Pernikahan Rahasia Murid Dan Guru

Pernikahan Rahasia Murid Dan Guru
Alea hilang


__ADS_3

"Hah, buaya." Kata orang-orang yang mendengar teriakan Fani dan Rita.


"Alea!!" Teriak Fani dan Rita lagi.


"Ini hanya kayu. Tidak ada buaya di sini." Kata Alea menunjukkan batang kayu yang mengapung di dekatnya.


"Cepatlah kemari! Nanti kalau ada buaya beneran gimana." Kata Rita.


"Iya iya." Kata Alea.


"Kalian ini bikin panik aja." Kata Cantika kesal.


Setelah selesai membersihkan diri, mereka semua kembali ke camp untuk beristirahat.


"Petualangan hari ini sangat menyenangkan." Kata Fani.


"Menyenangkan apanya, aku selalu saja di kerjai Toni. Menyebalkan." Kata Rita.


"Mungkin saja sebenarnya Toni itu diam-diam menyukaimu." Kata Fani.


"Hih amit-amit ya, lagi pula mana ada orang menyukai dengan menjahili." Kata Rita.


"Tentu saja ada." Kata Fani.


"Siapa?" Tanya Rita.


"Toni dan kamu." Jawab Fani.


"Hahaha." Tawa Fani melihat ekspresi kesal Rita.


"Alea!" Kata Fani memanggil Alea yang sedang subuk melamun.


"Woi, mikirin apa? Senyum-senyum sendiri lagi." Tanya Fani sambil menyenggol Alea.


"Bukan apa-apa." Jawab Alea.


"Tadi pagi kusut kaya baju yang belum di setrika aja, sekarang malah cengar-cengir sendiri gak jelas kaya orang gila. Aneh." Kata Fani.


"Hehe." Ucap Alea sambil tersenyum nyengir.


.....


Semua peserta camp sedang berkumpul untuk melakukan permainan yang di berikan dari guru, mereka di perintahkan untuk mengumpulkan bendera berwarna merah yang di letakkan di sepanjang rute yang telah di siapkan.


"Baiklah anak-anak, malam ini kita akan melakukan kegiatan jelajah malam. Kelompok di bagi sesuai kelas masing-masing, kalian akan berjelajah sambil mencari bendera berwarna merah yang di letakkan di sepanjang rute jalan yang akan kalian lewati. Jadi kalian harus bekerja sama untuk menemukan benderanya, kelompok siapa yang akan mengumpulkan bendera paling banyak dialah pemenangnya." Jelas salah satu guru.


"Peraturannya adalah, tidak boleh merebut bendera yang di dapatkan kelompok lain. Jadi semunya sudah paham ya, langsung kita mulai saja." Lanjut guru tersebut.


"Satu dua tiga mulai!" Kata guru itu memberi aba-aba.


Para murid segera pergi melaksanakan kegiatan tersebut dengan penuh semangat.


"Ini adalah saat yang tepat untuk membalasmu." Kata seseorang siswi yang menggunakan hoodie berwarna hitam sambil tersenyum sinis kemudian ikut bergabung dengan teman-temannya.


Para murid sangat bersemangat mencari bendera, bahkan Alea pun tidak kalah semangatnya, hingga dia lupa kalau takut akan gelap.


"Aku cari di sini, kamu cari di sana." Kata Fani.


"Oke." Kata Rita.


"Aku menemukannya." Kata Alea setelah menemukan benderanya.


"Bagus, Al. Ayo cari lagi!" Kata Fani.

__ADS_1


.....


"Pak Ardi, kenapa?" Tanya Indah melihat Ardi gelisah.


"Aku sangat gelisah, apa Alea akan baik-baik saja." Jawab Ardi.


"Memangnya ada apa? Alea tidak sendiri, dia bersama teman-temannya." Kata Indah.


"Entahlah, tapi aku sangat mencemaskan Alea." Kata Ardi.


"Kita berdoa saja, semoga tidak terjadi sesuatu kepada Alea." Kata Indah berusaha menenangkan Ardi.


"Iya." Kata Ardi.


.....


Alea bersama Fani dan Rita masih sibuk mencari bendera, sedangkan teman-temannya yang lain sudah berjalan lebih dulu.


"Coba cari sebelah sana." Kata Fani kepada Rita.


"Tidak ada, sudahlah kita pergi saja. Lihat kita sudah tertinggal." Kata Rita.


"Bilang saja kalau takut." Kata Fani.


"Ini dia aku menemukannya." Kata Alea antusias menemukan benderanya.


"Ayo kita pergi sekarang!" Kata Alea langsung berlari mengejar teman-temannya yang lain, karena saking semangatnya.


