
Jam 12:35 tengah hari, Kevin dan Zeline baru sampai di rumah mamanya, mereka tidak sempat menghadiri akad yang diadakan jam sepuluh pagi tadi.
Setelah meraka sampai didepan lobby rumah, Mama Freya dan ayahnya menyambut mereka dengan pelukan hangat, lalu menyuruh mereka istriahat di kamar yang telah di sediakan, karna jam tiga sore acara resepsi akan di mulai.
“Sayang aku sangat lelah, bangunkan aku nanti tepat jam dua.” Ucap Kevin, lalu merebahkan diri di atas kasur.
Zeline tersenyum melihat tingkah laku Kevin, dia terlihat sangat tampan meski kelelahan. Kemudian Zeline pun masuk ke kamar mandi, sebelum istirahat iya biasa mandi terlebih dahulu, agar lebih fresh dan nyaman. Seusai mandi Zeline melihat jarum jam, ternyata sudah jam 1:30, tadinya Zeline ingin tidur sebentar namun takutnya tak sempat, iya memilih bersiap, karna mungkin akan membutuhkan waktu yang lama, maklumlah perempuan. Lalu Zeline mengeringkan rambutnya menggunaka hairdryer, setelah kering iya mulai menggunakan make up pada wajahnya. Iya memakai sebanyak dua pump foundation, lalu meratakannya menggunakan beauty blender, ditambah dengan sedikit blush on warna coral dan bibir ombre lips, Zeline memilih warna brown sebagai aye shadow, karna warna itu sesuai untuk looknya hari ini, natural ombre lips.
Tepat jam dua, Zeline pun membangunkan Kevin. ”Sayang bangun! sudah jam dua!” Ucap Zeline sambil menggoyangkan bahu kevin. Mungkin faktor kelelahan sepanjang hari diperjalan, Kevin sangat susah di bangunkan, sudah lima kali Zeline mencoba membangun kannya, namun tak kunjung-kunjung bangun. “Kevin kalau kau tak kunjung bangun, aku akan pergi sendiri dan mencari lelaki lain untuk jadi pendamping di pesta nanti!” Ucap Zeline sambil berdecak pinggang iya merasa kesal membangunkan Kevin yang tak kunjung bangun, kemudian sengaja berkata seperti itu intuk membuatnya bangun. Alhasil sangkaannya benar Kevin bangun lalu menuju kamar mandi dengan mata yang setengah tertutupnya. .
Kevin yang baru saja selesai mandi melihat Zeline yang sudah rapi dengan kebaya lengan panjang berwarna putih dengan bawahan batik dan rambut yang di sanggul, sangat sesuai dengan dirinya. “Kamu cantik sekali sayang!” Ucap Kevin mendekap pinggul Zeline dengan telanjang dada.
“Mmmm, kamu juga harus bersiap!” Jawab Zeline sambil melepaskan pelukan Kevin.
Kemudian Zeline mengambilkan baju yang telah disiapkan, baju kemeja warna merah sebagai dalaman dan jas warna putih sebagai luaran, dengan bawahan celana putih juga, karena dress code mereka adalah warna putih.
__ADS_1
Kevin merentangkan tangan, ketika Zeline sudah di depannya dengan membawa bajunya, Zeline pun menyarungkan baju pada Kevin, kemudian memasang kancing, tepat pada kancingan terakhir, Zeline berkata. ”bawahan pakai sendiri!” ucapnya lalu berlari kecil kearah cermin.
”Bukannya kau sudah melihat semuanya sayaang ku?” Goda Kevin.
”Cepatlah! nanti kita terlambat.” Jawab Zeline mengalihkan pembicaraan, menyembunyikan rasa malunya, iya memang sudah melihat semuanya seperti yang di katakan Kevin, namun tetap saja, Zeline masih merasa malu.
Setelah keduanya siap, mereka berdua pun menuruni anak tangga.
Mendengar pujian istrinya, Kevin memberikan gentle kiss pada dahi Zeline.
Kemudian Zeline mencari orang rumah namun semua kosong, lalu mereka berjalan ke lobby luar rumah. Zeline melihat sebuah kereta dan supir yang sedang berdiri.
”Hai pak Parno, semua orang kemana?” Tanya Zeline sambil tersenyum pada sang supir, iya sudah akrab dengan pak parno, karna pak parno sudah bekerja menjadi supir dirumahnya sejak Zeline berumur tijih tahun.
”Tuan dan Nyonya sudah jalan dulu Non, tuan memerintahkan saya untuk menunggu nona dan suami disini!” Jawab pak Parno sopan.
__ADS_1
“Oh begitu, baiklah!” ucap Zeline lalu masuk ke mobil bersamaan dengan Kevin.
“Bukan kah sudah ku bilang jangan tersenyum pada pria lain selain aku?” Bisik Kevin, sedari tadi iya melihat Zeline berbicara dengan pak Parno.
“Hahahha ternyata kamu sepecemburu ini, dia hanya seorang supir, lagipun terlalu tua untuk ku!” bisik Zeline kembali sambil terkekeh.
Mereka sudah sampai di aula hotel tempat resepsi pernikahan kakaknya itu di selenggarakan.
Lalu Zeline dan Kevin berjalan melewati red karpet, mereka menuju sang mempelai pria dan wanita yang sedang duduk manis di pelaminan “Hai kak, ternyata kau mendapat pasangan yang sangat cantik sekali!” Usik Zeline sambil memeluk kakaknya, sang mempelai perempuan yang bernama Raina hermansyah, hanya tersenyum.
”Terimakasih, kau juga sangat cantik!” Ucap Raina, sambil memeluk Zeline.
“Selamat atas pernikahan kalian, maaf ayahku tak bisa datang, karna ada pertemuan yang tak bisa iya lewatkan!” Ucap Kevin, iya terlihat serius saat bersalaman dengan sang kakak ipar. Lalu memberikan sebuah hadiah Berupa surat, yang isinya adalah pemindahan 15% saham di anak perusahaannya yang ada di indonesia.
Hadiah yang sangat fantastik , dari dulu Damian memang ingin bekerja sama dengan perusahaan jaya group milik keluarga alexander yang berada di indonesia, walaupun hanya sebuah anak perusahaan, namun bisa dibilang perusahaan itu sangat bagus dan memiliki prestasi yang cemerlang, tak sangka iya sekarang sudah jadi pemegang saham juga disana.
“Terimakasih adik ipar, kau sungguh murah hati!” Balas Damian tersenyum, iya tau pasti kalau 15% saham ini tidak ada apa-apanya bagi Kevin, karna iya masih memiliki banyak saham dan cabang perusahaan di berbagai tempat dan negara, dan yang paling besar adalaah di Roma.
Kevin hanya mengganguk tersenyum.
“Sayang, aku sudah sangat lapar!” Ucap Zeline sambil merangkul lengan Kevin.
Kemudian mereka berjalan ke arah meja bundar yang telah dipersiapkan lalu duduk dan mulai menyantap makanan.
__ADS_1
Pesta ini terlihat sangat megah, dengan iringan musik orkestra dan mengundang seorang penyanyi papan atas kegemaran Damian.
Seusai makan, Zeline yang masih duduk di tempat tadi memandangi kakaknya yang menjadi Raja dan ratu sehari tersenyum menyapa para tamu, sedangkan kevin sedang sibuk berbincang dengan beberapa tamu yang mengenalnya di pesta itu. Asik melihat sekeliling, kemudian pandangannya terfokus pada dua orang yang sedang berjalan menyalami pengantin