Pernikahan Rahasia Murid Dan Guru

Pernikahan Rahasia Murid Dan Guru
Perampok


__ADS_3

Hari ini Alea sudah kembali ceria seperti biasanya, ia sedang menunggu Ardi di depan gerbang yang sedang mengambil motornya di garasi. Pagi ini udara terasa dingin jadi Alea dan Ardi memakai jaket agar tidak kedinginan saat di perjalanan. Setelah mereka sampai di sekolah, mereka melepas jaketnya dan meletakkannya di jok motor. Dan seperti biasa juga mereka ke tempat masing-masing, Alea pergi ke kelasnya dan Ardi pergi ke ruang guru. Sesampainya di sana Ardi melihat Indah sedang sibuk mencari sesuatu.


"Indah sedang mencari apa?" Batin Ardi melihat dari kejauhan.


"Eh iya akukan sudah janji sama Alea." Batin Ardi hendak membantu Indah, namun tidak jadi karena teringat janjinya kepada Alea.


"Hei, Rehan!" Kata Ardi pelan memanggil Rehan saat akan melintas di sampingnya.


"Ada apa?" Tanya Rehan.


"Tolong bantu Indah." Jawab Ardi.


"Kenapa aku, biasanyakan kamu?" Tanya Rehan heran.


"Cewekku ngambek." Jawab Ardi berbisik.


"Hahaha." Tawa Rehan mendengar bisikan Ardi.


"Jangan ketawa! Sudah sana!" Kata Ardi sambil mendorong Rehan.


"Iya-iya." Kata Rehan kemudian menghampiri Indah.


"Kamu cari apa, Ndah?" Tanya Rehan.


"Flashdiskku." Jawab Indah.


"Warnanya apa?" Tanya Rehan.


"Abu-abu." Jawab Indah.


"Apa yang ini?" Tanya Rehan sambil memperlihatkan flashdisk yang ia temukan di dekat kursinya.


"Iya, bagaimana bisa sampai kesana?" Kata Indah melihat flashdisk yang di pegang Rehan.


"Terima kasih, Han." Ucap Indah sambil mengambil flashdisk di tangan Rehan.


"Sama-sama." Ucap Rehan kemudian kembali ke tempat duduknya.


.....


Alea sudah berada di kelasnya sedang duduk di bangkunya bersama Fani dan Rita, seperti biasa mereka selalu membicarakan banyak hal.


"Alea, kamu tahu tidak. Kemarin Fani ketemu sama mantan pacarnya loh." Kata Rita.


"Oh iya, di mana?" Tanya Alea penasaran.


"Waktu pulang sekolah kemarin, kitakan kemarin sebelum pulang sekolah mampir warung mi ayam dulu, eh ternyata Riki ada di sana." Jawab Rita.


"Terus gimana?" Tanya Alea penasaran.


"Riki ngajak balikan." Jawab Rita berbisik.


"Gak usah bisik-bisik, aku bisa mendengarnya." Kata Fani.


"Wah jadi kalian balikan nih." Kata Alea.


"Gak." Kata Fani.

__ADS_1


"Kenapa?" Tanya Alea.


"Aku gak bisa percaya padanya lagi." Jawab Fani dan Alea hanya mengangguk-angguk saja menanggapinya.


"Eh iya, Al. Aku sangat penasaran ingin menanyakan sesuatu padamu, jawab dengan jujur ya." Kata Fani.


"Apaan sih?" Tanya Alea heran.


"Apa kamu menyukai pak Ardi?" Tanya Fani berbisik.


"Hah, kenapa kamu bertanya begitu?" Kata Alea bertanya kembali.


"Fani, kamu itu tanya apa sih?" Tanya Rita heran.


"Ssttt, aku gak nanya kamu." Jawab Fani.


"Aku sangat penasaran dengan tingkahmu akhir-akhir ini." Jawab Fani.


"Memangnya tingkahku bagaimana?" Tanya Alea sedikit panik.


"Kamu terlihat cemburu kepada pak Ardi saat bersama bu Indah." Jawab Fani.


"Apaan sih kamu ini, Fan? Nanya-nanya begitu." Tanya Rita heran.


"Aku hanya penasaran saja, kamu tahu sendirikan jika rasa ingin tahuku itu sangat tinggi, alias kemal (kepo maksimal.)" Jawab Fani.


"Terus." Kata Rita.


"Ya tidak ada salahnya sih jika Alea menyukai pak Ardi, secara pak Ardikan memang kekasih idaman." Jelas Fani.


"Dasar Fani." Kata Rita.


"Kamu tidak tahu, Fan. Bahwa pak Ardi sudah jadi milikku, entah bagaimana sikapmu nanti padaku jika kamu tahu yang sebenarnya." Batin Alea.


.....


