Posesif love

Posesif love
Jesica


__ADS_3

Ketika Kevin hendak keluar, Zeline kemudian berlari kecil lalu mendekap Kevin. "Kevin aku mohon dengar dulu, jangan menyalahkan Antonio dia tidak tau apa-apa!" Ucap Zeline terisak. Iya tidak mau Kevin menyeret dan mempersalahkan Antonio, karena Antonio sudah sangat banyak membantu dirinya.


"Kau masih membela kekasih gelapmu itu huuh??" jawab Kevin merasa geram kemudian melepas secara paksa pelukan Zeline, hingga membuat Zeline tersungkur.


"brukkkkkkk ..." Suara kepala Zeline mengenai meja riasnya dekat almari.


Kevin amat terkejut melihat Zeline tak sadarkan diri dengan keningnya yang berlumuran darah.


Kevin terkejut dan langsung menggendong Zeline, lalu menidurkan tubuh Zeline di atas tempat tidur, kemudian Kevin mengeluarkan handphone dari sakunya.


"Halo Abra, segera suruh dokter ke rumahku sekarang! Kuberi waktu 10 menit, dan juga suruh Maid ke kamarku!" Ucap Kevin lewat telfon kemudian mematikannya.


Abra terpaksa menjemput dokter menggunakan jet pribadi milik Kevin, karna sangat tak logis bila menggunakan mobil ditambah lagi laluan agak sesak.


......


 


Kevin gemetaran melihat tubuh tak berdaya Zeline, ditambah lagi dengan darah yang berlumuran di sekujur kepalanya.


"Permisi tuan!" Ucap salah seorang Maid. Wajah Maid itu terlihat sangat terkejut melihat lumuran darah pada lantai.


"Tunggu apa lagi? Segara bersihkan!" Ucap Kevin membentak Maidnya kemudian berjalan menuju balkon kamar.


"Kenapa kau menghianati ku Zeline, apa cinta dan sayangku masih kurang untuk mu?" Lirih Kevin.


Dadanya terasa sesak, khawatir, marah, kecewa bercampur menjadi satu dalam dirinya, Iya tidak menyangka Zeline akan berbuat sedemikian rupa, dan yang paling menyakitkan hatinya, Zeline terlihat sangat menghawatirkan Antonio. " Apa selama ini kau hanya mempermainkanku?" Lirih Kevin kembali sambil menghempas meja di hadapannya, jari-jari nya terluka akibat banyak kali menghempas benda keras.


Tak lama kemudian dokter sampai, Iya kemudian mengecek tekanan darah dan suhu tubuh Zeline kemudian menghentikan pendarahan di kepalanya dengan perban. " Nyonya baik-baik saja tuan, tapi Iya telah banyak kehilangan darah, dan juga dia pingsan di sebabkan shock, Nyonya sedang mengandung dia harus menjaga kesehatannya dan istirahat yang cukup!" Ucap seorang dokter lalu pergi, setelah memberi infus. Resep obat sudah iya terangkan pada Abra.


Kevin Terdiam menatap dalam Zeline yang sedang terkulai lemah tak sadarkan diri.


"Kalau itu yang kau mau, aku tidak akan menghancurkan keluarga Jacob, tapi kau harus membayar atas semua perbuatanmu Zeline, kau tak akan jauh dariku walau sejengkal pun! Kau akan merasakan sakit yang berasal dari cinta ini!" Ucap Kevin menggenggam keras tangan Zeline lalu keluar.


 


 


 

__ADS_1


 


 


..........


 


 


 


 


Sudah lima bulan semenjak sadar dari kejadian waktu itu, Kevin tidak pernah menjenguk Zeline sekalipun, bahkan Iya tak pernah pulang kerumah sejak saat itu.


Usia kandungan Zeline sudah masuk bulan ke enam Iya selalu mencari waktu untuk bertemu dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada Kevin, namun Kevin selalu menolak untuk menemuinya.


Pernah waktu itu iya menelfon Antonio dan menanyakan kabarnya, Zeline sangat bersyukur kalau Kevin tidak berbuat apa-apa pada Antonio.


Sore hari, Kevin tiba-tiba pulang.


Mendengar itu, Zeline pun dengan sigap ingin menyambut Kevin, Iya sangat rindu dengan Kevin. Namun setibanya di depan pintu, Zeline terkejut dengan apa yang di lihatnya. Dia melihat Kevin pulang dengan sosok perempuan yang dulu pernah membuatnya salah faham, kalau tidak salah perempuan itu adalah Jesica.


Jesica tersenyum memandang ke arah Zeline, jika dilihat dari atas sampai bawah cara berpakaian Jesica dan Zeline hampir sama, mungkin itu salah satu trick dari Jesica untuk mendapatkan perhatian Kevin.


Zeline berusaha tegar dan masuk kembali menuju kamarnya, sesampainya di kamar Iya menangis sekencang-kencangnya, kamar mereka kedap suara orang dari luar tak dapat mendengar apa yang terjadi di dalam.


"Kevin kenapa lagi-lagi kau berbuat begini padaku, kau bahkan tak memberiku kesempatan untuk memberitahumu!" Lirih Zeline.


