Posesif love

Posesif love
Piazza Navona


__ADS_3

Sudah satu bulan Kevin tak tidur di kamarnya, bahkan Zeline kerap kali mendengar tawa Aurora, karena kamarnya tak jauh dari kamar Zeline. "Apa yang mereka lakukan selama sebulan ini? Ohh tuhan, baru saja aku ingin memulai cinta yang baru, namun takdir sepertinya tak berpihak padaku lagi!" Lirih Zeline, iya sudah malas memikirkan Kevin, seorang Kevin yang sudah membuatnya mulai jatuh cinta dan memperlakukannya bak Putri, namun kini berubah 180 derajat.


.....


Kevin dan Aurora sudah turun sarapan. Lalu kevin melihat kursi kosong tempat Zeline kemudian meyuruh maid memanggilnya. Kevin sangat bingung iya tak tau harus berbuat apa, di satu sisi iya merindukan Aurora kekasihnya, iya fikir Aurora sudah meninggal dalam kecelakaan pada empat tahun lalu, dan di sisi lain iya mencintai Zeline istrinya. Namun sikapnya belakangan ini seperti memihak pada Aurora, bahkan dia tak pernah berbicara atau mencoba menjelaskan apa yang terjadi antara dia dan Aurora pada Zeline.


...........


"Tok ... tok .. tok!" Maid mengetuk pintu. "Nyonya, Tuan memanggil anda untuk sarapan!" Ucap Maid usai mengetuk pintu.


"Baiklah aku akan segera turun!" Ucap Zeline. "Huftt, Zeline Davira kali ini kau harus tegar!" Ucap Zeline menyemangati dirinya, sudah satu bulan mereka sarapan bertiga bersama Aurora.


Sesampainya di meja makan, Zeline memulai sarapannya, dia menghiraukan Kevin dan Aurora yang sedari tadi seperti memamerkan kemesraannya.


"Aku kenyang, oh iya Kevin aku akan pergi jalan-jalan sebentar!" Ucap Zeline kemudian mengakhiri sarapannya.


"Baiklah .. Abra akan menghantar dan menemanimu!" Jawab Kevin santai sambil menikmati sarapan paginya. Jika biasanya Kevin akan memilih untuk menemani Zeline, namun tidak kali ini.


"Kevin tolong suapi aku!" Ucap Aurora, lalu Kevin menyuapkannya.


Zeline merasa muak melihat mereka berdua, lalu bergegas pergi.


Sedangkan lidah tergigit jua ...


inikan pula cinta manusia ....


Zeline kemudian meminta Abra menghantarnya menuju Piazza Navona. Tak lama kemudian mereka sudah sampai di lokasi. "Terimakasih Pak Abra, kau tak usah menungguku, aku bisa pulang sendiri!" Ucap Zeline

__ADS_1


"Tapi Nyonya, nanti tuan ..." Ucap Abra, dengam wajah kebingungan.


"Sudahlah, kalau iya bertanya atau memarahimu, bilang saja ini perintah dariku!" Ucap Zeline.


Kemudian Abra kembali ke rumah, lagian Zeline tak terlalu khawatir karena Piazza Navona dekat dengan Apartement tempat tinggalnya dahulu, Apartement itu dari dulu waktu pertama iya datang memang sudah jadi milik dan atas namanya, Mama Freya yang membelikannya untuk Zeline, jadi dia boleh bermalam di Apartementnya saja, daripada harus melihat pemandangan yang memuakkan dirumah.


Zeline Berjalan-jalan di Alun-Alun Piazza Navona, iya melihat banyak sekali seniman jalanan, dan di Piazza Navona ini banyak makanan khas Itali, lokasi ini sangat sesuai bagi pecinta kuliner, tempat ini dulunya adalah arena perpacuan kuda, namun seiring berjalannya waktu, banyak sekali perubahan sehingga menjadi alun-alun kota seperti sekarang.


Zeline masuk ke sebuah cafe, lalu memesan minuman iya merasa haus kerena sedari tadi berjalan kaki di pesisiran Piazza navona.


