Posesif love

Posesif love
Mulai curiga


__ADS_3

Beberapa lama kemudian mereka sampai di kebun anggur milik keluarga Kevin. Sebelum pergi melihat-lihat, Zeline dan Kevin menyapa kakek Johny Alexander terlebibih dulu. "Hey! My broooo, kamu sangat jarang mengunjungiku sekarang!" Ucap kakek Johny dari kejauhan sambil merentangkan kedua tangannya, sifat kakek Johny memang agak frontal walaupun umurnya sudah tua, dia merasa dirinya masih anak muda yang baru berumur 20an, bahkan terkadang iya memanggil cucunya sendiri dengan sebutan bro.


Kemudian kakek Johny dan Kevin berpelukan, melepas rindu. "Istrimu makin cantik saja, apakah ada kabar baik untuk ku?" Ucap kakek Johny seraya melepas pelukannya dengan Kevin.


Zeline tersenyum lalu menyalam kakek mertuanya.


"Kakek kau membuatnya takut, kau bahkan memanggilku bro, apakah kau sudah tidak sadar akan umurmu?" Ucap Kevin tersenyum dingin.


"jangan melihat dari umuku, Aku masih kuat untuk membuat satu atau dua anak lagi!" Ucap kakek Johny tertawa. Kemudian kakek Johny mempersilahkan mereka berdua duduk pada kursi yang menghadap perkebunan.


"Wajahmu masih dingin seperti biasanya, Aku heran bagaimana kamu bisa mendapatkan istri secantik ini dengan wajah dingin mu?" Ucap kakek Johny sambil menyeruput teanya.


"Kakek berhentilah menggodaku! Jangan lupa, walapun Aku seorang yang dingin, namun Aku masih tampan!" Balas Kevin sambil mengukir senyum.


Zeline yang sedari tadi memperhatikan mereka berdua hanya tersenyum. Tak lama kemudian seorang wanita paruh baya muncul. "Johny kau tak henti-hentinya mengganggu Kevin, hingga mengabaikan cucu menantumu yang cantik ini!" Ucap nenek Rihana kemudian mencium kening Zeline. "Apa kabarmu sayang? Kau nampak pucat, apakah kau baik-baik saja?" Tanya nenek Rihana.


"Aku baik-baik saja nek! Mungkin sedikit kelelahan." Jawab Zeline seraya berdiri, kemudian menyalam dan memeluk nenek mertuanya.


"Huuuu, woow Kevin ternyata kamu kuat juga, semalam kamu melakukannya sudah berapa round?" ucap kakek Jhony lalu terbahak-bahak, iya sangat suka meledek Kevin.


Kevin terdiam mendengar gurauan kakeknya, iya merasa sangat malu. "Huh, semalam Aku tidak melakukan apa-apa pada Zeline, karna iya sedang datang bulan!" Ucap Kevin dalam hati dengan wajah kesal karna diledeki terus menerus oleh kakeknya.


"Huuuhh! Kau kakek tua kurang ajar masih berani meledeki cucu kesayanganku, mari sini ikut aku belakang!" Ucap nenek Rihana sambil menarik telinga kakek johny "Kalian berdua berjalan-jalanlah sekitar sini, ada sesuatu yang ingin kami lakukan!" Ucap nenek Rihana dan kakek johny tersenyum.


Jika dilihat, rumah mereka sangat tenang dan jauh dari kebisingan kota, Johny dan Rihana sengaja membeli rumah di perdesaan, mereka ingin menikmati masa tua mereka dengan tenang dan damai, urusan purusahaan mereka percayakan kepada anak dan cucu-cucu mereka yang sudah membesar. Masa tua yang indah bukan?


Zeline dan Kevin berjalan di sekitar kebun anggur, susana disana sangat nyaman sekali. Setelah berjam-jam mereka berjalan-jalan, Zeline merasa ingin pulang, entah kenapa Iya merasa kelelahan dan ingin sekali untuk istirahat. Kemudian mereka pun berpamitan dengan kakek dan nenek.


"Bawa ini! Maid dirumah kami baru saja memetiknya tadi pagi!" Ucap nenek Rihana memberi sebuah keranjang yang penuh dengan buah anggur.


"Terimakasih nek!" ucap Zeline seraya menggambil keranjang anggur tersebut.


kemudian mereka pun masuk ke dalam kereta.


.......


Sesampainya dirumah, Zeline merebahkan tubuhnya di kasur iya memilih tidur.


"Sayang bangunlah, kamu belum makan malam!" Ucap Kevin mencium kening Zeline.

__ADS_1


"Mmmh, Aku sudah kenyang makan anggur tadi diperjalanan, jangan menggangguku Kevin, Aku merasa lelah sekali, Aku ingin tidur!" Ucap Zeline membalikkan badannya.


Kevin terdiam, Iya merasa ada yang berbeda dari Zeline sejak tadi pagi.


"Biasanya kami sering berjalan-jalan jauh dari ini, kalau sampai rumah dia tak pernah langsung tidur, berbeda dengan sekarang, dia cepat sekali kelelahan, apakah anti bodi Zeline menurun kalau sedang period?" Ucap Kevin dalam hati.


.........


Keesokan harinya, seperti biasa mereka sarapan sama-sama, dan Kevin harus ke kantor karena ada beberapa hal yang membutuhkan kehadirannya.


Zeline menghantar Kevin sampai depan lobby rumah. "Aku berangkat kerja dulu sayang, istirahatlah! Kamu terlihat pucat hari ini!" Ucap Kevin mencium kening Zeline sebelum masuk ke mobil.


"Aku baik-baik saja sayang, mungkin Aku salah menggunakan warna foundation, makanya Aku terlihat pucat!" Jelas Zeline.


