Posesif love

Posesif love
Kau terlihat seperti diri nya


__ADS_3

Di kantor kevin


" Kevin , apa kau akan pergi ke pesta nanti siang?" ucap edward yang sedari tadi duduk bersama kevin di ruangan nya .


" iya , aku akan pergi dengan alvian" jawab kevin .


" kau yakin tidak ingin membawa aurora sebagai pasangan? akan banyak tamu yang hadir di sana nanti nya" ucap edward .


Kevin terdiam .


" Tidak perlu , Alvian tidak akan setuju kalau kami pergi bersama aurora" ucap kevin sambil merebah kan badan di sofa .


" Kevin , apa kamu tidak sadar sebenarnya selama ini alvian membutuh kan sosok seorang ibu , dan kamu juga butuh pendamping" ucap edward .


" aku selalu menanyakan tentang itu , namun dia tidak ingin , dia hanya mengingin kan mamanya" ucap Kevin .


" ini bukan tentang alvian , tanya kan diri mu sendiri, apa kau sudah melupakan Zeline atau belum , keputusan sebenar nya ada pada mu kevin , jangan menggunakan Alvian sebagai alasan" Ucap edward .


" Kevin aku peduli pada diri mu , apa empat tahun ini tidak cukup untuk kau bernostalgia dengan orang yang sudah tiada? itu akan menyakiti diri mu sendiri" lanjut edward .


Kevin menghela nafas mendengar perkataan edward.


" Aku tidak bisa edward , bagi ku zeline adalah cinta terakhir ku , aku tak bisa mencintai mana - mana perempuan lagi , kau akan merasakannya nanti bila kau sudah mulai memiliki seseorang yang dicintai" jelas kevin .


" urmmm , baik lah terserah mu , sampai jumpa nanti siang" ucap edward kemudian keluar .


Kemudian kevin menelfon jannate .


" Halo bi jannate , tolong persiapkan alvian , kami akan menghadiri pesta siang ini , setelah itu hantar dia ke kantor dan jangan lupa bawa baju ku juga" ucap kevin dalam telfon , kantor sudah seperti rumah ke dua bagi kevin .


.....................


" Zeline apa kamu sudah selesai? , make up art sudah sampai" ucap lisa sambil mengetuk pintu kamar mandi zeline .


" Sebentar aku akan keluar , apa natalia dan alvin sudah sarapan?" tanya zeline dari dalam kamar mandi .


" Tentu , ini sudah jam sepuluh , cepatlah dua jam lagi acara nya akan di mulai" ucap lisa .


Tak lama kemudian zeline keluar dari kamar mandi .


" aku sudah siap , mana make up art nya , bawa dia ke dressing room" ucap zeline sambil mengeringkan rambut menggunakan handuk .


" Eh dan kamu juga bersiap lah , aku sudah memilih kan baju untuk mu , kita akan pergi bersama antonio" ucap zeline .


" Tapi natalia dan alvin siapa yang akan menjemput nya nanti dari sekolah?" tanya lisa , setiap hari iya yang selalu menjemput dan menghantar alvin dan natalia ke sekolah , mereka sudah mulai bersekolah lima hari yang lalu .


" Sudah lah , serah kan itu pada Auntie audrey , dia akan menjemput mereka" ucap Zeline , auntie audrey adalah Head house keeper di rumah nya .


" hmm baik lah , aku akan mengganti baju sekalian memanggil make up art kemari" ucap lisa sambil menggambil baju yang sudah di siap kan zeline untuknya .


Kemudian zeline melihat sepucuk surat di meja nya , lalu iya membaca nya .


" Mama , aku dan kakak jalan dulu ya , maaf tidak membangun kan mama , love you muaah"


Zeline tersenyum membaca surat dari alvin , "anak yang manis" ucap zeline dalam hati


Tak lama kemudian make up art pun datang , kemudian mereka sama - sama pergi ke ruang dresing room milik zeline .


" Halo nama ku monica , aku di minta antonio untuk men touch up mu" ucap monica .


