
Beberapa jam kemudian Mereka sampai di Trevi Fountain.
"Aku tau tempat ini, ini adalah air mancur Baraque!" Ucap Zeline memandang ke arah air mancur.
Kemudian mereka berdua duduk di kursi tepat depan air mancur.
"Apakah kau tau ceritanya?" Tanya Antonio
Zeline menggeleng. Tanda tidak tahu.
"Air terjun baraque memiliki Mitiologis Dewa Neptunus yang diapit oleh dua Triton, kononnya siapa pun yang melempar koin ke kolam ini, akan berkesempatan untuk bisa kembali ke Roma, namun cara melemparnya sangat unik, dengan membelakangi kolam, dan tangan kanan yang memegang koin di atas bahu kiri!" Jelas Antonio.
"Apakah kau percaya hal seperti itu?" Tanya Zeline, menatap ke arah antonio.
"Who knows, setiap orang punya kepercayaan tersendiri!" Jawab Antonio sambil mengangkat kedua bahunya.
"Kau mau mencobanya?" Ajak Antonio
"Huuh, Aku malas, Aku lebih suka duduk memerhati kolamnya!" Ucap Zeline. Kemudian menghela nafas panjang melihat ke arah kolam.
"Kau kenapa lagi? kau boleh bercerita padaku, Aku sangat pandai menjaga rahasia!" Ucap Antonio, iya tau sedari tadi Zeline seperti menyembunyikan kesedihan di raut wajahnya.
"Entah lah Antonio, Aku sangat bingung dengan apa yang terjadi pada diriku, baru saja aku ingin memulai hidup baru dengan Kevin, namun kini perasaan itu seakan pudar!" Ucap Zeline. "Sebelumnya dia sangat baik padaku, perhatian dan kasih sayangnya membuatku hanyut dalam dekapannya, namun setelah perempuan bernama Aurora datang, Kevin jadi berubah, bahkan aku seperti tak mengenalnya lagi!" Lanjut Zeline, matanya mulai memerah mengingat semua yang telah terjadi.
"Huhhh??? Aurora???? bukankah dia sudah meninggal empat tahun lalu?" Ucap Antonio, iya terkejut mendengar cerita Zeline, bagaimana orang mati bisa hidup lagi?
"Maksutmu?" tanya Zeline keheranan.
__ADS_1
"Aku dengar Aurora dulunya adalah tunangan Kevin, namun sangat disayangkan, waktu hari pernikahan mereka, Aurora kecelakaan, mobilnya jatuh ke dalam jurang dan mayatnya tak kunjung di temukan, jadi keluarga dan kerabatnya sudah menganggapnya meninggal!" Jelas Antonio. "Kalau kini iya muncul lagi, mungkin saja dulu, ada orang yang menolongnya!" Lanjutnya.
Zeline terbeliak mendengar perkataan Antonio, jadi yang dirumahnya itu adalah sepasang kasih yang sudah lama tak bertemu, pantas saja raut muka Kevin tak seperti biasanya waktu pertama kali iya melihat Aurora.
"Dari mana kau mengetahui semuanya?" Tanya Zeline, memastikan apa yang Antonio katakan.
"Yaah, apa kau lupa, aku adalah salah satu staf di kantor Kevin, aku sudah lama bekerja disana, dan setiap hari Kevin selalu menjadi perbincangan para Wanita di kantor, iya sudah empat tahun menyendiri sejak kejadian itu dan dua tahun yang lalu, sebelumnya Kevin masih mencari keberadaan Aurora, namun berhenti mencarinya lagi sejal setahun yang lalu, dan akhirnya menikah dengan mu!" Jawab Antonio.
"Kevin tidak pernah memberitahuku hal ini!" Ucap Zeline menunduk, lalu menutup wajah dengan kedua tangannya, iya tak ingin Antonio melihat raut wajahnya sekarang ini.
"Sudahlah, jangan terlalu di fikirkan, Kevin sudah menganggap Aurora meninggal, mungkin iya fikir, tidak jadi masalah kalau iya tidak memberitahumu!" Ucap Antonio sambil menepuk bahu Zeline.
