Posesif love

Posesif love
Zeline


__ADS_3

"Tuan, kalau nyonya tau keadaan tuan seperti ini, ia tidak akan tenang, tuan harus tau bahwa alasan nyonya memberi bayi Alvian pada tuan agar tuan bisa menjalani hidup yang lebih baik nantinya, bukan malah terlarut-larut dalam kesedihan!" Kata Abra mencoba menyemangati, dia sudah lama bekerja dirumah ini semenjak Kevin masih bayi, bahkan dia sudah menganggap tuannya itu sebagai anaknya sendiri, Kevin juga sebaliknya. Semenjak kepergian ibundanya tercinta ayahnya selalu sibuk berada diluar kota, dia pulang sekali dalam sebulan itupun hanya sebentar, tak sempat menghabiskan waktu bersama Kevin anaknya. Itu juga salah satu menjadi penyebab kenapa Kevin menjadi seseorang yang dingin dan tidak tau bagaimana cara mencintai, karena sedari kecil dia tidak pernah merasa dicintai oleh ayah kandungnya sendiri, mujurlah ada Abra yang selalu memberinya perhatian juga pengertian, dan selalu berada disampingnya saat ia membutuhkan seseorang.


“Tuan muda juga membutuhkan anda!” Lanjutnya, sudah sebulan sejak kedatangan Alvian, Kevin masih mengurung diri, meratapi kesedihan tentang sang istri tercinta yang pergi begitu saja secara tiba-tiba, my poor Kevin, setiap orang yang dianggapnya penting selalu saja pergi meninggalkan dirinya, pertama ibu yang amat dia sayangi, kemudian istri yang sangat ia cintai.


Setelah Abra keluar dari kamar miliknya, Kevin menatap kertas hasil test Dna ulang yang telah dilakukan oleh dokter pribadinya sendiri, sebenarnya hasilnya sudah keluar sehari setelah ia memintanya, tapi dia masih tidak memiliki keheberanian untuk membukanya, namun sekarang saatnya, dia harus menerima semua dengan berlapang dada, tak ada gunanya bersedih.


Dan setelah membaca keputusan Dna tadi, dia tersenyum sambil menetaskan air mata, bisa-bisanya Aku masih meragukanmu! Hasil dari Dna itu menyatakan, benar bahwa Alvian adalah anak kandung Kevin, dia tidak habis fikir dengan dirinya sendiri, disaat seperti inipun masih ragu dengan Zeline. Kemudian dia menghapus air matanya, ia berjalan melangkahkan kaki menuju kamar Alvian, benar juga kata Abra, Alvian juga membutuhkan dirinya, dia tidak ingin Alvian membesar seperti dirinya, membesar bersama ayah yang selalu sibuk, dia ingin memberi Alvian kasih sayang yang tidak didapatinya sewaktu kecil dahulu.


Sesampainya dikamar, dia melihat Alvian baru saja selesai dimandikan oleh jannate pengasuh Alvian, kemudian dia menggendong Alvian yang telah pun selesai dipakaikan baju, ia mencium kening Alvian sambil membawanya keluar ruangan.


“Aku berjanji kamu tidak akan pernah kekurangan apapun didunia ini sayang!”

__ADS_1


Aku akan menjaga anak kita dengan baik, dan aku memutuskan tidak akan ada wanita manapun yang bisa mengisi hatiku setelah ini, kubekukan hati dan hasratku untuk mencintai, kuharap kita bertemu dikehidupan selanjutnya.


Hari demi hari, dan minggu demi minggu pun berlalu Kevin sudah makin membaik, ia tak terlihat terpuruk seperti bulan-bulan sebelumnya, ia juga sudah kembali mengurus perushaannya, dan ia juga sering membawa Alvian bersamanya.


....


Sementara dinegara sebrang di Indonesia, tampaknya semuanya sedang baik-baik saja, kemudian terdengar deringan suara ponsel seseorang.


"Halo Antonio, apa kabar?' Kata Zeline usai menerima telfon


"Mereka baik-baik saja, hanya Aku yang sedang tidak baik-baik saja, Aku rindu Alvian!"

__ADS_1


"Benarkah hanya Alvian?" Jawab Antonio dengan nada gurauan


"Ah baiklah, Aku masih ada urusan!" Kata Zeline mengelak, kemudian mematikan telfon.


Zeline sekarang berada di Indonesia, dia tinggal di apartement tempat ia tinggali dulu, sesekali ia pulang ke rumah orang tuanya membawa cucu mereka. Sebelum pulang ke Indonesia Zeline sudah menceritakan semuanya pada keluarganya, kakak dan orang tua Zeline amat terkejut sebenarnya mereka tidak setuju dengan tindakan Zeline, namun mau tidak mau mereka harus menerimanya, demi kebaikan Zeline sendiri, karna itu sudah menjadi pilihannya, setelah menikah orangtua tidak memiliki hak untuk ikut campur masalah rumah tangga anak mereka, dan itulah yang kedua orang tua Zeline terapkan


Keseharian Zeline di penuhi dengan Natalia dan Alvin, dia tidak ingin mengupah seorang baby siter lagi untuk mengurus anaknya. ia ingin ikut andil dalam mengurus anaknya sendiri, dan lagipun dia tidak bekerja, karna Damian kakaknya telah bersedia untuk menanggung semua keperluan dirinya dan juga anaknya, awalnya Zeline menolak, namun Damian bersikeras, lagi pula Zeline memiliki sebagian persen saham diperusahaan mereka, kata Damian sebagai alasan.


Awalnya sangat susah mengurus dua anak sekalgus, yang paling susahnya saat keduanya sama-sama sedang rewel dan menangis, mujurlah ada Lisa yang menemaninya, dia memilih untuk ikut pulang ke Indonesia menemani dirinya! Dan seiring berjalannya waktu, Zeline sudah semakin cekatan dalam mengurus anak, terimakasih kepada keluarga dan orang disekitarnya yang telah mengajari dan membimbingnya dalam merawat bayi kembar.


 “Huftt! Melelahkan sekali,” kata Zeline pada Lisa setelah menidurkan kedua anaknya, mereka berdua sedang duduk di sofa menghadap tv, “Terimakasih Lisa, selalu setia menemaniku!” Kata Zeline kembali pada Lisa sambil tersenyum padanya, awalnya dia terkejut dengan keputusan Lisa untuk ikut dengan dirinya, namun setelah mendengar penjelasan Lisa dia jadi mengizinkannya untuk ikut pulang bersama dengan dirinya.

__ADS_1


Kedua orangtua Lisa adalah orang indonesia, mereka tinggal diroma karna ayahnya bekerja disana, namun pada umur 17 tahun, ayahya meninggal dunia, dan Lisa terpaksa harus menggantikan ayahnya untuk bekerja, enam tahun telah berlalu, kemudian ibunya meninggal dunia, dia sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi, dia tidak mempunyai saudara karna dirinya adalah seorang anak tunggal, jadi saat bekerja dengan Antonio, kebetulan sekali Zeline menjadi majikannya, majikan yang sangat baik, hanya satu dalam seribu, Zeline menganggap dirinya seperti adik sendiri, dan karna itulah Lisa berjanji pada dirinya sendiri, bahwa dia akan selalu menamani dan bekerja dengan Zeline, sampai ia menemukan pria yang ia cintai.


“Seharusnya Aku yang berterimakasih padamu, terimakasih karna sudah menjadi majikan yang baik, kamu sudah seperti kakak bagiku,” Balas Lisa


__ADS_2