Pernikahan Rahasia Murid Dan Guru

Pernikahan Rahasia Murid Dan Guru
Fitnah


__ADS_3

Pelajaran hari ini telah usai, semua murid berhamburan keluar


dari kelas mereka masing-masing untuk pulang kerumah, kecuali yang mengikuti kegiatan ekstra kurikuler. Sedangkan Natasya dan Cantika masih berada di kelas.


"Tasya, apa benar kamu ingin bekerja sama dengan cewek sadis itu." Kata Cantika.


"Iya, kamu juga harus ikut." Kata Natasya.


"Aku tidak mau." Kata Cantika.


"Ayolah, Can. Tidak ada salahnya jika kita memanfaatkan dia." Kata Natasya berbisik.


"Memanfaatkan dia." Kata Cantika.


"Iya, lumayankan kita dapat karyawan gratis. Jadi kita tidak terlalu repot untuk terus mengawasi Alea." Jelas Natasya.


"Hmm, boleh juga sih." Kata Cantika.


"Ya udah, ayo kita pulang!" Ajak Natasya.


Mereka berdua pun segera keluar kelas untuk pulang, baru saja ia sampai di halaman sekolah, mereka bertemu dengan Vita.


"Vita, kenapa kamu sendiri saja?" Tanya Natasya.


"Iya, ada ekskul hari ini sebernanya bersama Cika dan Mila. Tapi mereka masih ke kantin." Jawab Vita.


"Oh iya, bagaimana jika lakukan rencana kita tadi. Kebetulan Alea sedang sendiri dan sekolah mulai sepi." Kata Vita.


"Boleh juga." Kata Natasya.


"Dimana dia?" Tanya Natasya.


"Ada di parkiran guru." Jawab Vita.


"Dia pasti masih menunggu pak Ardi." Kata Cantika.


"Ya sudah ayo tunggu apa lagi, keburu pak Ardi keluar." Kata Natasya.


Natasya pun segera menghampiri Alea, Cantika pergi mencari Cika dan Mila, sedangkan Vita menunggu di tangga dekat dengan lapangan.


"Alea, ada seseorang yang ingin bertemu denganmu." Kata Natasya ketus.


"Hah, siapa?" Tanya Alea heran.


"Aku juga tidak tahu." Jawab Natasya masih saja ketus.


"Dimana orang itu?" Tanya Alea.


"Di tangga dekat lapangan." Jawab Natasya datar.


"Iya, aku akan pergi kesana." Kata Alea kemudian pergi ke tempat yang Natasya tunjukkan. Sedangkan Natasya pergi mencari Cantika.


"Dimana Alea? Bukannya hari ini dia tidak ada kegiatan ekstra. Jika pulang bersama temanya dia tidak minta izin kepadaku. Apa mungkin ke toilet? Ya sudahlah aku tunggu saja disini." Kata Ardi mengetahui Alea tidak ada di parkiran guru dan memutuskan untuk menunggunya di sana.


.....


Alea sudah sampai di tangga dekat lapangan, ia melihat seorang siswi berdiri di sana menghadap ke lapangan membelakanginya.


"Ada perlu apa ingin bertemu denganku?" Tanya Alea.

__ADS_1


"Bermain." Jawab siswi tersebut sambil memutar badannya menghadap Alea.


"Ternyata kamu." Kata Alea setelah tahu siapa siswi itu.


"Kamu ingin bermain apa di sini? Ingin mendorongku lagi seperti kemarin. Tangganya terlalu pendek, aku tidak akan mati di sini. Kamu mendorongku kejurang saja waktu di camp kemarin aku masih hidup, apa lagi di sini." Kata Alea.


"Aku tidak ingin mendorongmu, lagi pula siapa yang ingin membunuhmu?" Kata Vita.


"Kamu." Jawab Alea.


"Ya, aku akui kemarin memang aku ingin melenyapkanmu, sayang sekali aku salah pilih lokasi. Tapi tenang saja kali ini aku tidak akan melenyapkanmu." Kata Vita.


"Kenapa kamu begitu dendam kepadaku, hingga ingin melenyapkanku? Padahal aku akan memaafkanmu jika kamu meminta maaf dan kita bisa berteman." Kata Alea.


"Apa? Minta maaf dan berteman denganmu. Yang benar saja, siapa yang ingin punya teman seperti dirimu. Gara-gara kamu aku di keluarkan dari sekolah dan di marahi habis-habisan oleh ayahku." Kata Vita.


"Itu akibat dari kesalahanmu sendiri, kenapa menyalahkan aku?" Tanya Alea.


"Tentu saja salah, kamu mengambil semua yang aku miliki. Sahabatku, pacarku dan yang lainnya." Jawab Vita kesal.


"Aku tidak menggambil sahabat atau pun pacarmu, sahabat dan pacarmu kecewa karena tingkah lakumu. Maka dari itu mereka memutuskan hubungan denganmu." Jelas Alea.


