
Sudah lima hari Zeline tidak pulang, dan mengabaikan panggilan telfon dari Kevin.
"Ughh, apakah wanita semengerikan ini jika sedang bersedih?" Tanya Antonio yang sedari tadi sedang membawa barang belanjaan Zeline.
"Hahah itu belum seberapa Antonio!" Ucap Zeline terkekeh melihat Antonio membawakan barangnya dari kasir, iya membeli banyak baju dari berbagai Disigner terkenal.
"Halo, tolong hantar kan barang ini menuju Apartement!" Ucap Antonio dalam telfon. Taklama kemudian orang yang tadi Antonio panggil datang, lalu Antonio memberikan alamat Apartement Zeline. Antonio menghantar barang Zeline telebih dulu, karna tidak muat kalau di simpan di dalam mobil, jumlahnya ada 20 paper bag, dan 3 box isi sepatu dan hells, sisanya baju dan dress.
"Eh tunggu! tinggalkan yang satu ini aku ingin memakainya sekarang!" Ucap Zeline kemudian mengambil salah satu paper bag lalu pergi ke fitting Room terdekat. Taklama kemudian Zeline muncul iya mengenakan dress santai warna merah sampai lutut, dengan lengan panjang terbuka bagian bahu, dan terdapat model ruffle di ujung lengan.
Antonio terbeliak melihat Zeline yang baru saja mengganti pakaian "Wah kau cantik sekali, warna merah sangat sesuai untuk mu!" Ucap Antonio
"Terimakasih atas pujian mu!" Balas Zeline tersenyum
"Sama-sama, namun lainkali aku tak ingin menemanimu lagi, sangat merepotkan, rasanya seperti menemani kekasih yang sedang berbelanja!" Ucap Antonio dengan muka lesu nan malas.
"Huh??? bukankah kau yang menawarkan diri untuk menemani ku?" Jawab Zeline terkekeh, awalnya memang Zeline pergi sendri, namun tiba-tiba Antonio menellfon dan menanyakan keberadaannya, kemudian menghampiri Zeline.
Tak terasa sudah malam, ternyata Zeline menghabiskan waktu selama 11 jam berada di shopping mall. Antonio mengajak Zeline makan malam bersama sambil memandangi pemandangan di sekitar Piazza navona.
Setelah selesai makan mereka keluar dari restoran dan duduk di kursi dekat alun-alun, Zeline termenung, terkadang iya juga merindukan Kevin.
"Zeline bolehkah aku menanyakan satu hal?" tanya Antonio
"Tentu" jawab zeline
__ADS_1
"Mengapa dulu kau selalu menghindariku? dan tiba-tiba saja memilih menikah dengan Kevin?" Tanya Antonio, iya merasa heran dulu Zeline seolah tak ingin melihatnya, namun kini mereka sangat dekat.
Zeline tersenyum. "Kau tau Antonio, mengapa dulu aku selalu menghindarimu, Karena kau mengingatkanku kepada mantan kekasihku namanya Wiliam kami sudah bercinta selama 6 tahun, rupa kalian hampir sama, kedatanganku ke Roma juga karna dia, dia yang telah mematahkan hatiku!"
Ucap Zeline.
"Maksutmu dia telah menghianatimu?" Tanya Antonio memperjelas
"Tidak juga, sebenarnya kami masih saling mencintai, tapi Wiliam adalah anak sulung dari keluarganya, dan sebelumnya kakeknya telah membuat perjanjian kepada seorang teman sebagai balas budi, iya akan menikahkan cucu sulungnya dengan anak dari orang yang telah menolongnya, Wiliam tidak bisa berbuat apa-apa, iya hanya bisa menuruti kemauan kakeknya, karena kakeknya juga sangat berharga baginya!" Jawab Zeline.
"Lalu bagaimana dengan mu?" Tanya Antonio, iya sangat tertarik dengan cerita Zeline.
