
Keesokan harinya Zeline terbangun karena mendengar suara bising. "Ughhh, Kevin siapa yang mengunakan jet pribadi di dekat rumah ini, apa dia sudah gila?" Ucap Zeline berbicara namun matanya masih tertutup. Setelah membuka mata Zeline kaget karena tidak melihat Kevin di sisinya kemudian Zeline berlari kearah balkon kamarnya, karna suara jet semakin bising.
Zeline terkejut kemudian membeliakkan mata melihat apa yang di depanya. Iya membaca spanduk bertuliskan I LOVE YOU ZELINE ISTRIKU, dengan ratusan kelopak mawar yang sengaja di jatuhkan.
"Selamat pagi sayang! Bagaimana apakah kamu suka dengan kejutan ini?" Ucap Kevin datang secara tiba-tiba kemudian memberi jambangan bunga mawar pada Zeline.
"Terimakasih Kevin, Aku sangat terharu, namun apa ini tidak terlalu berlebihan? Bagaimana Kau menyiapkannya sepagi ini?" Tanya Zeline sambil membalikkan badannya ke arah Kevin sambil berdecak pinggang.
"Apa Kau lupa sayang? Dengan siapa Kau menikah?" Ucap Kevin memberi senyuman sambil mencentil hidung Zeline yang mulai memerah.
"Baiklah Kevin Melvian Alexander, Aku lupa bahwa suamiku orang ternama dan berpengaruh di kota ini, apa saja yang ingin dia buat, hanya tinggal memetik jari!" Ucap Zeline.
"Kau sudah menggangu tidur lenaku sayang, dan Aku juga rasa ini sangat berlebihan, tapi Aku sangat menghargai usahamu tanpa Kau membuat seperti ini pun aku sudah tau kau sangat mencintaiku!" Lanjut Zeline sambil memeluk erat Kevin, Iya sangat senang namun merasa terganggu karena suara dari helikopter tadi membuat telinganya hampir tak bisa berfungsi Iya heran dari mana Kevin mendapat ide gila seperti ini.
....
"Kenapa sayang? Apakah ada sesuatu yang mengganggu fikiran mu?" Kejut Kevin yang melihat Zeline sedang termenung duduk di taman belakang rumah.
"Huh Aku merasa kebosanan Kevin, mungkin karena beberapa hari belakang ini Aku selalu jalan-jalan, dan tiba-tiba diam dirumah membuatku sedikit bosan!" Ucap Zeline.
"Memangnya minggu lalu Kau jalan kemana saja?" Tanya Kevin menyeringit kan dahi.
"Aku berjalan bersama Antonio dia mengajakku ke Colloseum, berjalan di sekitar Piazza navona, melihat Air mancur Trevi fountain, bahkan dia menemaniku berbelanja selama berjam-jam!" Ucap Zeline kegirangan, Iya mulai menunjukkan sisi manjanya terhadap Kevin, yah maklum dia adalah satu-satunya anak perempuan di keluarganya, dari kecil dia sudah sangat damanjakan.
Kevin terdiam mendengar Zeline bercerita, raut wajah dinginnya seperti terlihat marah mendengar Zeline dari tadi menyebut nama Antonio.
"Cupppp ..." Kevin mencium pipi Zeline.
__ADS_1
"Ishhh Kevin Kau--" Ucap Zeline tersipu.
"Sayang, kalau begitu mulai hari ini Aku melarangmu bertemu dengan Antonio!" Ucap Kevin. Zeline hanya terdiam, Iya malas berargumen dengan Kevin.
Lalu Kevin menarik tangan Zeline, setelah iya menutup telfon dari seseorang.
"Kau mau mengajak ku kemana sayang?" Tanya Zeline, sambil melangkah mengikuti Kevin.
Kevin hanya terdiam. Kemudian mereka tiba di lantai paling atas rumah, disana sudah ada helikopter yang menunggu mereka.
"Ayo Aku akan mengajakmu jalan-jalan melihat suasana Roma dari atas awan!" Ajak Kevin mempersilahkan Zeline masuk terlebih dulu.
"Pemandangan dari atas jauh lebih menakjubkan Aku senang sekali bisa melihatnya bersama mu!" Ucap Zeline sambil menyandar di bahu Kevin.
"Ini belum seberapa, Kau lupa siapa aku?" Ucap Kevin membanggakan diri.
"Sayang Aku mau kita turun di bukit itu, Aku ingin melihat matahari terbenam!" Ucap Zeline menunjuk salah satu bukit.
"Baiklah!" Ucap Kevin lalu memberi arahan pada pilot.
Kemudian mereka mendarat di puncak bukit. Mereka duduk tepat di bawah pohon menghadap kearah matahari yang sebentar lagi akan tenggelam.
"Kevin, Aku ingin kita terus seperti ini!" Ucap Zeline lalu menyandarkan kepala pada bahu Kevin.
"Tentu!" Jawab Kevin mencium kening Zeline.
"Tapi bagaimana kalau kamu berulah lagi?" Tanya Zeline.
__ADS_1
"Aku tidak pernah berbuat apa-apa di belakangmu sayang, percayalah! Itu semua hanyalah kesalah fahaman!" Jelas Kevin
"Tapi bagaimana jika suatu saat salah satu di antara kita tidak memiliki perasaan lagi?" Tanya Zeline kembali.
"Bagiku itu tak akan pernah terjadi, selama Aku masih ada didunia ini, Aku tidak akan pernah meninggalkanmu!" Jawab Kevin lembut sambil mengelus rambut Zeline, pandangan mereka menuju arah matahari terbenam.
"Namun, bagaimana jika Aku tiba-tiba meninggalkan mu?" Tanya Zeline.
Mendengar perkataan Zeline tadi, berhasil membuat Kevin terkejut dan memandang Zeline dengan tatapan tajam. "Zeline! Kau seumpama air dalam hidupku, kalau tiada dirimu bagaimana Aku bisa melangsungkan hidupku?" Ucap Kevin dengan tatapanya yang tajam.
"Jangan coba-coba untuk meninggalkanku Zeline, maka Kau akan tau akibatnya, jika Kau meninggalkanku bersama pria lain, Aku pastikan pria itu dan seluruh keluarganya akan kuhancurkan!" Tegas Kevin matanya memerah, iya sedang menahan emosinya.
Menyadari raut wajah Kevin yang terlihat marah, Zeline langsung memeluknya. "Aku tak akan mencintai pria lain selain dirimu Kevin, percayalah!Aku hanya mencintaimu seorang!" Ucap Zeline menenangkan Kevin. "Namun, bagaimana jika Tuhan mengambilku lebih dulu?" Tanya Zeline kembali
"Aku tak akan membiarkan itu terjadi, kalau iyapun Aku akan mengurung diri dan meratapimu setiap hari agar arwahmu tak tenang, kemudian hidup kembali bersamaku!" Jawab Kevin tegas.
"Hahahahah, sayang Aku hanya bercanda jangan terlalu serius, Aku hanya suka melihat ekspresi wajah dinginmu ketika sedang marah!" Jawab zeline mentertawakan Kevin.
"Apakah itu lucu?" Tanya Kevin, iya merasa kesal dengan apa yang dikatakan Zeline sedari tadi.
banyak Konsekuensi dalam bercinta.
Jika kamu sudah mulai mencintai seseorang
kamu juga harus menyiapkan hati saat kehilangan seseorang yang kamu cintai.
Tiada yang kekal di dunia ini ......
__ADS_1