
Hari-hari pun berlalu. Rimba kini sudah menjadi seorang istri dari Steven seutuhnya.
"Kak Priyanka?" Rimba kaget dan langsung menyapa perempuan yang tengah sibuk mencoba sepatu high heels di sebuah toko di mall yang disambangi Rimba dan Ellena.
"Rimba?" Perempuan itu tak kalah kaget melihat Rimba dan Ellena.
"Lama kak Priya nggak lagi main ke rumah, kemana aja?" tanya Rimba langsung mendekat. Membuat perempuan bernama lengkap Priyanka Agatha itu jadi gugup.
"Hmm, iya Rim. Aku sibuk akhir-akhir ini. Gimana kabarnya bunda?"
"Terakhir ketemu bunda baik," sahut Rimba.
"Ah iya, kamu kan udah nikah ya. Sekarang tinggal sama suami?"
"Iya kak. Aku tinggal sama suami, tapi sering juga ke rumah bunda, sering kangen soalnya," sahut Rimba tertawa. "Kak Priya abis belanja banyak nih keliatannya," ucapnya lalu melirik beberapa kantong belanjaan yang ditenteng pacar Galang ini.
"Ah enggak juga, cuma beli sesuai kebutuhan aja," sahut Priyanka senyum-senyum.
"Sayang, udah pilih sepatunya?" Seorang laki-laki berkulit putih bersih seperti artis Korea tiba-tiba saja datang dan langsung merangkul Priyanka tanpa canggung.
Sontak Rimba juga Ellena membulatkan matanya lebar-lebar. Mereka tak mampu berkata hanya bisa saling pandang.
Sementara Priyanka nampak sangat gugup, wajahnya terlihat merah yang langsung ia tutupi oleh rambutnya yang tergerai.
"Kalau udah ada yang cocok beli aja, aku harus buru-buru ke kantor lagi soalnya," ucap lelaki tampan itu.
"Ehm, ya sudah kita pergi sekarang," ajak Priya lalu menarik tangan lelakinya.
"lho, katanya mau beli sepatu," kata lelaki itu kembali menahannya.
"Nggak ada yang cocok," jawab Priyanka tersendat. Tak berani melirik Rimba yang sudah menatapnya garang.
"Oke, kapan-kapan kita jalan lagi. Sekarang aku harus buru-buru ke kantor. Kamu nggak apa-apa kan Yang?"
"Nggak apa-apa, ayo!" Ajak Priyanka buru-buru.
"Tunggu!" Cegah Rimba tiba-tiba. "Ini siapa Kak?" tunjuknya kepada laki-laki tampan yang kini menggandeng pinggan Priyanka mesra didepan mata Rimba.
"Ehm, nanti aku jelasin ya Rim. Aku buru-buru soalnya," ucap Priyanka.
"Jelasin apa ya Kak?" tantang Rimba menatap serius Priyanka. "Jadi gini kelakuan kakak dibelakang kak Galang? Hebat banget," ucapnya.
__ADS_1
"Rim, tolong ya kamu salah paham," kata Priyanka berusaha meluruskan.
"Sayang, siapa sih mereka?" Bisik lelaki itu ke telinga Priyanka, tapi masih terdengar jelas oleh Rimba.
"Gue rasa nggak ada yang salah paham disini. Sekarang udah jelas, kalo Lo udah selingkuh dari kakak gue!" Ujar Rimba kali ini bicara informal.
"Hey, anda tidak sopan sekali berbicara dengan pacar saya!" bentak lelaki itu langsung pasang badan membela Priyanka.
"See? Pacar? Masih berani bilang kalo ini salah paham? Aku nggak nyangka seorang Priyanka Agatha bisa berselingkuh begini. Hebat!" Ujar Rimba seraya mengacungkan jempolnya ke udara.
Ellena yang sedari tadi hanya melihat dan mendengar saja kali ini ikut berkomentar. "Selingkuh itu cuma masalah waktu. Karena ****** itu biar disimpen kaya apaan juga bakalan kecium baunya," ucapnya begitu sinis. Geram karena laki-laki yang selama ini disukainya ternyata malah diselingkuhi oleh pacarnya.
"Ayo Mas, kita buruan pergi dari sini," gumam Priyanka buru-buru menarik lelakinya pergi.
"Wait!!" Tahan lelaki berparas bintang Korea itu menatap Rimba beberapa saat. "Kau yang pernah trending di mixi beberapa bulan lalu itu kan? Ku pikir kau orang yang elegan dan berpendidikan, ternyata aslinya seperti ini," ucapnya terdengar meremehkan.
"Ya?" Rimba mengernyit bingung.
"Ayo Lee!" Priyanka kembali menarik tangan laki-laki itu. "Sorry Rim, nanti kita bicara lagi," ucapnya kini kepada Rimba.
