Pernikahan Rahasia Murid Dan Guru

Pernikahan Rahasia Murid Dan Guru
Enak banget hidupnya


__ADS_3

"Wah dia sangat keren." Kata laki-laki tersebut kagum melihat Alea.


"Kak Indah! Ayah!" Teriak laki-laki tersebut sambil berlari menghampiri Indah dan kepala sekolah.


"Rangga." Kata Indah melihat siapa yang memanggilnya.


"Ada apa ini? Siapa mereka?" Tanya laki-laki tadi yang di sebut Rangga oleh Indah.


"Kita di rampok, itu Ardi dan keponakannya yang menolong kita." Jawab kepala sekolah sambil menunjuk ke arah Ardi dan Alea.


"Oh jadi keponakannya kak Ardi, dia cantik dan keren." Kata Rangga yang terus saja memperhatikan Alea.


"Jangan cuma di lihatin, bantuin sana!" Kata Indah.


"Aku gak bisa silat, Kak." Kata Rangga.


Pertarungan Alea, Ardi dan para perampok berbadan tinggi dan kekar itu begitu sengit, namun Ardi dan Alea mampu menaklukkan mereka semua. Tinggal satu yang tersisa karena sudah muak, Alea pun menendang perampok tersebut dengan keras, namun karena ia lupa jika dirinya memakai rok sepan, alhasil rok bagian belakangnya sobek.


Bret..


Suara rok Alea yang sobek.


Mengetahui itu Indah langsung menutup mata adiknya yang sejak tadi memperhatikan Alea.


"Hah, rok ku sobek." Kata Alea sambil memegang rok bagian belakangnya yang sobek.


"Kenapa, Al?" Tanya Ardi.


"Rokku sobek, Om." Jawab Alea pelan karena malu.


"Sebentar." Kata Ardi kemudian berlari mengambil jaketnya yang di letakkan di jok motornya, kemudian membawanya kepada Alea dan mengikat bagian lengannya di pinggang Alea untuk menutupi roknya yang sobek.


Para perampok tersebut sudah tidak berdaya untuk melawan lagi, mereka semua berbaring di atas aspal sambil meringis kesakitan. Tak lama kemudian polisi pun datang dan menangkap mereka.


"Kalian berdua baik-baik saja." Kata Indah menghampiri Alea dan Ardi.


"Iya, kami baik-baik saja." Kata Ardi.


"Untung ada kalian, kalau tidak entah apa yang terjadi pada kami." Kata kepala sekolah.


"Hai, Kak Ardi." Sapa Rangga.


"Eh Rangga, sudah lama tidak bertemu." Kata Ardi.


"Ini siapa, Kak?" Tanya Rangga sambil menunjuk Alea.


"Keponakanku." Jawab Ardi.


"Hai kenalin aku Rangga, adiknya kak Indah." Kata Rangga memperkenalkan diri sambil mengurkan tangannya.


"Alea." Kata Alea sambil menyalami tangan Rangga.


"Alea, nama yang bagus." Kata Rangga enggan melepaskan tangan Alea.


"Aduh." Kata Rangga kesakitan karena Alea mencengkram tangannya.


"Wah, tangannya kuat juga." Batin Rangga seambil memegangi tangannya.


"Terima kasih karena sudah membantu kami." Ucap Kepala sekolah.


"Iya, Om sama-sama." Ucap Ardi.


"Mumpung sudah di sini, ayo mampir dulu!" Kata kepala sekolah.


"Gak usah, Om. Terima kasih, lain kali saja. Alea hari ini punya banyak pr." Kata Ardi menolak.

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu, sekali lagi terima kasih." Kata kepala sekolah.


"Iya, Om. Kalau begitu kami duluan, assalamualaikum." Ucap Ardi.


"Waalaikumsalam." Ucap Kepala sekolah, Indah dan Rangga bersama.


"Ayo, Al!" Ajak Ardi sambil merangkul Alea dan berjalan bersama menuju motornya Ardi di mana di parkirkan.


"Hati-hati, Mas." Kata Indah.


"Dih, panggil mas lagi." Batin Alea kesal.


"Daa Alea, sampai jumpa lagi." Kata Rangga sambil melambaikan tangan.


"Genit amat si Rangga." Batin Ardi kesal.


"Ehem ehem, Kak Indah suka sama Kak Ardi yaa." Kata Rangga mengoda kakaknya yang sedang tersenyum sambil melihat kepergian Ardi.


"Apaan sih kamu tuh, sok tahu deh." Kata Indah.


"Aku tahu, Kakak aja nyimpan fotonya kak Ardi." Kata Rangga.


"Eh beneran kamu suka sama Ardi, Ndah." Kata kepala sekolah.


"Kalau begitu ini saatnya berbesanan dengan sahabatku. Dulu aku dan Rama pernah ngomong kalau anak kita laki-laki dan permpuan akan menjodohkannya, tapi dia masih ingat atau tidak ya." Lanjutnya lagi.


"Wah bagus itu, Yah. Sekalian aku dengan Alea." Kata Rangga.


