagaimana hawatirnya aku waktu itu? Aku ini suamimu dan kamu adalah tanggung jawabku, kenapa kamu malah bercerita kepada orang lain? Dan orang yang ingin mencelakaimu masih berkeliaran di luar sana, bagaiamana jika dia mencoba mencelakimu lagi?" Kata Ardi menghujani pertanyaan kepada Alea.


"Dan bagaimana jika kamu pergi meninggalkan aku?" Kata Ardi mulai melemah


"Maaf, aku hanya tidak ingin membuatmu hawatir." Jawab Alea sambil menunduk.


"Aku takut kehilanganmu, Al." Kata Ardi pelan sambil memeluk Alea.


"Aku tidak akan pergi meninggalkanmu." Kata Alea sambil membalas pelukan Ardi. Mereka berpelukan cukup lama.


"Baiklah, sekarang ceritakan bagaimana kejadiannya." Kata Ardi setelah melepaskan pelukannya.


"Waktu itu ketika aku sedang mengejar teman-temanku, kakiku tersandung batu dan jatuh. Lalu ada seseorang yang memakai hoodie berwarna hitam dan memakai masker warna hitam juga, sedang berdiri di hadapanku. Dia memegang japitanku dan pergi membawanya, entah kapan dia mengambilnya. Lalu aku mengejarnya dan setelah dia berhenti, dia memintaku untuk mengambil cepit rambutku. Tanpa aku sadari ternyata dia menjebakku dan mendorongku ke jurang." Jelas Alea.


"Siapa yang ingin mencelakimu, Al?" Tanya Ardi tidak habis pikir.


"Aku juga tidak tahu." Jawab Alea.


"Apa kamu sama sekali tidak mengenalinya?" Tanya Ardi lagi.


"Dari suaranya sih perempuan dan sepertinya aku pernah mendengarnya tapi aku lupa." Jawab Alea.


"Suaranya perempuan." Kata Ardi tak percaya.


"Iya dan aku yakin orang itu juga siswi dari SMAN CEMPAKA 1." Kata Alea.


"Apa mungkin siswi pindahan dari sekolahmu dulu? Apa kamu punya musuh di sekolah lamamu?" Tanya Ardi.


"Musuh, sebentar." Kata Alea sambil berfikir.


"Oh iya, aku ingat. Dulu memang ada yang membenciku dan seringkali memfitnahku tapi, setelah ketahuan dia yang bersalah langsung di keluarkan dari sekolah." Jelas Alea.


"Siapa?" Tanya Ardi.


"Namanya Vita." Jawab Alea.


"Berarti dia ingin balas dendam kepadamu, kejam sekali. Bagaimana perempuan seusianya bisa berbuat begitu." Kata Ardi.


"Tapi selama aku sekolah di sini, kenapa aku tidak pernah melihatnya." Kata Alea.


"Pasti dia menghindar setelah tahu kamu sekolah disini." Kata Ardi.


"Benar juga." Kata Alea.


"Kamu harus berhati-hati, aku yakin dia masih menyimpan dendam kepadamu." Kata Ardi.


"Iya, aku akan menjaga diri dengan baik." Kata Alea.


"Jika sudah bertemu dengannya, kamu harus segera memberi tahuku." Kata Ardi.

__ADS_1


"Siap, Pak." Kata Alea sambil hormat.


"Oh iya, aku belum memeriksa Vidio yang di kirim Mico." Kata Alea.


"Vidio apa?" Tanya Ardi.


"Vidio konten dari para penggemarnya Mico." Jawab Alea.


"Vita tidak ada, pasti dia menyadari hal ini. Dia itukan sangat pintar dan licik." Kata Alea setelah melihat semua vidio yang dikirim oleh Mico.


"Tenang saja, aku akan membantumu." Kata Ardi.


"Nama lengkapnya siapa?" Tanya Ardi sambil mengambil laptopnya.


"Kalau tidak salah namanya Vita Anggraini." Jawab Alea.


Ardi pun segera mencari nama yang di subutkan Alea di dalam daftan mana murid SMAN CEMPAKA 1.


"Apa ini orangnya?" Tanya Ardi sambil menunjukkan foto di laptopnya.


"Iya benar." Jawab Alea.


"Dia pindah ke sekolah kita, saat masih kelas X." Kata Ardi.


"Berarti setelah di keluarkan dia langsung pindah kemari." Kata Alea.


....


Terlihat seorang perempuan sedang sibuk bermain ponsel di kamarnya.