"Sudahlah, aku muak dengan ocehanmu itu. Aku pastikan kali ini kamulah yang akan keluar dari sekolah ini." Kata Vita.


"Memangnya apa yang ingin kamu lalukan?" tanya Alea.


....


Cantika berjalan-jalan di sekitar ruang ipa bersama dengan para murid yang akan mengikuti ekstra kurikuler, tiba-tiba saja Natasya datang berlari menghampirinya.


"Cantika!" Teriak Natasya.


"Ayo kita kelapangan sekarang!" Ajak Natasya.


"Untuk apa?" Tanya Cantika.


"Ada berita yang mengejutkan, Alea sedang merundung seorang siswi berkacamata." Jawab Natasya.


"Apa, Alea merundung seseorang?" Tanya Cantika terkejut.


"Iya, aku serius. Ayo kita lihat!" Jawab Natasya kemudian menarik tangan Cantika.


"Jangan-jangan yang Natasya maksud adalah Vita, dia tidak terlihatkan sejak tadi." Kata Mila mendengar perkataan Natasya tadi.


"Iya benar, ayo kita lihat!" Ajak Cika.


Tidak hanya mereka berdua yang pergi ke lapangan, semua murid yang mendengarnya pun ikut pergi ke sana untuk melihatnya karena penasaran.


....


Setelah mendengar ada beberapa orang yang menghampirinya, Vita pun menjalankan aksinya. Ia meraih tangan Alea dan meletakkannya di bahunya, kemudian ia menjatuhkan diri untuk memfitnah Alea seakan-akan Alealah yang telah mendoronnya.


"Aaa..." teriak Vita.


"Alea apa yang kamu lakukan?" Tanya Natasya yang datang menghampirinya bersama Cantika.


"Vita!" Teriak Mila dan Cika.


"Aduh sakit." Kata Vita mengaduh kesakitan.

__ADS_1


"Vita, apa kamu terluka?" Tanya Cika sambil membantu Vita berdiri.


"Apa yang kamu lakukan? Kamu ingin mencelakai Vita, jadi tadi hanya berpura-pura saja. Jahat sekali kamu." Kata Mila memarahi Alea.


"Ini tidak seperti yang kalian kira, aku tidak mendorongnya, dia jatuh sendiri." Jelas Alea.


"Alea, kenapa kamu tega melakukan itu? Aku tidak menyangka kamu bisa berbuat begitu." Kata Mico.


"Kamu salah paham, Mic. Aku tidak mendorongnya." Kata Alea.


"Tapi aku melihatmu mendorongnya." Kata Mico.


"Sungguh aku tidak mendorongnya, percayalah padaku." Kata Alea.


"Tidak usah mengelak, kami melihatnya dengan jelas kamu mendorong Vita. Apa salahnya hingga kamu tega ingin mencelakainya?" Tanya Mila dengan nada tinggi.


"Kalian tidak tahu yang sebenarnya. Vita yang ingin memfitnahku." Jelas Alea.


....


"Kemana Alea, kenapa lama sekali? Pesanku juga tidak di balas. Coba aku telpon." Kata Ardi setelah menunggu lama.


"Kenapa tidak di angkat? Jangan-jangan terjadi sesuatu padanya. Aku akan mencarinya." Kata Ardi kemudian pergi mencari Alea.


Ardi pun berkeliling sekolah mencari Alea, kemudian ia bertemu dengan indah di depan ruang ipa.


"Bu Indah, apa kamu melihat Alea?" Tanya Ardi.


"Tidak, ini aneh semua muridku juga tidak ada." Jawab Indah.


"Ada apa itu ramai-ramai?" Tanya Ardi mendengar suara ramai.


"Sepertinya dari arah lapangan, ayo kita kesana, Pak!" Ajak Indah.


Mereka berdua segera pergi ke lapangan untuk melihat apa yang terjadi.


"Ada apa ini ribut-ribut?" Tanya Ardi.


"Itu, Pak. Alea mendorong Vita ke tangga." Jawab Natasya.


"Tidak, Pak. Ini salah paham, aku tidak mendorongnya, dia jatuh sendiri." Kata Alea.


"Bohong, kami melihatnya dengan jelas, kalau Alea mendorongnya, Pak." Kata Mila.


"Iya, Pak. Kami melihatnya dengan jelas." Kata Cantika.


"Sudah-sudah jangan ribut." Kata Ardi menenangkan mereka.


"Alea, jawab dengan jujur. Apa benar yang di katakan mereka?" Tanya Ardi.


Bukannya tidak percaya kepada Alea tetapi Ardi tidak ingin langsung membelanya hanya karena dia keponakannya.


"Tidak, Pak. Aku bicara jujur, Vita jatuh sendiri." Jawab Alea.


"Jika memang Vita jatuh sendiri, seharusnya kamu langsung menolongnya bukan hanya melihatnya saja." Kata Mila.


"Bagus, rencanaku berhasil. Tinggal sedikit lagi." Batin Vita.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2