Posesif love

Posesif love
Pertemuan


__ADS_3

"Huffft malam ini bulan indah sekali," gumam Zeline, sambil duduk bersantai di suatu kursi panjang berwarna putih.


Tiba-tiba saja seorang lelaki tampan datang dan duduk begitu saja di dekat Zeline, lengkap dengan setelan kemeja warna merah maroon, dan jas warna hitam yang iya sudah lepaskan di taruh di bahunya dengan satu tangan yang memegang.


"Lelaki ini menggangu persendirianku saja," gumam Zeline dalam hati, kemudian iya bangkit dari duduknya lalu berjalan menjauhi sosok lelaki yang duduk didekatnya tadi. Iya tau lelaki tadi adalah bos diperusahaannya.


Kevin melvian alexander, yang baru saja duduk di kursi putih tadi keheranan lantaran melihat wanita yang baru saja tidak lama duduk di kursi ini, pergi begitu saja saat ketibaannya. "Cih, apakah aku semenakutkan itu?" gumam kevin, baru kali ini ada seorang perempuan yang menghiraukannya begitu saja, terlebih lagi dengan wajah datar seperti itu. Kemudian iya teringat perempuan tadi adalah, yang tadi pagi menabraknya saat di lift


..


Zeline tidak ingin berlama-lama dipesta ini, iya merasa tidak nyaman, kemudian iya ,mencari keberadaan Monica, untuk memberitahukannya kalau iya akan segera pulang.


Kemudian sesampainya di apartement, Zeline langsung membuka pakaian yang iya kenakan, lalu menuju kamar mandi. "Huftt selesai!" Ucap Zeline berbicara pada dirinya sendri sembari menggelap rambutnya menggunakan handuk kering. "Antonio! kenapa kamu sangat mirirp sekali dengannya?" ucap Zeline memikirkan Antonio sambil merebahkan tubuhnya diatas ranjang, kejadian dipesta tadi masih terngiang dalam fikirannya. Sesaat kemudian, iya pun terlelap.


............


Keesokan harinya Zeline sudah sampai dikantor tempat iya bekerja, ketika berada didepan lobby, Zeline keheranan melihat semua perempuan sedang berkumpul didepan pintu, kemudian iya memerhati sekelilingnya, matanya mencari-cari sesuatu yang memicu perkumpulan para kaum hawa. Kemudian matanya terhenti pada sosok lelaki yang sedang menjadi pusat perhatian, ternyata lelaki yang sedang menjadi pusat perhatian itu adalah pemilik perusahaan ini, seorang Kevin melvian alexander pria blasteran Indo-italy yang sangat mengagumkan bagi kalangan wanita diseluruh kota ini. Iya memeiliki hidung mancung, dan bola mata indah berwarna biru, serta tubuh atletis dambaan setiap wanita, ditambah dengan kecerdasan dan kepintarannya dalam mengelola perusahaan. Namun iya memiliki tatapan tajam seperti mengintimidasi dan wajah dingin yang akan membuat semua orang tunduk saat melihatnya. Kevin seperti pangeran impian dimata para wanita dikota ini, siapa saja yang akan mendapatkan cintanya, akan menjadi wanita paling beruntung dikota ini, banyak wanita yang telah mencoba menggodanya, mereka menghalalkan segala cara, namun tidak ada satupun yang dapat menarik perhatian seorang Kevin. Entah wanita seperti apa yang akan menjadi pendamping hidupnya nanti.


Kemudian Zeline menghiraukan sekumpulan para wanita yang sedang terpesona dengan ketampanan seorang Kevin, iya berjalan menuju lift

__ADS_1


..


Kevin yang sedari tadi mencuri-curi pandang kearah Zeline, menyunggingkan senyum, iya terkesan! Rasa penasaran memenuhi fikirannya, iya merasa tertantang dengan wanita yang bernama Zeline, wanita yang sama sekali tidak terpengaruhi oleh ketampanan dan karismanya.


.................


Tidak terasa dua bulan telah berlalu, semenjak Zeline pindah ke kantor ini! Selama itu juga Kevin memeperhatikan Zeline, pernah suatu waktu, dirinya mencoba menggoda dan menebar pesonanya terhadap Zeline, namun hasilnya nihil, Zeline tidak pernah menunjukkan rasa suka atau tertarik sama sekali terhadap dirinya!


Iya hanya tersenyum setiap hari ketika membayangkan Zeline, menurutnya, Zeline sangat spesial! Iya memiliki kecantikan tersendiri yang tak dimiliki semua wanita-wanita yang telah iya temui. Dengan kulit putih berpostur tinggi, serta senyuman khas yang dapat merubah rasa garam menjadi gula, serta sinar matanya yang jernih sejernih air suci. ditambah lagi iya tak mengenakan produk makeup yang berlebihan pada wajahnya, membuat kecantikannya bertambah bak seorang dewi yang turun kebumi. Iya jadi semakin ingin memilikinya.


..


