
Waktu cepat berlalu malam telah berganti pagi, sang mentari telah menampakkan dirinya memberi kehangatan bagi makhluk hidup yang tinggal di bumi, burung-burung berkicau sangat ramai seperti orang-orang yang di SMAN CEMPAKA 1 di mana Alea sekolah dan Ardi mengajar. Mereka sedang membicarakan beberapa foto yang beredar membuat banyak orang terkejut termasuk para guru, tentu saja itu foto Ardi dan Alea saat di mall kemarin.
"Apa ini serius? Pak Ardi akan bertunangan dengan keponakannya sendiri."
"Tidak mungkin, ini sangat aneh."
"Jangan-jangan ini hanya berita hoax saja."
"Iya mana mungkin pak Ardi bertunangan dengan keponakannya sendiri."
"Tapi foto-fotonya terlihat begitu mesra. Mana mungkin pak Ardi memperlakukan keponakannya seperti itu."
"Benar juga. Mungkin saja itu bukan Alea, hanya mirip."
"Bukan hanya mirip ini memang Alea."
"Lalu bagaimana mungkin mereka bertunangan."
"Iya itu tidak mungkin, kecuali Kalau sebenarnya Alea itu bukan keponakannya."
"Maksudnya?"
"Adik sepupunya atau mereka di jodohkan oleh orang tuanya, karena orang tua mereka bersahabat. Bisa sajakan begitu."
"Iya tapi masa Alea masih sekolah begini gak nunggu lulus dulu, apa gak mikir tuh orang tuanya."
"Ya mana aku tahu." Kata para guru yang sedang berkumpul di ruang guru.
"Ada apa ini, kok ramai sekali?" Tanya Rehan yang baru memasuki ruang guru bersama Indah.
"Iya, kalian sedang membicarakan apa?." Tanya Indah.
"Loh, Pak Rehan dan Bu Indah apa belum tahu soal fotonya pak Ardi dan keponakannya." Jawab salah satu guru wanita.
"Hah, foto apa?" Tanya Rehan.
"Coba di lihat hpnya." Jawab guru wanita tadi.
Rehan dan Indah pun segera memeriksa ponsel mereka masing-masing dan benar saja ada beberapa foto Ardi dan Alea di sana.
"Viral, seorang guru akan bertunangan dengan muridnya yang mengaku sebagai keponakannya." Batin Rehan dan Indah membaca postingan tersebut di akun media sosialnya.
"Hah, serius nih." Kata Rehan terkejut sambil fokus memandangi setiap foto tersebut.
"Mereka akan bertunangan, benarkah." Batin indah.
.....
Seperti yang di katakan Natasya kemarin, satu sekolah itu gempar karena berita yang ia sebarkan, mereka semua ramai membicarakan foto-foto yang beredar.
"Wah-wah, apa ini?"
"Pak Ardi akan bertunangan dengan Alea, yang benar saja."
"Wah gak bener nih, jadi Alea itu bukan keponakannya pak Ardi tapi pacarnya."
__ADS_1
"Pelanggaran nih namanya, ujian aja belum masa udah mau tunangan aja."
"Pantes, pak Ardi begitu perhatian kepada Alea ternyata pacarnya."
"Guru macam apa ini, kita sangat membanggakan pak Ardi karena kepribadiannya malah begini. Mengecewakan."
"Gak bisa di biarin nih, aku gak terima."
"Iya aku juga, mau jadi apa sekolah kita."
"Gak tahu tuh mereka, apa gak mikir bisa merusak nama baik sekolah ini."
"Dimana dia, sepertinya belum datang."
"Tentu saja tidak akan masuk sekolah, merekakan sedang mengadakan pesta."
"Jika dia masuk sekolah, kita akan mengintrogasinya nanti." Kata para siswi di sekolah tersebut.
Sedangkan teman-teman Alea sedang berkumpul di dekat parkiran guru untuk menunggu kedatangnnya.
"Apa ini benar?" Tanya Toni.
"Tentu saja tidak, mana mungkin mereka bertunangan." Jawab Rita.
"Tapi lihat ini foto-fotonya." Kata Arga.
"Kalian ini jangan mudah percaya dulu, mungkin saja foto ini editan." Kata Fani.
"Itu benar, mungkin saja ini ulah Natasya." Kata Mico.
"Mungkin sebentar lagi." Kata Fani.
"Nah itu dia." Kata Toni sambil menunjuk ke arah parkiran guru, melihat Alea dan Ardi baru saja datang.
"Alea!" Teriak Fani memanggil Alea sambil melambaikan tangannya.
"Akhirnya kamu datang juga." Kata Rita.
"Ada apa memangnya?" Tanya Alea heran.
"Itu a.." Jawab Rita namun terputus karena tiba-tiba ada yang bereteriak.
