Posesif love

Posesif love
Pamit


__ADS_3

Ke esokkan paginya Zeline bangun dan melihat Kevin di sampingnya. Kemudian Zeline menyiapkan sarapan, setelah itu iya mandi dan mengganti pakaian. "Kevin bangunlah, Aku membuatkanmu sarapan!" Ucap Zeline.


"Cium aku dulu!" Ucap Kevin sambil membuka mata.


Kemudian Zeline menciumnya lalu Kevin menarik Zeline ke dalam dekapannya. "Habis sarapan kita akan kembali ke rumah!" Ucap Kevin masih dengan posisi memeluk Zeline.


"Huh? Aku tidak mau ! Aku lebih nyaman disini lagipun di sana masih ada kekasihmu!" Jawab Zeline kemudian bangun dari pelukan Kevin.


"Aku sudah mencarikannya rumah besok dia sudah bisa pindah ke sana dan satu lagi berhenti menyebutnya kekasihku karna dia sudah bukan kekasihku!" Jawab Kevin tegas.


Zeline menghela nafas sambil memutar bola matanya tanda mengiyakan.


......


Pukul 11:50 sore .


Zeline baru selesai mandi, iya memakai blouse putih V neck panjang lengan dipadankan dengan skirt warna merah bawah lutut.


"Kau cantik sekali sayang namun ada yang kurang!" Ucap Kevin lalu Kevin menggigit manja tepat pada bagian leher Zeline.


"Ughhh Kevin sakit! Aku malu jika ada orang yang melihat!" Ucap Zeline menahan sakit


namun Kevin malah melakukannya lebih lama hingga yang terlihat bukan lagi kesan merah namun biru. "Ahhh ughhh, bisakah kamu pelan sedikit? Itu sangat sakit, lihat warnanya pun jadi biru, Kau gila! Apakah Kau mau merubah diri menjadi vampire dan meminum darahku?" Ucap Zeline sambil menujukkan kesan kiss mark yang Kevin berikan.


"Istri ku sayang apakah kamu terlalu banyak menonton film vampire? asiapa suruh kau menggodaku dengan berpakaian seperti itu!" Ucap Kevin sambil memeluk Zeline dari belakang. Kemudian Kevin memalingkan wajah Zeline dekat dengan wajahnya dan melumat bibirnya.

__ADS_1


"Mmmmmm sudah cukup Kevin lelah semalam saja belum terbayarkan lagian mulutmu sedang sakit biar iya sembuh dulu!" Ucap Zeline lalu mengecek mulut Kevin, luka bekas pukulan semalam masih sedikit lebam kemudian mengambil kotak obat untuk menutupi lukanya agar tak terbuka lagi.


"Aaw, jangan menyentuh wajahku itu sangat sakit!" Pekik Kevin


"Benarkah? Lalu Kau memberi kiss mark padaku apakah tidak sakit?" Ucap Zeline lalu menekan kuat wajah Kevin yang sedikit lebam. "Lagian tidak bisakah Kau sedikit romantis? dari awal Kau mengancamku untuk berpacaran denganmu waktu mengajakku menikah Kau bahkan mengacukan pistol. Lalu setelah menikah Kau memberi kiss mark padaku setiap hari, sekarang Aku jadi bingung kenapa Aku bisa mencintai mu?" Lanjut Zeline, iya mengomel seperti Ibu yang sedang memarahi anaknya. "Kau bahkan belum pernah memberiku kejutan, mawar, bunga, coklat atau lain-lainnya seperti apa yang pasangan lain lakukan!" Lanjut Zeline sambil membuat muka kesal.


"Huh ! Kau tak pernah memintanya, Aku tidak tau bagaimana caranya membuat hati seorang perempuan senang!" Jawab Kevin sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Haahahahaha.... Itu saja Kau tidak bisa memikirkanya, ini juga bukan pertama kalinya Kau bercinta dan jika aku memberitahumu itu namanya bukan kejutan! Ooohhh tuhaan Aku baru tau kalau suamiku seorang Kevin Melvian Alexander yang terkenal pintar cerdas dan sangat pandai mengelola perusahaan. Namun sangat bodoh dalam bercinta dan menjaga perasaan pasangannya!" Ucap Zeline terkekeh sebenarnya Iya tidak apa dengan sifat Kevin yang seperti itu, Iya hanya sengaja berkata seperti itu untuk melihat bagaimana reaksi Kevin.


