Pernikahan Rahasia Murid Dan Guru

Pernikahan Rahasia Murid Dan Guru
Benci jadi Cinta


__ADS_3

Seperti biasa ketika pagi, Ardi dan sekeluarga melakukan kegiatan sarapan bersama. Kali ini Alea yang selesai lebih dulu karena, janji akan berangkat ke sekolah bersama Fani dan Rita.


"Om, hari ini aku berangkat bareng Fani dan Rita ya." Kata Alea meminta izin kepada Ardi.


"Iya." Kata Ardi memberi izin.


"Hanya dengan Fani dan Ritakan, tidak ada Mico." Kata Ardi.


"Iya, hawatir banget sih. Lagian Om juga seringkan sama bu Indah." Kata Alea.


"Ya kan sama-sama pengajar, banyak yang di bahas." Kata Ardi.


"Aku dan Mico juga sama-sama pelajar, banyak juga yang di bahas." Kata Alea.


"Kamu itu ya, menjawab terus." Kata Ardi.


"Kan Om yang ngajarin." Kata Alea.


"Heh, enggak ya." Kata Ardi.


Rama dan Tantri hanya tersenyum saja melihat tingkah anak dan menantunya itu.


Tin tin tin


Suara klakson mobil dari luar.


"Itu teman-temanku sudah datang, aku pamit berangkat dulu ya." Kata Alea sambil menyalami Rama, Tantri dan Ardi secara bergantian.


"Assalamualaikum." Ucap Alea kemudian pergi.


"Waalaikumsalam." Ucap Ardi, Rama dan Tantri bersama.


.....


"Alea, ayo cepat!" Teriak Fani dari dalam mobil.


"Iyaa." Kata Alea sambil berlari menuju mobil yang di naiki Fani dan Rita.


"Ayo kita berangkat!" Kata Alea setelah naik mobil.


"Ngomong-ngomong kenapa kita berangkat pagi-pagi sekali?" Tanya Alea.


"Kita akan pergi kesuatu tempat lebih dulu." Jawab Fani.


"Kemana?" Tanya Alea.


"Nanti juga tahu." Jawab Fani.


Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya mereka sampai juga di tempat tujuan.


"Untuk apa kita kemari?" Tanya Alea.


"Beli batagor." Jawab Fani.


"Aku pikir kita akan pergi kemana." Kata Alea.


"Ini tuh batagor langgananku, kalau gak pagi keburu habis. Soalnya banyak banget pembelinya. Lihat tuh sudah banyak yang ngantri." Jelas Fani sambil menunjuk para pembeli yang sedang mengantri.


"Kalian ikut gak?" Tanya Fani.


"Gak, kita tunggu di sini saja, iyakan Al." Jawab Rita.


"Iya." Kata Alea.


"Ya sudah, kalau begitu." Kata Fani kemudian turun dari mobil.


"Kenapa antriannya sudah banyak, bisa telat aku." Batin Fani ikut mengantri.


"Kapan giliranku." Kata Fani sudah lama mengantri.

__ADS_1


"Fani!" Kata seorang pria memanggilnya dan menghampirinya.


"Riki." Batin Fani melihat siapa yang memanggilnya.


"Kamu sedang mengantri ya?" Tanya Riki.


"Iya." Jawab Fani.


"Ternyata dia masih mengingatku." Batin Fani.


"Kenapa Fani lama sekali, kita bisa terlambat." Kata Rita.


"Rita, siapa itu?" Tanya Alea sambil menunjuk seorang laki-laki yang bersama Fani.


"Itu Riki matan pacarnya Fani." Jawab Rita.


"Dia ada di sini juga ternyata. Wah jangan-jangan ini modusnya Fani aja, buat ketemu Riki. Soalnya dulu tempat ini jadi langganan mereka berdua." Kata Rita lagi.


"Wah tempat sejarah nih, kenapa mereka bisa putus?" Tanya Alea penasaran.


"Karena Natasya." Jawab Rita.


"Wah jadi bener karena Natasya, gimana ceritanya?" Tanya Alea lagi.


"Riki dulu juga populer di sma kita, seperti Mico." Jawab Rita.


"Jadi dulu Riki itu kakak kelasnya kalian." Kata Alea.


"Iya." Kata Rita.


"Ini ambil punyaku aja, nanti kamu bisa telat kalau masih mengantri." Kata Riki sambil menyodorkan sekantong kresek berisi batagor.


"Tidak usah." Kata Fani menolak.


"Tidak apa-apa, ini ambil saja." Kata Riki sambil memberikan kantong kresek yang berisi batagor ke tangan Fani dan pergi begitu saja meninggalkan Fani.


"Tapi Riki." Kata Fani ingin menghentikan langkah Riki, namun tidak di respon.


"Fani! Ayo cepat, nanti telat!" Teriak Rita dari dalam mobil.


"Iya!" Sahut Fani.


"Ya sudahlah." Kata Fani kemudian kembali ke mobil.