" Hai monica aku elena davidson" ucap zeline tersenyum , ia teringat bahwa sekarang nama nya adalah elena .


" Baik lah ayo kita mulai" ucap monica sambil mengeluar kan alat make up nya .


Beberapa menit kemudian , make up zeline sudah siap iya terlihat cantik dengan soft make up dan lipstick warna peachy .


" Aku menggunakan make up natural peachy look , sangat cocok dengan gaya mu , kau terlihat seperti remaja umur 20aan" ucap monica sambil menatap wajah zeline .


" Terimakasih monica , kau juga sangat hebat" ucap zeline tersenyum


Kemudian seorang maid datang .


"Permisi nyonya , Tuan antonio memberikan baju untuk anda pakai ke pesta nanti" ucap salah seorang maid sambil memberi baju yang msih di dalam kotak pada zeline .


" Terimakasih" ucap zeline, lalu memakai baju yang di bawa maid tadi .


.......


Antonio melihat jam tangannya , sudah pukul 11:45 menit , zeline tak kunjung siap , padahal iya sudah menunggunya di ruang tamu dari pukul sembilan .


Tak lama kemudian zeline sudah siap dan sedang menuruni anak tangga , Antonio terbeliak melihat penampilan zeline .


Iya sangat terlihat cantik nan elegant , Zeline menggunakan hasil rancangan dari designer ternama di italy.


gawn warna biru muda ber siluet S panjang nya sampai mata kaki dan panjang lengan menggunakan kain transfaran sampai siku , di tambah dengan gliter pada gawn , dan soft make up nya , iya terlihat seperti sang dewi .


" Maaf sudah membuat mu menunggu lama" ucap zeline teesenyum , membuat antonio tersedar dari lamunan nya .


" kau terlihat sangat cantik hari ini , seperti sang dewi" ucap antonio tersenyum .


" terimakasih , kau juga sangat tampan hari ni" jawab zeline tersenyum menatap antonio , dengan setelan coat berrwarna biru , dan dalaman warna putih , beserta bunga yang di lekat kan di sebalah dada kanan coat nya .


" perpect match" ucap monica menatap antonio dan zeline .


" let's go , seperti nya kita akan terlambat sepuluh menit" ucap antonio sambil melihat ke arah jam tangan nya .

__ADS_1


" Eh tunggu dulu , aku juga mengajak lisa , tidak mengapa kan? tanya zeline .


Antonio menghela nafas .


" Baiklah, tidak mengapa" ucap antonio kembali duduk di sofa .


" hufftt aku merasa menunggu wanita sedang bersiap adalah ujian terberat dalam hidup ku" ucap antonio sambil menyandarkan kepala nya di sofa .


Zeline dan monica hanya tersenyum mendengar antonio merungut .


" Baik lah , aku pergi dulu , aku ada job sore ini" ucap monica sambil memeluk zeline .


" Terimakasih monica , aku akan meminta bantuan mu lain kali" ucap antonio .


Monica tersenyum lalu segera beredar .


Tak lama kemudian ,alkhir nya lisa sudah siap .


" Kau terlihat cantik lisa" ucap zelline tersenyum pada lisa , iya mengenakan gawn tanpa lengan warna marron dipadankan dengan bold make up dan rambut yang di sanggul , sangat sesuai dengan diri nya .


Antonio hanya terdiam melihat ke arah lisa dan zeline , mereka terlihat sangat berbeda , begitu cantik dan menawan , tak sia - sia juga iya menghabis kan waktu untuk menunggu mereka berudua .


" Baik lah , ayo jalan " ucap antonio sambil berjalan ke arah mobil .


Mereka bertiga pun menaiki mobil , menuju tempat acara .


........


Sesampai nya di tempat , antonio mememberi sebuah topeng yang hanya menutupi area mata , pada zeline dan lisa .


" aku lupa memberitahu mu , tema malam ini adalah


Masquerade (pesta topeng) " ucap antonio .


" oh baik lah , beruntung sekali ini akan sangat membantu" ucap zeline sambil mengenakan topeng .


