Posesif love

Posesif love
together with antonio


__ADS_3

 


 


Sudah seminggu berlalu semenjak kepergian Zeline, Kevin mengurung diri di kamar fikirannya serasa kosong, dia tidak dapat berfikir dengan jernih, dia sudahpun mengarahkan Edward untuk mencari keberadaan Zeline, namun tidak kunjung ditemukan.


"Roma ini sangat kecil bagiku, namun kenapa Aku tidak dapat menemukan dirimu Zeline, kembalilah! Aku janji akan berbuat baik, maafkan Aku atas semua yang kuperbuat, Aku sudah tidak peduli lagi tentang kenyataan kalau Antonio adalah ayah dari anak yang didalam rahimmu, Aku hanya menginginkan dirimu saja, Aku sangat merindukanmu Zeline, tolong jangan menyiksaku lagi, kembalilah!" lirih Kevin, sembari melangkahkan kakinya menuju balkoni kamar, tempat dimana mereka sering menghabiskan waktu bersama. “Senyumanmu masih terasa baru disini.”


Dia mencoba menelfon Zeline, namun hasilnya tetap saja nihil, ada satu nama yang difikirannya saat ini. “Antonio!” Tanpa fikir panjang lagi dia terus menuju tempat Antonio berada.


Tidak lama kemudian Kevin telah pun sampai di tempat kediaman Antonio, tanpa memberitahunya terlebih dulu. Saat hendak menekan bel pintu, kebetulan sekali Antonio hendak keluar dari kediamnnya, mereka berpapasan, saling memandang satu sama lain, seperti hewan buas yang akan bertarung.


"Mau buat apa kau dipintu rumahku?"


"Jangan pura-pura tidak tau Antonio, Aku tau kau yang membawa Zeline pergi, diamana dia sekarang?" Zeline masih baru diroma walaupun sebelum mereka menikah dia sudah tinggal disini, namun tetap saja dia belum tau apapun tentang Roma.


"Memang dia kemana? Dia istrimu bukan, kenapa kau menanyakan keberadaanya padaku?" Jawab Antonio, alih-alih memberitahu keberadaan Zeline.


"Antonio, Aku tidak peduli apa yang kau dengan Zeline lakukan, tolong bawa dia kembali padaku, seperti yang kau katakan dia istriku, dan akan tetap menjadi istriku, selamanya!” Tegasnya sambil mengepal tangan menahan amarah yang kian memuncak.


"Aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan, memang apa yang sudah Aku lakukan dengan Zeline? Kami hanyalah teman biasa.”


"Tidak ada teman yang sepertimu, sudahlah Aku bukan bocah ingusan yang tidak tau apa-apa. Kita sama-sama lelaki” Tegasnya.


"Baiklah! Aku mengaku, memang benar selama ini Aku memendam perasaan padanya, tapi Aku tidak pernah melakukan hal yang seperti kau sangkakan!" Jawab Antonio santai, dia hanya memberitahukan hal yang seperlunya saja.


"Bajingan, kau sudah tau status Zeline namun kau masih saja mendekatinya!" Kata Kevin sambil menarik kerah baju Antonio.


"Bagaimana dengan dirimu? Kau suaminya, kau seharusnya mempercayainya bukan malah menyikiti hatinya!” Jawab Antonio sambil melepaskan diri dari Kevin. "Aku tidak ingin membuang waktuku denganmu, Aku pergi dulu!" Lanjutnya, kemudian melangkah menjauh dari Kevin. “Andai saja Aku yang berada diposisimu, dicintai oleh wanita yang juga amat kucintai, akanku juga dia sebaik mungkin, mencintainya setulus hati, tidak akan kupedulikan perasaan orang lain, karna yang terpenting hanya perasaannya padaku, juga sebaliknya.” Lirih Antonio dalam hati.

