
" kenapa kau terlihat pucat zeline? apa kamu baik - baik saja?" tanya antonio saat di dalam mobil, iya melihat wajah zeline agak pucat.
" Aku baik- baik saja," ucap zeline sambil senyum terpaksa ke arah antonio.
Iya merasa malu akan dirinya yang terlalu percaya diri, lagipula fikirnya, mana mungkin lelaki kaya raya, dan memiliki segalanya didunia ini masih belum bisa melupakan dirinya.
Namun perasaan takbisa dibohongi, walau bagaiamanapun cara zeline berusaha untuk melupakan kevin, tetap saja hatinya sangat sakit ketika tau kevin sudah kembali bersama aurora, tidak ada siapapun yang bisa disalahkan dalam masalah ini, salah zeline karna sudah memilih untuk meninggalkan kevin.
Zeline yang malang, siapa sangka dia belum bisa melupakan kevin hingga saat ini, kalau iya tau akan sesakit ini melihat orang yang iya cintai bersanding dengan perempuan lain, iya tak akan pernah mencoba menginjak kan kaki kembali ke roma.
Zeline menarik nafas panjang sambil memejamkan mata, iya coba menenangkan dirinya.
iya tau ini semua akan terjadi, mau tidak mau iya harus menerima, namun ada satu hal yang mengganggu fikirannya.
bagaimana iya akan mempertemukan Alvian dengan kedua adik kembarnya, yaitu natalia dan alvin? bagaimana iya akan menjelaskan semuanya dengan alvian? " huftttt" zeline menghela nafas, iya merasa sangat pusing memikirkan semuanya, iya akan mencoba meminta pendapat antonio nanti sesampai mereka dirumah.
Sesampainya mereka dirumah, zeline mengecheck kamar natalia dan alvin, mereka sudah tertidur lelap.
kemudian zeline berjalan masuk ke kamarnya dan langsung menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Seusai mandi dan bertukar pakaian, zeline mengeringkan rambut, setelah selesai zeline langsung merebahkan tubuhnya ke atas tempat tidur.
Fisik dan hatinya merasa lelah, kadang zeline merasa sangat menyesal kembali ke Roma, tapi dia terpaksa harus pergi dan tinggal disini demi Alvian, anaknya.
Zeline menarik nafas panjang sambil memejamkan mata.
ketika zeline hendak tertidur, iya sempat melihat handpone nya yang berbunyi menandakan ada massage baru.
" Hai mama, aku alvian, bisakah kita bertemu besok pada sore hari?" tulis alvian pada pesan teks .
" tentu," balas zeline dan mengirimnya pada alvian.
" baiklah, aku akan mengirimkan lokasi tempat kita bertemu padamu besok" balas alvian, dan ditambah dengan emoticon cium.
kemudian zeline meletak telfon di meja samping tempat tidur, " hufttt baiklah, mungkin aku harus melanjutkan apa yang sudah kumulai," ucap zeline pada dirinya sendiri, demi alvian iya akan menjadi elena mulai besok.
....................
Keesokan paginya, zeline bangun pagi sekali.
Iya sedang menyiapkan sarapan untuk natalia dan alvin sebelum berangkat sekolah.
sebenarnya boleh saja iya menuruh para maid untuk menyiapkan semuanya, namun zeline lebih memilih untuk melakukannya sendiri, lagipula sudah lama natalia dan alvin tak memakan masakan dari air tangan zeline.
Setelah siap membuat sarapan, natalia dan alvin pun turun ke meja makan, kemudian zeline menyuruh maid untuk membangunkan lisa dan antonio.
" Mama, masakan mama memang yang paling terbaik," ucap natalia dan alvin bersamaan
Zeline membuat spageti dan omlate, dan dua gelas susu untuk natalia dan alvin.
Sedangkan untuk antonio dan lisa, zeline menyuruh maid yang membuatkannya.
Tak lama kemudian, seusai sarapan Natalia dan alvin berangkat ke sekolah dengan dihantar oleh supir mereka yaitu Uncle wang.
" bye mama," ucap natalia dan alvin bersamaan setelah mencium pipi zeline, kemudian mereka masuk kedalam mobil di sertai dengan senyum zeline dari kejauhan.
Setelah mobil yang menghantar natalia dan alvin sudah menjauh dari rumah, zeline pun masuk untuk menghabiskan sarapannya, dan iya melihat antonio dan lisa sudah berada di meja makan, kemudian mereka sarapan bersama.
" Masakan mu sangat lezat," ucap antonio setelah makanan dipiringnya habis.