Tepat pukul sembilan, seperti biasanya Zeline sudah sampai dikantor, kemudian iya berjalan memasuki lift.


Namun saat hendak memasuki lift, tiba-tiba seorang manarik tangannya,sehingga menghentikan kakinya yang hendak masuk kedalam lift, kemudian Zeline membalikkan tubuhnya iya melihat kearah seseorang yang tiba-tiba menarik tangannya tadi. iya keheraan saat melihat orang itu adalah Kevin.


"Ikut aku, aku ingin berbicara denganmu!" Ucap kevin pada dirinya. Zeline makin keherenan, "mungkinkah dirinya akan diberhentikan dari kantor ini?" sangkaannya dalam hati, namun iya merasa tidak berbuat kesalahan apapun, kemudian tanpa fikir panjang iya mengikuti arahan Kevin tadi, iya takut nantinya kalau ada seorang karyawan melihat mereka.


Kemudian Kevin membawa masuk Zeline, menuju privat lift miliknya!

__ADS_1


"Maaf tuan, kalau boleh bertanya, adapa ya?" tanya Zeline dengan sopan, sambil melepaskan gegaman tangan Kevin yang sedari tadi menggenggam pergelangan tangannya.


"Pertama, jangan panggil aku tuan! Panggil namaku saja, kedua jadilah kekasihku!" Ucap Kevin sambil menatap dalam wajah Zeline, sambil mendekatkan dirinya pada Zeline yang sedang menyandar pada dinding lift, dengan menggenggam kedua tangannya.


Zeline memalingkan wajahnya saat kevin mendekatkan dirinya, iya merasa sangat kebingungan dengan perkataan Kevin tadi, iya tidak tau apakah itu ajakan atau perintah, "Anda sangat suka sekali bercanda Pak," jawab Zeline, iya mencoba tidak percaya dengan yang baru saja didengarnya, karna tidak mungkin baginya seorang Kevin alexander jatuh hati padanya!


"Aku serius! aku tidak pernah main-main dengan perkataanku!" Jawab Kevin singkat, tatapannya berubah menjadi tatapan mengintimidasi, aura sekitar yang tadi biasa saja berubah menjadi menakutkan.


Zeline terdiam mendengar jawaban Kevin, iya tidak tau harus menjawab seperti apa, jika dia mengikuti kata hatinya, hatinya belum siap menerima siapapun, "Jika aku menolak?" Ucap Zeline penuh percaya diri sambil mendongakkan wajah membalas tatapan dingin dari Kevin.


"Jika kau menolak, kau sendiri yang akan menanggung akibatnya!" Balas Kevin seraya menempatkan wajahnya dekat dengan tengkuk Zeline sambil menghembuskan nafasnya, tubuh atletisnya menghimpit tubuh Zeline, hingga tak menyisakan ruang untuknya bergerak.


Zeline menelan salivanya, iya merasa gemetaran! apalagi dengan posisi mereka saat ini, iya memalingkan wajah, sambil mengatur pernafasanya, pesona Kevin amatlah kuat! pantas saja semua wanita di kota ini tergila-gila padanya! "Bisakah kau memeberi sedikir jarak!" ucap Zeline, iya sangat merasa tidak nyaman, iya tau kalau orang seperti Kevin tidak akan suka dengan penolakan.


"Apa kau sedang menolak-ku?" tanya Kevin pada Zeline, iya memerhatikan perubahan pada wajah Zeline, jika wanita lain iya pasti akan bersorak gembira karna dapat membuat dirinya jatuh hati, namun berbeda dengan wanita yang didepannya ini, dia tidak menunjuk-kan ekspresi apapun! Yang iya tunjukkan malah ekpresi ketakutan, seperti seorang gadis yang dipaksa menjual dirinya. Kevin merasa tergoda dengan suara pernafasan Zeline yang naik turun, kemudian iya mendaratkan kecupannya tepat di bibir manis Zeline.


Zeline sangat terkejut hingga membelalakan matanya, ingin rasanya iya lari dari hadapan Kevin, namun apalah data, karena mereka sedang berada di dalam lift, yang sedari tadi bolak balik, turun dan naik, membuat kepalanya bertambah pusing.


"Karna kau hanya diam, berarti aku putuskan, mulai sekarang kau adalah kekasihku, dan jangan coba-coba untuk jatuh cinta pada orang lain!" Ucap Kevin sambil mengusap bibir Zeline, kemudian iya keluar dari lift meninggalkan Zeline seorang diri.

__ADS_1


Zeline terdiam tanpa sepatah kata, sambil melihat kepergian Kevin, "Apa ini mimpi? kau bahkan tida memberiku kesempatan untuk menolakmu!" Ucap Zeline sambil mendekap-kan tangan pada dadanya, dan seketika ini dia sudah resmi menajadi kekasih Kevin, entah apa yang akan terjadi selanjutnya, iya tidak ingin terlalu memikirkannya, mungkin saja satu atau dua bulan nanti, Kevin akan bosan dan memutuskannya!


__ADS_2