__ADS_1


Perkataan Antonio tadi menjadi tamparan keras bagi dirinya, apa salah bagi dirinya untuk mencemburui seorang yang dia sayangi? Apakah yang dia fikir dan sangkakan selama ini adalah kecurigaan dari cemburunya?


.


Dipesisir pantai yang indah dengan deruan ombak yang menenangkan hati dan jiwa, ditambah dengan angin sepoi-sepoi serta tarian pohon daun kelapa. Zeline sedang bersantai menikmati indahnya matahari dipagi hari, dengan ditemani Alice. "Zeline, waktunya kembali, tidak lama lagi siang hari, matahari diwaktu siang tidak bagus untukmu dan bayimu, kau harus memerhatikan kesehatanmu," Kata Alice, usia kandungan Zeline sudah masuk trimester ketiga, tidak lama lagi dia akan melahirkan, dan lebih mengkhwatirkannya Zeline mengandung kembar tiga, perutnya pun sudah sangat besar, kini dia mendapati susah untuk berjalan.


“Baiklah bu dokter, mari Aku butuh sedikit bantuanmu!” Jawabnya sambil meminta untuk dipapah, dia bosan terus menerus menggunakan kursi roda, dia meminta untuk ditemani dengan berjalan kaki oleh Alice.


Vila tempat mereka tinggal tidak jauh dari pesisir pantai, hanya butuh waktu kurang sepuluh menit untuk kembali ke vila, tapi dikarnakan Zeline sedang mengandung dan dia agak sedikit kewalahan untuk berjalan seperti biasa, alhasil dari yang sepeluh menit perjalanan berubah menjadi dua puluh menit. Tak lama kemudian setelah sampai mereka berdua melihat Antonio yang sedang duduk dilobby sambil memainkan ponselnya.


"Hai, Zeline apakabar?" Kata Antonio sambil menghampirinya.


"Aku baik-baik saja seperti yang kau lihat!" Jawab Zeline dengan senyuman yang terlihat dipaksakan


"Matamu tidak bisa berbohong, ayolah! Ini bukan Zeline yang kukenal kata Alice kesehatanmu menurun, itu akan sangat berbahaya bagimu dan bayimu, ohiya tempo hari Kevin menemuiku lalu menanyakan tentangmu, tapi tenang saja aku tidak memberitahukan keberadaanmu."


“Benarkah? Bagaimana keadaanya, apa dia baik-baik saja?"


"lalu?" Tanya Zeline .


"Yaa begitulah, dia masih seperti yang sebelumnya,”


Zeline menghela nafas. Lalu tersenyum dengan senyuman yang terlihat kurang puas hati dengan apa yang didengarnya. "Ternyata Kevin masih menganggapku seperti itu ya!"


"Lalu apa rencanamu setelah melahirkan bayi ini?"


“Eheem, permisi Aku ingin mencari udara segar dulu,” Celah Alice, dia rasa tidak sepatutnya dia mendengar pembicaraan mereka lebih jauh lagi.


“Baiklah, terimakasih Alice.” kata Zeline, kemudian dia keluar menuju teras villa, disana ada dua buah kursi yang menghadap pantai, dia duduk dengan pandangan kosong melihat kearah pantai.

__ADS_1


“Jadi bagaimana?” Tanya Antonio kembali, dia mengikuti langkah Zeline dan duduk dikursi sampingnya. “Zeline setelah semuanya selesai ayo menikah denganku, kita akan membesarkan anak ini bersama!" Lanjutnya.


Zeline terkejut, tidak ada satupun perkataan yang bisa keluar dari mulut mungilnya, dia kebingungan, belum lagi masalah Kevin dan anak dikandunganannya, ditambah pula dengan pengakuan Antonio yang secara tiba-tiba.


“Kau tau, sebenarnya Aku mencintaimu, Aku tidak tau sejak kapan cinta itu muncul, dan Aku juga tidak tau kenapa dan bagaimana, Aku hanya tau satuhal, Aku bersungguh-sungguh dalam mencintaimu, dan kata seorang teman adalah alasan untuk ku agar bisa dekat denganmu, maafkan Aku aku tau ini bukan waktu yang tepat."


