
"Kevin Melvian Alexander Aku mohon hentikan!" Ucap Zeline dengan lantang.
Kevin yang mendengar suaranya di sebut menghentikan perkelahiannya, Kevin mengalami luka berdarah pada mulutnya dan lebam pada wajah.
Zeline berlari kecil kearah Antonio yang sedikit jauh terhempas, lalu memapahnya untuk bangun, sepertinya kaki Antonio cedera dan hidungnya berdarah. "Antonio, kau baik-baik saja? Maafkan aku!" Ucap Zeline, iya merasa berasalah kemudian mengambil sapu tangan di dalam tasnya untuk menghentikan pendarahan di hidung Antonio.
Kevin yang melihat pemandangan di depannya mengepalkan tangan, hatinya terasa sakit ketika Zeline lebih peduli dengan Antonio daripada dirinya.
Luka di fisik biasa saja
namun luka di hati amatlah luar biasa.
kemudian Kevin menyeret Zeline yang sedari tadi sedabg mempapah Antonio. "Kau ikut aku!" Ucap Kevin menarik paksa Zeline yang baru saja mendudukkan Antonio di kursi tempat mereka duduk tadi.
Zeline berontak "Lepaskan aku Kevin, aku tidak mungkin meningalkan Antonio sendirian!" Bantah Zeline.
"Tidak apa-apa Zeline, kau pulanglah dulu, Aku bisa menelfon Guard untuk mengambilku!" Ucap Antonio sambil menekan saputangan pada hidungnya.
Zeline terdiam, lalu Kevin memboyongnya secara paksa.
"Lepaskan Aku Kevin, Aku bisa pulang sendiri!" Zeline meronta-ronta namun Kevin tetap menghiraukannya. Sampainya di mobil Kevin menghempaskan tubuh Zeline ke dalam.
"Awwww sakit!" Pekik Zeline kesakitan, karena Kevin menghempasnya terlalu keras.
Kevin masuk ke mobil dan duduk di samping Zeline, lalu menekan tombol privasi, lalu terbentanglah kaca hitam di belakang kursi supir. "Jalan!" Ucap Kevin pada supirnya.
"Aku ingin pulang ke Apartementku tolonglah Aku tidak mau pulang ke rumah itu!" Ucap Zeline iya malas pulang kerumah karena disana pasti ada Aurora.
.......
beberapa menit kemudian mereka berduapun telah sampai di Apartement milik Zeline. "Lepaskan aku! Kau pulanglah Aku tidak ingin melihat mu!" Ketus Zeline sambil mencoba melepaskan tangannya dari cengkraman Kevin.
Kevin merasa amarahnya sangat memuncak lalu menjepit rahang Zeline menggunakan tangannya.
__ADS_1
"Jangan macam-macam denganku sayang, atau kau akan terima akibatnya!" Jawab Kevin, mukanya yang memerah menahan amarah malah semakin menampakkan ketampanannya. Kemudian Kevin mengheret Zeline keluar dari mobil lalu berjalan menuju kamar Apartementnya.
Sesampainya di kamar apartement, Kevin menghempas tubuh Zeline ke arah tempat tidur. punggung Zeline sangat sakit ditambah dengan pergelangan kakinya yang luka karena di heret Kevin.
Zeline melihat kevin membuka jas dan dasinya.
"Apa yang mau kau lakukan Kevin?" Tanya Zeline keherenan, kemudian iya bangun dari tempat tidur.
"Kau bertanya apa yang mau ku lakukan huh??Seharusnya Aku yang bertanya padamu apa yang sudah kamu lakukan selama ini? Apakah kamu sudah tidur dengannya disini huhh???" Jawab Kevin sambil mengelap darah yang sedari tadi keluar dari mulutnya.
"Jangan bodoh Kevin, aku tak mungkin melakukan seperti apa yang kamu perbuat pada ku!" Jawab Zeline
"Lalu kemana saja kamu selama seminggu ini? Apakah kamu sudah lupa jalan kerumah?" Balas Kevin iya menempelkan tubuh Zeline pada tembok lalu mendekatkan wajahnya pada wajah Zeline. Sejujurnya Kevin amat merindukan Istrinya namun rindunya telah di tutupi dengan api cemburu dan amarahnya.
"Apa hubungan mu dengan Antonio?" Tanya Kevin, matanya menatap tajam pada Zeline.
"Bukan urusan mu!" Jawab Zeline.
"Menyingkirlah dari hadapanku Kevin, siapa yang mempermainkan siapa? kenapa reaksimu sebegini, darimana kau tau kalau aku berada disana?" Tanya Zeline sambil memalingkan wajahnya.
"Jangan menyepelekan koneksi dan pengauruhku di belahan dunia manapun kau berada aku akan mengetahuinya Zeline!" Jawab Kevin sebenarnya iya sudah tau Zeline kembali ke apartemennya sehari setelah iya belum pulang, namun iya harus menyelesaikan banyak pekerjaan dan mempersiapkan mentalnya untuk memberi tau Zeline mengenai Aurora.
