Posesif love

Posesif love
kebodohan terbesar


__ADS_3

" Kevin kau gila, apa kau tau apa yang barusan kau perbuat?" ucap edward sambil memicit kepalanya, iya tak habis fikir kevin akan tiba - tiba memeluk elena.


" Gadis itu adalah zeline, aku tak mungkin salah," ucap kevin pada edward dengan tatapan kosong, iya masih ingat cara zeline berjalan, tersenyum dan memegang gelas, sangat mirip seperti elena, apalagi bibir dengan hidung nya bagai pinang di belah dua, dia tak mungkin salah.


" kevin, kau harus ingat bahwa Zeline sudah meninggal empat tahun yang lalu, gadis itu adalah elena, tunangan antonio," jelas edward, iya tak ingin atasan sekaligus sahabatnya, di perolok oleh khalayak ramai, karna belum bisa melupakan istrinya yang sudah meninggal, iya sempat mendengar ucapan seorang yang melihat kejadian tadi, mereka berkata kalau kevin adalah seorang yang gila bayang, dan masih banyak lagi ucapan negatif lainnya yang dilupakan edward.


" Sampai sekarang aku belum melihat tempat pemakaman zeline, aku yakin zeline sedang menyamar menjadi orang lain," bantah kevin, iya semakin tak menerima kenyataan kalau zeline sudah meninggal.


"ayolah kevin, kau sendiri yang tak berani mengunjungi pemakaman zeline, lagi pula aku rasa elena tak ada miripnya dengan zeline, apalagi kalau di lihat dari rambut dan cara berpakaiannya," jelas edward, iya tadi sekilas sempat memerhatikan elena, tidak mungkin, iya adalah zeline.


" kau tidak akan bisa melihatnya edward, aku adalah suaminya, aku tau pasti kalau dia adalah zeline," ucap kevin.


Edward tak habis fikir dengan kevin, iya tak pernah seperti ini, dulu saat kehilangan aurora dia memang bersedih, namun tidak separah seperti ini, dulu dia hanya butuh waktu satu tahun untuk benar - benar melupakan aurora, namun sekarang dengan zeline, waktu empat tahun belum cukup untuknya menerima kenyataan tentang kematian zeline.


" sudahlah kevin, aku malas beradu argumen dengan mu, tenangkan diri mu dulu, kalau iya pun kau menganggap elena adalah zeline, kau harus mengontrol perasaan mu ketika di depannya," ucap edward sebelum mengambil langkah, pergi meninggalkan kevin.


Melihat kevin seperti ini, iya jadi takut untuk mencintai seseorang, karna di saat hati kita mulai mencintai, kita juga harus mempersiapkan hati kita untuk terluka dan tersakiti, karna luka, dan sakit adalah pelengkap dari cinta, layaknya seperti masakan, ada garam dan micin, sebagai penyedap rasa.


" oh iya, aku sudah menelfon aurora untuk kemari untuk menemanimu" ucap edward memberhentikan langkahnya, ketika sudah sampai pintu keluar, iya baru teringat untuk memberitahukan kevin.


Kevin hanya terdiam, iya menghiraukan perkataan edward.


.......................


" Ayah , apa kau baik - baik saja?" ucap alvian, yang sudah berada di dalam restroom, iya sempat melihat kejadian tadi.


Kevin yang sedari tadi terdiam dengan tatapan kosong sambil memperhatikan inci demi inci ruangan, menyadarkan dirinya setelah melihat alvian datang.


" mm .. ayah baik - baik saja," ucap kevin dengan senyum terpaksa, iya masih membayangkan gadis yang bernama elena yang di peluknya tadi, iya sedang mencerna apa yang dilihatnya, tidak mungkin di dunia ini ada orang yang mirip seratus persen, apalagi kalau dilihat dari cara berjalan, senyum dan suara.


"Apakah itu zeline????


kalau iya, mengapa iya harus menyembunyikan diri nya selama ini?" batin kevin.


