
Alea mengajak para ibu guru itu ke kamar Ardi.
"Assalamualaikum, pak Ardi. Bagaimana ke adaannya, katanya sakit. Pak Ardi sakit apa?" Tanya Anik centil dan duduk di samping Ardi, Ardi pun segera menggeser dirinya menjauh dari Anik.
"Oh ya, saya bawain buah-buahan untuk pak Ardi." Kata Anik sambil memberikan kantong kresek yang ia bawa.
"Saya juga bawa buah-buahan untuk pak Ardi." Kata Reni sambil menyerahkan kantong kresek.
"Saya juga bawa buah-buahan untuk pak Ardi." Kata Evi sambil menyerahkan kantong kresek.
"Kenapa mereka datang kemari." Batin Ardi sambil menatap Alea.
Alea hanya tersenyum menanggapinya.
Para ibu guru itu sibuk memberi perhatian kepada Ardi, terlebih Anik dan Reni, sedangkan Ardi hanya duduk bersila sambil memangku bantal dan mengalihkan pandangannya ke arah lain, tidak peduli dengan ocehan para ibu guru itu.
"Alea, bu Indah di mana?" Tanya Fani berbisik.
"Iya ya, gak tahu mungkin bersama ibu." Jawab Alea berbisik juga.
"Ayo kita keluar!" Ajak Fani berbisik sambil menarik tangan Alea.
"Alea mau kemana, aku kok di tinggal gitu aja." Batin Ardi melihat Alea, kemudian pergi menyusulnya.
"Eh, pak Ardi mau kemana?" Tanya Anik melihat Ardi pergi.
"Kalian berdua sih berisik, pak Ardi jadi terganggu. Sudahlah ayo kita pulang saja!" Kata Evi.
"Gak usah sok tahu deh." Kata Anik kemudian pergi menyusul Ardi dan di ikuti oleh Reni.
"Sebaiknya aku paksa mereka pulang saja, pusing aku dengan tingkah mereka berdua." Kata Evi pergi menyusul Anik dan Reni.
"Alea, bu Indah sangat akrab dengan ibunya pak Ardi." Kata Fani melihat Indah dan Tantri sedang asik mengobrol di meja makan.
"Iya, aku jadi penasaran, kita kesana yuk!" Kata Alea.
"Alea!" Kata Ardi memanggil Alea.
Alea yang mendengar itu pun menghentikan langkahnya.
"Kenapa aku di tinggal bersama mereka, dan kenapa juga kamu bawa mereka kemari." Kata Ardi berbisik di samping Alea.
"Aku bisa apa." Kata Alea.
"Pak Ardi!" Panggil Anik sambil berjalan menghampirinya bersama Reni.
"Maaf, Pak Ardi. Kami mengganggu waktu istirahat anda, jadi kami akan pulang saja sekarang. Assalamualaikum." Kata Evi mendahului Anik dan Reni kemudian menarik tangan mereka menyeretnya untuk pulang.
"Waalaikumsalam." Ucap Ardi, Alea dan Fani bersama.
"Eh, Evi apa-apaan kamu ini." Protes Anik sambil melepaskan tangan Evi.
"Iya, jangan narik-narik, aku bisa jalan sendiri." Protes Reni sambil melepaskan tangan Evi.
"Kalian berdua itu malu-maluin aja, kita pulang sekarang." Kata Evi kembali menyeret Anik dan Reni.
"Ardi, Alea, kenapa hanya berdiri di situ. Ayo sini ajak Fani juga untuk makan." Kata Tantri.
"Iya, Bu." Kata Ardi dan Alea bersama.
"Om, belum makan?" Tanya Alea kepada Ardi.
"Belum." Jawab Ardi.
"Fani, kamu ikut makan juga ya." Kata Alea.
"Ee tidak, itu tidak perlu aku akan pulang saja." Kata Fani.
"Tidak apa-apa Fani, tidak usah sungkan, ayo kita makan bersama!" Kata Ardi.
"Baiklah kalau memaksa." Kata Fani sambil tersenyum.
__ADS_1
"Senenglah tuh." Batin Alea.
"Kalau begitu aku pamit pulang, Bik." Kata Indah.
"Eh nanti dulu, ayo makan bersama dulu." Kata Tantri.
"Tidak usah, Bik. Aku makan di rumah saja." Kata Indah.
"Jangan begitu, masa kamu kesini gak makan apa-apa. Bibik yang merasa gak enak, ayo makan dulu." Kata Tantri.
"Alea, sepertinya bik Tantri sangat peduli dengan bu Indah." Bisik Fani.
"Baiklah kalau bibik memaksa, maaf jadi ngerepotin." Kata Indah.
"Jangan bilang begitu, bibik senang kalau kamu kesini." Kata Tantri.
"Lihat itu, bik Tantri suka dengan bu Indah." Bisik Fani lagi yang membuat Alea kesal.
"Fani, juga jangan sungkan ya." Kata Tantri.
"Iya, Bibik." Kata Fani.
"Alea, lihat itu bik Tantri memperlakukan bu Indah seperti anaknya sendiri." Bisik Fani melihat Tantri mengambilkan nasi dan lauk untuk Indah.
"Apa-apaan ini. Apa ibu melupakan aku." Batin Alea kesal.
"Makan yang banyak, Ndah. Tidak usah sungkan, anggab saja rumah sendiri." Kata Ardi.
"What?" Bisik Alea dan Fani bersama dan saling memandang.
"Sepertinya mereka memang punya hubungan, Al." Bisik Fani.
"Ini tidak bisa di biarkan." Batin Alea kesal sambil mengetuk-ngetukan sendoknya ke piring.
"Alea, kenapa tidak dimakan?" Tanya Ardi.
