
Tidak terasa Sudah empat bulan Zeline tinggal bersama dengan kevin, Zeline mulai terbiasa dan faham dengan semua sifat kevin, bukan sulit bagi Zeline untuk memahami sifat dan prilaku seseorang. Mereka juga sering tidur satu kamar, Zeline mulai terbiasa akan hal itu semua, toh juga Kevin tak melakukan apa-apa, hanya berbagi kamar saja. Namun ada saatnya Kevin pulang dengan keadaan sangat marah, lalu melampiaskannya dengan memeluk dan membuat jejak ciuman pada leher Zeline, membuatkan Zeline harus mengambil cuti selama satu minggu, karna bekas kissmark yang sangat banyak pada tubuhnya, dan membutuhkan waktu untuk hilang, sangat perih! namun Zeline sudah terbiasa akan hal itu.
Pukul 7:00
Zeline bangun awal sekali, dan sudah siap menuju tempat kerja, iya memilih untuk berangkat sendiri, karena takut akan dilihat oleh pekerja lain kalau mereka pergi bersamaan. Lalu terdengar sebuah sebuah ketukan pintu “Tuan, nona sarapan sudah siap!” Ucap Abra sejurus saat Zeline membukakan pintu.
Zeline pun membangunkan Kevin yang masih terlena dalam mimpinya, biasanya setelah bersiap Zeline akan pergi lebih dulu, tapi Zeline tidak berbuat seperti itu lagi karna Kevin tidak menyukainya.
“Bangunlah sayang, sarapan sudah siap!” Ucap Zeline, sambil menggoyangkan tubuh Kevin, namun dia tak kunjung bangun. “Baiklah kalau begitu aku pergi dulu!” Lanjut Zeline, lalu keluar dari kamar.
Sebelum berangkat kerja, Zeline sarapan terlebih dahulu.
Zeline berjalan menuju bus stop, lalu melihat Antonio yang tiba-tiba berhenti.
”Zeline, ayo ikut bersamaku, jam-jam sekarang ini sangat susah mencari taksi, dan bus yang searah denganmu baru saja bertolak!” Ucap Antonio.
Antonio pun turun dari keretanya, lalu membukan pintu untuk Zeline.
Zeline sempat berfikir sebelum memasuki mobil Antonio, iya menoleh ke kiri dan kanan, kalau saja ada bus atau taksi yang lewat, namun tiada satupun, kemudian iya pun masuk ke dalam mobil antonio, dan mereka pergi ke kantor bersama-sama.
…
Sudah satu minggu Antonio dan Zeline pergi ke kantor bersama-sama tanpa di ketahui Kevin, Zeline mengganggap kevin baik-baik saja bila iya berjalan dengan antonio.
__ADS_1
Petang nanti Zeline ingin berjalan-jalan, mengelilingi kota Roma, sudah lama iya tak jalan-jalan sejak tinggal bersama kevin, dan kebetulan sekali, Antonio mengetahuinya dan ikut menemani Zeline sebagai tour guidenya.
Jam kerja kantor sudah habis, dan kevin tidak masuk kantor selama beberapa hari ini, iya memilih untuk mengerjakan berapa urusan kantor dirumah.
Zeline telah berada di cafe luar kantor, kemudian dia melihat Antonio yang sedang berdiri tepat disamping pintu sambil memerhatikan beberapa pengunjung untuk menemukan keberedaanya, lalu Zeline melambaikan tangannya agar mudah dilihat oleh Antonio.
Melihat lambaian tangan Zeline, Antonio pun segera menuju kesana.
”Maaf membuat mu lama menunggu!” Ucap Antonio sambil duduk di kursi .
“It's ok! Aku baru saja sampai!” balas Zeline sambil tersenyum.
Beberapa menit kemudian keduanya keluar dari cafe. Sore telah usai, malam pun datang
mereka berjalan di pesisiran kota roma, menikmati suasana malam dan musik jalanan khas roma.