" Benarkah? terimakasih, setelah ini ada yang ingin kubicarakan denganmu, tapi sebelum itu kau harus mandi dulu," ujar zeline.
Antonio menggeleng mendengar perkataan zeline.
" baiklah mama, aku akan mandi setelah ini," sindir antonio sambil menggoyangkan bahu, perlakuannya pada antonio persis seperti seorang ibu yang sedang menyuruh anaknya.
Kemudian antonio kembali ke kamar untuk membersihkan diri.
Setelah selesai sarapan, zeline mengajak lisa berjalan di hadapan depan taman rumahnya, iya ingin menanyakan kedekatan mereka.
" Lisa menurut mu edward bagaimana?" tanya zeline, mereka berjalan - jalan di sekitar sambil melihat bunga - bunga.
" ermmm, menarik juga, dia terlihat sangat kaku saat berbicara dengan ku, sepertinya itu pertamakalinya dia berberbicara dengan perempuan," jawab lisa sambil tersenyum sambil membayangkan edward.
" Apa dia menanyakan tentangku?" tanya Zeline.
" mm sepertinya, tapi aku sudah lupa," jawab lisa.
__ADS_1
" Berhati - hatilah dengan edward, dia adalah tangan kanan kevin, aku tidak mau dia memanfaatkan mu hanya untuk mencari tau tentang diri ku," jelas Zeline, mukanya terlihat serius.
" mm baiklah, aku akan menjauhinya jika itu terjadi," jawab lisa tersenyum, zeline terlihat menakutkan saat sedang serius, tatapannya sangat mengintimidasi orang di sekitarnya.
Setelah habis bercerita dengan Lisa, zeline kemudian pergi ke balkon lantai dua rumahnya, iya sedang duduk meminum tea sambil menikmati pemandangan yang di dedapan nya.
Selang beberapa menit Antonio menghampirinya.
" whats upp honey?" ucap antonio dari belakang sambil mengambil posisi duduk di samping zeline.
" Alvian mengajak ku bertemu, aku masih bingung harus melakukan apa nantinya," ucap zeline pada antonio.
" Kalian akan bertemu dimana?" tanya antonio.
" Entah, alvian akan memberitahu lokasinya nanti," jawab zeline.
" Kalau begitu cukup lakukankan saja seperti sebelumnya, dan ingat di depan orang lain kau adalah elena, jangan terbawa perasaan saat bersama alvian," saran antonio pada zeline.
" mm akan ku usahakan," jawab zeline, sangat susah bagi seseorang untuk mengontrol perasaan rindu yang sudah terpendam selama empat tahun belakangan ini, apalagi kalau itu adalah darah daging sendiri.
" Aku melihat kau berdansa dengan aurora, kau terlihat sangat menikmatinya," ucap zeline, kemarin malam saat berdansa, iya sempat melihat ke arah antonio.
" Aku juga tidak tau, jantung ku terasa berdebar saat memegang tangannya, iya sangat cantik dan menawan, memandanginya saja membuat diriku tenang, padahal ini pertamakalinya aku bertemu dengannya."
Jelas antonio, kesan pertama saat bertemu aurora sama seperti kesan pertama iya bertemu dengan Zeline.
" Ingat kau sudah mempunyai alice," ucap zeline pada antonio.
" mmm," balas antonio pada zeline, terlihat seperti ada yang iya sembunyikan dari raut wajahnya.
" Aku akan menemanimu nanti, " ucap antonio.
Zeline mengangguk, tanda mengiyakan.
Sore hari.
Zeline sedang bersiap - siap untuk bertemu dengan alvian anaknya, dengan ditemani oleh antonio.
Dia sudah menerima pesan lokasi tempat mereka bertemu dengan alvian, yaitu di piazza navona, zeline sempat heran ketika tau kalau mereka akan bertemu disana, padahal masih lebih banyak lagi tempat menarik selain di piazza navona, tapi yasudahlah mungkin di lain waktu mereka bisa pergi ketempat lain.
Zeline menggenakan stripe dress panjang hingga lutut dengan tali dibagian pinggang,warna putih, dan sepatu booth warna hitam, penampilan itu sangat sesuai dengan dirinya yang baru, iye membiarkan rambut pendek sebahunya terurai, penampilan yang sangat casual ditambah dengan kaca mata hitam yang di kenakannya.
" Maaf, sudah membuatmu menunggu lama," ucap zeline tersenyum.
" mmm, aku sudah terbiasa, tapi alangkah baiknya jika kau sedikit gesit," ucap antonio menyindir zeline, wajahnya terlihat kesal.
