Posesif love

Posesif love
Tamu tak diundang


__ADS_3

Acara resepsi telah pun selesai, Kevin sudah memesan satu kamar di hotel tempat resepsi tadi, mereka berdua sangat letih melayan beberapa tamu yang hadir, ditambah lagi letih sepulang dari labuan bajo yang belum terbayar.


.....


Di kamar hotel.


Sehabis mandi, Keduanya tepar di atas tempat tidur.


jam 12:00 tengah malam, Kevin terbangun karna rasa laparnya, iya kemudian membangunkan Zeline istrinya. "Sayang bangunlah, aku sangat lapar!" Ucapnya sambil menggoyangkan bahu Zeline yang masih tidur.


Zeline terbangun, lalu mengusap-usap matanya kemudian menggeliat, lalu iya menelfon ke resepsionis untuk menghantarkan makanan ke kamar mereka.


10 Menit kemudian, makanan sudah sampai. Zeline pun hendak melanjutkan tidurnya. "Sayang temani aku makan!" ucap kevin dengan muka manjanya.


"Benar apa yang Abra bilang, dibalik wajahnya yang dingin Kevin adalah seorang yang manja, makan pun ingin ditemani!" Ucap Zeline dalam hati.


memang sudah seharusnya seorang istri menemani suaminya makan, apalagi Kevin dari tadi tak sempat makan, karena melayan para tamu yang mengajaknya berbincang dan ingin berfoto dengannya. Maklumlah Kevin adalah seorang penerus dan pengusaha muda yang tersohor.


Zeline menatap Kevin yang sedang makan,


iya sangat tampan ditambah dengan mata birunya , siapa pun perempuan pasti akan tergoda dengan pesonanya.


Kevin menyadari istrinya terus memandanginya dari tadi. "kenapa tersenyum melihat ku? Apakah kau baru menyadari bahwa aku setampan ini?" Goda Kevin lalu kembali mengunyah makanannya.


"Awalnya Kau tidak seberapa tampan, tapi setelah menjadi suamiku, ketampananmu naik 20x lipat!" Jawab Zeline.


Selesai makan, Kevin ke kamar mandi untuk gosok gigi, dan kedua-duanya melanjutkan tidur mereka.


.......


1minggu kemudian.


Zeline dan Kevin sudah berada di Roma mereka sedang menuju jalan pulang ke rumah menggunakan jet pribadi milik Kevin, jika menggunakan mobil akan memakan waktu agak lama, karena aiport Lumayan jauh dari kediaman mereka.

__ADS_1


Sebelum mereka berangkat dari aiport menuju Roma, Zeline melihat Wiliam dan Rafaela, mereka datang untuk menghantarnya sekaligus memberi salam perpisahan. Selama dalam perjalanan menuju aiport, Rafaela mengungkapkan rasa terimakasihnya pada Zeline, karna kini Wiliam mulai perlahan-lahan menerimanya, iya bercerita biasanya selama mereka menikah Wiliam memilih tidur di sofa, namun sekarang iya dan Wiliam sudah berbagi tempat tidur.


Mendengar itu semua Zeline pun turut senang, iya sedikit tenang karena secara perlahan Wiliam bisa melupakannya, kini semuanya tinggal masalah waktu. "Terimakasih banyak Zeline, semoga kamu dan Kevin bahagia selamanya!" ucap Rafaela lalu memeluk Zeline.


"Hati-hati di Negeri orang, jaga kesehatanmu!" Ucap Wiliam pada Zeline dan Kevin.


.......


Setibanya mereka dirumah, Zeline dan Kevin di sambut oleh para Maid, lalu membawakan barang mereka.


Zeline melihat kelibat seorang perempuan cantik dengan fostur tubuh tinggi, Dengan dress panjang warna merah menyerlah yang sedikit longgar hingga mata kaki tanpa lengan, cara berpakaiannya agak mirip dengan Zeline, tidak ketat dan tidak terlalu longgar, namun rupa dan warna kulit serta rambutnya berbeda, yang sama hanya cara berpakaian saja.


Zeline memerhati Kevin hanya terdiam melihat sosok perempuan yang ada di ruang tamu mereka.