Beberapa lama kemudian Kevin tiba-tiba masuk ke kamar, Zeline terkejut mengetahui kalau itu Kevin, lalu spontan iya memeluknya kemudian tersenyum, iya snagat merindui Kevin.


Namun Kevin melepaskan pelukan Zeline. dengan wajah yang seolah-olah jijik pada Zeline. "Kenapa kau terlihat begitu bahagia huh? Kau fikir aku akan melupakan semua yang kau perbuat padaku?" Ucap Kevin.


Zeline tak dapat menahan air matanya, kemudian Iya menangis. "Kenapa Kevin? Kemana saja kau akhir-akhir ini? Kau bahkan tidak pernah pulang, dan hari ini kau pulang dengan membawa Jesica, apa maksut semuanya?" Tanya Zeline terisak


.


"Kau bertanya kenapa huh? Aku lebih baik darimu, setidaknya aku tidak bersembunyi dari belakang!" Balas Kevin sambil mencengkram Wajah Zeline.

__ADS_1


"Lepaskan!" Pekik Zeline hingga Kevin melepasan cengkramannya. "Kevin tak bisakah kau mempercayaiku sedikit saja? Ini anakmu Kevin, aku tidak pernah berbuat yang bukan-bukan dengan Antonio, apalagi mencintainya, aku hanya mencintaimu seorang!" Lirih Zeline.


"Diam...!" Bentak Kevin. "Kau ingin membodohiku lagi huh? semua sudah jelas, apa kau mau aku menjelaskannya lagi?" Ucap Kevin lalu keluar


.


"Kevin tunggu dulu, kumohon dengarkan aku!" Pekik Zeline, namun Kevin tak mendengarnya, Iya malah membanting pintu saat keluar.


Zeline menarik nafas panjang. "Sabar Zeline, demi anak ini kamu harus kuat, semuanya akan terbukti setelah anak ini lahir!" Ucap Zeline menenangkan dirinya sambil mengusap perutnya.


........


Empat hari kemudian.


Sore hari Zeline duduk di taman belakang rumah, Iya ingin sekali jalan-jalan, namun Kevin sudah menyuruh semua pekerja dirumah untuk tidak membiarkannya keluar.


Zeline termenung meratapi nasibnya, di awali dari cinta pertamanya yang gagal sampai Iya bertemu Kevin, bahkan sampai sekrang, bayi yang dalam kandungannya pun tak pernah mendapat perhatian dari ayahnya, Iya hanya meminta tolong para Maid dan Abra, kalau Iya menginginkan sesuatu.


Zeline manarik nafas panjang sambil mengusap perutnya, baru enam bulan tapi Iya merasa perutnya terlihat sangat besar, bahkan sulit sekali untuk berjalan.


Tak lama kemudian, Zeline terkejut tiba-tiba Jesica datang menghampirinya.


"Bagaimana rasanya di abaikan oleh orang yang kita cintai Zeline?" Tanya Jesica dengan senyuman seolah-olah sedang merendahkan Zeline.


Namun Zeline terlihat sangat tenang mendengar pertanyyan yang berisikan ejekan dari Jesicca, "Bagaimana rasanya menjadi simpanan?" Jawabnya dengan pandangan tajamnya.


"Lancang sekali kau!" Jawab Jesica.


"Aku lancang? Jangan lupa Jesica, aku adalah Nyonya dirumah ini, sedangkan dirimu? Perempuan tak tau malu menjadi simpanan suami orang, seharusnya kau sadar diri, kamu hanya mainan untuk Kevin, dia tidak akan memberi mu status apapun! Apalagi mengharapkan cinta darinya, jangan pernah bermimpi, kamu hanya pelampiasan sesatnya!" Balas Zeline dengan wajah yang yerlihat tenang. Kemudian iya berdiri dari duduknya, iya hendak pergi meninggalkan Jesicca. Iya sedang malas beradu argumen dengan Jesica.


Namun langkah Zeline terhenti, ketika Jesica menarik lengannya.


"Lepaskan!" Ucap Zeline sambil menggoyang-goyangkan lengannya yang berada dalam genggaman Jesica.


Kemudian Jesica berdiri, dan pura-pura terjatuh di hadapan Zeline saat menyadari kedatangan Kevin.


"Hiksss .. hiks aku tau aku hanyalah seorang simpanan, tapi kau juga tak harus menyalahkanku, aku sangat mencintai Kevin!" Ucap Jesica dengan tangis yang di buat-buat.


Kemudian Kevin datang, Iya memapah Jesica untuk bangun. "Apa yang kau lakukan Zeline? Aku baru tau kalau kau sekasar ini!" Bentak Kevin pada Zeline.

__ADS_1


"Tenanglah sayang, aku juga akan menjadikan mu nyonya dirumah ini!" Ucap Kevin memeluk Jesica.


Zeline hanya diam terpaku melihat drama queen yang ada di depannya, matanya memerah lalu segera meninggalkan mereka berdua, Iya merasa percuma jika Iya menjelaskan apa yang sebenarnya telah terjadi.


__ADS_2