"Oh iya nanti Aku akan pergi ke Piazza navona bertemu seorang teman, bolehkah?" lanjut Zeline.


"Bertemu dengan teman yang mana?" Tanya Kevin mengerenyitkan dahi.


"Seorang teman lama!" Jawab Zeline, Iya tak menyebut nama Antonio, karna takut nanti Kevin tak memberinya izin.


"Mm baiklah, nanti Aku akan menyuruh abra yang mengantar mu!" Jawab Kevin, kemudian masuk ke mobil.


.......


Beberapa lama kemudian Abra datang untuk menghantar Zeline.


selang beberapa waktu Zeline pun sampai di Piazza navona.


"Halo Antonio, Aku sudah sampai sekarang Aku di kafe tempat kita bertemu waktu itu!" Ucap Zeline di dalam telfon sambil berjalan menuju kafe, kemudian Zeline berhenti dia lupa kalau masih ada Abra.


"Terimakasih pak abra, nanti anda boleh mengambilku di sini jam 4 sore!" Ucap Zeline.


Zeline duduk di kursi pojok cafe. Beberapa menit kemudian Antonio datang.


"Hai Zeline, maaf sudah membuatmu menunggu!" Ucap Antonio yang sudah duduk di sampingnya.


"Tidak apa-apa, Aku baru saja sampai!" Ucap Zeline tersenyum.


"Oh iya kau bilang ingin bercerita sesuatu, apa itu?" Tanya Zeline.

__ADS_1


"Hufftt, tadinya Aku ingin memberitaumu kabar gembira namun tak jadi!" Ucap Antonio dengan wajah sayu.


"Menangpa?" Tanya Zeline penasaran.


"Minggu lalu, Aku baru saja mendapat seorang kekasih, Aku berencana ingin menikah denganNya lalu Aku sengaja memberitahunya, bahwa Aku adalah seorang pria miskin yang bekerja di rumah keluarga Jacob, Iya langsung menampar dan memutuskanku!" Jelas Antonio


Zeline tertawa terbahak-bahak mendengar penjelasan Antonio. "Eh jangan menertawaiku, Aku sedang kesal!" Ucap Antonio. "Ternyata mencari seorang perempuan yang tulus sangat susah, mereka hanya tergila-gila dengan kekayaanku, bukan dengan diriku!" Lanjut Antonio.


"Bersabarlah, cepat atau lambat kau akan menemukannya, ini hanya masalah waktu," Terang Zeline, mencoba menghibur Antonio.


cekrek ... cekrekk .... (Suara kamera)


"Eh Antonio, apa kau tidak merasa dari tadi ada seseorang yang sedang memerhatikan pembicaraan kita? Aku rasa ada yang menggambar kita secara diam-diam!" Tanya Zeline, Iya sadar kalau sedari tadi ada yang mengambil gambarnya dengan Antonio.


"Kau tidak usah khawatir, kalau ada yang menggambar kita pun, mungkin mereka adalah turis yang sedang menggambar suasana di Piazza navona!" jawab Antonio santai, sambil menyeruput minumannya.


Zeline hanya terdiam dan menyeruput minumannya juga, mereka bercerita hal-hal lucu serta saling bertukar pengalaman aneh yang sudah mereka lalui, mereka terlihat mesra hanya dengan tertawa bersama, siapa pun yang melihat mereka berdua mungkin akan menyangka kalau mereka adalah sepasang kekasih.


Jam sudah Pukul 4 sore, Zeline pun memutuskan untuk pulang.


Sewaktu mereka keluar dari pintu cafe, tiba-tiba seorang anak berumur tiga tahun yang sedang dalam gendongan ibunya menarik kalung Zeline.


"Awwwww!" Pekik Zeline kesakitan saat anak itu menarik kalungnya, untung saja kalungnya tidak putus, kalau tidak Kevin akan sangat kesal, karna itu pemberian darinya saat mereka menjadi sepasang kekasih, dan juga kalung itu sangat bermakna bagi Zeline


"Scusa signorina(maaf Nona)" Ucap seorang ibu dari anak yang tadi menarik kalung Zeline, wajahnya terlihat panik iya setengah membungkuk pada Zeline, dan berulangkali meminta maaf.


"Va bene!(tidak apa-apa)" Ucap Zeline tersenyum.


"Terimakasih, anak ku sangat menyukai benda berkilau, makanya Iya tiba-tiba menarik kalung Anda, sekali lagi maafkan saya!" Jelas seorang Ibu menggunkan bahasa Itali.


Zeline tersenyum kemudian keluar dari cafe tadi, tidak ada yang perlu di permasalahkan lagipula kalungnya baik-baik saja, namun ada kesan merah akibat gesekan kalung pada lehernya.


"Anda baik sekali Nona? Kalau perempuan lain mungkin sudah marah-marah!" Goda Antonio menyenggol bahu Zeline.


"Haha kau bisa saja Antonio, baiklah Aku pulang dulu, Abra sudah menunggu ku!" Ucap Zeline kemudian Iya pergi ke tempat Abra menunggunya.


"Hati-hati!" Jawab Antonio tersenyum sambil melambai tangan pada Zeline.


Di dalam mobil Zeline merasa gatal pada lehernya lalu menggaruknya. kemudian iya mengambil cermin kecil dalam handbagnya. "Huhh, kenapa mirip sekali dengan kiss mark ya?" Tanya Zeline dalam hati sambil memerhati lehernya.

__ADS_1


Gesekan kalung tadi membuat lehernya terasa gatal hingga tak sengaja menggaruknya, alhasil lehernya menjadi merah.


__ADS_2