Pernikahan Rahasia Murid Dan Guru

Pernikahan Rahasia Murid Dan Guru
Kecewa


__ADS_3

"Sekalian aja aku sama Alea, Om." Kata Rangga.


"Uhuk uhuk..." Alea kembali terbatuk karena terkejut untuk yang kedua kalinya.


"Rangga, apaan sih kamu ini. Kuliah aja dulu yang bener baru nikah, Alea juga masih sma. Ngawur aja nih anak." Kata Linda.


"Emang apa salahnya sih, Bu?" Tanya Rangga.


"Tetep salah, emang kamu pikir gampang apa membina rumah tangga itu." Kata Linda lagi.


"Iya-iya, gitu aja marah." Kata Rangga.


"Jadi bagaimana Ram, kamu setujukan menikahkan Ardi dengan Indah?" Tanya Arif.


"Apakah Ayah akan mengatakan yang sebenarnya." Batin Alea cemas sambil menggigit sedotan.


"Aku lupa soal itu. Emm, bagaimana ya aku menjelaskannya." Kata Rama sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Ya karena kamu lupa, makanya aku ingatkan." Kata Arif.


"Iya tapi masalahnya." Kata Rama menggantungkan katanya sambil melihat Ardi dan Alea.


"Masalahnya apa?" Tanya Arif.


"Masalahnya Ardi sudah menikah." Jawab Rama pelan.


Deg


Rasanya jantung Indah berhenti berdetak setelah mendengar perkataan Rama, jika Ardi sudah menikah. Kini harapan yang ia bangun selama ini pun pupus seketika.


"Apa, aku tidak salah dengar? Kapan Ardi menikah, kenapa aku tidak di undang?" Tanya Arif terkejut.


"Maaf Arif, pernikahannya hanya sederhana di tempat ayah dan ibu mertuaku beberapa bulan yang lalu." Jawab Rama.


"Lalu istrinya Ardi mana?" Tanya Linda.


Alea menunduk pasrah sambil meremas tangannya gelisah, jika nanti Rama mengatakan bahwa dialah istrinya Ardi. Sedangkan Ardi yang mengetahui kecemasan istrinya, ia pun menggenggam tangan Alea. Alea pun menoleh ke arah Ardi dan Ardi tersenyum kepada Alea untuk menenangkannya.


"Jadi mereka sudah menikah, mereka adalah suami istri." Batin Indah melihat Alea dan Ardi sambil menahan sesak di dadanya. Sedangkan yang lainnya masih menunggu jawaban dari Rama.


"Emm istrinya Ardi..." Kata Rama menggantungkan katanya sambil melihat ke arah istrinya.


"Jangan, Mas. Jangan katakan jika Alea adalah istrinya Ardi." Batin Tantri sambil menggelengkan kepalanya saat di tatap suaminya.

__ADS_1


"Aku ada di sini, maaf aku datang terlambat karena baru kembali dari kantor." Kata seorang wanita sambil tersenyum berjalan ke arah mereka. Sontak semua orang melihat ke arah sumber suara tersebut.


"Erika." Batin Rama dan Tantri melihat sosok wanita yang bersuara tadi.


"Kak Erika." Batin Ardi dan Alea melihat Erika.


"Bagaimana dia bisa ada di sini, mau apa dia?" Batin Alea.


"Kenalkan namaku Erika istrinya mas Ardi." Kata Erika sambil tersenyum ramah kemudian duduk di samping Ardi.


"What, dia mengaku jadi istri suamiku." Batin Alea kesal.


"Oh jadi ini istrinya Ardi, cantik dan ramah." Kata Linda sambil menunjuk Erika.


"Jadi istrinya mas Ardi bukan Alea." Batin Indah mengetahui siapa istrinya Ardi, meski begitu, sama sekali tidak mengurangi rasa sesak yang ia rasakan.


"Bagaimana ceritanya kalian bisa menikah, kok pernikahannya di rahasiakan begitu?" Tanya Linda.


"Sebenarnya tidak di rahasiakan hanya saja pernikahannya di gelar secara sederhana dan soal bagaimana kita bisa menikah, kami di jodohkan oleh kakek dan neneknya mas Ardi." Jelas Erika.


"Ya jadi kami masih belum bisa akur, masih sering bertengkar. Iyakan, Mas." Kata Erika sambil menoleh ke arah Ardi. Sedangkan Ardi hanya diam saja tidak bereaksi apa pun.


"Oh jadi begitu ceritanya, memang begitu jika pernikahan tanpa cinta. Nanti lama-lama juga akur kalau sudah saling mencintai." Kata Linda.


"Alae kenapa ya, tadi terlihat cemas sekarang kesal?" Batin Rangga bingung yang sejak tadi pandangannya tidak teralihkan dari Alea.