"Hai nona, apakah anda sendirian? boleh kah aku menemanimu?" Ucap seseorang lelaki yang sedang berdiri di belakang Zeline.


Zeline terkejut. "Siapa lagi ini? menggunakan bahasa indo, apakah dia bisa tau bahwa aku orang indo? apakah mukaku sepasaran itu?" Gumam Zeline dalam hati, lalu melihat kearah suara tadi.


"Antonioo, kamu mengagetkanku saja, aku sangka bukan kamu!" Ucap Zeline, menghela nafas lega.


"Hahahah, lama tidak bertemu Nona manis, bolehkah aku duduk?" tanya Antonio


"Oh iya aku mendengar kabar angin bahwa kau sudah menikah dengan Kevin Melvian Alexander, benarkah?" Ucap antonio tanpa basa basi.


"Mmm iya!" Jawab Zeline menunduk, tiba-tiba saja iya teringat dengan Kevin serta sifatnya yang berubah kebelakangan ini.


"Kalau begitu selamat atas pernikahan kalian!" Ucap Antonio.


"Terimakasih!" jawab Zeline


Antonio memerhati wajah Zeline.

__ADS_1


"Apakah kamu sedang bersedih?" Ucap Antonio sedari tadi melihat raut wajah Zeline.


Zeline hanya terdiam, menundukkan pandangannya, tak mengiyakan pertanyaan Antonio.


"Kalau begitu mari kita jalan-jalan, Pas sekali kau bertemu denganku hari ini, di Roma sangat banyak pencopet sangat bahaya jika seorang perempuan berjalan sendiri!" Ucap Antonio mencoba menghibur Zeline.


"Baiklah, Aku akan menghabiskan minumanku dulu!" Ucap Zeline.


.....


Beberapa menit kemudian, mereka tiba di Cooloseum. Zeline berdecak kagum melihat bangunan yang ada di depannya.


"Dulu tempat ini adalah arena Gladiator dan juga tempat eksekusi para tahanan, ini juga termasuk karya paling besar pada zaman kerajaan Romawi!" Jelas Antonio sambil berjalan mengelilingi bangunan bersama Zeline.


Zeline sedari tadi hanya mendengar dan memerhati penjelasan Antonio. "Menurutku kau cocok jadi guide, ohiya apakah kau tidak bekerja? setauku hari ini adalah hari bekerja!" Ucap Zeline.


"Sebelumnya terimakasih atas pujianmu nona manis, Aku sudah tidak bekerja di tempat Kevin lagi, masa percobaanku sudah selesai!" Ucap Antonio.


"Masa percobaan, maksutmu?" Tanya Zeline Terheran.


"Namaku adalah Antonio Jacob, Ayahku pemilik perusahan Pelancongan dan Arsitektur, iya menginginkanku bekerja di perusahaan lain untuk menjadi uji coba kelayakanku menjadi penerusnya, yah selama satu tahun ini aku telah berhasil naik pangkat menjadi seorang manager di perushaaan milik Kevin, dulunya aku hanya pekerja biasa seperti staf-staf lain nya!" Jelas Antonio


Zeline terdiam mendengar penjelasan Antonio, otaknya berusaha mencerna. "Bagaimana aku hebat bukan?" Ucap Antonio sambil menyenggol bahu zeline dengan pundaknya.


"Yaah, kau boleh juga, pantas saja dulu kau tak pernah menyebut nama belakangmu, Teranyata kau adalah seorang Anak pengusaha juga!" Ucap Zeline.


Tidak terasa mereka berjalan-jalan mengelilingi Cooloseum selama satu jam, hari mulai sore lalu Antonio mengajaknya ke suatu tempat.

__ADS_1


"Sekarang kemana lagi kau akan mengajakku, kakiku serasa ingin patah, tak mampu berjalan lagi!" Ucap Zeline tersenyum, lalu memijit kakinya, ketika mereka sedang duduk di suatu kursi.


"Istirahatlah sebentar, Aku akan mengajakmu kesuatu tempat, mungkin Kau akan suka!" Ucap Antonio.


__ADS_2