" Ayolah kau sangat terlihat tampan hari ini, jangan menghilangkan kesan tampan mu dengan memperlihatkan wajah kesalmu padaku," ucap zeline tersenyum sambil menepuk bahu antonio.
Antonio terlihat tampat dari baisanya, ini pertama kalinya zeline melihat antonio menggunakan baju santai, iya sangat terlihat tampan dan casual, dengan baju tshirt merk Gucci bertulisan Unforgettble warna putih dan celana jeans warna hitam.
Mereka terlihat seperti pasangan pada umumnya.
Tak lama kemudian, mereka berjalan masuk menuju mobil dan segera beredar ke piazaa navona untuk bertemu dengan alvian.
...
Sesaampainya di piazaa navona, Zeline mendapat telfon dari alvian kalau iya akan terlambat sekitar 2 jam.
Waktu dua jam sangat lama untuk menunggu, kemudian Antonio mengajak zeline berjalan di alun - alun sekitar piazaa navona, sembari menunggu kedatangan alvian.
Kemudian antonio mengajak zeline untuk berselfie bersama, tidak biasanya antonio mengajak selfie, ini pertamakalinya.
Setelah banyak foto selfie yang mereka ambil,Antonio meminta salah seorang yang lewat untuk mengambil gambar mereka berdua.
Setelah puas berfoto bersama, mereka berdua melihat hasil dari foto mereka di ponsel.
Mereka terlihat seperti sepasang kekasih, di dalam gambar yang berbaground kan air mancur trevi fountain, Antonio sedang tersenyum sambil merangkul zeline, begitu juga zeline dengan senyuman manisnya, mereka berdua terlihat seperti perpect match.
" Aku baru sadar kalau perpaduan warna baju kita sama," ucap zeline sambil memandang ke arah foto.
" aku juga, kebetulan yang sangat spesial," jawabnya sebenarnya antonio sudah menyadarinya dari awal, dan karna itulah juga antonio mengajak zeline berfoto.
" Kau harus bangga karna diajak berfoto oleh ku," lanjut antonio dengan tampang menggodanya, antonio adalah lelaki kedua tertampan di kalangan wanita di kota ini, setelah kevin.
Perbedaan dirinya dengan kevin adalah hanya pada sifat, jika kevin dikenal dengan wajah tampan, mata biru dan cold facenya yang dapat membuat hati dan mata semua wanita seakan membeku ketika melihatnya, begitu juga dengan antonio, yang memiliki mata warna hazel dan rambut warna blonde serta senyum menawan yang dapat menghangatkan hati setiap perempuan yang melihatnya.
Persamaan kevin dengan antonio hanya satu, yaitu sama - sama belasteran Indo - italy.
__ADS_1
Tak lama kemudian Alvian sudah sampai di piazza navona, namun zeline agak kecewa karna iya fikir tadinya ingin menghabiskan sore hari bermain bersama dengan alvian, namun sepertinya tidak bisa karna hari sudah malam.
" Aku akan menunggumu di mobil," ucap Antonio ketika melihat alvian sedang berjalan menuju ke arah zeline bersamaan dengan Abra.
" Hai mama, maaf sudah membuatmu menunggu lama," ucap alvian sambil merentangkan kedua tangan, tanda ingin di gendong.
Abra yang melihat kejadian itu, hanya diam dan meminta diri untuk menunggu dimobil saja.
" Hai sayang, tidak apa - apa," ucap zeline tersenyum.
Iya keheranan melihat penampilan Alvian, iya menggunakan setelan kemeja warna merah lengan panjang di kancing sampai leher serta celana warna hitam, tak seperti penampilan anak pada umurnya, iya jadi terfikir kalau saja alvian datang lebih awal mungkin Alvian tak mau diajak pergi ke taman bermain, karna jika dilihat dari penampilannya, alvian sepertinya tidak suka hal yang kekanak - kanakan meskipun umurnya masih empat tahun.
" huftt kevin apa yang sudah kau lakukan pada anak ku, hingga sifat dan kebiasaanya sangat mirip denganmu," batin zeline.
Kemudian mereka pergi ke restorant bintang lima untuk makan malam, Alvian sangat pemilih berbeda dengan kedua adik kembarnya.
Kemudian setelah selesai menyantap makan malam, mereka sempat berjalan - jalan di sekitar alun - alun, hingga alvian meminta zeline untuk kembali keapartement, iya merasa tidak nyaman berada di dalam keramaian, mungkin karna iya sudah terbiasa dalam lingkungannya.
