Pernikahan Rahasia Murid Dan Guru

Pernikahan Rahasia Murid Dan Guru
Kejadian 19 tahun yang lalu


__ADS_3

Terukir senyuman bahagia di sepanjang perjalanan, di temani suara deruan taxi yang Yuli naiki, bersama dengan indahnya pemandangan di sore hari. Angin semilir menerpa setiap jalan dan dedaunan di pepohonan pinggir jalan menari-nari seakan meraskan kebahagian yang Yuli rasakan. Bagaimana tidak, ia mendapatkan kesempatan untuk menuangkan kasih sayang sepenuhnya kepada Alea yang selama ini ia pendam. Namun tiba-tiba saja ia teringat dengan kejadian 19 tahun yang lalu, dimana sebuah peristiwa yang menimpanya hingga putri bungsunya ikut menanggungnya.


Flashback on


Yuli mencoba membuka matanya secara perlahan-lahan, lalu ia mendapati dirinya sedang di kamar, namun merasa asing karena itu bukan kamarnya. Ia mencoba mengingat-ingat apa yang terjadi sambil mengumpulkan kesadarannya, tadi malam ia terbangun karena haus lalu pergi ke dapur untuk minum, tiba-tiba saja ada seseorang yang membungkamnya dari belakang, setelah itu ia tidak ingat apa-apa lagi. Kemudian ia melihat sekeliling kamar tersebut, betapa terkejutnya dia melihat sosok laki-laki yang sedang tidur di sampingnya itu bukanlah suaminya, melainkan orang lain. Secara refleks ia pun segera melihat pakaiannya yang ternyata masih utuh, kemudian ia bangun dan turun dari ranjang lalu berjalan menuju pintu untuk keluar, namun sayangnya pintu itu terkunci. Kemudian ia menggeledah kamar tersebut untuk mencari kuncinya, namun tidak ketemu. Ia mencoba membukanya dengan benda-benda yang ia temukan namun gagal, Yuli sangat bingung harus bagaimana. Tak lama kemudian laki-laki yang masih tidur itu pun bangun, Yuli semakin panik karena tidak bisa berbuat apa-apa.


"Yuli, kenapa kamu ada di kamarku?" Tanya laki-laki itu sambil duduk melihat Yuli berdiri di depan pintu.


"Mana aku tahu, bukankah kamu yang membawaku kemari." Jawab Yuli dengan nada sedikit tinggi.


"Untuk apa aku membawamu kemari? Jangan bercanda kamu." Kata laki-laki itu lagi.


"Aku tidak bercanda, jika bukan kamu yang membawaku kemari lalu siapa." Kata Yuli dengan nada tinggi.


"Aku sungguh tidak membawamu kemari, Yul." Kata laki-laki itu.


"Lalu bagaimana aku bisa tidur bersama dengan denganmu disini?" Tanya Yuli.


"Apa katamu, tidur bersama?" Tanya laki-laki itu terkejut.


"Tunggu dulu." Kata laki-laki itu sambil berfikir mengingat apa yang sebenarnya terjadi.


"Tadi malam aku ada di rumahnya Joko sedang mengobrol bersamanya dan juga Edi, setelah aku makan dan minum yang dia suguhkan kepadaku, kepalaku jadi pusing lalu aku tidak ingat apa-apa." Jelas laki-laki itu.


"Sial, ternyata kita di jebak." Kata laki-laki itu setelah mengingat kejadian kemarin.


"Lalu sekarang bagaimana, pintunya di kunci dari luar." Kata Yuli cemas.


Dan benar saja apa yang mereka cemaskan terjadi, terdengar dari luar ada beberapa orang datang menghampiri kamar itu dan langsung mendobraknya.


Brakk


"Yuli!" Kata Eko terkejut melihat istrinya berada di kamar bersama seorang laki-laki seperti yang di katakan para tetangganya.


"Lihat sendirikan, Mas. Aku tidak bohong kalau Yuli selingkuh dengan Didik." Kata seorang wanita yang bernama Laras kepada Eko.


"Tidak, itu tidak benar, Mas. Aku di fitnah, aku di jebak. Jangan percaya padanya." Kata Yuli membela diri.

__ADS_1


"Halah ngaku aja, ini buktinya kalian sedang berduaan di kamar dari tadi malam sampai pagi." Kata Laras.


Laras adalah tetangga Yuli yang sangat membencinya sejak dulu, bahkan ia juga naksir dengan suaminya dan berusaha merebutnya. Sedangkan Didik adalah teman sekolahnya Yuli segaligus tetangganya yang dulu pernah menyukainya.


"Aku tidak tahu bagaimana aku bisa disini, tadi malam ada yang membungkamku dari belakang dan setelah aku sadar aku sudah berada di sini." Jelas Yuli.


"Ngarang kamu, Yul. Tadi malam aku sama Laras dan beberapa orang melihat ada seorang wanita berpakaian persis seperti yang kamu pakai masuk ke rumah Didik secara diam-diam. Dan kamu yang ada di sini, berarti wanita itu adalah kamu." Kata seorang wanita paru baya yang ikut menggrebek Yuli dan Didik.


"Iya, bu Asih tidak mungkin berbohong." Kata Laras.


"Percayalah padaku, Mas. Aku tidak mungkin menghianatimu." Kata Yuli sambil memegang tangan suaminya.


Plak


Eko menampar istrinya karena sudah tidak tahan lagi untuk menahan amarahnya.