Perempuan yang sedang duduk tadi menyadari kedatangan mereka, kemudian berlari kecil ke arah Kevin lalu memeluknya tanpa menghiraukan Zeline.


"Mi manchi così tanto !(Aku sangat merindukan mu)" Ucap perempuan tadi.


Kevin hanya diam terpaku dengan tatapan kosong.


"Oh hai nama saya Aurora!" Ucap perempuan tadi, awalnya Zeline menyangka Aurora tidak bisa berbahasa indonesia, namun sangkaannya salah.


"Hai saya Zeline, istri Kevin!" Jawab Zeline tersenyum.


Aurora terkejut mendengar perkataan Zeline, lalu menatap Kevin yang masih diam sedari tadi.


"Benarkah?" ucap Aurora sambil memandang ke arah Kevin, sorot matanya seperti meminta penjelasan.


"Iya dia adalah istri ku!" Ucap Kevin tanpa ekspresi.


Aurora yang mendengar jawaban Kevin pun menangis, kemudian iya berlari kecil, keluar sambil membungkam mulut dengan sebelah tangan kanannya.


Kevin memandang ke arah Zeline, lalu keluar mengejar Aurora.

__ADS_1


Zeline shock Melihat tingkah Kevin, sebenarnya ada hubungan apa mereka berdua, Kevin bahkan mengejar Aurora, dan menghiraukan dirinya.


Tak ingin berfikir banyak, Zeline naik ke atas kemudian Mandi, iya akan menunggu penjelasan dari Kevin nantinya. Seusai mandi dan mengenakan piyama, Zeline yang sedang menunggu Kevin pun akhirnya tertidur, mungkin karena kelelahan di perjalanan.


Kesekokan harinya Zeline terbangun dan melihat tidak ada Kevin disampingnya, berarti dari semalam Kevin belum pulang.


Zeline sedikit khawatir lalu menelfon Kevin. iya menelfon kevin berkali-kali namun tak kunjung terjawab. "Kira-kira kemana Kevin pergi?" Gumamnya.


Zeline mengetepikan rasa khawatirnya, kemudian berjalan menuju kamar mandi, iya memilih membersihkan diri dulu.


Zeline yang sudah selesai mandi dan berpakaian pun turun kebawah.


iya mencari Abra untuk menanyakan keberadaan Kevin, namun Abra hanya terdiam, iya juga sama tak taunya dengan Zeline.


Jam 9:00 malam


Zeline yang sangat panik mencoba menelfon Kevin berkali-kali, Kevin sampai saat ini belum juga pulang.


Tak lama kemudian, Kelibat Kevin muncul.


baru saja iya ingin menanyakan kemana saja iya pergi dan mengapa mengiraukan semua panggilannya, namun terhenti karena Zeline juga melihat Aurora datang bersamaan dengan suaminya.


Zeline mulai curiga, berarti semalam hingga ke petang Kevin bersama dengan Aurora, namun apa yang mereka lakukan? Lalu Zeline memberanikan diri untuk berbicara kepada Kevin.


"Sayang kamu dari mana saja? Kenapa menghiraukan semua panggilan ku?" Tanya Zeline.


"Bukan urusan mu!" Ucap Kevin dengan wajah dingin, tanpa melihat ke arah Zeline.


Dada Zeline terasa sesak, iya amat terkejut dengan jawaban Kevin.


"Terimakasih, aku hanya menghawatirkan mu!" Ucap Zeline, lalu bergegas menuju kamarnya.


Sesampainya di kamar, Zeline mengunci pintu, lalu menyandarkan badannya, iya masih shock dengan apa yang baru saja di dengarnya.

__ADS_1


"Apakah itu Kevin?" Gumam Zeline, iya tak habis fikir mengapa Kevin bisa berucap demikian, sebelumnya Kevin tidak pernah begini terhadapnya, namun mengapa setelah bertemu aurora kevin jadi berubah 180 derajat? Tak terasa tiba-tiba air mata zeline mengalir.


"Apakah takdir sedang mempermainkan ku lagi?" Lirihnya.


__ADS_2