Pernikahan Rahasia Murid Dan Guru

Pernikahan Rahasia Murid Dan Guru
Berkunjung kerumah ibu


__ADS_3

Waktu begitu cepat berlalu, akhir pekan pun telah tiba, Alea sudah tidak sabar ingin pergi mengunjungi ibunya sore ini juga setelah pulang sekolah dan menginap di sana nantinya. Meski ada sedikit meraguan di dalam hatinya, ia tetap akan pergi demi memenuhi janjinnya kepada ibunya untuk mengunjunginya saat libur.


Alea sibuk di kamarnya yang dulu ia tempati sendiri sedang menyiapkan barang yang akan di bawa, meski dia tidur sekamar dengan Ardi barang-barangnya tetap di sana. Alea malu jika pakaian dalamnya di lihat oleh Ardi dan sekaligus untuk berjaga-jaga jika teman-temannya datang kerumah. Meski di rumahnya yang dulu masih ada bajunya yang di tinggal di sana, ia berpikir jika bajunya itu sudah pasti dibuang oleh kakaknya, karena itu ia membawa baju ganti. Sebelum ia selesai memasukkan pakaian dalamnya ke dalam tas, tiba-tiba saja Ardi datang.


"Apa sudah selesai, Sayang?" Tanya Ardi sambil duduk di sampingnya.


"Belum, kenapa kemari secara tiba-tiba?" Jawab Alea dan kembali bertanya sambil menyembunyikan pakaian dalamnya yang belum sempat ia masukkan ke dalam tas.


"Memangnya kenapa?" Tanya Ardi.


"Sudah sana, tunggu saja di luar!" Kata Alea sambil memunggunginya.


"Apa yang kamu sembunyikan?" Tanya Ardi sambil menengok apa yang Alea masukkan ke dalam tasnya dengan sembunyi-sembunyi.


"Bukan apa-apa." Jawab Alea sambil menarik resleting tasnya.


"Kenapa tidak di jadikan satu saja pakaiannya, satu tas denganku?" Tanya Ardi sambil tersenyum karena tahu apa yang di sembunyikan Alea.


"Tidak apa-apa." Jawab Alea.


"Tidak usah malu, kamukan istriku." Kata Ardi sambil tersenyum.


"Apaan sih sok tahu deh." Kata Alea.


"Ya sudah, ayo kita berangkat!" Kata Ardi sambil terkekeh melihat tingkah Alea.


Setelah selesai mereka segera berangkat bersama Tantri dan Rama, mereka ikut sekalian untuk mengunjungi ayah dan ibunya Tantri, yaitu Yuda dan Alma. Mereka naik mobil yang biasa di kendarai oleh Rama saat pergi bekerja dan Rama juga yang menyetirnya, bukannya Ardi tidak bisa mengendarai mobil hanya saja di tengah perjalanan Alea tertidur sambil bersandar di bahunya jadi ia tidak bisa menggantikan ayahnya. Perjalanan dari kota Cempaka menuju kota Melati memerlukan waktu kurang lebih dua jam lamanya.


Setelah perjalanan yang lumayan lama pun akhirnya sampai di tempat tujuan, Alea menemui kakek dan neneknya Ardi lebih dulu sebelum kerumah orang tuanya. Mereka di sambut hangat oleh tuan rumahnya, terutama Alea yang di cium kedua pipinya sekaligus dahinya oleh Alma neneknya Ardi kemudian di peluk erat olehnya.


"Kenapa baru berkunjung sekarang? Cucu nenek yang cantik, nenek rindu sekali." Kata Alma sambil memeluk Alea.


"Alea juga rindu sama nenekku yang cantik." Kata Alea masih berpelukan dengan Alma.


"Ah, kamu ini bisa aja. Nenek udah tua udah keriput." Kata Alma sambil melepas pelukannya.


"Bener, Nek. Nenek memang cantik, iyakan, Kek." Kata Alea.


"Iyalah, siapa dulu suaminya." Kata Yuli.

__ADS_1


"Hahaha." Semua orang tertawa.


"Sudah-sudah, ayo masuk!" Ajak Alma.


Alea teringat dengan tempat itu dimana ia di nikahkan dengan Ardi secara paksa sekitar lima bulan yang lalu, ia juga mengingatnya dengan jelas bagaimana Ayahnya menyeret dan memarahinya dulu saat terjadinya insiden yang tidak di sengaja menimpanya waktu itu. Tidak terasa air matanya menetes, meski dia sudah merasa bahagia bersama keluarga barunya tetap saja luka itu masih membekas di hatinya.


"Alea, kamu kenapa?" Tanya Alma.