Kemudian mereka bertiga pun keluar dari mobil dan memasuki ruangan yang sudah di persiapkan .


Mereka berjalanan melalui red karpet , semua pandangan tertuju pada mereka , zeline juga sempat mendengar seseorang berkata , kalau diri nya dan antonio adalah pasangan yang sempurna , sedang kan lisa hanya mengikuti mereka dari belakang , iya sudah biasa mengikuti acara seperti ini , dulu waktu di indonesia , zeline selalu mengajak lisa .


" Anjoy your drink" ucap antonio sambil menyuguh kan minuman pada zeline .


Kemudian zeline melihat ada banyak orang yang mempertanya kan diri nya pada antonio , iya merasa tidak nyaman , di perhatikan oleh banyak orang .


" Kenalkan , she is my fiance Elena davidson , baru saja kembali dari london" ucap antonio memperkenal kan zeline pada teman - teman dan rekan kerja sama nya sambil merangkul pinggang zeline .


" halo Elena , nice to meet you , i'm erick" ucap salah seorang teman antonio sambil menjabat tangan .


" hai erick nice to meet you too" jawab elena tersenyum sambil meraih jabatan tangan dari erick .


" Zeline aku permisi dulu , aku ingin ke sebelah sana" bisik lisa sambil menunjuk ke arah desert yang berada agak jauh dari tempat mereka beridiri .


Zeline hanya menggangguk tersenyum tanda mengiyakan perkataan lisa .


...................


Kevin yang baru saja sampai di tempat , terlihat gagah dengan setelan coat warna putih dan bunga di samping dada kiri , dan yang paling menarik perhatian , iya berjalan di red carpet dengan menggendong Alvian .


Keduanya sangat terlihat tampan , wajah mereka sama - sama dingin , namun siapa peduli akan hal itu , yang jelas mereka berdua terlihat seperti sang raja dan putra mahkota .


Semua mata tertuju pada mereka .


Bahkan Zeline sempat mendengar nama kevin dam alvian di sebut .


Iya terbeliak , meliat mereka berdua dari kejauhan .


Zeline tersenyum sampai menitik kan air mata , iya sangat bahagia bisa melihat alvian anak nya dari kejauhan, meski wajah alvian di tutupi dengan topeng .


" Kamu tumbuh dengan sangat baik nak" ucap zeline dalam hati , inilah alasan utama zeline menghadiri pesta .


" Hai elena , apa kamu tertarik dengan ayah satu anak itu?" ucap erick yang berada di belakang nya .


" Mm tidak juga , aku hanya senang melihat anaknya" jawab zeline .


" Benar kah? kudengar mereka berdua sama , like father like son , dingin dan yaaa di usia nya yang baru berumur empat tahun , dia sangat pintar dan menguasai lima bahasa , dan juga anaknya sedikit kejam seperti ayahnya , iya bahkan sudah memecat lima karyawan ayahnya , hanya karna salah bicara" jelas erick .


" Benar kah? aku tak menyangka dia sepintar itu" ucap zeline tersenyum , jika di bandingian dengan natalia dan alvin , Alvian lebih unggul , mungkin karna alvian di besarkan oleh ayahnya , membuatnya tumbuh menjadi seorang yang berhati dan berwajah dingin , zeline bahkan tidak melihat guratan senyum di wajah alvian .


" Kau jangan tertarik padanya , ku dengar dia sangat mencintai mendiang istrinya , itu juga salah satu alasan yang membuatnya tidak menikah lagi" jelas erick membisik zeline demgan kedua tangan berada di saku celana .


" Haahah, kau sangat suka bercanda erick , lagipun aku tunangan antonio , aku hanya suka melihat anak kecil" ucap zeline , sebenarnya dalam hati nya rasa berdebar , benarkah apa yang di katakan erick?


" aku haus , aku permisi dulu" ucap zeline pada erick .