Ardi dan Alea sedang berada di perjalanan pulang sambil asik mengobrol tiba-tiba saja Alea melihat Indah dan kepala sekolah di persimpangan jalan, sedang di hadang oleh lima orang perampok.


"Kalian, ayo cepat turun!" Teriak bos perampok sambil menodongkan pistol.


"Serahkan mobil dan barang berharga kalian!" Kata perampok lainnya sambil menodongkan pistol.


"Ayo cepat!" Kata perampok lainnya lagi sambil menodongkan pistol.


"Bagimana ini, Yah?" Tanya Indah panik.


"Cepat turun atau kami tembak!" Kata bos perampok.


"I-iya, kami a-akan turun." Kata kepala sekolah.


"Om, berhenti dulu!" Kata Alea sambil menepuk-nepuk pundak Ardi.


"Ada apa?" Tanya Ardi sambil menghentikan motornya.


"Itu bu Indah dan kepala sekolah sedang di rampok, ayo kita tolong!" Jawab Alea sambil menunjuk ke arah Indah dan kepala sekolah, kemudian langsung turun dari motor.


"Iya-iya. Alea, tunggu!" Kata Ardi sambil menurunkan standar samping motornya.

__ADS_1


"Hei kalian, berhenti!" Teriak Alea sambil berjalan menghampiri mereka.


"Alea."


"Alea, jangan kesini mereka membawa senjata!" Teriak Indah melihat Alea.


"Pergi saja dari sini, ini berbahaya!" Teriak kepala sekolah.


"Diam kalian!" Teriak bos perampok.


"Alea, hati- hati. Mereka membawa senjata." Kata Ardi menghampiri Alea.


"Kita harus mencari akal untuk mengambil senjata mereka." Kata Alea berbisik.


"Bagaimana caranya?" Tanya Ardi berbisik.


"Bosnya menghampiri kita, aku akan menyandra bosnya untuk mengambil senjata anak buahnya." Jawab Alea berbisik.


"Tidak terlalu berbahanya, aku saja." Kata Ardi berbisik.


"Kalian mau apa? Jangan ikut campur atau kalian akan kami tembak." Kata bos perampok tersebut sambil berjalan menghampiri Alea dan Ardi dengan menodongkan pistol.


"Eh Om, jangan di tembak. Aku masih ingin hidup, masa depanku masih panjang, itu ambil saja motor omku. Aku juga punya hp bagus." Kata Alea sambil mengangkat kedua tangannya.


"Eh, kok motor om." Kata Ardi heran sambil menoleh ke arah Alea. Sedangkan Alea menyikut Ardi memberi kode bahwa, untuk mengalihkan perhatian bos perampok tersebut. Ardi pun mengerti dan menyikut Alea juga memberi kode jika dirinya mengerti.


"Boleh juga, lalu mana hpmu?" Tanya bos perampok.


"Sebentar." Kata Alea sambil melepas tas gendongnya dan membukanya.


"Eh kok susah di ambil, sini Om bantuin!" Kata Alea sambil berusaha mengambil ponselnya dan menyuruh bos perampok untuk membantunya.


"Hah, dasar bocah. Ambil hp aja susah." Kata bos perampok tersebut.


"Nyangkut, Om." Kata Alea.


Bos perampok itu pun menuruti Alea untuk mengambil ponsel di tas Alea, setelah bos perampok tersebut lengah, Ardi pun menjalankan aksinya untuk merebut pistol di tangan bos perampok tersebut kemudian menyaderanya.


"Cepat letakkan pistol kalian atau bos kalian akanku tembak!" Kata Ardi sambil mengunci tangan bos perampok tersebut dan menodongkan pistol di kepalanya.


"Ayah, cepat telpon polisi!" Kata Indah.


"Eh iya-iya." Kata Kepala sekolah kemudian mengambil ponselnya.


"Ayo cepat!" Teriak Ardi.


"Apa kalian tidak dengar, cepat letakkan pistol kalian!" Teriak bos perampok.


Para anak buah perampok tersebut segera meletakkan pistol di atas aspal depan mereka, kemudian Alea mengambil semua pistol tersebut dan menghancurkannya dengan batu. Setelah selesai Alea mengambil pistol yang di pegang oleh Ardi dan menghancurkannya juga, namun bos perampok tersebut melepaskan diri dan menyerang Ardi begitu juga dengan anak buahnya, melihat itu pun Alea segera membantu Ardi.


"Eh itukan kak Indah dan Ayah, ada apa ini? Apa mereka di rampok?" Kata seorang laki-laki sambil mengendarai motor menuju ketempat mereka.


"Itu bukannya kak Ardi ya, terus cewek sma itu siapa?" Kata laki-laki tersebut setelah menghentikan motornya.


"Wah dia sangat keren." Kata laki-laki tersebut kagum melihat Alea.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2