Posesif love

Posesif love
Pertemuan Kembali


__ADS_3

Degg ... Degg ...


Dada Zeline terasa sesak, Saat melihat dua orang dari kejauhan.


Siapa lagi kalau bukan Wiliam Stefano dan sang istri, Rafaela.


Mata Zeline memerah melihat Wiliam, iya tak banyak berubah, bahkan iya masih menggenakan model rambut yang Zeline sukai, senyumannya masih seperti dulu, namun kesedihan masih terlihat pada sorot kedua matanya.


Apakah selama ini Wiliam belum bisa melupakan Zeline? .....


Wiliam berjalan bersama dengan Rafela menuju pelamin untuk memberi selamat kepada dua mempelai. Rafaela menyadari ke beradaan Zeline, kemudian menghampirinya bersamaan dengan Wiliam.


"Hai Zeline! Apa kabar?" Sapa Rafaela tersenyum sambil memeluk Zeline.


Zeline kemudian membalas pelukan Rafaela. "Aku baik-baik saja, bagai mana dengan mu?" Jawabnya tersenyum.


"Aku baik-baik saja seperti yang kamu lihat!" Balas Rafaela.


Zeline melihat ke arah Wiliam yang sedari tadi memperhatikannya, Zeline tersenyum paksa, badannya terasa gemetaran, wajahnya pula terlihat pucat. "Kalau begitu aku permisi sebentar!" ucap Zeline pada Rafela lalu undur diri, iya bahkan belum sempat memberitahu Kevin yang sedang sibuk berbincang.


Dengan pandangan yang menusuk kalbu, Wiliam hanya diam melihat Zeline pergi dari hadapannya, iya baru saja tau dari Damian bahwa Zeline baru saja menikah tiga minggu yang lalu.


......


"Kenapa aku harus bertemu dengan mu lagi?" gumam Zeline yang yang kini sudah berada dalam toilet, perlahan-lahan air matanya keluar, iya menarik nafas panjang, mencoba bertenang.


Sedih, marah, kecewa, bercampur aduk menjadi satu ..

__ADS_1


satupun kata tak dapat terucap, hanya mata yang dapat berbicara, menyampaikan segala duka dan bahagia .........


Setelah merasa sedikit tenang, Zeline pun keluar dari toilet. Tepat saat iya keluar, iya melihat Wiliam yang sedang duduk menyandar di tembok dengan tatapan kosongnya.


"Oh tidak!" Gumam Zeline dalam hati.


Namun iya memberanikan dirinya berjalan ke arah Wiliam. "Hai apa kabar? Lama tak bertemu!" Ucap Zeline tersenyum kepada Wiliam, seolah tak terjadi apa-apa.


Wiliam hanya menggangguk membalas senyuman Zeline, tanpa berkata apa-apa.


"Kalau begitu aku pergi dulu!" Ucap Zeline lalu membalikan badan, hendak pergi.


Namun langkahnya terhenti. Wiliam tiba-tiba mendekapnya, dekapan yang sangat erat.


"Selama ini, aku sangat merindukanmu Zeline, kenapa kau pergi dari ku?" ucap Wiliam, melepaskan rindu yang selama ini telah memggerogoti diri, dalam pelukannya.


Zeline Terbeliak, Teringat kali terakhir Wiliam memeluknya, tepat pada hari perkawinan Wiliam bersama Rafaela.


"Aku tidak menyangka kita akan bertemu kembali dengan keadaan seperti ini!" Lirih Wiliam kemudian melepaskan pelukannya.


"Jadi kau mengharapkan pertemuan yang seperti apa Wiliam? Mengharapan pertemuan seperti kita bersama lagi seperti tahun-tahun lalu? Itu sangat mustahil!" Jawab Zeline, sebenarnya iya telah melupakan Wiliam, namun entah mengapa saat melihat Wiliam perasaan itu muncul kembali.


Perasaan Rindu, marah, sedih dan kecewa.


"Jangan mempersulitku Wiliam, aku sedang belajar melupakanmu, lagipun kita sudah sama-sama mempunyai pasangan masing-masing, dan aku sangat menyayangi Kevin suamiku!" Ucap Zeline kemudian memberi jarak untuk Wiliam.


"Apakah kau yakin? Ataukah kau memang menyayanginya, namun kau masih belum bisa melupakan cinta kita?" lirih Wiliam dengan tatapan sayu nan rindu.

__ADS_1


Zeline terbeliak, Perkataan Wiliam seperti tamparan keras baginya, Memang benar apa yang dikatakan Wiliam, jauh di lubuk hati Zeline iya masih mencintai Wiliam.


Namun harus kah mengorban kan hati seseorang yang tak bersalah ???


"Lalu apa yang kau inginkan Wiliam? Kau ingin kita kembali bersama? Jangan bodoh!" Jawab Zeline.


Terkadang hal yang minimbulkan perasaan itu kembali adalah kenangan dan waktu yang pernah kita lewati bersamanya ...


Wiliam terdiam mendengar Zeline. "Maafkan aku Zeline, aku sangat payah dalam melupakan cinta!" ucap Wiliam lalu iya terduduk di kursi, kemudian menyandarkan kepalanya di tangan Zeline yang masih berdiri didepannya.


Zeline tak kuasa melihat Wiliam tangisannya pun pecah di depan Wiliam.


"Hiksss ... hiksssss .. hikss" tangis Zeline sambil membungkap mulut menggunakan tangan kanannya.


Wiliam bangkit dari duduknya, kemudian memeluk erat Zeline. Kedua-duanya hanyut dalam pelukan.


"Aku juga merindukan mu Wiliam, tapi kau harus tau posisi kita berada dimana, aku mohon, aku ingin ini jadi terakhir kalinya, kau harus melupakanku Wiliam, begitu juga aku!" Jelas Zeline. "Kau harus menghargai orang yang ada di sisimu sekarang, jika dibandingkan cintaku dengan Rafaela padamu, cinta Rafaela lebih besar. Iya tetap bersabar dan mempertahankanmu walau iya tau dalam hatimu masih ada orang lain, berbeda dengan ku!" Lanjut Zeline . Semua yang zeline bilang ada benarnya, Rafaela tetap bersabar dan mencintai Wiliam, walau iya tau hati Wiliam tidak seutuhnya milik Rafaela, berbeda dengan Zeline, iya malah pergi meninggalkan cintanya dan memilih untuk melupakannya.


Bagi setiap orang ...


mereka punya presepsi yang berbeda-beda tentang cinta...


"Aku akan berusaha, dan aku juga berjanji ini akan jadi terakhir kalinya!" Ucap Wiliam, iya berjanji pada dirinya sendiri dan Zeline, bahwa iya akan melupakan nya.


Ada bermacam-macam cinta yang hadir dalam hidup seseorang, ada cinta yang datang untuk di pertahankan. Namun ada juga cinta datang untuk dilupakan...


Lalu mereka berdua pun melepaskan pelukan mereka, dan sama-sama kembali ke Aula resepsi pernikahan.

__ADS_1


Sesampainya di Aula, Zeline melihat wajah Kevin dari kejauhan. Iya sedang mendekap kedua tangannya di dadanya, wajahnya terlihat sangat kesal. "Sayang kau pergi kemana saja dari tadi?" Tanya Kevin dengan muka masamnya.


Zeline mencium pipi Kevin. "Maafkan aku sayang, aku baru habis dari toilet!" Ucap Zeline...


__ADS_2