Posesif love

Posesif love
Pengakuan


__ADS_3

 


 


“Maaf Kevin, kau cari orang lain saja untuk di jadikan istri!” Jawab Zeline sambil memalingkan wajah.


“Kau adalah kekasih ku, mengapa aku harus menikah dengan orang lain? atau apakah selama ini kau tidak pernah menganggap ku kekasihmu?” Tanya Kevin kembali, kemudian iya mencengkram kedua bahu Zeline, sambil menatapnya dengan pandangan yang sangat mengintimidasi.


Zeline tertunduk diam dalam cengkraman Kevin, kemudian iya menghadapkan wajahnya ke arah Kevin sambil berkata, “Ya aku memang kekasih mu, tapi bukan cintamu!" Jawab Zeline, seolah-olah menyangka kalau selama ini Kevin tidak pernah serius sama sekali dengannya.


“Cihh! Kalau kau bukan cintaku, mengapa aku harus menjadi sebodoh ini di depan mu?  jadi selama ini kau telah berfikir, bahwa kau hanya mainan bagiku?” Tukas Kevin, selama berjauhan dengan Zeline, iya telah sadar bahwa iya telah jatuh cinta pada Zeline. “Perlukah aku mengatakannya setiap hari bahwa aku jatuh cinta padamu?” Lanjutnya dengan tatapan tajam penuh amarah.


Zeline terkejut mendengar perkataan Kevin, ternyata selama ini Kevin memang mencintainya. Kemudian iya teringat dengan perkataan Abra, bahwa Kevin memang tidak pandai dalam mengespresikan perasaan, apalagi yang berhubungan dengan cinta. Kalaulah Zeline tau dari awal bahwa Kevin benar-benar mencintainya, iya mungkin tak akan mau menjadi kekasih Kevin. “Maafkan aku Kevin! Dari awal aku tidak menyimpan sebarang perasaan padamu!” Lirihnya, sambil mencoba melepaskan cengkraman tangan Kevin dari bahunya, iya merasa bersalah, tak heran Kevin merasa cemburu meliha dirinya berjalan dengan Antonio.


“Jangan membodohiku seperti kau membodohi dirimu sendiri Zeline, kalau kau tiada perasaan terhadapku, kenapa kau mau menjadi kekasihku, kenapa jantungmu berdetak kencang saat kupeluk?  Kenapa kau mau kucium dan berbagi tempat tidur dengan ku? Mengapa kau menangis saat aku tak percaya dengan penjelasan mu? Dan mengapa kau datang kesini untuk mencariku?” Tanya Kevin pada Zeline.

__ADS_1


Zeline merasakan sesak di dadanya, saat mendengar semua perkataan Kevin, tak kuasa menahan tangis, air matnya pun keluar membasahi pipi, iya tidak tau mengapa iya menangis. “Apakah dari awal aku memang sudah mencintainya?” Gumam Zeline dalam hati. Fikirannya mencoba mencerna apa yng telah terjadi dengan dirinya.


“Jawab aku Zeline, mengapa kau melakukan semua itu? apakah kau bisa melakukan semuanya tanpa cinta? kalau begitu apa bedanya kau dengan perempuan jalang di luar sana!” Lanjut Kevin.


Zeline mengigit bibirnya sendiri, perkataan Kevin seakan menyadarkannya, “Ya aku adalah jalang, aku telah membohongi perasaanku sendiri!” Jawabnya merasa sangat tertekan.


Kalau iya perasaan tak karuan ini adalah cinta, kenapa harus sekarang untuk-ku menyadarinya.


“Bukankah dari awal aku sudah bilang padamu, untuk jangan mencintaiku?” Lanjut Zeline, kalau perasaaan yang iya rasai selama ini adalah cinta, iya merasa lebih baik untuk pergi karna iya tidak ingin merasakan sakit hati untuk kali keduanya.


Kevin terdiam mendengar Zeline, kemudian mengacak-acak rambutnya, iya merasa sangat dipermainkan oleh Zeline,bisa-bisanya ada wanita berkata seperti ini dengannya.


Saat hendak melangkah pergi dari Kevin, langkahnya terhenti karena Kevin meraih tangan Zeline dan menarik tubuhnya ke pelukannya. “Jangan campak-kan aku Zeline, aku sangat mencintaimu, kalau kau tidak mau hidup bersamaku, biarkan aku mati dalam pelukanmu!” Ucap Kevin, kemudian mengeluarkan pistol dari saku belakang celananya, lalu iya menarik pelatuknya, iya mencoba untuk menakut-nakuti Zeline, iya sangat ingin melihat bagaimana reaksinya.


Zeline sangat shock ketika mendengar bunyi pelatuk dari pistol yang di pegang Kevin, tinggal sekali tekan saja, maka peluru itu akan berhasil mendarat di kepala Kevin.“Hentikan! Jangan bodoh Kevin,” Ucapnya sambil mencoba meraih pistol yang ada pada tangan Kevin. Zeline sangat khawatir pada Kevin, tangannya mulai gemetaran, iya sangat takut kalau Kevin benar-benar melakukannya. “Baiklah! Aku bersedia menikahimu, tolong buang pistol itu!” lanjutnya dengan wajah khawatir.

__ADS_1


“Untuk apa aku akan menikahi seseorang yang katanya tidak mencintaiku.” Balas Kevin, kemudian iya membetulkan acuan pistol dikepalanya, iya ingin melihat reaksi Zeline, sekaligus ingin mendengar pengakuannya,


Lalu Zeline merebut pistol yang di tangan Kevin, kemudian membuangnya ke dalam kolam ikan. “Maafkan aku, baru menyadariya sekarang, aku juga mencintaimu!” Ucapnya, sambil memalingkan muka, iya merasa malu dengan pengakuannya. Mau tidak mau iya harus mengakuinya, karna tak mungkin baginya bisa membohongi perasaannya sendiri, iya akan belajar untuk jatuh cinta lagi.


Kevin memeluk erat Zeline, iya merasa senang bahwa Zeline sudah mengakui perasaannya.


Taklama kemudian, Zeline pun pingsan, iya tak sadarkan diri karena terlalu shock atas kejadian tadi, kemudian Kevin merasa panik dan segera membawa Zeline pulang ke rumahnya.


Sesampainya dirumah, Kevin menidurkan Zeline di kamarnya, iya hendak menelfon dokter pribadinya. Namun sebelum iya menelfon, Zeline sudah sadarkan diri.


Zeline yang baru saja tersadar kemudian memeluk Kevin .


”Maafkan aku, selama ini aku sudah membohongi dirimu dan perasaanku!” Ucap Zeline


”Maafkan aku juga, karna tak bisa mengungkapkan rasa cintaku pada mu!” Jawab Kevin sambil tersenyum ke arah Zeline. Mereka berdua akhirnya mengakui perasaan masing-masing.

__ADS_1


Sepasang merpati yang hilang arah


kini sudah menemui jalannya.


__ADS_2