Pernikahan Rahasia Murid Dan Guru

Pernikahan Rahasia Murid Dan Guru
Kau memang payah


__ADS_3

Hari ini Indah terlihat murung tidak seperti kemarin yang di penuhi kebahagiaan, yang membuat banyak orang bertanya-tanya dengan perubahan sikapnya.


"Ndah, kamu kenapa?" Tanya Rehan sambil berdiri di samping indah.


"Tidak apa-apa." Jawab Indah malas sambil duduk dan sibuk membaca buku.


"Apa karena perjodohan kalian kemarin batal?" Tanya Rehan menebak.


"Hmm." Jawab Indah.


"Kenapa?" Tanya Rehan.


"Pak Ardi sudah menikah." Jawab Indah.


"Hah, Ardi sudah menikah, kapan?" Tanya Rehan sedikit berteriak karena terkejut yang membuat beberapa orang mendengarnya.


"Tanya sendiri padanya." Jawab Indah.


"Apa? Pak Ardi sudah menikah, dengan siapa?" Tanya Anik terkejut.


"Pak Rehan, Bu Indah, apa itu benar?" Tanya Anik lagi.


"Bu Indah tidak mungkin berbohong." Jawab Rehan.


"Kalau begitu aku tidak punya kesempatan lagi." Kata Anik sedih.


"Pak Ardi menikah dengan siapa, Bu Indah tahukan?" Tanya Reni.


"Tanya sendiri kepada orangnya langsung, saya sibuk." Jawab Indah.


"Kenapa sih dia di tanya baik-baik, judes gitu jawabnya?" Tanya Reni berbisik kepada Evi.


"Pasti patah hati karena Pak Ardi nikah sama orang lain." Jawab Evi sambil berbisik.


"Bener juga sih." Kata Reni.


Ruang guru itu seketika menjadi ramai, semua orang bertanya-tanya siapa istrinya Ardi? Kapan dia menikah? Dan lain sebagainya. Sedangkan Ardi sendiri yang menjadi topik pembicaraan, baru saja sampai di parkiran bersama Alea dan di sana sudah ada Rehan yang menunggunya.


"Rehan, sedang apa kamu di sini?" Tanya Ardi setelah memarkirkan motornya.


"Menunggumu." Jawab Rehan.


"Aku pergi dulu, Om." Kata Alea berpamitan dengan Ardi.


"Adik kecil!" Kata Ardi menghentikan langkah Alea.


"Apa?" Tanya Alea datar.


"Jangan cemberut terus nanti." Jawab Ardi tidak melanjutkan katanya karena Alea sudah pergi tidak ingin mendengarkan kata-katanya.


"Kenapa dia?" Tanya Rehan.


"Ngambek." Jawab Ardi.


"Apa dia itu istrimu?" Tanya Rehan.


"Hah, apa? Kamu ini bertanya apa?" Tanya Ardi kesal.

__ADS_1


"Aku hanya bertanya saja, apa kamu tahu di ruang guru sedang pada ribut bertanya-tanya siapa istrimu, kapan kamu menikah, kenapa di rahasiakan dan bla bla bla." Jelas Rehan.


"Kenapa mereka begitu?" Tanya Ardi datar.


"Kemarin Indah bilang padaku jika dia akan di jodohkan denganmu, lalu tadi aku bertanya bagaimana hasilnya, dia menjawab jika kamu sudah menikah." Jawab Ardi.


"Jadi sekarang beri tahu aku, kapan kamu menikah? Kenapa pernikahannya di rahasiakan dan perempuan mana yang kamu nikahi? Kenapa kamu merahasiakan sesuatu dariku apa kamu tidak percaya padaku? Apa aku sudah bukan temanmu lagi?" Tanya Rehan bertubi-tubi.


"Bukan begitu, Han." Jawab Ardi.


"Lalu bagaimana? Jelaskan!" Kata Rehan meminta penjelasan namun bukannya menjawab Ardi malah pergi begitu saja.


"Heh, kamu mau kemana? Jawab pertanyaanku dulu." Kata Rehan sambil mengejar Ardi.


"Nah itu pak Ardi sudah datang." Kata seorang guru wanita sambil menunjuk Ardi yang berjalan memasuki ruang guru.Seketika itu para guru wanita langsung menghampiri Ardi dan bertanya-tanya layaknya wartawan.


"Pak Ardi, apa benar anda sudah menikah?"


"Pak Ardi menikah dengan siapa?"


"Kapan Pak Ardi menikah?"


"Merepotkan sekali, jika tidak aku jawab mereka pasti akan bertanya-tanya pada Alea. Terpaksa aku ikuti rencana kak Erika." Batin Ardi kesal sendiri.


"Ini." Kata Ardi sambil memperlihatkan foto editan pernikahannya dengan Erika.


"Kami menikah beberapa bulan yang lalu karena di jodohkan oleh kakek dan nenekku." Jelas Ardi kemudian menyimpan ponselnya kembali dan berjalan menuju tempat duduknya.


Ting


Suara notifikasi pesan dari ponselnya Ardi. Ia pun segera melihatnya ternyata Rehan yang mengirim pesan.