"Heh, kamu itu kuliah aja dulu yang bener baru nikah, lagian Alea masih sekolah." Kata kepala sekolah.


"Bener tuh kata ayah, fokus dulu sama kuliahmu jangan mikirin cewek mulu." Kata Indah.


"Iya-iya." Kata Rangga.


"Iya, Yah." Kata Indah sambil tersenyum bahagia. Indah mendapatkan angin segar mengetahui jika dirinya akan di jodohkan dengan laki-laki pujaan hatinya, semua pertanyaan-pertanyaan di hatinya selama ini pun akhirnya terjawab.


.....


Tantri sedang sibuk di dapur menyiapkan makan siang, tiba-tiba saja bel berbunyi, ia pun segera melihatnya. Ternyata sahabat lamanya Yuli bersama putrinya Erika yang bertamu kerumahnya, ia pun menyambut mereka dengan bahagia.


"Ini rumahnya pemilik perusahaan, tidak terlalu besar dan mewah." Batin Erika heran sambil melihat-lihat sekeliling rumah tersebut.


"Alea dan Ardi belum pulang." Kata Yuli.


"Belum, mungkin sebentar lagi." Kata Tantri.


"Nah itu suara motornya Ardi." Kata Tantri samar-samar mendengar suara motor ke garasi.


"Assalamualaikum." Ucap Alea dan Ardi bersama saat memasuki rumah.


"Waalaikumsalam." Ucap Yuli, Erika, dan Tantri bersama.


"Alea, bagaimana kabarmu nak?" Tanya Yuli sambil tersenyum.


"Ibu!" Kata Alea sambil tersenyum senang, kemudian berlari menghapiri ibunya dan memeluknya.


"Alea benar-benar sekolah, naik motor sama Ardi, mereka boncengan gitu. Gila." Batin Erika sambil melihat Alea.


"Aku sangat merindukan Ibu." Kata Alea masih memeluk ibunya.


"Ibu juga merindukan Alea." Kata Yuli masih memeluk Alea.


"Eh, kenapa kamu berkeringat begini?" Tanya Yuli sambil memegang pipi Alea.


"Tadi habis menghajar perampok." Jawab Alea.

__ADS_1


"Astaghfirulloh, apa kalian di rampok?" Tanya Yuli dan Tantri bersama.


"Tidak, kami menolong bu guru dan kepala sekolah." Jawab Alea.


"Tapi kalian baik-baik sajakan." Kata Yuli.


"Kami baik-baik saja, Bu. Hanya rokku saja yang sobek." Jawab Alea.


"Kebiasaan deh." Kata Yuli yang sudah hafal dengan tingkah laku putrinya tersebut.


"Hehe." Kata Alea sambil tersenyum nyengir.


"Kak Erika!" Kata Alea melihat Erika di brlakang ibunya.


"Bagaimana kabarmu, Al?" Tanya Erika ramah sambil mendekati Alea.


"Kenapa dia ikut kemari, mau apa dia?" Batin Alea.


"Aku baik, Kak." Jawab Alea.


"Tumben kok ikut, apa gak kerja?" Tanya Alea.


"Tidak, lagi cuti." Jawab Erika.


"Ooo."


"Ya sudah, ayo kita makan kalian pasti sudah lapar!" Ajak Tantri.


"Iya, aku sangat lapar. Tenagaku terkuras karena berkelahi tadi." Kata Alea.


"Beruntung sekali dia punya dua ibu." Batin Erika iri melihat bagaimana dia di sayangi oleh Yuli dan Tantri. Sedangkan Ardi hanya diam menyimak percakapan tersebut.


Mereka pergi ke meja makan bersama-sama untuk makan siang dan ternyata Rama sudah makan lebih dulu di sana.


"Ayah, kenapa makan dulu?" Tanya Alea sambil duduk di samping ayah mertuanya.


"Ayah sudah sangat lapar, kalian sih lama." Jawab Rama sambil mengunyah makanannya.


"Itu ayam kecapnya jangan di habisin, Alea juga mau." Kata Alea.


"Ini masih ada." Kata Rama sambil menunjuk sepotong ayam kecap di depannya.


"Tinggal satu, tadi Ayah makan berapa?" Tanya Alea sambil meraih satu potong ayam kecap di piring.


"Empat." Jawab Rama.


"Banyak banget, nanti kolestrolnya tinggi loh." Kata Alea.


"Nanti ya minum obat." Kata Rama.


"Ayah ini ya, kalau di kasih tahu." Kata Alea.


Tantri hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah suami dan menantunya itu, mereka seringkali berebut soal makanan.


"Yuli, Erika, ayo ikut makan bersama jangan sungkan!"


"Iya."


"Om, mau makan apa?" Tanya Alea kepada Ardi.


"Apa aja boleh." Jawab Ardi.


"Hah, kenapa Alea memanggil Ardi om? Apa mungkin untuk merahasiakan identitas aslinya? Oh jadi begitu Alea bisa sekolah. Enak banget hidupnya." Batin Erika sambil berpikir.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2