Posesif love

Posesif love
Kevin Melvian Alexander


__ADS_3

Hari ini Kevin terpaksa menggunakan lift pekerja, lantaran privite liftnya sedang ada masalah. Lalu tiba-tiba saja seorang pekerja wanita menabraknya saat hendak memasuki lift, awalnya Ia berfikir perempuan itu sengaja menabraknya, namun dilihat dari ekspresi ketidak tarikan wanita itu terhadap dirinya, membuatnya hanya diam melihat wanita itu sedang merapikan beberapa file yang terjatuh akibat menabraknya tadi. Wanita tadi sempat meminta maaf namun Ia hanya membalasnya dengan tatapan dingin, sedingin hujan salju di selat antartika yang menyentuh permukaan kulit.


................


"hufft Monica, chi era quello? "(Monica, tadi itu siapa?) tanya Zeline pada Monica ketika mereka telah berada di luar lift.


"Dia adalah Kelvin Melvian alexander, anak ke dua dari keluarga Alexander, pemelik perusahaan temapat kita berkerja," Jawab Monica, dia sudah sangat fasih berbahasa Indonesia, maklum dia mempunyai beberapa kerabat yang tinggal disana.


"Benarkah? Jadi aku baru saja menabrak sebuah bos besar perusahaan ini, pantas saja wajahnya terlihat sangat dingin," ucap Zeline, tak heran tadi Ia merasakan aura yang sangat berbeda dari lelaki tadi dibandingkan dengan lelaki-lelaki lain yang di temuinya.


"Kalian berdua sama saja, jika orang yang tidak mengenalmu lebih dalam, mereka pasti akan mengira kamu seorang cuek dan sombong." Jawab Monica sambil menepuk pundak Zeline


Zeline juga sebenarnya sadar akan semua itu, semenjak apa yang terjadi padanya dan Wiliam satu tahun lalu, dia berubah menjadi seorang yang cuek, dan susah menerima mana-mana lelaki, dia menjadikan dirinya sangat susah didekati.


Tak lama kemudian mereka disambut oleh seorang pekerja di sana, dan membawa mereka menuju ruang HRD. Kemudian mereka berdua berjalan mengikuti orang tadi sambil memandang sisi demi sisi ruangan, tepatnya sekarang mereka berada di lantai tingkat sebelas, di gedung yang memiliki duapuluh dua tingkat, gedung ini berdiri tinggi dengan kokoh menjulang langit, serta arsitekturenya yang memberi kesan megah nan elegant pada setiap inci ruangan, dan juga setiap tingkat mempunyai divisi-divisi khusus, dan mereka sekarang sedang berada di divisi bagian editor.


"Ciao mi chiamo Antonio (hai nama saya antonio)" ucap salah seorang dari dalam, menyambut mereka ketika mereka berdua telah memasuki ruangan. "Duduklah! tidak perlu sungkan, saya juga orang Indonesia, sama sepertimu," ucap Antonio kepada Zeline sambil menjabat tangan.


Kemudian Zeline tersenyum sambil meraih jabatan tangan dari Antonio "Hai nama saya Zeline Davira, dan ini adalah Monica, rekan kerja saya," jawab Zeline, kemudian mereka duduk pada kursi yang berhadapan dengan meja antonio.


"Aku sudah banyak mendengar tentang prestasi kalian berdua, selamat bergabung bersama kami, sebentar lagi sekertarisku akan menunjukkan jalan pada kalian" Jawab Antonio sambil mengecheck beberapa file.


Beberapa menit kemudian sekertaris Antonio datang dan menunjuk-kan ruangan yang akan mereka berdua tempati.


"Zeline, ruangan kita sangat besar dan terlihat megah, berbeda dengan kantor cabang tempat kita sebelumnya." Ucap Monica kagum dengan ruangan yang luas dan fasilitas yang lengkap ditambah dengan pemandangan suasana kota Roma dari dalam jendela.

__ADS_1


"Tentu saja, inikan kantor pusat! Pasti sangat beda jauh berbanding tempat kita sebelumnya" Jawab Zeline sambil merapikan barang-barangnya dan memasuk-kannya di rak yang telah sedia disiapkan.


....


Ke esokan paginya


"Halo Zeline, kamu sudah mempersiapkan baju untuk di pakai nanti sore?" Tanya Monica dalam telfon.


Zeline terdiam sejenak, dia baru teringat bahwa sore ini ada jamuan makan di kantor barunya itu dalam rangka penyambutan karyawan baru.


"Aku akan memikir kannya nanti," Jawab Zeline sebenarnya dia sangat malas untuk ikut, itu hanya mengingatkannya pada Wiliam sang mantan kekasih, karna dulunya Wiliam selalu membawa dirinya kalau ada acara di kantornya.


