Pernikahan Rahasia Murid Dan Guru

Pernikahan Rahasia Murid Dan Guru
Sebenarnya Alea itu siapa?


__ADS_3

Setelah Ardi memakaikan sandal pilihannya kepada Alea, ia pun mengajak Alea untuk mencari aksesoris rambut untuknya. Setelah berkeliling melihat-lihat, ia tertarik dengan bando kupu-kupu berwarna abu-abu, ia pun segera mengambilnya dan memakaikannya ke kepala Alea.


"Hmm kurang pas." Kata Ardi melihat bando itu bertengger di kepala Alea, kemudian ia melepas ikat rambutnya dan merapikannya.


"Nah begini baru cantik." Kata Ardi sambil tersenyum.


"Hmm, tasmu kelihatan usang. Ayo kita beli yang baru!" Kata Ardi melihat tas selempang berbahan kain berwarna hitam polos yang Alea tenteng sejak tadi.


"Wah, tas juga. Apa gak sekalian aja gedungnya di beli." Batin Alea.


Ardi dan Alea melihat-lihat deretan tas selempang bermacam-macam merek dan berbagai pilihan warna yang berjejer disana. Ardi tertarik dengan tas selempang berwarna dusti pink bercorak kotak-kotak berwarna putih dengan bandul boneka beruang kecil berwarna coklat.


"Kalau yang ini bagaimana?" Tanya Ardi sambil memperlihatkan tas pilihannya tersebut.


"Wah, ini bagus ada bandul beruangnya lucu. Iya Om, yang ini aja, aku suka." Kata Alea sambil mengambil tas tersebut dan memakainya.


"Om tau aja seleraku, pinter banget pilihnya." Kata Alea.


"Tentu saja aku harus tahu." Kata Ardi.


"Baiklah, sekarang kamu ingin beli apa lagi?" Tanya Ardi.


"Udah ini aja, nanti uang Om habis lagi." Jawab Alea.


"Gak apa-apa, kalau uangnya habis bisa cari lagi." Kata Ardi.


"Emang Om gak pengen beli apa gitu?" Tanya Alea.


"Tidak, melihatmu bahagia itu sudah cukup bagiku." Jawab Ardi sambil tersenyum.


"Terima kasih." Ucap Alea sambil tersenyum.


"Sama-sama." Ucap Ardi sambil tersenyum juga.


"Ya sudah, keliling lagi yuk!" Ajak Ardi sambil menggandeng tangan Alea.


Mereka sudah seperti pasangan kekasih yang serasi dengan memakai pakaian yang sama warnanya, Ardi memakai kemeja lengan pendek berwarna navi sesuai dengan dress yang di pakai Alea dan memakai bawahan celana jeans panjang berwarna hitam senada dengan sandal yang Alea pakai. Tanpa mereka sadari bahwa ada orang yang mengikutinya sejak tadi dan mengambil foto mereka, siapa lagi jika bukan Natasya dan Cantika.


Alea dan Ardi terus berkeliling hingga langkahnya terhenti saat Alea melihat ke arah seseorang sedang membeli cincin tunangan.


"Ada apa?" Tanya Ardi.


"Kita tidak punya cincin tunangan." Jawab Alea.


"Kalau begitu ayo kita beli!" Ajak Ardi sambil merangkul Alea.


"Cantika! Mereka beli cincin tunangan." Kata Natasya terkejut.


"Apa, mereka akan betunangan. Ini tidak adil." Kata Cantika kesal sambil menghentakkan kakinya.

__ADS_1


"Pertanyaannya sekarang, sebenarnya Alea itu siapa?" Kata Natasya.


"Penjahat." Kata Cantika.


"Bukan itu, Can. Kenapa gak ngonek-ngonek sih di ajak ngomong dari tadi?" Tanya Natasya kesal.


"Kamu tuh gak tahu apa, aku sedang patah hati." Jawab Cantika sambil menyilangkan kedua tangannya.


"Kenapa pak Ardi memilih Alea dari pada aku? Hiks hiks." Kata Cantika kemudian menangis.


"Lebay deh jadi orang." Kata Natasya.


"Kenapa? Aku emang cinta sama pak Ardi." Kata Cantika sedih.


"Dasar bucin." Kata Natasya.


"Udahlah, tenang aja. Kita bakalan bales Alea besok, aku akan menyebarkan foto-foto yang kita dapatkan tadi. Akan aku pastikan satu sekolah pasti akan gempar besok." Kata Natasya.


"Udah kali gak usah nangis gitu, ayo kita pulang!" Kata Natasya sambil menarik tangan Cantika, namun tidak bergerak sama sekali.


"Hiks hiks, pak Ardi." Kata Cantika sedih sambil menangis.


"Ayo pulang, Can!" Kata Natasya sambil menarik tangan Cantika lagi.


.....


