
Ardi tidak peduli dengan apa yang di katakan Alea, ia hanya diam dan terus saja melangkah tanpa tujuan.
"Hei, Om. Mau kemana?" Tanya Akea sambil berjalan di sampingnya.
"Aku bertanya padamu." Kata Alea lagi.
"Ya baiklah, mungkin aku terlalu berlebihan. Aku minta maaf." Kata Alea lagi.
"Sepertinya dia benar-benar marah." Batin Alea melihat Ardi hanya diam.
"Om!" Kata Alea memanggil Ardi, tapi tidak di respon.
"Om!"
"Pak Ardi!"
"Mas Ardi!" Kata Alea memanggil Ardi dengan manis namun tetap saja tidak di respon.
"Sepertinya dia sudah membeku. Bagaimana cara mencairkannya." Batin Alea sambil berfikir, karena tidak mendapat respon dari Ardi.
"Awas ada kecoa!" Teriak Alea.
Namun Ardi hanya diam saja karena tahu, kalau Alea berbohong.
"Hah, apa dia tadi masuk freezer." Batin Alea heran karena Ardi tidak terkejut.
"Et, berhenti!" Kata Alea sambil menghentikan langkah Ardi. Sedangkan Ardi melipat kedua tangannya sambil memalingkan wajahnya ke arah lain, tanpa peduli dengan Alea.
.....
"Alea dan pak Ardi pergi kemana sih." Kata Natasya sambil celingak-celinguk mencari keberadaan Alea dan Ardi.
"Gak tahu, mungkin keluar dari tempat camp." Kata Cantika.
"Coba fikirkan mereka pergi kemana." Kata Natasya.
"Masuk ke hutan." Kata Cantika.
"Gak mungkinlah mereka masuk ke hutan malam-malam begini." Protes Natasya.
"Terus kemana, gak mungkin juga mereka ke cafe." Kata Cantika tidak mau kalah.
"Tapi masa ke hutan sih, Can." Kata Natasya.
"Kalau tidak ke hutan berarti ada di sekitar sini." Kata Cantika.
"Tapi dimana, apa kita harus berkeliling camp? Yang benar saja, camp ini sangat luas." Kata Natasya.
.....
Alea sudah berusaha keras membujuk Ardi yang sedang ngambek, dari bersikap manis, bertingkah lucu, bahkan hingga berpura-pura menangis, namun tetap saja tidak di respon sama sekali.
"Ayolah jangan diamkan aku seperti ini. Maafkan aku." Kata Alea sambil menggoyang-goyangkan badan Ardi, namun tetap saja tidak di respon.
"Om!"
"Huh, sepertinya tidak ada pilihan lain." Batin Alea. Kemudian ia celingak-celinguk memastikan keadaan aman.
"Apa yang akan dia lakukan." Batin Ardi melihat tingkah Alea.
"Om, bicara dong, jangan diam saja." Kata Alea sambil memeluk lengan Ardi.
"I love you." Kata Alea berbisik di telinga Ardi.
Cup
Alea mencium pipi Ardi singkat kemudian memalingkan wajahnya karena malu.
__ADS_1
Ardi pun tersenyum senang menanggapi sikap Alea, kemudian ia melihat Alea yang masih memeluk lengannya sambil memalingkan wajah.
Saat Alea menoleh ke arahnya, ia kembali memalingkan wajahnya, berpura-pura masih marah. Sebenarnya memang sejak awal Ardi ingin mengerjai Alea.
"Kenapa dia masih cuek saja." Batin Alea melihat Ardi masih mendiamkan dirinya.
"Apa aku terlalu berlebihan, aku tidak tahu harus bagaimana lagi. Kenapa rasanya sedih sekali didiamkan seperti ini." Batin Alea sedih dan masih memeluk lengan Ardi sambil menyandarkan kepalanya.
Karena tidak ada suara lagi dari Alea, Ardi pun segera melihat ke arah Alea yang terlihat sedih.
Cup
Ardi mencium dahi Alea.
"Makanya jangan nakal, emang enak di diemin." Kata Ardi.
"Jadi, kamu mengerjaiku ya." Kata Alea sambil menyubit lengan Ardi.
"Aduh, jangan di cubit. Di cium lagi aja." Kata Ardi berbisik.
"Ogah." Kata Alea.
....
"Kenapa Alea belum kembali, pergi kemana dia." Kata Mico yang sudah lama menunggu Alea.
"Iya, ya. Pergi kemana dia." Kata Fani.
"Mungkin pak Ardi mengajaknya jalan-jalan." Kata Rita.