Alea tidak menjawab, ia memasukkan makanan ke mulutnya dengan kasar karena kesal.
"Kenapa dia." Batin Ardi melihat Alea.
Saat Ardi ingin mengmbil Air minum tiba-tiba saja ada seekor kecoa merayap di kakinya, entah dari mana datangnya. Ardi pun terkejut kemudian menghentak-hentakkan kakinya agar kecoa itu pergi dan secara sepontan ia memeluk Indah yang duduk di sampingnya.
"Aaaa..! Ada kecoa." Teriak Ardi.
Alea yang bertugas sebagai pemberantas kecoa pun segera membereskan kecoa tersebut.
"Ehem, mau sampai kapan kalian akan berpelukan." Kata Alea melihat Ardi masih memeluk Indah, setelah membuang kecoa.
Ardi yang menyadari itu pun segera melepaskan pelukannya.
"Ee, maaf." Ucap Ardi malu.
"Ee, kalau begitu aku pamit pulang, Bik. Terima kasih makanannya." Kata Indah setelah diam beberapa saat.
"Iya, terima kasih juga sudah berkunjung kesini." Kata Tantri.
"Aku juga akan pulang, terima kasih sudah mengajakku makan bersama." Kata Fani.
"Ya sudah, kalau begitu kami berdua pamit pulang, assalamualaikum." Kata Indah sambil mengajak Fani.
"Waalaikumsalam." Ucap Ardi, Alea dan Tantri bersama.
"Bu Indah itu siapa?" Tanya Alea datar.
"Indah itu anaknya kepala sekolah, sahabatnya ayah." Jawab Ardi.
"Oo." Kata Alea.
Ardi dan Tantri pun hanya saling pandang melihat tingkah Alea.
"Apa Alea cemburu? Sepertinya benih-benih cinta mulai tumbuh diantara mereka." Batin Tantri sambil tersenyum.
__ADS_1
"Kalian lanjutkan bicaranya, ibu akan ke kamar." Kata Tantri yang mengerti kalau Alea sedang cemburu karena kejadian tadi dan pergi meninggalkan mereka berdua.
"Alea, kenapa kamu tadi pulang membawa rombongan begitu. Aku jadi pusing karena ocehan mereka." Kata Ardi manja sambil memeluk lengan Alea dan menyandarkan kepalanya di bahu Alea. Namun Alea tidak menjawab.
"Kok diem aja." Kata Ardi sambil melihat wajah Alea.
"Kamu punya hubungan apa dengan bu Indah?" Tanya Alea.
"Hah, kenapa kamu bertanya begitu?" Tanya Ardi heran.
"Sudah jawab saja." Jawab Alea.
"Oh ternyata dia sedang cemburu." Batin Ardi mengerti.
"Aku tidak punya hubungan apa-apa dengannya, hanya berteman." Jawab Ardi.
"Teman apa teman, bagaimana teman bisa seakrab itu." Kata Alea kesal.
"Hanya teman, Al. Kamu juga berteman dengan Mico terlihat akrabkan." Kata Ardi tidak mau kalah.
"Lalu kenapa ibu juga sangat peduli kepadanya?" Tanya Alea masih kesal.
"Sudahku bilangkan, kepala sekolah adalah sahabatnya ayah. Jadi otomatis ibu juga menyayangi Indah." Jelas Ardi.
"Kamu juga sayang kepadanya?" Tanya Alea semakin kesal.
"Tidak, kan ada kamu yang aku sayang." Jawab Ardi.
"Dulu memang sayang sih." Kata Ardi lirih, namun masih bisa di dengar oleh Alea.
"Apa." Kata Alea.
"Apa, memangnya aku bicara apa?" Tanya Ardi.
"Aku mendengarnya dengan jelas, kalau kamu sayang dengan bu Indah." Jawab Alea kemudian pergi meninggalkan Ardi.
"Alea, tidak begitu, haduh aku salah bicara." Kata Ardi sambil mengejar Alea.
"Alea!" Kata Ardi duduk di samping Alea, namun Alea segera pindah tempat.
"Alea!" Kata Ardi yang berusaha ingin bicara dengan istrinya yang sedang ngambek, namun Alea pindah tempat lagi.
"Alea jangan marah." Kata Ardi duduk di sampingnya lagi, namun Alea hanya cuek saja.
"Hm aku tahu, jadi sekarang kamu sudah mulai jatuh cinta denganku yaa. Hayo ngaku." Kata Ardi menggoda Alea.
"Apa, tidak." Kata Alea masih kesal.
"Itu buktinya cemburu." Kata Ardi.
"Enggak ya, jangan gr deh." Kata Alea cuek.
"Hayo ngaku aja. Kamu cintakan sama aku. Iyakan, iyakan." Kata Ardi sambil menyenggol-nyenggol Alea.
"Enggak." Kata Alea memalingkan wajahnya sambil menahan senyum.
"Kalau tidak, kenapa pipimu merah?" Kata Ardi masih menggoda Alea.
"Tidak." Kata Alea masih memalingkan wajahnya.
"Halah ngaku aja, aku juga cinta kok sama kamu. Tuh aku aja dengar detak jantung kamu. Deg deg deg." Kata Ardi sambil bersandar di bahu Alea.
"Apaan sih sok tahu deh." Kata Alea sambil mendorong Ardi.
"Cie malu-malu." Kata Ardi masih saja menggoda istri kecilnya itu.
"Enggak." Kata Alea memalingkan wajahnya lagi sambil tersenyum
"Coba lihat, tuh senyum." Kata Ardi sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Alea.
"Apaan sih, udah dong." Kata Alea sambil mendorong Ardi.
__ADS_1
"Hahaha. Oke oke." Kata Ardi tertawa.
Bersambung.....