Zeline melihat antonio sedang sibuk berbincang dengan klien yang hadir pada pesta , entah lah terkadang orang kaya menjadikan pesta salah satu hiburan , namun tak pernah lupa dengan urusan kerjaan , mereka hanya menjadikan pesta sebagai show up , dan tidak begitu menikmatinya .


Zeline terbeliak , saat melihat lisa sedang berbicara dengan seseorang lelaki , seperti nya mereka baru mulai berkenalan .


Namun yang membuat zeline terkejut , lelaki itu adalah edward , iya kenal pasti dari hidung dan cara berjalanya , walau matanya tertutup oleh topeng .


Zeline menghela nafas panjang , sebenarnya iya khawatir dengan kedekatan lisa dan edward , iya takut kalau rahasianya terbongkar dan sampai ke telinga kevin , karena edward adalah tangan kanan kevin , tapi ya sudah lah , zeline tak mau ikut campur , apalagi Lisa terlihat seperti berbunga - bunga , siapa tau per kenalan mereka hanya sampai dan berakhir di pesta ini .


Zeline meneguk minumannya , iya merasa ada yang memperhatikanya dari belakang , lalu iya membalik kan badan .


Zeline terkejut membeliak kan mata melihat kevin yang sedang berdiri , diam terpaku memerhatikan diri nya dari atas sampai bawah .

__ADS_1


Zeline menatap mata kevin , terlihat sangat jelas kesedihan dan kerinduan pada matanya walau mengenakan topeng .


Keduanya sama - sama diam terpaku menatap satu sama lain .


kemudian kevin tiba - tiba memeluk zeline lalu berkata .


" Zeline , kenapa kau meninggal kan ku , kau tau selama ini aku dan alvian sangat merindukan mu , kenapa kau menghukum ku sekejam ini" ucap kevin sedang memeluk erat zeline , iya merasa wanita yang di depan nya adalah zeline , walau diri nya menggunakan topeng , iya masih sangat mengenali mata dan wajah zeline .


" Tttttuaaaan .... lepaskan saya , saya bukan zeline , saya adalah elena davidson , maaf anda salah orang" ucap zeline sambil mencoba melepas kan pelukan kevin , namun tak dapat iya lepas karna pelukan kevin amat erat .


Tak lama kemudian Antonio melihat kevin sedang memeluk zeline dari kejauhan , kemudian menghampiri mereka , dan melepas paksa pelukan kevin dari zeline .


" Kevin , aku harap kau bisa menjaga diri dan mengontrol perasaan mu , aku tau kau masih belum bisa melupakan zeline , namun gadis ini bukan lah zeline , dia adalah Elena , tunangan ku yang baru saja kembali dari london" jelas antonio sambil merangkul zeline , iya terlihat shock .


Edward yang baru saja menyadari apa yang terjadi langsung berlari kecil menuju kevin , di ikuti dengan lisa .


" Maaf kan atasan ku nona Elena , dia mabuk , dia melihat mu seperti mendiang istrinya , maaf sudah membuat mu tidak nyaman " ucap edward membungkuk kan badan, kemudian pergi membawa kevin ke rest room yang sudah di sediakan .


" Kau tidak apa - apa?" tanya lisa dengan muka khawatir .


" Aku baik - baik saja , aku ingin ke toilet" ucap zeline , lalu meninggalkan antonio dan lisa , wajah nya terlihat pucat .


Sesampai nya di toilet .


Zeline tak dapat menahan air matanya lagi , iya menangis di depan cermin .


" Kevin apa selama ini kau belum bisa melupakan ku? , kenapa sampai saat ini kau masih bisa mengenal ku? " lirih zeline memegang dadanya , bukan ini yang iya mau , iya hanya ingin melihat alvian , namun tak sangka begini jadi nya .


Jauh di dalam hat nya , sebenarnya iya juga merindukan kevin , namun logikanya tak dapat menerima kevin .


*Sangat menyakitkan ketika , hati dan logika tak sejalan *,.........


setelah merasa sedikit tenang , zeline memasang topengnya kembali , dan keluar dari toilet .


saat di pintu , iya melihat Alvian anaknya menyandar di dinding seperti sedang menunggu seseorang .