"Ayolah Zeline, kali ini saja, demi aku," Pujuk Monica dengan nada manja dalam tlfon.


..


Pukul 05:35


Zeline menggunakan Ruffle dress panjang warna baby blue sampai mata kaki tanpa lengan. Di lengkapi dengan Handbag berwarna putih serta high hels berwarna hitam. Dress itu sangat sesuai sekali dengan dirinya yang berkulit putih dan panjang sekitar 165, ditambah dengan solekan natural versi korea yang terpoles indah di wajahnya, terlihat sangat elegant dan berkelas. "Ah, sudah lama aku tidak pernah berpakaian seperti ini." Ucapnya dalam hati ketika didepan cermin.


...


Zeline sudah sampai di aula kantornya matanya sibuk mencari keberadaan Monica.


"Zeliine, sebelah sini!" Ucap Monica sambil melambai tangan agar terlihat oleh Zeline.

__ADS_1


Zeline pun segera menuju kearah sumber suara itu.


"Kamu cantik sekali, seperti seorang dewi!" Ucap Monica dengan ekspresi takjub melihat Zeline.


Tak lama kemudian, semua wanita berkumpul di samping red karpet dengan kegirangan menunggu kedatangan sosok pria tampan yang sedang turun dari mobilnya, dan akan segera masuk melewati Red karpet.


"Molto bello (Tampan sekali)." Terdengar sebuah bisikan salah seorang wanita di dekat Zeline. Lalu Zeline pergi untuk mengambil air minum di meja yang sudah di sediakan, dia menghiraukan seorang pemuda yang tengah menjadi pujaan semua permpuan di kantor barunya itu siapalagi kalau orang yang kemarin saja tak sengaja di tabraknya Kevin melvian alexander.


"Hai, maukah kau berdansa dengan ku nona manis?" Ucap salah seorang lelaki dari belakangnya, siapa lagi kalau bukan Antonio, hanya dia saja lelaki yang dia kenal dan berbahsa indonesia di kantor ini.


Kemudian Zeline membalik-kan badan ke arah Antonio, sepintas dia merasa sangat kaget, karna wajah Antonio sangat mirip dengan Wiliam, dari senyuman, gaya rambut bahkan cara berbicaranya.


Tiba-tiba saja dadanya terasa sesak, seperti sebuah duri yang sedang menancap tepat pada jantungnya, membuat dirinya kesulitan untuk bernafas, dia teringat dengan Wiliam. Entah bagaimana kabar Wiliam sekarang, dia tidak pernah berhubungan dengan Wiliam lagi setelah kepergiannya satu tahun lepas, iajuga pergi tanpa memberitahu Wiliam.


Tak mudah baginya melupakan cinta pertamanya, apalagi hubungan mereka sudah dibilang sangat lama, tapi dia bukan lah gadis bodoh, dia memilih untuk tetap pergi daripada menjadi perempuan simpanan. Tapi bukan berarti dia bisa melupakannya begitu saja, entah bagaimana keadaaan dan apa yang akan terjadi saat mereka tiba-tiba berjumpa nantinya, yang pastinya tidak akan ada hubungan spesial lagi yang akan terljalin diantara mereka berdua kecuali sebuah pertemanan.


A"Hei! Apakah aku berbuat salah? Kenapa kau seperti ingin menangis wahai nona manis?" Tanya Antonio membuyarkan lamunan Zeline


"Oh maaf, baiklah!" Jawab Zeline, kemudian mereka berdansa bersama sampai satu lagu habis yang kemudian diiringi dengan tepukan, lalu dia melepaskan dirinya dari Antonio dan berkata. "Aku permisi dulu Tuan," Ucap Zeline, hendak pergi namun tertahan karna tiba-tiba saja Antonio memegang tangannya, dan otomatis membuat langkahnya terhenti.


"Jangan panggil aku Tuan, panggil saja namaku, aku satu umur denganmu, lagi pun ini di luar jam kerja," Ucap Antonio sambil tersenyum.


"Hmm baiklah," Jawab Zeline lalu beredar.


Pandangan Antonio memerhati Zeline yang sedang berjalan keluar dari ruang pesta, dia tersenyum sambil berkata dalam hati. "Apa ini namanya cinta pada pandang pertama?" Dari awal Antonio bertemu dengan Zeline kemarin pagi, ia merasa takjub, matanya tak henti-henti ingin memandangi Zeline, namun ia sengaja menutupinya dengan seolah-olah terlihat sedang sibuk memeriksa file yang tak sepatutnya ia periksa. "Apa ini karna kamu mirip dia?" Ucap Antonio kembali.

__ADS_1


__ADS_2