"Aku punya kesempatan untuk berfoto selfi bersama Mico. Tapi kegiatan apa yang menyenangkan saat camping kemarin." Kata perempuan itu sambil berfikir.


"Yang paling menyenangkan adalah aku berhasil membuat Alea hilang, hahaha." Kata perempuan itu kemudian tertawa.


"Tunggu sebentar, jika di pikir-pikir. Micokan tidak pernah mengadakan giveaway siperti ini, kenapa tiba-tiba dia mengadakannya. Oh aku tahu, sepertinya dia ingin mencari tahu siapa pelakunya. Jadi begitu ya, pintar juga. Tapi aku lebih pintar darinya." Kata Perempuan itu kemudian tersenyum sinis.


"Sayang sekali, aku tidak bisa ikut membuat konten. Kenapa dia begitu peduli kepada Alea, apa istimewanya dia. Padahal aku lebih pintar dan cantik. Alea tidak pernah berubah, dia selalu saja menjadi hama dalam hidupku. Menyebalkan." Kata perempuan itu kesal.


"Kali ini aku tidak akan membiarmu begitu saja, aku keluar dari sekolah karena dirimu. Waktu itu aku gagal melenyapkanmu, tapi tidak apa. Aku masih punya kesempatan untuk mengeluarkanmu dari sekolah ini." Kata perempuan itu.


"Dan sepertinya Natasya bisa aku manfaatkan." Kata perempuan itu lagi sambil tersenyum sinis.


Perempuan itu adalah Vita yang telah mendorong Alea ke jurang saat camping waktu itu. Dia merupakan teman sekelas Alea di sekolah lamanya, seperti Natasya yang sekarang membencinya, Vita juga sangat membenci Alea waktu itu hingga sekarang. Setelah tahu Alea satu sekolah dengannya lagi, Vita berpura-pura matanya rabun dan harus menggunakan kacamata agar Alea tidak mengenalinya. Meski begitu, ia tetap mengawasi setiap tindakan Alea.


Flashback on


Vita sedang asik mengobrol bersama teman-temannya di halaman sekolah, tiba-tiba saja ia mendengar suara seseorang yang begitu familiar. Vita pun segera memastikannya, dan benar saja Vita mengenal orang itu.


"Alea, itu benar-benar Alea. Dia sekolah disini, kenapa? Dia tidak boleh tahu jika aku sekolah di sini juga." Batin Vita sambil melihat Alea.

__ADS_1


"Vita! Kamu sedang melihat siapa?" Tanya salah satu temannya.


"Tidak, tidak ada." Jawab Vita kemudian kembali menghampiri teman-temannya lagi.


Keesokan harinya Vita pergi ke sekolah memakai kacamata.


"Kenapa kamu memakai kacamata, Vit?" Tanya temannya Vita.


"Kemarin mataku tidak sengaja terkena air sabun dan menjadi rabun, jadi aku harus memakai kacamata." Jawab Vita pura-pura sedih.


"Bagaimana bisa, sudah jangan sedih. Setidaknya kamu masih bisa melihat." Kata temannya menghibur Vita.


"Mereka mudah sekali di tipu." Batin Vita sambil tersenyum.


Sejak hari itu Vita menghindari Alea ketika jaraknya dekat namun, tetap mengawasi Alea secara diam-diam.


Flashback off


....


Keesokan harinya Alea sudah masuk sekolah, seperti biasa ia berangkat bersama Ardi. Sesampainya di sekolah Alea di sambut oleh teman-temannya, terutama Fani dan Rita yang langsung memeluknya karena Rindu.


"Kami sangat merindukanmu, Al." Kata Fani sambil memeluk Alea bersama Rita.


"Aku juga merindukan kalian." Kata Alea sambil membalas pelukan dari Fani dan Rita.


"Ayo kita ke kelas!" Ajak Rita setelah melepas pelukannya.


"Alea, apa kamu sudah mendapatkan petunjuk?" Tanya Toni.


"Iya, aku sudah ingat siapa orang itu." Jawab Alea.


"Benarkah, Siapa?" Tanya teman-teman Alea bersama.


"Akan akan ceritakan di kelas." Jawab Alea.


Saat Alea berjalan bersama teman-temannya, ia tidak sengaja menabrak seseorang.


Bruk


"Heh, kalau jalan lihat-lihat dong!" Kata orang itu kesal.


"Eh, maaf aku tidak sengaja."


"Tunggu! Vita!" Kata Alea melihat siapa yang ia tabrak.


"Sial, dia mengenaliku." Kata orang tersebut.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2