Setelah membaca pesan tersebut kemudian Ardi melihat ke arah Indah yang terlihat sedikit pucat dan murung.


"Maafkan aku, Ndah. Aku tidak tahu jika kamu begitu mengharapkan aku." Batin Ardi merasa bersalah melihat keadaan Indah sekarang. Meski dia kini tidak mencintainya lagi karena sudah di gantikan oleh Alea tapi, tetap saja perasaan iba itu tetap ada karena ia dulu pernah mencintainya.


.....


Sedangkan Alea hari ini terlihat kesal kakaknya tadi pagi minta di antar oleh Ardi untuk pergi ke kantor ayah mertuanya dengan alasan agar sandiwaranya terlihat nyata dan semata-mata ingin membantu menutupi identitas aslinya, sedangkan Ardi menyetujuinya saja padahal Alea yakin jika kakaknya punya rencana untuknya.


"Kamu kenapa, Al?" Tanya Mico melihat Alea baru datang dan duduk di sampingnya.


"Tidak apa-apa." Jawab Alea.


"Alea! Alea!" Teriak Fani sambil berlari menghampirinya dan di ikuti dengan beberapa siswi termasuk Natasya dan Cantika.


"Aku tidak sengaja mendengar jika pak Ardi sudah menikah, apa itu benar?" Tanya Fani.


"Hmm." Jawab Alea.


"Jadi pak Ardi memang sudah menikah dan apakah istrinya seorang wanita karir?" Tanya Fani lagi.


"Hmm." Jawab Alea.


"Kenapa kamu tidak bilang?" Tanya Fani lagi.


"Aku juga baru tahu." Jawab Alea datar.

__ADS_1


"Orangnya seperti apa, kamu pasti punya fotonyakan?" Tanya salah satu siswi.


"Tidak." Jawab Alea.


"Ayolah Alea masa kamu tidak punya fotonya." Kata siswi lainnya.


"Iya, Al." Kata Fani.


"Iya sebentar ku lihat akun medsosnya dulu." Kata Alea malas sambil mengambil ponselnya.


"Ini." Kata Alea sambil menyodorkan ponselnya.


"Ini orangnya, ya aku akui memang cantik." Kata Fani.


"Cantik katanya, ya memang cantik rupanya tapi hatinya busuk." Batin Alea kesal.


"Eh, Can. Bukannya itu perempuan yang kita temui kemarin." Kata Natasya berbisik kepada Cantika.


"Iya, kemarin dia mengaku kakaknya Alea sekarang istrinya pak Ardi. Siapa dia sebenarnya?" Kata Cantika berbisik juga. Sedangkan Mico hanya sibuk bermain ponselnya tanpa peduli dengan keributan itu.


.....


Karena sebentar lagi kelas XII akan menghadapi ujian mereka di beri pelajaran tambahan dulu sebelum pulang sekolah, sedangkan ekstrakurikuler mereka di hentikan. Dan hari ini Indahlah yang mengajar di kelas Alea memberi pelajaran tambahan, setelah selesai semua murid keluar dari kelas dan pulang ke rumah mereka masing-masing. Sedangkan Indah masih di dalam kelas sedang merapikan buku, tiba-tiba Ardi masuk ke kelas tersebut.


"Indah!" Kata Ardi sambil berjalan menghampiri Indah.


"Iya, ada apa?" Tanya Indah masih fokus merapikan buku.


"Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Ardi.


"Ya, aku baik." Jawab Indah datar.


"Aku minta maaf." Ucap Ardi.


"Untuk apa?" Tanya Indah.


"Karena sudah menyakiti hatimu." Jawab Ardi.


"Kamu ini bicara apa?" Tanya Indah heran.


"Aku tidak tahu jika kamu begitu mengharapkan aku, seharusnya aku mengatakannya sejak awal." Jawab Ardi.


"Lalu kenapa, apa dengan kamu mengetahui itu kamu akan meninggalkan istrimu dan pergi kepadaku?" Tanya Indah sambil berjalan mendekati Ardi, namun Ardi hanya diam menunduk tidak menjawab.


"Sudahlah, tidak perlu di bahas itu tidak akan mengubah apapun. Dan jangan bicara lagi padaku." Kata Indah kemudian pergi begitu saja.


Ardi hanya pasrah dengan keadaan ini, ia pun segera keluar dari kelas dan ternyata Alea sedang menunggunya di depan kelas sambil bersandar di tembok samping pintu dengan menyilangkan kedua tangannya.


"Alea!" Kata Ardi melihat Alea.


"Jadi sebenarnya aku adalah orang ketiga di antara kalian." Kata Alea yang ternyata menguping pembicaraan Ardi dan Indah tadi.


"Kamu ini bicara apa?" Tanya Ardi heran.


"Kau memang payah tidak bisa menjaga perasaan perempuan." Kata Alea kemudian pergi begitu saja.


"Eh tunggu!" Kata Ardi ingin menghentikan Alea namun tidak di gubris sama sekali.

__ADS_1


"Hah, kenapa aku di musuhi begitu banyak perempuan hari ini. Mereka semua membuatku pusing." Kata Ardi sambil berjalan menyusul Alea.


Bersambung.....


__ADS_2