" mmm ayah, kau sangat payah dalam mendekati perempuan," ucap Alvian pada kevin, iya tau kalau ayahnya mengira elena adalah mamanya, rupa mereka memang sama, tapi tak mungkin seorang yang sudah mati hidup lagi, jika dibandingkan dengan kevin, alvian anaknya, lebih rasional dari pada dirinya.


Kemudian alvian merebahkan dirinya tepat di sofa samping ayahnya, alvian menarik nafas panjang.


" Tapi nona itu memang mirip seperti di gambar mama, aku sudah melihat wajah dibalik topengnya, ayah jika mama masih hidup apa yang akan kau lakukan?" tanya alvian yang berhasil membuat kevin terkejut.


" yang pastinya, kalau ada mama, dia akan memarahi setiap kelakuan burukmu," ucap kevin sambil tertawa, iya sama sekali tak pernah memarahi alvian, hanya sekali iya membentaknya di depan aurora, itupun karna tidak di sengaja, karena alvian adalah satu- satunya yang berharga bagi dirinya.


Tak di sangka - sangka, sosok kevin yang terkenal dengan seorang yang berdarah dingin, sangat menyayangi putranya, baginya alvian adalah satu - satu kelemahannya saat ini.


Alvian memanyunkan bibir sambil berpeluk tubuh, iya merasa kesal atas jawaban ayahnya, " Setidaknya, kalau ada mama, mungkin kau tak akan menjadi segila dan sekesepian ini," jawab alvian.


Selama ini iya tau bagaimana perasaan ayahnya, iya selalu melihat ayahnya memandang foto mamanya, bahkan selalu membaca surat yang di tinggalkan mamanya berulangkali.


...............


"Apa kamu baik - baik saja?" tanya antonio seketika melihat zeline kembali dari toilet.


Zeline tersenyum, menjawab pertanyaan antonio, menandakan bahwa iya baik - baik saja.

__ADS_1


Tak lama kemudian Lisa menghampiri zeline bersamaan dengan edward.


" Zell.... Elena apa kamu baik - baik saja?" ucap lisa, iya hampir saja memangil nama zeline, untung saja edward tidak terlalu memerhatikan kata-kata nya.


" aku baik - baik saja," ucap elena tersenyum.


" Maaf nona, sebagai permintaan maaf, maukah anda makan malam bersama kami?" ucap edward sopan.


Zeline terdiam, iya tak ingin makan malam bersama edward, karna pasti ada kevin nantinya, namun iya tak tau bagaimana harus menolak.


Antonio melihat zeline yang sedang menggenggam kuat tangannya, bahkan sempat menyenggol antonio menggunakan sikunya, kemudian antonio memerhati, mencoba mengartikan bahasa tubuh dari zeline, tak lama kemudian iya mengerti apa yang dimaksudkan zeline. dan berkata pada edward


" maaf edward, elena tak bisa menerima undangan kalian, karena habis dari pesta ini, kami sudah ada rencana lain, tenang saja, elena sudah memaafkan atasanmu, lagi pula iya bukan jenis yang pendendam, anggap saja kejadian tadi tak pernah terjadi," jelas nya sambil tersenyum.


Lisa mengerenyitkan mata mendengar perkataan antonio, setaunya, mereka tidak ada rencana lagi malam ini, tapi yasudahlah, mungkin zeline dan antonio memiliki alasan tersendiri.


" baiklah, kalau begitu terimakasih," jawab edward tersenyum, kemudian meminta diri.


" Lisa, bolehkah aku berbicara denganmu sebentar?" tanya edward, sesaat sebelum melangkah pergi.


Setelah mendengar ajakan edward, Lisa kemudian melirik kearah zeline, sebagai tanda untuk meminta persetujuan.


Kemudian zeline mengangguk tersenyum tanda mengiyakan, lalu mereka berdua pergi dari hadapan zeline dan antonio.


" hufttttt," zeline menghela nafas, iya merasa lega larna antonio mengerti maksutnya.