Kemudian seorang anak kira-kira berumur 12 tahun menghampiri Antonio, iya menawarkan Antonio sebuah bunga mawar, yang terlihat masih segar dan baru saja di petik, lalu Antonio pun membeli satu jambangan mawar.
"Grazie! (terimakasih)" kata anak penjual bunga tadi kemudian beredar dengan senyum yang merekah dibibirnya,
Antonio pun membawa jambangan bunga itu ke Zeline dan memberinya.
”Aku dihampiri seorang anak penjual bunga tadi, kudengar kau suka bunga mawar, lalu aku membelikannya untuk mu!” ucap antonio
__ADS_1
Zeline hanya tersenyum lalu meraih jambangan mawar tadi, lalu mencium aromanya dengan mata tertutup
"Terimakasih! Ku anggap bunga ini sebagai hadiah pertemanan dari mu," balas Zeline tersenyum, iya sangat menyukai bunga mawar.
Sudah jam 11:25 malam
Zeline pun pulang menuju rumah dan dihantar oleh Antonio, Zeline sengaja minta turun depan gate, karna merasa khawatir nanti Antonio akan mengetahui bahwa iya tinggal satu rumah bersama dengan kevin.
Butuh waktu dua puluh menit berjalan kaki untuk sampai ke kerumah Kevin .
Sesampainya di rumah, Zeline melihat wajah Tegang para maid "Kenapa, apa yang sudah terjadi?" tanya-nya pada para maid.
"Ttuaan, dia marah-marah sejak tadi sore dan menghempaskan semua barang!" jawab salah satu maid. Sambil menundukkan wajah.
Kemudian Zeline mencheck telfon bimbitnya, dia terkejut saat melihat duapuluh missed calls dari Kevin, lalu iya setengah berlari menaiki anak tangga, kemudia membuka pintu kamar, dilihatnya kamar sudah berantakan, belahan kaca berserak disetiap sudut ruangan, serta bau alkohol yang sangat pekat. Iya melihat Kevin berdiri didepan jendela sambil memasuk-kan tangan yang penuh luka ke sakunya. Kemudian Zeline mencoba menghampirinya, lalu memeluk Kevin dari belakang.
"Kevin maafkan aku, aku lupa memberitaumu kalau aku akan pergi keluar bersama temanku!" ucap Zeline lembut
Namun reaksi Kevin amat mengejutkan, iya melepas paksa dekapan Zeline, dan mendorongnya. "kamu bilang keluar dengan teman?, Jangan bercanda Zeline davira, aku baru saja mendengar kabar, bahwa kamu keluar bersama Antonio, dan bukan hanya hari ini saja, namun seminggu belakangan ini kalian selalu berangkat bersama!" Jelas Kevin dengan nada suara tinggi, tatapannya sangat mengintimidasi, wajah putihnya memerah, menandakan kalau iya sedang marah.
Zeline hanya terdiam mendengar kevin, iya mendekatkan diri kearah Kevin, kemudian menyentuh wajahnya, “Sayang, ini semua salah faham! Kami hanya keluar dan berangkat bersama, tidak lebih dari itu!”
“Teman? bunga ini dari dia bukan? Apakah ada seorang teman memberi bunga mawar? kau tau arti bunga ini bukan?” jawab kevin sambil merebut jambangan bunga dari tangan Zeline, lalu menghempaskannya kesegela arah. “Zeline sebenarnya apa arti diriku dalam hidupmu!” lanjutnya
__ADS_1
Zeline hanya terdiam, iya tak tau harus berkata apa, selama ini Zeline menganggap Kevin sebagai kekasih, namun tanpa adanya cinta.”Hikss hikss, maaf kan aku Kevin!” Lirih Zeline, iya tak dapat menahan air matanya yang sedari tadi ingin keluar. Hanya kata maaf yang terlintas dalam fikirannya saat ini, lidahnya seakan kelu fikirannya seolah buntu untuk menjelaskan semuanya terhadap Kevin
Tak mau berlama disitu Kevin pun membanting pintu lalu keluar meninggalkan Zeline seorang diri.