"Pak Ardi selalu saja menggagalkan rencanaku, bagaimana aku bisa mengatakan isi hatiku pada Alea kalau begini." Batin Mico.
"Acara api unggunnya sudah selesai, ayo kita ke tenda saja!" Ajak Rita.
"Nanti saja, kita cari Alea dulu." Kata Fani.
"Kalian ingin mencari Alea, aku ikut." Kata Mico.
.....
"Ini sudah malam, ayo kita kembali ke camp!" Ajak Ardi.
"Sebentar lagi." Kata Alea yang masih setia memeluk lengan Ardi sambil menyandarkan kepalanya.
"Kenapa, rindu ku peluk ya?" Tanya Ardi.
"Tidak." Jawab Alea.
"Halah, ngaku aja." Kata Ardi.
"Sudahku bilang tidak." Kata Alea kesal.
"Hahaha, oke oke." Kata Ardi sambil tertawa melihat Tingkah Alea.
"Oh iya ngomong-ngomong, hadiah tebak-tebakan tadi pagi apa?" Tanya Ardi.
"Permen." Jawab Alea.
"Emangnya aku anak kecil di kasih permen." Kata Ardi tidak terima.
"Trus, maunya apa?" Tanya Alea.
"Kiss." Jawab Ardi.
"Kan tadi udah." Kata Alea.
"Tadi itu beda. Mana, sekarang hadiahnya." Kata Ardi.
__ADS_1
"Gak mau nanti kalau ada yang lihat gimana." Kata Alea.
"Udahlah, Ayo kita kembali ke camp." Kata Alea sambil menarik tangan Ardi, namun Ardi malah menariknya kembali dan memeluknya. Mereka berpelukan saling berhadapan dan mata mereka saling menatap.
"Alea!" Teriak Fani memanggil Alea.
"Iya!" Sahut Alea dari jauh.
"Kamu kemana saja?" Tanya Fani.
"Mencari pak Ardi, tapi tidak ketemu." Jawab Alea.
"Huft hampir saja ketahuan. Aku sudah seperti orang pacaran yang sembunyi-sembunyi saja." Batin Alea.
Flash back on
"Itu suara teman-temanku, Om." Kata Alea pelan mendengar suara teman-temannya dan masih dalam pelukan Ardi.
"Aku harus pergi sekarang." Kata Alea lagi.
"Lepasin." Kata Alea berusaha melepaskan pelukannya dari Ardi.
"Kiss dulu dong." Kata Ardi.
"Gak mau." Kata Alea.
"Ya udah, gak ku lepasin." Kata Ardi sekin mempererat pelukannya.
"Om!" Kata Alea kesal.
"Hihi, ya udah sana pergi!" Kata Ardi melepaskan pelukannya.
"Ih." Kata Alea sambil menyubit lengan Ardi.
"Aduh, jangan keras-keras nyubitnya." Kata Ardi sambil menggosok-gosok lengannya.
"Sukurin, makanya jangan usil." Kata Alea ketus, kemudian pergi begitu saja meninggalkan Ardi. Sedangkan Ardi hanya tersenyum melihat kepergian Alea.
Flash back off
"Kamu sih usil, buat pak Ardi marah. Nanti kalau pak Ardinya ilang gimana." Kata Fani.
"Gak lah, dia udah besar bukan tk lagi." Kata Alea.
"Ya sudah, ayo kita kembali ke tenda. Acara api unggunnya sudah selesai." Kata Rita.
"Iya." Kata Alea.
"Tunggu, Al. Apa kamu sudah ngantuk?" Tanya Mico.
"Belum sih." Jawab Alea.
"Jalan-jalan sebentar yuk! Yaa, itu pun kalau kamu belum capek." Kata Mico.
"Udah deh pergi sana." Kata Fani sambil mendorong pelan Alea.
"Apa sih, gak usah dorong-dorong." Protes Alea.
"Kalau gitu kita duluannya, daaa." Kata Fani sambil melambaikan tangan dan menarik tangan Rita, untuk mengajaknya pergi dari sana.
"Dasar Fani, selalu saja aku ditinggal." Kata Alea.
"Jadi bagaimana, Al?" Tanya Mico memastikan.
"Ya, baiklah." Jawab Alea setuju.
"Ayo, akanku tunjukkan tempat yang bagus untuk kita mengobrol." Kata Mico sambil menggandeng tangan Alea dan mengajaknya pergi ke tempat yang ia maksud dengan penuh semangat.
__ADS_1
"Pelan-pelan, Mico." Kata Alea kepada Mico untuk berjalan biasa saja, karena Mico mengajakknya berlari.
Bersambung....