"Nggak ada yang perlu kita bicarain lagi!" gumam Rimba sinis.
"Kak Galang belum putus kan sama perempuan itu?" tanya Ellena selepas kepergian Priyanka dan pacar barunya.
"Belum lah, baru kemarin kak Galang ngomong ke gue kalo ceweknya naik jabatan jadi Compliance Senior Manager."
"Apaan tuh?"
"Mana gue tau, Lo tanya aja ke bank-bank sono! Nggak ngerti gue tugasnya ngapain, nampung komplenan dari para nasabah kali," jawab Rimba sekenanya, kurang paham.
"Tadi cowok itu bilang Lo pernah trending di Mixi, maksudnya apa ya? Mixi jejaring media sosial yang terkenal di Jepang itu?" ujar Ellena seraya berpikir.
"Gue nggak tau. Salah orang kali dia," sahut Rimba memang tak mau tahu.
"Kasian kakak Lo, dia pasti kecewa berat kalo tau ini semua," gumam Ellena lirih.
"Pantas saja dia nggak pernah mau diajak berkomitmen sama kak Galang. Rupanya ada yang kedua," kali ini giliran Rimba yang bergumam. Hatinya sungguh panas melihat kelakuan Priyanka tadi, tapi dirinya bisa apa? Dalam setiap hubungan pasti ada saja masalah, dan yang lebih sering masalah itu timbul karena adanya orang ketiga. Menyebalkan! "Kita balik aja Elle!" ucapnya kemudian.
"Lho, katanya cari makan dulu," kata Ellena.
"Laper gue udah ilang," sahut Rimba beranjak menuju eskalator, "Ayo turun!" pinta Rimba. Ellena hanya bisa menghembuskan napasnya sambil menuruti perintah sahabatnya itu.
__ADS_1
Mereka akhirnya memutuskan untuk meninggalkan mall itu. Rimba dan Ellena terpaksa naik taksi karena hujan mulai turun. Tadinya kalau tidak hujan dan suasana hatinya masih baik, mereka akan mampir ke toko buku yang tak jauh dari mall itu dan bisa mereka jangkau dengan berjalan kaki beberapa ratus meter saja.
"Lo yang bayarin, apa patungan?" bisik Ellena sudah didalam taksi, dikursi penumpang belakang.
"Patungan," balas Rimba.
"Emang Lo nggak dikasih duit ya sama Pak Steve?"
"Dikasih," sahut Rimba mendelik. "Kenapa? Lo minta dibayarin gue?" tebaknya tersenyum miring.
"Iya lah, secara Lo sekarang udah mapan. Nah gue masih minta jatah bulanan dari ortu yang kadang telat ngirimnya," aku Ellena jujur. Dari jaman author kuliah dulu, derita anak kost selalu aja begitu 😂
"Makanya punya tampang manis itu dipake. Cari pacar yang udah kerja dan mapan, jangan mahasiswa lagi. Lumayan kan buat ceperan pas kiriman dari ortu telat," ujar Rimba terkekeh.
"Bisa ya sekarang Lo ngomong kaya gitu, trus kemarin Lo jalan sama si Marvin apa tuh namanya?" Sahut Ellena tak terima.
"Beda lah, gue kan bukan anak kostan. So bebas aja mau cari pacar model gimana juga," ujar Rimba masih bisa ngeles.
"Ya gimana lagi, gebetan gue udah diembat orang kok. Ngakunya nggak suka nyatanya udah dikawini," sindir Ellena mendelik seraya menyunggingkan senyuman miringnya ke arah Rimba.
Rimba tertawa, ia paham siapa yang tengah dibicarakan Ellena. "Jodoh itu nggak ada yang tau Elle, gue juga nggak nyangka bisa jadi istri dia secepat ini. Mimpi aja nggak pernah," ujarnya.
Tak terasa taksi yang ditumpangi mereka sudah sampai ditempat kost-kostan mewah Ellena.
"Gue langsung aja ya Elle," kata Rimba.
"Lo langsung balik, apa ke rumah bunda?" Tanya Ellena yang bersiap membuka pintu mobil.
"Ke rumah bunda, gue harus bicara dengan kak Galang."
"Bagus! Lo ceritain aja semua kebusukan si Priya itu. Gue juga nggak terima kak Galang dikhianati kaya gitu," ujar Ellena sambil berpamit keluar dari taksi tersebut. "Pak, bayarnya sekalian sama istri dokter ini ya!" teriaknya kepada pak sopir yang ada dibalik kemudi. Sementara Rimba hanya bisa mendelik menerima kenyataan.
"Oh, iya Non, siap" balas pak sopir itu meliriknya dan tersenyum mengangguk.
.
.
.
Orang hebat bukan dia yang memiliki banyak cinta, tapi dia yang bisa menolak kehadiran cinta lain demi pertahankan 1 cinta.
__ADS_1