Zeline terkejut ketika alvian meminta dibawa kembali ke apartement miliknya dulu.
iya jadi teringat kata antonio bahwa alvian juga sering mengunjungi apartement lama miliknya, kemudian zeline menuruti alvian dan membawanya kesana.
Setelah berada di dalam apartement, zeline kemudian memandikan alvian, dan menggantikan bajunya.
" mama, kenapa kau membohongi ku dan ayah?" ucap alvian ketika zeline sedang mengeringkan rambutnya.
Zeline terbeliak, aktifitasnya terhenti, iya sangat terkejut dan tak tau harus berkata apa.
" Apa alvian sudah tau semuanya? namun dia hanyalah anak kecil, apa yang bisa iya buat?" batin zeline.
Sesaat kemudian Alvian menelfon abra dan menuyuruhnya menghantar file yang sudah disiapkannya sebelum berangkat menemui zeline.
Zeline hanya kebingungan melihat alvian, kemudian mencoba mengalihkan pembicaraan.
Selang beberapa menit, abra datang memberi sebuah file yang alvian minta dan beredar setelahnya.
" mama, aku tau kau adalah mama kandungku, kau bahkan tau kata kunci pintu apartement ini," ucap alvian sambil menyerahkan sebuah file pada zeline.
Zeline menitikkan airmata saat membaca isi file yang diberi alvian, isi file itu adalah DNA test antara dirinya dan alvian.
" Mama ingat waktu aku mememeluk mama saat di depan toilet? aku mencabut helai rambut mama untuk membuktikan nya," jelas alvian, siapa sangka anak sebesar dia dapat memikirkan hal seperti itu, dia memang sangat jenius.
" Tujuan ku bertemu mama adalah untuk memberi ini, waktu itu aku pernah melihat mama berjalan dengan membawa dua orang anak yang serupa denganku," lanjut alvian.
Zeline tambah terkejut sambil menutup mulut dengan satu tangan, iya menahan air matanya, ternyata seorang anak kecil yang memerhatikannya waktu itu adalah alvian.
" Mama, tolong jangan tinggalkan aku lagi," lirih alvian sambil menangis.
Zeline langsung memeluk erat alvian saat itu.
" Maafkan mama sayang, mama tidak akan meninggalkanmu lagi, maafkan mama," ucap zeline sambil menitikkan air mata.
" Mama, kenapa mama sangat tega kepadaku dan ayah, apakah mama tau? bagaimana menderitanya ayah sampai sekarang karna kehilanganmh? mama bahkan memisahkan ku dengan adik ku," ucap Alvian sambil menangis tersedu - sedu, anak kecil yang malang.
" Maafkan mama sayang, maafkan mama, mama janji tidak akan meninggalkanmu lagi, mama akan membawamu bertemu dengan adik kembarmu, mereka juga sangat merindukanmu, tujuan sebenarnya mama kesini adalah untuk menemuimu," jelas zeline sambil mengusap punggung alvian yang sedang menangis.
" Maafkan mama okay?" ucap zeline sambil menatap wajah alvian dan mengusap airmatanya.
" Aku akan selalu memaafkan mama, malah aku sangat senang karna tau kalau mama masih hidup, ayah juga akan sangat senang, selama ini ayah sangat merindukanmu" jelas alvian.
Zeline terdiam mendengar kata alvian, kalau benar kevin masih belum bisa melupakannya, berarti yang kemarin malam di dengar dilihatnya adalah sebuah kesalahfahaman.
" Tapi mama ingin Alvian berjanji satu hal, jangan beritahu ayahmu soal ini ya," ucap zeline lembut, iya belum siap berhadapan dengan kevin.
Alvian mengangguk, menuruti kata zeline, karna sebelumnya abra dan jannate sudah menceritakan kisah ayah dan ibunya, dia tidak ingin memaksakan kehendak, walau dalam hatinya iya sangat ingin mereka kembali.
" Baik mama, aku akan berjanji," jawabnya.
Setelah agak tenang, alvian tertidur dalam gendongan zeline, kemudian menidurkannya di atas kasur bersama dengan dirinya.
Dan juga tadinya sebelum berjalan ke apartemnt lama miliknya, iya sudah memberitahu Antonio untuk pulang lebih dulu.
Zeline mencium kening alvian sebelum mematikan lampu.
Iya akan membawanya besok bertemu dengan natalia dan alvin, iya sangat bersyukur kalau alvian bisa menerima dirinya dan tidak membencinya.
Kemudian mereka berdua terlelap di keheningan malam.
__ADS_1
Tiada hal yang lebih bahagia dan menyenangkan bagi Alvian saat mengetahui tentang kebenaran ibunya, begitu juga zeline.