" Kenapa kamu membiarkan lisa pergi dengan edward? kamu taukan edward itu siapa?" tanya antonio pada zeline, semua orang di kota ini tau kalau edward merupakan tangan kanan dan orang kepercayaan kevin, bisa saja edward mendekati lisa karna ingin mencari informasi tentang zeline, karna kabar angin menyatakan, edward tidak terlalu suka dekat dengan perempuan, di umurnya yang sudah duapuluh sembilan tahun, iya tidak pernah sama sekali berkencan.


" Tenang saja, edward tidak tau siapa lisa, begitu juga sebaliknya dengan lisa." ucap zeline meyakinkan antonio, setelah kembali dari pesta ini, iya akan memberitahu lisa tentang hubungan edward dan kevin.


zeline sedang duduk memerhati sekeliling, iya melihat tamu yang datang dari berbagai penjuru, yang pasti nya, semua tamu yang datang malam ini adalah berasal dari golongan bangsawan, tidak sulit membedakan seorang bangsawan dengan orang biasa, bisa dilihat dan dibedakan dari cara berjalan, makan dan berbicara, bahkan sampai cara tertawa, terkadang zeline selalu berfikir, apa mereka tidak lelah dengan semua etika itu, sangat sulit melihat ekspresi para bangsawan, mereka hanya kebanyakan tersenyum walau apapun yang terjadi, mereka menyimpan kesedihan mereka tersendiri, berbeda dengan orang biasa, kita bisa melihat mereka tertawa saat merasa bahagia, dan melihat mereka menangis saat merasa sedih.


Diantara para tamu yang datang, pandangan zeline berhenti pada dua orang yang baru saja keluar dari restroom, yaitu Kevin dan aurora.


Aurora terlihat cantik dengan balutan dress panjang wara coklat mengkilat, bersiluet A dan lengan panjang style ruffle, rambut nya iya biarkan terurai, penampilannya sangat cantik ditambah dengan topeng yang di kenakannya.


Mereka berdua terlihat cocok berjalan bersama.


Entah kapan aurora datang, iya tak merasakan kedatangan nya dari tadi.


...............


Kemudian para tamu undangan berkumpul, setelah MC membacakan acara selanjutnya, yah apalagi kalau bukan berdansa.


Lalu zeline berjalan ke arah antonio dan menggandeng tangannya, mereka berdua berjalan menuju tempat yang sudah disiapkan, begitu juga dengan tamu lainnya.


Kemudian mereka di hadapkan satu sama lain.


dan lampu dimatikan setelah MC membacakan syratnya.


Zeline tak dapat melihat apapun, sangat gelap dan hanya terdengar suara langkah dari para tamu yang hadir malam ini, zeline merentangkan tangannya, iya mencari keberadaan antonio.


Kemudian tangan nya mencapai bahu seseorang, zeline ingin memastikan bahwa orang yang sedang di pegangnya adalah antonio, kemudian iya meraba - raba, ketika tangan zeline berada di jemari orang yang belum di ketahuinya itu, iya terkejut karna merasakan cincin di jari manis seorang tersebut, yang artinya bahwa orang itu sudah menikah, iya merasa malu, karna telah meraba - raba suami orang, kemudian iya melepaskan tangannya, namun nampaknya lelaki itu, menggenggam erat tangannya, seperti tak mau iya pergi.

__ADS_1


Tak lama kemudian, lampu menyala, zeline terkejut sambil membeliak kan mata, ternyata seorang itu adalah kevin, iya merasa gemetaran, namun iya menutupinya dengan senyuman, zeline tak ingin kevin merasa curiga kalau dia bukanlah elena.


" Kita bertemu lagi nona elena," ucap kevin tersungging, matanya terlihat sayu, sama seperti iya melihat mata kevin saat tiba - tiba memeluknya tadi.


Music dimulai, zeline terpaksa harus berdansa bersama dengan kevin, iya melihat antonio berspasangan dengan aurora, dan lisa berpasangan dengan edward.