Zeline terdiam sangat lama, dia mencoba mencerna apa yang dikatakan Antonio tadi.


"Apa kau belum melupakan kekasih lamamu?" Dia teringat alasan pertama kali kenapa Antonio mendekati dirinya.


"Tidak! Aku sudah melupakannya, Aku hanya mencintai dirimu sebagai Zeline davira, bukan sebagai orang lain!" Jawab Antonio memandang wajah Zeline, mereka saling memandangi satu samalain


Memandang wajah Antonio, air mata yang sedari tadi dibendungnya pun terkeluar, dia sudah tidak tau mau berkata apa lagi, dia takut jawabannya akan menyakiti Antonio, setelah agak sedikit tenang dia mencoba berbicara dengan perlahan. “Aku kira Aku salah, tapi ternyata dugaanku benar.”


“Aku tidak mengerti maksutmu!” Jawab Antonio yang merasa heran dengan perkataan Zeline.


“Sewaktu kau memberiku gelang ini, Aku memerhatikan pandanganmu, sama seperti pandangan orang yang sedang dimabuk cinta, dan yang paling menguatkan dugaanku adalah, kau selalu ada untukku saat Aku membutuhkan, menghibur dan menemaniku kala kesepian! Tapi Aku mencoba menetepikannya, berharap kau hanya sedang terlalai dan mungkin saja perasaanmu hanya sementara,” Jelas Zeline, dia tidak menyangka semua firasatnya benar, pantas saja Kevin tidak suka bila dirinya dekat dengan Antonio


Mendengar perkataan Zeline, Antonio mencoba menggagahkan dirinya, setelah ini dia harus mencoba menerima kenyataan atas jawaban Zeline.


“Antonio kenapa kau harus mengatakannya padaku, Aku jadi merasa serba salah, kau adalah teman terbaikku, malah sudah ku anggap seperti kakak sendiri, setelah ini, Aku jadi tidak tau bagaimana harus besemuka denganmu!” Kata zeline sambil menutup wajah dengan kedua tapak tangannya, fikirannya bercelaru, setelah Kevin, rasa bersalah pada Antonio menambah luka dihatinya.


Antonio menerima dengan lapang dada, penolakan dari Zeline, dia tersenyum sambil mengusap ubun-ubun Zeline, dia mencoba untuk menenangkannya."Aku sudah tau jawabanmu akan seperti ini, Aku ingin mengatakannya, setidaknya agar kau tau bahwa Aku pernah sangat mencintaimu, jangan membuat dinding pembatas diantara kita, jadi tolong jangan menjauh tetap anggap Aku seperti sebelumnya, Aku menghormati keputusanmu, jadi jangan lupa memberitahuku apa rencanamu setelah ini!”


Mendengar perkataan Antonio, Zeline merasa sedikit tenang "Terimakasih Antonio!” sambil memeluknya.


Setelah meleraikan pelukan mereka berdua sama-sama tertawa.


"Setidaknya aku telah mengatakannya, Aku merasa sedikit lega,” Kata Antonio, dia tau sebenarnya waktu ini sangat tidak tepat untuk mengungkapkan perasaannya, dia tau juga Zeline akan menolaknya, tapi tidak ada salahnya dia mengatakannya, karena setidaknya dia sudah mengeluarkan semua isi hatinya dan berharap tidak ada penyesalan setelah ini

__ADS_1


 Jika kamu jatuh cinta pada seseorang, cepat katakan padanya, siapa tau orang itu juga mempunyai perasaan yang sama. Tapi jika perasaanmu bertepuk sebelah tangan, tidak apa! Itu lebih baik daripada menyesal di kemudian hari, dan jangan lupa sebelum jatuh pastikan dia sedang sendiri, karna jikalau sudah terlanjur, sangat sukar untuk mengakhiri. (:


__ADS_2