Cinta itu bukan tentang memberimu hadiah dan kejutan setiap harinya....


Namun Cinta itu, adalah mencintai dan menerima semua kekuranganmu ..


"Baiklah! mulai sekarang Aku akan berusaha untuk membuat kejutan untukmu setiap harinya!" Ucap Kevin dengan wajah polos nan dinginnya.


"Hahaaha, Aku hanya bercanda Kevin! Kau tidak usah mengambil serius tentang hal itu, cukup Kau selalu mencintaiku, menghargai dan menjaga perasaanku itu sudah sangat cukup bagiku , Aku tak butuh yang lainnya, lagipula kalau Kau selalu memberiku kejutan, Aku akan jantungan dan mati lebih awal karena terkejut setiap hari!" Jawab Zeline sambil memeluk Kevin.


"Dasar bodoh!" Ucap Kevin sambil mengelus rambut Zeline.


"Sudah lepaskan Kevin! Aku bisa mati akibat kekurangan oksigen kalau terlalu lama berada di pelukanmu!" Goda Zeline lalu melepaskan pelukannya.


Lalu Zeline mengumpulkan barang yang kemarin di belinya, bahkan dia belum sempat mengeluarkan semuanya dari paper bag.


"Sayang, mau kau apakan semua itu?" Tanya Kevin.

__ADS_1


"Aku sedang mengemasinya untuk di bawa pulang!" Jawab Zeline.


Lalu Kevin pun menarik lengan Zeine, lalu menempatkan tubuh Zeline ke pelukannya.


"Sudah lah! Ayo pulang, sebentar lagi Maid akan datang mengemasinya, Kau tidak usah repot-repot!" Ucap Kevin memegang tangan Zeline berjalan keluar.


Zeline menuruti kata Kevin, kemudian mereka berdua turun dari Apartement, lalu masuk ke dalam mobil yang sudah siap parkir di depan lobby.


..........


Sesampainya dirumah Zeline melihat Aurora didepan pintu, iya sudah akan pergi dengan di hantar oleh supir. Zeline menatap Kevin, iya ingin melihat raut wajah Kevin, benar yang dikatakan Kevin, iya sudah tak mencintai Aurora lagi, karena wajahnya terlihat biasa saja seperti tidak ada sesuatu yang terjadi.


Aurora melihat Zeline dan Kevin yang baru saja keluar dari mobil pun menghampiri mereka berdua untuk berpamitan sekaligus meminta maaf pada Zeline atas kesalahfahaman yang dibuatnya.


"Hai Zeline, Aku akan pergi! Maafkan Aku sudah membuatmu salah faham!" Ucap Aurora tertunduk malu, Iya merasa bersalah karna telah membuat dua sejoli ini bertengkar gara-garanya, karna walaupun Iya dulunya adalah kekasih Kevin, namun sekrang semuanya telah berubah.


"Tidak apa-apa Aurora! Aku faham perasaan mu, bahkan aku sangat bersyukur karena Kau bisa menerima semuanya!" jawab Zeline tersenyum lalu keduanya berpelukan.


"Semoga bahagia selalu, dan segera menemukan pasangan hidupmu!" Ucap Zeline saat memeluk Aurora


"Terimakasih Zeline!" Jawab Aurora sambil melepaskan pelukan.


Kemudian Aurora masuk ke dalam mobil yang sudah disiapkan lalu beredar.


Kevin yang sedari tadi di samping Zeline hanya diam dengan wajah dinginnya, iya bahkan tak merasakan debaran apa-apa lagi pada Aurora, karena adanya Zeline di sisinya sudah sangat cukup baginya.

__ADS_1


__ADS_2