Setelah selesai membeli cincin tunangan, mereka segera pulang karena hari sudah siang dan Alea juga sudah merasa lelah keliling mall. Seperti biasa Alea pasti tertidur di mobil saat perjalaan pulang, sedangkan Ardi menyetir mobilnya dengan perasaan bahagia karena bisa membuat orang yang ia cintai tersenyum bahagia.


"Ibuu!" Teriak Alea memanggil Tantri sambil berlari menuju dapur dengan menenteng beberapa paper bag.


"Ibu, lihat apa yang aku beli. Tadi aku.." Kata Alea menggantungkan katanya setelah melihat Indah ada di sana.


"Bu Indah, sedang apa dia disini?" Batin Alea.


"Eh kalian sudah pulang ternyata." Kata Tantri melihat Alea sudah pulang bersama Ardi yang masih berjalan di belakangnya.


"Wah, anak siapa ini cantik sekali?" Kata Tantri sambil berjalan menghampiri Alea.


"Anak ibu." Jawab Alea sambil tersenyum.


"Waduh-waduh kalian abis ngeborong ya." Kata Rama melihat begitu banyak kantong kresek dan paper bag.


"Gak kok, Yah. Kalau di borong gimana bawanya, satu mobil gak cukup." Kata Alea.


"Hahaha, kamu ini bisa aja." Kata Rama.


"Ya sudah, ayo kita makan bersama! Kebetulan Indah juga ada di sini." Kata Tantri.


"Oh iya, bu Indah sudah lama di sini." Kata Alea ramah.

__ADS_1


"Iya, sudah." Kata Indah.


"Baiklah, aku akan menyimpan barang-barang ini dulu." Kata Alea kemudian pergi ke kamarnya untuk meletakkan paper bag yang ia bawa.


"Ini di taruh di mana, Bu?" Tanya Ardi sambil memperlihatkan kantong kresek yang ia bawa.


"Apa itu isinya?" Tanya Tantri.


"Cemilan Alea sama buah-buahan." Jawab Ardi.


"Taruh saja dulu di situ." Kata Tantri sambil menunjuk ke arah lantai dekat kulkas.


"Maaf, Ndah. Aku cuma beli keperluan Alea saja, aku tidak tahu jika kamu ada di sini, jadi aku tidak beli apa-apa untukmu." Kata Ardi.


"Tidak apa-apa, Mas. Lagi pula aku kesini untuk menyambung silaturahim, bukan untuk meminta oleh-oleh darimu." Kata Indah.


"Keperluan Alea katanya, harus sebanyak itu." Batin Indah.


"Ibu tadi masak apa?" Tanya Alea setelah kembali dari kamarnya.


"Ibu masak capcay, guali ikan dan oseng kangkung." Jawab Tantri.


"Wah pasti enak, baunya aja enak." Kata Alea sambil duduk di kursi dekat Ardi.


"Baiklah sebelum makan mari kita berdoa dulu." Kata Alea sambil ngangkat kedua tangannya untuk berdoa.


Mereka membaca doa sendiri-sendiri di dalam hati, itu biasa mereka lalukan sebelum makan dan Alea yang biasanya yang memimpin doanya. Setelah selesai berdoa seperti biasa para istri mengambilkan nasi dan lauk untuk suaminya termasuk Alea, ia tidak peduli dengan tanggapan Indah nantinya.


"Indah, ayo isi piringmu jangan sungkan, atau bibik yang ambilkan juga untukmu." Kata Tantri.


"Tidak usah, Bik. Biar aku ambil sendiri." Kata Indah.


"Ya sudah kalau begitu, makan yang banyak tidak perlu sungkan." Kata Tantri.


"Iya, Bik." Kata Indah.


"Alea, pelan-pelan makannya." Kata Ardi sambil merapikan rambut istrinya ke belakang karena menjuntai ke depan hampir masuk ke piring.


"Aku sangat lapar." Kata Alea sambil mengunyah makanannya.


"Iya, tapi pelan-pelan saja nanti tersedak." Kata Ardi.


"Hmm." Kata Alea singkat karena mulutnya penuh dengan makanan.


"Kenapa mas Ardi begitu perhatian kepada Alea, mereka juga memakai baju couple. Apakah sebenarnya mereka punya hubungan? Tidak mungkin jika Alea hanya keponakannya, mas Ardi memperlakukannya lebih dari itu." Batin Indah sedih melihat Ardi begitu perhatian kepada Alea.


"Sebenarnya Alea itu siapa? Kenapa tadi Alea mengambilkan nasi dan lauk untuk nas Ardi seperyi seorang istri? Aku merasa mereka menyembunyikan identitas asli Alea." Batin Indah penasaran.


Mereka semua menikmati makanan mereka dengan perasaan gembira kecuali Indah, dia tetlihat lesu karena laki-laki yang ia cintai dekat dengan wanita lain, sakit hati itulah yang ia rasakan.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2