"Namun mengapa iya tak memberitahuku sekarang, Aurora sudah satu bulan berada di rumah, bahkan dari hari pertama kedatangannya Kevin tak memberitahukan tentang ini sedikit pun padaku!" ucap Zeline.
Dadanya sesak, kalau semua yang di dengarnya dari Antonio benar, maka untuk apa Zeline akan terus menjadi istri Kevin? sedangkan Kevin sudah menemukan kekasih lamanya.....
"Terimakasih telah mengajakku berkeliling dan menghantarku pulang Antonio, maaf telah menyusahkanmu!" Ucap Zeline.
"Sama-sama, lagian tempat tinggal kita berdekatan hanya selisih satu gedung saja, tidak masalah bagiku!" Jawab Antonio.
"Aku balik dulu, jaga dirimu jangan biarkan kesedihan mengusaimu!" Usik Antonio.
Zeline hanya tersenyum dan melambai tangan pada Antonio.
Antonio tersenyum melihat Zeline dari kaca spion mobilnya, Zeline sedang tersenyum melambai tangan pada dirinya. "Senyum yang manis!" Ucap Antonio dalam hati.
...............
__ADS_1
Jam 10:45 Malam
Kevin yang sedari tadi sejak pukul 7 malam pulang dari kantor mulai marah-marah karna Zeline belum pulang dari tadi pagi, bahkan mengabaikan semua panggilan telfonnya.
"prang ....."
Kevin menghempas sebuah Vas bunga, lalu memanggi Abra.
"Kenapa kau meninggalkan Zeline sendiri?" ucap Kevin
"Maaf Tuan, Nyonya sendirilah yang merintahkan saya untuk pulang, awalnya saya tidak mau, namun Nyonya tetap bersikeras!" Jawab Abra sambil menunduk, tidak ada satupun yang berani menatap Kevin kalau sedang marah.
"Dia menuju kemana?" Tanya Kevin
"Tadi pagi nyonya meminta saya untuk menghantarnya ke Piazza Navona!" Jawab Abra sopan.
Lalu Aurora yang mendengar kebisingan sedari tadi pun keluar. "Melvian jangan memarahi Abra, iya hanya menuruti perintah!" Ucap Aurora. Iya memanggil Kevin dengan sebutan Melvian.
Kevin menarik nafas panjang. "Kau boleh pergi!" Ucap Kevin pada Abra, iya juga tak ingin melampiaskan amarahnya pada Abra, karena Abra sudah iya anggap seperti keluarga sendiri.
"Melvian jangan terlalu emosi, masuklah! mungkin besok iya akan pulang!" Ucap Aurora menenangkan Kevin setelah kelibat Abra tak terlihat lagi.
"Kau pergilah masuk kamar, Aku akan keruang kerja, ada banyak hal yang harusku kerjakan!" Ucap Kevin, iya sengaja mencari alasan agar boleh menghindari Aurora.
Sejujurnya Kevin amat merasa bersalah pada Zeline istrinya, iya bahkan belum memberitahunya tentang Aurora, Kevin juga shock ketika melihat Aurora gadis yang dulu iya cintai dan menganggapnya sudah meninggal empat tahun lalu karna kecelakan, tiba-tiba saja ada di depannya.
Iya teringat pada malam pertama bulan lalu Aurora datang kerumahnya, Kevin mengejarnya karna ingin memastikan apakah itu Aurora atau bukan, iya melihat tanda lahir di bahu Aurora, Kevin tak menyangka, lalu menenangkan Aurora dan membawanya tidur di hotel, iya bahkan sengaja tak menjawab panggilan Zeline, karena iya tak tau harus berkata apa. Iya sangat pusing, di depannya ada Aurora yang sedang histeris karena tak menyangka Kevin sudah menikah dengan perempuan lain, lalu ke esokannya Kevin membawanya pulang ke rumah dan memberi perhatian lebih pada Aurora karna rasa bersalah dan sedikit rindu yang ada pada dirinya.
__ADS_1