"Teman-teman itu Alea!" Teriak seorang siswi sambil menunjuk Alea. Seketika itu banyak siswi berbondong-bondong menghampiri Alea.
"Ada apa ini kenapa mereka seperti sedang menangkap tersangka saja." Batin Alea.
"Jadi ternyata kamu masuk sekolah, aku pikir sedang berpesta." Kata salah satu siswi.
"Hah, pesta, pesta apa?" Tanya Alea semakin heran.
"Tidak usah pura-pura bodoh, ini apa?" Tanya siswi lainnya sambil menunjukkan foto-foto yang beredar tentang dirinya bersama Ardi di layar ponselnya. Alea pun mengambil ponsel tersebut dan melihatnya.
"Hah, inikan. Kenapa aku tidak menyadari jika ada yang mengikutiku kemarin." Batin Alea sambil memandangi foto tersebut.
"Jadi kamu ini bukan keponakannya pak Ardi, melainkan calon tunangannya. Oh atau mungkin kalian sudah bertunangan kemarin." Kata siswi tadi sambil merebut ponselnya kembali.
__ADS_1
"Kenapa kalian percaya dengan berita itu? Itu pasti cuma editan." Kata Fani.
"Terus saja bela temanmu itu, lagi pula kamu tahu dari mana jika ini editan."
"Iya foto ini sangat jelas dan nyata bukan editan."
"Lagi pula selama ini pak Ardi sangat perhatian padanya, tidak menutup kemungkinan jika berita ini benar."
"Iya itu benar, bagaimana mungkin pak Ardi memperlakukan keponakannya seperi itu, terlalu berlebihan."
"Memang apa salahnya, pak Ardi memang menyayangiku seperti adiknya sendiri?" Tanya Alea.
"Tentu saja salah, sayangnya kelewatan."
"Iya benar memakaikan sepatu, memkaiakan bando, merapikan rambutmu bahkan kalian bergandengan tangan sambil tersenyum bahagia. Apa itu yang di sebut om dan keponakannya?"
"Dan yang terakhir kalian pergi ke toko perhiasan untuk membeli cincin tunangankan, foto ini sangat jelas kalian sedang memegang cincin, masih mau mengelak."
"Jadi katakan saja, kamu ini sebenarnya siapa? Apa alasanmu pindah kesini?"
"Kenapa hanya diam saja? Ayo jawab!"
"Bagaimana ini, aku harus jawab apa?" Batin Alea mulai panik.
"Hei kalian diamlah! Kalian tahu darimana jika foto-foto ini benar?" Tanya Mico.
"Karena aku melihatnya sendiri." Jawab Natasya tiba-tiba muncul.
"Jadi memang benar semua ini ulahmu." Kata Mico.
"Sebenarnya kamu ini punya masalah apa dengan Alea, kenapa terus mengganggunya?" Tanya Fani kesal.
"Heh, aku hanya memberikan fakta. Aku dan Cantika kemarin tidak sengaja melihat mereka, karena terlihat mencurigakan jadi kami membuntutinya." Jelas Natasya.
"Itu benar, kita berdua melihatnya sendiri, Alea dan pak Ardi beli cincin tunangan." Kata Cantika.
"Kalau kalian tidak percaya, lihat tanggal dan waktu foto-foto itu sama dengan foto selfiku bersama Cantika di mall kemarin." Kata Natasya sambil menyodorkan ponselnya kepada Mico.
Mico pun mengambil ponsel Natasya dan memeriksanya, dan benar saja apa yang di katakan Natasya itu benar, semua tanggal dan waktunya sama. Setelah selesai memeriksanya ia mengembalikan ponsel Natasya.
"Bagaimana, aku tidak berbohongkan." Kata Natasya.
"Kamu bisa sajakan mengeditnya di saat yang sama agar foto itu terlihat asli." Kata Mico.
"Kenapa kamu ini begitu percaya padanya dan kenapa kamu selalu membelanya? Padahal dia tidak peduli padamu dan dia sudah menolakmu." Kata Natasya.
"Apa? Alea menolak Mico, kapan?" Tanya para siswi berbisik-bisik.
"Aku dan Cantika mendengarnya sendiri dari mulutnya saat berbicara dengan Fani dan Rita saat camping." Kata Natasya lagi.
"Itu benar, dan kenapa Alea menolak Mico. Sudah jelas karena mencintai pak Ardi." Kata Cantika.
Mico hanya diam tidak mampu mengatakan apa-apa lagi untuk membela Alea, karena apa yang di katakan Natasya begitu menusuk hatinya seperti yang ia fikirkan selama ini. Sedangkan Alea meremas roknya gemetar dengan kedua tangannya, karena terus di tekan oleh para siswi, Natasya dan Cantika. Teman-teman yang lainnya pun tidak bisa berbuat apa-apa untuk membelanya.
Bersambung.....
__ADS_1