"Jadi sebenarnya dari awal kau sudah tau keberadaanku, namun mengapa kau baru mencariku hari ini? Oh iya aku lupa dirumah ada seorang kekasih lama yang menunggumu , kenapa kau tak melanjut kan nonstalgia kalian saja? Kenapa mau mencariku lagi?" Ucap Zeline mengeluarkan air matanya.
"Siapa yang memberitaumu semuanya?" Tanya Kevin
"Siapa yang memberitauku tak penting, yang pentingnya aku mengetahui Kalau Suamiku masih mencintai kekasihnya!" Jawab Zeline
"Kau salah faham Zeline, dulu Aku memang mencintainya, namun sekarang sudah berbeda Aku mencintaimu dan perasaanku pada Aurora telah hilang sejak setahaun lalu!" Jawab Kevin amarahnya mulai mereda melihat tangisan Zeline.
"Hahahhaaha mencintaiku? Kevin Melvian apa Aku tak salah dengar? Kau bahkan mengabaikanku, dan tidur dengan Aurora? bahkan tak memberitahuku apa-apa, prilakumu terhadapku pun berubah Kau seperti orang yang tak Ku kenal, dan sekarang Kau datang dan bilang kalau Kau mencintaiku? jangan bercanda Kevin, aku sudah baik memberi kalian ruang untuk bermesraan!" Jelas Zeline. "Kau tau Kevin bagaimana perasaanku saat Kau keluar mengejarnya, perasaanku saat Aku menghawatirkanmu, namun Kau mengabaikannya, perasaanku saat Kau tidur dengan Aurora, perasaanku saat melihat kalian bermesraan dan mendengar gelak tawa kalian, apa Kau tidak punya hati Kevin? Belum lama Kau bilang tidak bisa hidup tanpaku, namun setelah ada Aurora Kau malah mengabaikanku!" Lanjutnya. "Lalu sekrang Kau datang tiba-tiba, memukul orang tak bersalah menyeretku seperti binatang peliharaanmu!" Lanjut Zeline kembali
Kevin memukul tembok hingga tangannya berlumuran darah.
__ADS_1
"Hentikan Kevin jangan berbuat bodoh!" Pekik Zeline mencoba menghalangi Kevin kemudian memegang erat kedua tangan Kevin.
"Zeline kau sudah salah faham terhadapku, kuakui pertama kali melihatnya memang aku amat terkejut karena tak menyangka Iya kembali lagi Aku mengejarnya untuk memastikan dirinya dan benar dia memang Aurora, namun dia sangat histeris mengetahui kalau Aku sudah menikah denganmu lalu aku mencoba menenangkannya, Aku menghiraukan panggilan telfon dan mendiamkanmu karena Aku tak tau bagaimana harus menjelaskannya!" Jelas Kevin. "Aku mohon Zeline percayalah sekarang dalam hatiku hanya ada Kamu seorang namun Aku juga tak mungkin menyuruh Aurora pergi dari rumah, iya sudah tak mempunyai siapa-siapa, keluarganya telah bankrup dua tahun lalu, dan belum di ketahui keberadaan mereka hingga sekarang!" Lanjut Kevin.
"Itu artinya Kau masih menyimpan perasaan padanya Kevin, jangan bohongi dirimu!" Ucap Zeline sambil melepaskan tangan Kevin, kemudian membeakanginya. "Dan satu lagi jangan salah faham dengan Antonio, Dia adalah sahabatku tidak lebih dari itu!" Lanjut Zeline sambil menoleh ke arah Kevin.
"Pulanglah Kevin Aku ingin sendiri!" Lanjut Zeline kembali.
"Jangan mengusirku terus menerus Zeline, Aku sungguh minta maaf Aku sangat terbawa emosi!" Jawab Kevin.
Zeline terdiam dia masih belum mempercayai Kevin.
"Kalau benar Kau tak ada perasaan lagi padanya mengapa kau memilih tidur bersamanya? Kau bilang Kau sangat mencintaiku, namun Kau tak memikirkan perasaanku!" Tanga Zeline sambil mendekap dirinya.
"Percayalah sayang Aku tidak pernah tidur dengannya setiap malam Aku tidur di ruang kerja, Aku tak berani berhadapan denganmu waktu itu!" Jawab Kevin
Zeline terdiam iya mencoba mencerna apa yang Kevin katakan. "Sudahlah lupakan!" Ucap Zeline. Kemudian melangkah menuju dapur. Lalu iya mengambil wadah berisi air kemudian mengelap dengan saputangan wajah dan tengan Kevin yang di penuhi darah.
"Apakah rasanya sangat sakit?" Tanya Zeline sewaktu mengusap wajah Kevin.
"Lebih sakit lagi saat Aku melihatmu lebih menghawatirkan Antonio daripada Aku!" Jawab Kevin.
"Apa kau cemburu?" Tanya Zeline tersenyum.
"Sangat cemburu!" Jawab Kevin
"Aku minta maaf" Ucap Zeline
"Cium aku!" Ucap Kevin. Lalu Zeline menciumnya dan berhenti tepat saat Zeline mencium bibirnya. Mereka berdua pun bercumbu lalu melakukan hubungan suami istri, dan akhirnya kesalahfahaman mereka sudah terselesaikan.
Apapun masalah dalam setiap hubungan.
Iya membutuhkan komunikasi dan keterbukaan.
__ADS_1