Zeline merasa sangat sial malam ini, iya berharap lagunya cepat selesai, iya tak ingin berlama - lama berdekatan dengan kevin, iya takut tak bisa menahan diri.


..............


Dari awal kevin sudah tau kalau yang memegang bahunya sekarah adalah elena, dia membiarkan elena meraba - rabanya, dan ketika elena seperti mau melepaskan tangannya dari dirinya, iya langsung meraih tangan kecil elena.


Setelah itu sesaat kemudian lampu menyala dan lagu dimainkan.


Kevin tersenyum melihat sosok yang didepanya, iya bisa tau kalau itu adalah elena, karna mencium bau parfum yang sama seperti di kenakan zeline, iya sangat suka menggunakan parfurm dengan wangian vanila, kevin tak salah lagi, kecurigaannya terhadap elena bahwa dia adalah zeline makin kuat.


saat sedang berdansa, kevin mengucapkan sesuatu.


" Nona elena, apa anda tau dibalik cerita dari dansa ini, bahwa siapa yang mendapat pasangan di saat lampu dimatikan, akan bersama selamanya." ujarnya.


" anda bisa saja, itu hanyalah kepercayaan bagi sebagian orang, dan aku tidak mempercayainya, lagipula aku sudah memeliki orang yang kucintai," jawab elena sambil memalingkan wajah.


" Benarkan, tapi aku mempercayainya" jawab zeline.


Zeline terdiam tanpa sepatah kata, iya tidak tau bagaiamana harus menjawab, iya hanya sedang memikirkan, kenapa kevin masih menggunakan cincin pernikahan mereka, zeline ingat pasti bentuk dan design itu.


Tak habis - habisnya kevin memandangi elena, ditambah dengan irama lagu yang romantic, iya merasa kalau elena memang benar - benar zeline.


Kevin tak dapat menahan diri, ingin rasanya iya memeluk elena, namun iya harus menahan dirinya, iya tak ingin kejadian yang sama terulang lagi.


Matanya terus menerus memandangi elena hingga sampai akhir lagu, kemudian elena melepas jemarinya dari jemari kevin, iya ingin cepat - cepat pergi.


sesaat sebelum melangkah dan membalik kan badan, kevin menahan tangan elena sambil berakta.


" Sayang, tolong berhenti menghukum ku sebegininya, aku sudah sangat terluka, kembalilah kepadaku," ujarnya.


Zeline terasa ingin menitik kan airmata saat mendengar perkataan kevin.


benarkah selama ini kevin merindukannya?


Zeline menatap kevin dalam - dalam, iya menatap matanya, karna mata tak pernah berbohong, terlihat seperti kesedihan yang telah di bendung kevin selama ini, zeline tak tega melihat kevin, iya hampir terhanyut, dan ingin berterus terang saja, iya sudah tak tega melihat kevin sepert itu.


Zeline menurunkan tangan nya saat hendak memegang wajah kevin, karna tiba - tiba aurora datang dan berkata.


" Maaf nona, kekasih saya sedang mabuk, dia mengira nona adalah saya," ujarnya .


kemudian pergi dari hadapan zeline.


Kevin hanya mengikuti arahan aurora dan membawanya segara pulang, sedangkan zeline berdiri terbujur kaku di posisinya saat mendengar penjelasan aurora, benarkah kevin hanya salah faham dan sedang mabuk? dan aurora juga sempat mengatakan kalau kevin adalah kelasihnya.


Apa yang di katakan aurora semuanya benar? kalau iya berarti dari tadi zeline hanya salah faham dan bernostalgia sendiri.


Zeline merasakan sakit di dadanya, iya berjalan menuju antonio, iya ingin segera pulang, iya merasa malu pada dirinya sendiri, mengira kalau kevin belum bisa melupakannya adalah kebodohan terbesarnya.

__ADS_1


Lagipun aurora juga adalah cinta pertama kevin, mungkin saja mereka sudah kembali mencintai satu sama lain.


__ADS_2