Gayanya terlihat seperti orang dewasa , dengan kedua tangan di masuk kan ke saku celana , sambil menggoyang kan kakinya .


Zeline ingin sekali mencium dan memeluk alvian , namun iya menahannya , lalu berjalan melewati alvian .


" Tinggu" ucap alvian sambil memegang tangan zeline .


Sontak zeline menghentikan langkah nya dan membalik kan badan .


" Kenapa anak manis?" ucap zeline tersenyum sambil duduk jongkok di hadapan alvian .


" Aku alvian , anak dari seseorang yang tadi tiba - tiba memeluk mu tadi , aku ingin minta maaf atas perlakuan lancang nya , iya sangat merepotkan ketika merindukan seseorang" jelas Alvian dengan wajah serius .


Zeline geli hati melihat tingkah alvian .


" Aku sudah memaafkan ayah mu , lagian aku baik - baik saja , tidak ada yang perlu di permasalah kan" ucap zeline sambil mengusap kepala alvian .


" Kalau begitu , nona boleh kah aku memeluk mu?" ucap alvian dengan wajah malunya .


Zeline tersenyum


" Tentu" ucap zeline sambil memeluk alvian .


" Gendong aku" lanjut alvian .


Kemudian zeline menuruti kata alvian dengan senang hati , perkataan erick ada benarnya juga , anak ini sangat dingin dan bersifat bossy.


" Nona elena , boleh kah aku membuka topeng mu? aku rasa tidak adil jika hanya aku yang menunjuk kan wajah" ucap alvian di dalam gendongan zeline .


Zeline menggelengkan kepala , anak ini sungguh licik dan bijak .


" baiklah , kau boleh membantu ku membukanya" ucap zeline .


Kemudian Alvian membuka topeng zeline .


iya terlihat terkejut , sontak memeluk dan mencium zeline


" Maaf kan aku sudah mencium mu nona , kau terlihat seperti ibu ku" ucap alvian bicaranya seperti orang dewasa .


" Benar kah? tidak apa - apa , malah aku sangat senang di cium anak kecil semanis diri mu" ucap zeline terharu .


" iya , tapi kau bukan lah ibu ku , wajah mu hanya mirip , karna ibu ku sudah meninggal saat melahir kan ku" ucap alvian , menahan air matanya .


" kau pasti sangat merindukan ibu mu , kau boleh menggap ku ibu mu kalau kau mau" ucap zeline mengusap rambut alvian dalam gendongannya , iya merasa bersalah karna memberi alvian pada kevin , selama ini alvian sangat merindukan nya .


" Betul kah ? kalau begitu apa aku boleh menanggil mu mama?" ucap Alvian dengan mata berbinar .


" Tentu " jawab zeline tersenyum , memang itu yang iya ingin kan .


" Kalau begitu , boleh kah kau memasang kembali topeng ku , aku harus kembali , teman - teman ku menunggu ku" ucap zeline tersenyum .


" baik lah mama" ucap alvian sambil memasang kembali topeng untuk zeline .


" Kau pergi lah , nanti ayah mu menghawatir kan mu" ucap zeline sambil menurun kan alvian dari gendongannya .


" Mmmmama berikan aku nomor ponsel mu! , aku akan menghubungi mu nanti nya" ucap Alvian tergagap , karna iya takpernah memanggil seseorangan dengan sebutan mama , ini pertama kali nya .


Zeline tersenyum kemudian mengetik no telfonnya pada ponsel Alvian .


" Sampai jumpa nanti sayang " ucap zeline , kemudian beredar .

__ADS_1


Hati nya merasa sangat senang , dapat melihat dan menggendong alvian , kata antonio ada benarnya juga , " seorang anak akan selalu mengenali ibunya" , namun sekarang bukan saatnya iya memberitahu alvian tentang keaadan sebenar, kalau dirinya adalah ibu kandungnya , iya harus menutupinya dulu sampai tiba masanya nanti .


__ADS_2