Setelah beberapa saat berbincang dengan Erika Arif sekeluarga pamit pulang lebih dulu, sedangkan yang lainnya masih ada di sana.


"Kakak sedang apa di sini, kenapa tiba-tiba muncul dan mengaku jadi istrinya om Ardi? Apa yang Kakak inginkan?" Tanya Alea penuh curiga.


"Aku kesini untuk bertemu temanku dan tidak sengaja mendengar pembicaraan kalian, jadi aku ingin membantumu. Apa itu salah?" Jawab Erika kemudian bertanya kembali.


"Tentu saja salah, aku yakin pasti Kakak menginginkan sesuatu dariku. Kenapa Kakak tiba-tiba menjadi baik dan ingin membantuku? Mencurigakan." Jawab Alea.


"Terserah jika kamu tidak percaya, yang jelas aku hanya ingin membantumu saja. Bagaimana nanti jika mereka tahu bahwa kamulah istrinya Ardi? Kamu tidak bisa melanjutkan sekolahmu lagi." Kata Erika.


"Alea, sudahlah yang penting identitasmu aman. Ayo kita pulang saja sekarang!" Kata Ardi.


"Tapi." Kata Alea namun di potong oleh Ardi.


"Iya aku mengerti kita bahas di rumah jangan di sini, nanti kalau ada yang mendengar bagaimana?" Kata Ardi membujuk Alea.


"Iya." Kata Alea pasrah.

__ADS_1


"Eh, tunggu sebentar!" Kata Erika menghentikan langkah mereka.


"Ada apa lagi?" Tanya Alea ketus.


"Aku bisa ikut tinggal di rumah kaliankan, untuk sementara waktu." Jawab Erika.


"Apa? Tidak." Kata Alea.


"Ya sudah jika nanti ada yang bertanya-tanya, ya kamu mengaku saja." Kata Erika.


"Kau ini!" Kata Alea kesal.


"Sudah-sudah, kita bahas saja di rumah." Kata Rama menghentikan perdepatan antara kakak adik tersebut.


Mereka pun segera kembali ke rumah dengan Erika ikut bersama mereka, tanpa mereka sadari bahwa ada orang yang mendengar pembicaraan mereka.


"Jadi mereka sudah menikah dan Alea bukan keponakannya tapi istrinya." Batin seseorang yang sejak tadi duduk di dekat mereka.


Sesampainya di rumah mereka merundingkan bagaimana jalan keluar dari masalah tadi, dan hasilnya mau tidak mau Erika harus tinggal bersama mereka hingga Alea lulus atau minimal setelah selesai ujian. Meski Erika bersikap baik pada keluarga Ardi, namun mereka semua sudah tahu jika Erika sebenarnya membenci Alea. Jadi mereka akan tetap mengawasinya karena tidak menutup kemungkinan Erika menginginkan sesuatu di balik kebaikannya dalam membantu menutupi identitas asli Alea dan mungkin juga Erika berbuat sesuatu pada adiknya yang ia benci itu.


"Bagus sekali, aku akan memanfaatkan situasi ini dengan baik." Batin Erika sambil tersenyum sinis.


"Keberuntungan berpihak kepadaku, tunggu saja Alea kamu pasti akan pergi dari kehidupanku." Batin Erika senang sambil merebahkan dirinya di atas kasur.


......


Indah pulang dari cafe di penuhi dengan rasa kecewa dan sakit hati, karena sudah tidak ada harapan lagi untuk bisa bersama dengan orang yang ia cintai.


"Maafin ayah ya, Ndah. Ayah terlambat mengatakannya pada Rama." Kata Arif merasa bersalah karena melihat kesedihan putrinya.


"Tidak apa-apa, Yah. Takdir memang tidak berpihak kepadaku." Kata Indah berusaha tetap tegar menutupi perasaannya yang kacau.


"Yang sabar ya, masih banyak laki-laki yang baik selain Ardi di luar sana." Kata Linda sambil merangkul putrinya.


"Iya, Bu." Kata Indah sambil tersenyum yang di paksa.


Setelah sampai di rumah Indah langsung merebahkan dirinya di atas kasur sambil memeluk guling dan menangis untuk meluapkan kesedihannya yang ia tahan sejak tadi.


"Jika kamu memang sudah menikah, kenapa kamu masih sering bersikap manis padaku? Seakan kamu menaruh harapan padaku, kenapa kamu tidak mengatakannya sejak awal? Kini aku yang harus terluka, rasanya sangat sakit." Batin Indah sambil berlinangan air mata.


"Mungkin memang aku yang bodoh, terlalu berharap padamu. Sekarang aku merasakan akibatnya sendiri."


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2