"Tidak, Nek. Tidak apa-apa." Jawab Alea sambil menghapus air matanya.


"Kamu pasti teringat kejadian waktu itu ya." Kata Alma menebak.


Alea hanya tersenyum menanggapinya.


"Nenek, mengerti perasaanmu. Sabar ya, setiap kejadian pasti ada hikmahnya. Tuhan tahu yang terbaik untukmu. Nenek lihat kamu terlihat lebih ceria dari sebelumnya dan pipimu tambah cubi, nenek yakin kamu pasti bahagia tinggal bersama keluarga barumu." Kata Alma sambil mencoel pipinya Alea.


"Iya, Nek. Aku bahagia sekali, tapi masa iya sih pipiku cubi. Apa aku terlihat gendut sekarang?" Kata Alea sambil badannya.


"Hihihi." Gelak tawa semua orang melihat tinggah Alea.


.....


"Ibu, tumben hari ini masak banyak." Kata Erika melihat banyaknya bahan makanan. Ia baru saja pulang dari kerja bersama ayahnya.


"Iya, malam ini Alea dan Ardi akan kesini." Kata Yuli.


"Alea? Jadi sekarang Ibu peduli padanya." Kata Erika.


"Memangnya kenapa, Alea juga putri ibu?" Tanya Yuli.


"Iya, tapi tidak usah berlebihan. Gak usah masak sebanyak ini juga." Kata Erika.


"Semenjak Alea menikah dia baru hari ini datang kemari, apa salahnya. Sini bantu ibu memasak!" Kata Yuli.


"Terserahlah, aku capek mau mandi dan istirahat." Kata Erika kemudian pergi begitu saja tanpa peduli dengan ibunya. Sedangkan Yuli hanya menggeleng-gelengkan kepala dengan sikap putri sulungnya yang masih belum juga berubah.


Karena saking semangatnya memasak Yuli sampai lupa waktu, ternyata jam sudah memasuki waktu maghrib. Setelah semua masakan sudah siap di meja makan, ia segera pergi untuk membersihkan diri dan memunaikan sholat maghrib, setelah itu tinggal menunggu kedatangan Alea dan Ardi untuk makan malam bersama.


"Tumben banyak sekali masaknya, Buk. Apa ada tamu?" Tanya Eko melihat banyak makanan yang tersaji di meja makan.

__ADS_1


"Tidak, malam ini Alea dan Ardi akan datang kesini." Jawab Yuli.


"Ooh." Tanggapan Eko.


"Katanya mereka akan datang, mana sampai sekarang belum datang?" Tanya Erika sambil berjalan menuju meja makan.


"Sebentar lagi." Jawab Yuli.


"Aku tidak yakin dia akan datang, bocah ingusan itu pasti membohongi ibu." Kata Erika sambil duduk di kursi.


Ting tong


Suara bel rumah berbunyi.


"Nah, itu mereka sudah datang." Kata Yuli kemudian segera pergi membukakan pintu.


"Mereka benar datang kemari." Kata Erika.


"Kenapa, biarkan saja." Kata Eko sambil mengambil nasi.


"Apa sekarang Ayah menerima Alea?" Tanya Erika.


"Kamu ini kenapa sih, biarkan saja dia datang. Pikirkan saja pekerjaanmu, tidak usah memikirkan bocah ingusan itu, tidak ada gunanya. Sudah makan saja." Kata Eko sambil mengambil sayur dan lauk untuk ia makan.


"Awas saja nanti jika sampai merebut ayah dan ibu dariku." Batin Erika kesal.


"Akhirnya kalian sampai juga." Kata Yuli setelah membuka pintu.


"Maaf, Ibu. Sebenarnya kami sudah sampai sejak tadi, hanya saja kami mampir kerumah kakek dan nenek lebih dulu." Jelas Ardi.


"Oh begitu, iya tidak apa-apa. Ayo masuk, kita makan bersama, ibu sudah memasak banyak untuk kalian." Kata Yuli.


"Terima kasih, Bu. Tapi kami sudah makan tadi." Kata Alea.


Ardi pun menyikut Alea melihat ekspresi Yuli yang menjadi sedih karena perkataan Alea.


"Tapi tidak apa-apa, perut Alea masih muat untuk di isi dengan masakan Ibu. Masakan ibu pasti sangat enak, hmm aromanya saja tercium dari sini." Kata Alea mengembalikan suasana hati ibunya. Benar saja setelah mendengar kata-kata Alea, Yuli pun langsung tersenyum bahagia.


"Ya sudah kalau begitu tunggu apa lagi, ayo masuk!" Kata Yuli sambil menggandeng tangan Alea.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2