"Aku tidak percaya kamu tega melakukan ini padaku. Apa kurangnya aku selama ini hingga kamu selingkuh dengan laki-laki itu?" Tanya Eko marah sambil menunjuk Didik.


"Kenapa kamu tidak percaya padaku, Mas? Aku bicara jujur." Kata Yuli sambil berlinangan air mata.


"Yang di katakan Yuli itu benar, kita tidak melakukan apa pun. Tapi kami di jebak." Jelas Didik.


"Tidak usah mengelak, kalian sudah terciduk lagi pula mana ada maling ngaku." Kata seorang laki-laki yang bernama Edi.


"Kau yang sudah menjebakku dan bersekongkol dengan Joko dan Laraskan." Kata Didik.


"Heh jangan menuduh tanpa bukti, bukankah kau itu memang mencintai Yuli." Kata Edi.


"Mana mungkin aku mencintai istri orang, jangan bicara ngawur kamu." Protes Didik.


"Jangan dengarkan kata mereka, Ko. Percayalah pada kami, kami tidak melakukan apa pun." Kata Didik.


"Percayalah, Mas. Kami hanya di fitnah." Kata Yuli sambil memegang tangan suaminya lagi untuk menyakinkan dirinya, namun Eko malah mendorongnya hingga jatuh.


"Apa-apaan kamu ini, Ko? Kenapa kamu menyakitinya? Kamu tidak mempercayai istrimu sendiri malah percaya perkataan mereka." Kata Didik tidak terima jika Yuli di perlakukan seperti itu.


"Kenapa kamu membelanya? Apa kamu masih mencintainya, hah?" Tanya Eko dengan nada tinggi.

__ADS_1


"Kalau iya memang kenapa." Jawab Didik.


"Kurang ajar." Kata Eko kesal kemudian langsung menghajar Didik. Sedangkan Didik sendiri menerima semua pukulan itu tanpa melakukan perlawanan, itu ia lakukan agar Eko tidak melampiaskan amarahnya kepada Yuli.


"Mas, sudah berhenti!" Kata Yuli sambil berusaha menghentikan suaminya yang terus saja menghajar Didik.


"Kenapa, apa kamu mencintainya juga?" Tanya Eko dengan nada tinggi.


"Tidak, laki-laki yangku cintai hanyalah kamu, Mas. Tidak ada yang lain." Jawab Yuli.


"Sudah cukup, ayo kita pulang!" Kata Eko sambil menarik tangan Yuli dengan kasar.


"Bagus sekali, sebentar lagi pasti Mas Eko akan menceraikan Yuli dan akan menjadi milikku." Batin Laras sambil tersenyum penuh kemenangan.


.....


Eko masih di kuasai amarah ia menyeret istrinya dengan kasar tanpa peduli dengan rintihannya.


"Mas, lepaskan. Sakit." Kata Yuli merintih kesakitan karena Eko mencengkram tangannya sambil menariknya hingga sampai di kamar mereka lalu membantingnya ke atas tempat tidur.


"Selama ini aku begitu mempercayaimu tapi begini balasanya." Kata Eko dengan nada tinggi.


"Aku tidak." Kata Yuli ingin menjelaskan jika dirinya tidak bersalah, namun di sela oleh suaminya.


"Sudah cukup, aku tidak ingin dengar apa-apa lagi dari mulutmu." Kata Eko lagi.


"Hiks hiks hiks, Ibu! Ayah!" Erika menangis sambil berdiri di depan pintu melihat ayah dan ibunya bertengkar.


Erika merupakan kakak Alea, waktu itu ia berusia empat tahun. Meski Eko merasa sakit hati dan kecewa namun, ia memilih mempertahankan rumah tangganya demi anaknya. Satu bulan kemudian Yuli hamil mengandung Alea, mengetahui itu Eko semakin marah karena sudah di pastikan janin yang di kandung istrinya itu adalah hasil perselingkuhanya dengan Didik. Meski Yuli menjelaskkannya terus-menerus jika janin yang ia kandung itu adalah anaknya namun, Eko tetap tidak percaya dan ingin menceraikan istrinya saja. Namun karena Erika kecil tidak mau pisah dari ibunya dan Yuli sedang mabuk-mabuknya hamil muda, ia jadi tidak tega untuk meninggalkan istrinya.


Itulah alasan mengapa Eko membenci Alea, sampai sekarang pun ia tidak mau mengakui jika Alea adalah putrinya bahkan ia tidak mau jika Alea memanggilnya Ayah. Sedangkan Erika sendiri membenci Alea karena merasa adiknya itu pembawa sial yang terus menyebabkan kedua orang tuanya selalu bertengkar. Dan Yuli sendiri yang memendam perasaan sayangnya kepada Alea karena Eko selalu mengancamnya, jika lebih menyayangi Alea dari pada Erika maka Alea akan ia buang olehnya.


Karena itu sejak Alea kecil ia selalu di ejek dan di jahili oleh teman-teman di sekitarnya dan kakaknya, bahkan tak terkecuali para tetangga selalu mengejeknya dengan menyebutnya anak haram.


Flashback off


Yuli menagis mengingat beberapa banyak air mata yang ia keluarkan sejak mengandung Alea, betapa sulit hidupnya menahan tangis melihat putrinya menanggung beban seberat itu sejak kecil, yang seharusnya ia butuh-butuhnya kasih sayang dari kedua orang tuanya.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2