"Alea tunggu!" Teriak Rita karena di tinggal oleh Alea.


"Ayo Rit, kita kejar Alea!" Kata Fani.


Saat Alea sedang berlari kakinya tersandung dan jatuh, lalu tiba-tiba saja ada seseorang yang berdiri di depannya.


"Kamu siapa? Itu jepit rambutku." Kata Alea melihat ada seseorang memakai hoodie dan masker berwarna hitam, jadi wajahnya tidak terlihat. Ia sedang berdiri di hadapan Alea sambil memegang jepit rambut pemberian Ardi. Dan orang tersebut kemudian pergi begitu saja sambil membawa jepit rambut milik Alea.


"Huft, Alea sudah tidak terlihat. Cepat sekali dia berlari." Kata Fani.


"Ayo, kita harus menyusul teman-teman kita! Kita sudah tertinggal jauh." Kata Rita.


Mereka kembali berlari menyusul teman-temannya, tanpa tahu Alea pergi keluar dari rute.


.....


"Hei, Berhenti!" Teiak Alea masih mengejar orang tersebut.


"Siapa kamu?" Tanya Alea setelah orang itu berhenti.


"Bukan siapa-siapa." Jawab orang tersebut.


"Apa maumu?" Tanya Alea lagi.


"Bukankah kamu menginginkan ini. Ayo ambil!" Kata orang tersebut sambil memperlihatkan jepit rambut milik Alea.


Alea pun segera menghampiri orang tersebut ingin mengambil jepit rambutnya namun ,tanpa ia sadari orang tersebut berdiri di tepi jurang. Jadi saat Alea ingin mengambil jepit rambutnya, orang tersebut mendorongnya ke jurang.


"Aaaa!" Teriak Alea.


"Daaa, selamat tinggal pecundang." Kata orang tersebut sambil tersenyum penuh kemenangan, kemudian membuang jepit rambut Alea sembarangan dan segera pergi menyusul teman-temannya.


.....


Semua murid sudah kembali ke camp, masing-masing kelompok mengumpulkan bendera yang mereka temukan. Kelompok Alea mendapatkan bendera sama banyak dengan salah satu kelompok lain.

__ADS_1


"Kelompok a dan kelompok c mengumpulkan bendera dalam jumlah yang sama." Kata guru yang menghitung jumlah bendera.


"Tunggu, Pak. Beberapa teman kami masih belum kembali!" Teriak Toni.


"Ya baiklah, kita tunggu." Kata guru tersebut.


"Alea kenapa belum kembali." Batin Ardi cemas.


"Nah itu mereka." Kata Toni sambil menunjuk Fani dan Rita sedang berlari menuju kesana.


"Kenapa kalian hanya berdua saja, Alea mana?" Tanya Ardi menghampiri Fani dan Rita.


"Alea sudah jalan lebih dulu, Pak." Jawab Rita.


"Tapi Alea belum sampai disini." Kata Ardi.


"Pergi kemana dia, jangan-jangan nyasar." Kata Fani.


Mendengar jawaban dari Rita dan Fani, Ardi pun segera berlari mencari Alea.


"Kemana Alea." Batin Mico kemudian ikut menyusul Ardi.


"Bagaimana ini." Kata Rita panik.


"Kita ikut mencari Alea juga." Kata Fani sambil menarik tangan Rita.


"Alea hilang." Kata Cantika.


"Itu bagus." Kata Natasya pelan.


.....


Ardi, Fani dan Rita pergi bersama mencari Alea.


"Alea!" Teriak Ardi.


"Alea! Kamu ada di mana!" Teriak Rita.


"Alea!" Teriak Fani.


"Alea!" Teriak Ardi.


"Sama sekali tidak ada jawaban." Kata Rita cemas.


"Aku sudah mengelilingi rute, tapi tidak ada." Kata Mico baru datang.


"Alea kamu kemana." Kata Ardi semakin cemas setelah mendengar perkataan Mico.


"Itu bendera yang ditemukan Alea." Kata Fani melihat bendera tergeletak diluar rute.


"Mana?" Tanya Ardi.


"Itu, Pak." Jawab Fani sambil menunjuk ke arah bendera itu berada.


"Berarti dia kearah sana." Kata Ardi kemudian pergi menuju kearah jalan setapak yang ada kemungkinan telah di lewati oleh Alea.


"Alea!" Teriak Ardi.


"Alea!" Teriak Mico.


"Alea!" Teriak Fani.


"Alea!" Teriak Rita.

__ADS_1


"Kamu ada dimana, Al." Kata Ardi lirih, sangat cemas karena sudah lama mencari namun tidak ada tanda-tanda dari Alea.


Bersambung.....


__ADS_2