"Yah aku mau tidak mau harus menerimanya, aku memilih pergi ke Roma untuk melupakan segalanya!"
Terkadang, ada cinta yang memiliki
"Kenapa kamu tidak bertahan dan menggagalkannya saja?" Tanya Antonio.
"Hahahaha, keadaanya sangat rumit, aku mengetahuinya saat mereka sudah menikah lagipula bagi Wiliam, Keluarganya adalah Bahagianya dan aku adalah cintanya, aku tidak mungkin tega menggambil kebahagiannya!" Jawab Zeline
"Sudahlah! lagipula aku sudah melupakannya, dan Wiliam juga sedang mencoba menerima semuanya, tentang aku dengan Kevin aku juga belum tau, dari mana awal mula aku mencintainya, entah aku tidak tau apa yang akan terjadi kedepannya!" Lanjut Zeline.
Antonio terdiam sejenak, lalu tiba-tiba tertawa.
Zeline kebingungan dengan tingkah Antonio
__ADS_1
"Kenapa? apanya yang lucu?" Tanya Zeline keheranan.
"Hahahha, ternyata kita sama kau tau kenapa aku tiba-tiba ingin dekat denganmu dan menenggumu setiap hari? padahal kau selalu menolak ajakanku karna kau juga sedikit mirip denngan mantanku, bedanya iya telah meninggal karena penyakit dua tahun lalu!" Jawab Antonio. "Aku senang berada di dekatmu dan bisa melihat senyummu, karna itu bisa mengobati kerinduanku padanya, dan lama-lama aku mulai menyukaimu karna kau mirip dengannya dan mulai mencari tau tentang dirimu dan apa yang kau suka, namun setelah tau kau menikah, aku memilih melupakan dia dan kamu, aku tak mau hidup dengan bayang-bayangnya lagi!" Lanjut Antonio.
Zeline pun tertawa mendengar pengakuan Antonio, mereka berdua pun saling memandang lalu tertawa lepas, tak menyangka takdir kadang seaneh dan selucu itu.
"Sekarang aku ingin menjalin persahabatan denganmu, boleh kah? sebetulnya aku ingin kau menjadi kekasihku, namun sangat mustahil karena kau sudah memiliki pasangan hidup mu!" Ajak Antonio tersenyum sambil mengacungkan jari kelingkingnya pada Zeline.
"Baiklah aku menerimanya!" Jawab Zeline tersenyum sambil membalas acungan kelilingkin dari Antonio.
Zeline merasa sedikit lega karena bisa menceritakan semuanya pada Antonio, begitu pula sebaliknya, kini mereka menjadi sepasang sahabat.
"Terimakasih Antonio sudah menghibur dan menemaniku selama sepekan ini!" Ucap Zeline.
"Sama-sama, aku juga berterimakasih padamu!" Jawab Antonio.
Mereka berdua pun berpelukan. Saat sedang membalas pelukan Antonio, Zeline kaget dan sontak membeliakkan matanya karna melihat orang yang Ada di depannya dari kejauhan. Zeline langsung melepaskan pelukan dengan Antonio, setelah iya tau orang itu adalah Kevin.
.....
Kevin baru saja sampai di tempat Zeline kemudian emosinya meluap saat melihat istrinya tertawa dan berpelukan dengan lelaki lain. Kemudian tanpa fikir panjang Kevin menuju tempat mereka berdua sedanh duduk dan menarik kerah baju Antonio.
"Brughghhhh!!" Suara pukulan, lalu Kevin Menghempas Antonio hingga tersungkur ke tanah, Antonio pun terbangun lalu membalas pukulan Kevin, alhasil membuat mulut Kevin Berdarah.
Keduanya pun sama-sama berkelahi
__ADS_1
"Cukup hentikan!" Pekik Zeline histeris, berapa kali dia mencoba untuk memisahkan keduanya, namun iya tak kuasa, keduanya terlihat sama-sama sedang emosi bahkan keduanya tak mendengar perkataan Zeline.