"Cie ketemu mantan." Kata Rita.


"Apaan sih." Kata Fani.


"Wah batagor rasa mantan tuh." Kata Alea.


"Hahaha." Tawa Rita dan Alea.


"Puas ngetawaain aku." Kata Fani kesal.


"Iya iya, gitu aja marah." Kata Rita.


.....


Alea dan teman-tamannya sedang berjalan bersama menuju kantin, sambil berbincang-bincang membahas tentang akan di adakan camping di sekolah mereka.


"Alea, kamu ikut camping gak?" Tanya Fani.


"Pasti ikutlah, kita bisa jelajah nantinya. Pasti seru, aku seneng banget sekolah kita mengadakan camping." Jawab Alea.


"Iya, bener tuh." Kata Rita.


"Kamu suka berpetualang juga, Al?" Tanya Mico.


"Iya, suka. Dulu aku malah jarang di rumah. Sekarang sering di rumah, jadi aku sangat rindu berjelajah." Jawab Alea.

__ADS_1


"Kasihan kamu, Al." Kata Mico.


"Tapi sebenarnya kehidupanku yang sekarang jauh lebih baik dari yang dulu." Kata Alea.


"Kok bisa." Kata Mico.


"Karena ada kalian." Kata Alea.


"Halah bilang aja, kalau ada Mico." Kata Fani sambil mendorong Alea pelan ke arah Mico.


"Apaan sih, aku bilang karena ada kalian." Kata Alea.


"Sebenarnya sih karena ada si takut kecoa itu." Batin Alea.


Mico pun tersenyum mendengarkan perkataan Fani dan Alea.


"Ini kesempatan yang bagus untuk mengatakan perasaanku pada Alea yang tertunda waktu itu. Aku akan mengatakannya saat di camp nanti." Batin Mico sambil tersenyum.


Di saat mereka sedang asik berbincang, tiba-tiba saja Toni berjalan dari arah belakang dan tidak sengaja menabrak Rita.


"Heh, Toni! Bisa gak sih kalau jalan itu yang bener, selalu aja nabrak-nabrak orang." Kata Rita kesal.


"Kamu tuh yang selalu menghalangi jalan." Kata Toni kemudian melanjutkan perjalanannya.


"Nyebelin banget sih." Kata Rita kesal kemudian melemparkan sepatunya ke arah Toni dan mengenai kepalanya.


"Sebenarnya apa maumu, kenapa melempari ku sepatu?" Tanya Toni kesal sambil berjalan menghampiri Rita.


"Kamu berkali-berkali menabrakku, tapi tidak meminta maaf." Jawab Rita.


"Jangan harap kalau aku akan meminta maaf kepadamu." Kata Toni.


"Aku akan memastikan kamu akan meminta maaf padaku." Kata Rita.


"Memangnya kamu ini bisa apa, melempar sepatu saja tidak benar." Kata Toni.


"Melempar sepatu yang benar itu seperti ini." Kata Toni sambil melempar sepatu Rita ke tempat sampah.


"Itu baru benar." Kata Toni lagi.


"Kau ini." Kata Rita ingin melempari Toni sepatu lagi, namun di hentikan oleh Fani.


"Eh sudah-sudah, kalian ini kenapa berantem terus kalau bertemu." Kata Fani.


"Hati-hati loh nanti bisa jadi rindu. Seperti di film-film, benci jadi cinta." Kata Alea.


"Dih, amit-amit." Kata Rita dan Toni bersama.


"Ciee, kompak banget sih. Itu udah ada tandanya." Kata Alea lagi.


"Diam kau!" Kata Toni kemudian pergi dari sana.


"Hmm, benci jadi cinta. Apa begitu ya." Batin Alea menggambarkan dirinya dan Ardi.


.....


Ardi dan Indah sedang asik mengobrol di sepanjang perjalanan mereka menuju ke kantin. Tanpa Ardi sadari Alea dan Mico berjalan berlawanan arah dengannya. Alea kesal melihat keakraban Ardi dan Indah, ia pun membalasnya dengan hal yang sama saat saling berpapasan.


"Dia masih saja dekat dengan bu Indah, menyebalkan sekali. Lihat saja akan aku balas." Batin Alea melihat Ardi dan Indah masih dari kejauhan.


"Apa-apaan ini, sudah ku bilang berkali-kali, masih saja dekat dengan Mico." Batin Ardi kesal melihat Alea dan Mico asik mengobrol saat melewatinya, tanpa peduli kepadanya. Ardi terus saja memperhatikan Alea hingga menoleh ke belakang.


Karena Alea tahu Ardi pasti akan menoleh, ia juga menoleh sambil menyulurkan lidahnya mengejek Ardi.


"Ternyata dia sengaja, awas saja nanti akan aku balas kau." Batin Ardi sambil tersenyum.


"Kenapa, Pak Ardi?" Tanya Indah heran melihat Ardi tersenyum.


"Tidak ada apa-apa." Jawab Ardi.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2