Posesif love

Posesif love
Alvian


__ADS_3

Keesokan harinya, zeline membawa alvian menuju rumahnya untuk bertemu dengan natalia dan alvin.


Iya sedang membayangkan bagaimana reaksi natalia dan alvin nantinya setelah mereka bertemu dengan alvian kakak kembar tertuanya.


Saat berada di dalam mobil, zeline memerhati wajah alvian, wajahnya terkesan serius tidak seperti anak pada umumnya, yang seharus nya lucu tertawa dan lainnya, mungkin karna iya selalu bersama dengan ayahnya, sehingga tingkah laku mereka agak mirip, like father lke son.


Akhirnya mereka sampai juga, setelah beberapalama didalam perjalanan, untung saja tadi pagi antonio sudah mempersiapkan supir untuk menjemputnya di piazza navona.


" mamaaa...." ucap natalia dan alvin, mereka berdua berlari menuju zeline saat melihatnya dari kejauhan.


Kemudian zeline duduk meringkuk menyesuaikan diri dengan tinggi natalia dan alvin.


" Mama kemana saja? semalam tidak pulang, bahkan tidak mengabari kami," ucap alvin sambil berpeluk tubuh, iya merasa kesal dengan mamanya, sedangkan natalia sedang memeluk zeline.


" maafkan mama lupa memberitahumu sayang, kemarin mama ada urusan yang sangat penting," jawab zeline dengan posisi meringkuk sambil membalas pelukan natalia dan tangan kanannya mengelus rambut alvin.


" Mama ada kejutan untuk kalian," ucap zeline sambil berdiri dari posisinya tadi.


Mata Natalia dan Alvin, berbinar - binar, kira - kira apa kejutan apa yang zeline bawakan untuk mereka?


" Benarkah mama? aku ingin melihathya!" ucap alvin mendongak sambil memegang tangan mamanya, dia paling suka di berikan kejutan, yang tadinya kesal pada mamanya berubah menjadi rasa penasaran.


Kemudian zeline berjalan ke mobil untuk mengambil alvian, hatinya merasa berdebar - debar, entah bagaimana reaksi natalia dan alvin ketika melihat alvian.


Natalia dan alvin terbeliak, mereka terkejut sekaligus gembira dengan apa yang mereka lihat.


Alvin ternganga melihat alvian, dengan baju kemeja warna putih yang sangat cocok dengan ukurannya, dan mata birunya, yang tidak di punya oleh dirinya dan natalia, serta wajah yang dengan seriusnya berjalan keluar dari mobil.

__ADS_1


Kemudian mereka berdua berlari menuju Alvian.


Alvian terkejut ketika melihat natalia dan alvin, memang sebelumnya zeline sudah memberitahukan pada alvian kalau iya memiliki dua orang adik kembar, tapi ekpresinya tak seterkejut ini ketika melihat mereka berdua, wajah mereka bertiga sangat mirip, yang menjadi lain hanyalah mata alvian yang mirip dengan ayahnya.


Kemudian natalia dan alvin memeluk dirinya, iya merasa kebingungan, tubuh nya terbujur kaku dipeluk oleh dua adiknya, Alvian bukanlah seorang anak yang ramah ataupun cepat mesra dengan orang lain, mungkin karna sedari kecil iya tak mempunyai teman, jadi iya tidak tau harus bagaiamana, namun jauh di dalam hatinya iya sangat bahagia.


Zeline terharu melihat pemandangan seorang adik beradik yang bertenu setelah berpisah bertahun - tahun lamanya.


" Kakak, kenapa kau diam saja? apa kau tidak suka dengan kami?" tanya natalia sambil memandang wajah alvian.


" Bukan begitu maksutku, aku sangat bahagia bertemu dengan kalian, sungguh," tukas alvian, wajahnya berkeringat, iya tak dapat mengespresikan betapa senang dirinya.


Zeline yang mendengarnya kemudian menghampiri mereka.


" Sayang, Kakak mu alvian masih sangat terkejut, beri dia waktu untuk berbaur ya, ayo masuk kedalam," ucap zeline pada tiga orang anaknya.


Kemudian Zeline memperkenalkan Alvian pada dua adik kembarnya, tadi waktu mereka bertemu diluar, zeline belum sempat memberitau nama keduanya.


Alvian terlihat agak canggung dengan orang - orang disekelilingnya, mungkin karna belum terbiasa.


Kemudian Zeline melihat antonio turun, dia terlihat sangat rapi hari ini.


" Kamu ingin pergi kemana?" tanya zeline sambil berjalan menuju antonio, sedangkan Natalia dan alvin sedang asik mengobrol dengan Alvian di atas sofa yang berada di ruang tamu lantai bawah, mereka bertiga ditemani oleh lisa.


" Aku tidak akan tinggal lagi disini, aku baru saja membeli rumah, aku akan tinggal disana" ucap antonio sambil tersenyum pada zeline.


" huhh??? kenapa kau tidak memberitahu ku dari awal?" ucap zeline, iya merasa kesal dengan antonio tiba - tiba ingin pergi saja, seharusnya iya memberitahukan pada dirinya lebih awal, agar tak terasa mengejut.

__ADS_1


" Apa penting bagimu untuk ku memberitahukannya?" jawab antonio, iya merasa tidak ada bedanya jika memberitahu zeline dari jauh hari ataupun sekarang.


Zeline terkejut mendengar jawaban antonio, iya merasa antonio sangat lain hari ini, biasanya iya tak seketus itu pada dirinya.


" mm kalau begitu jaga dirimu baik - baik, jangan lupa hubungi aku, kau akan pindah di area mana?" tanya zeline tersenyum, iya mengalihkan pembicaraan, karna jujur iya pun tidak tau kalau antonio penting baginya, yang iya tahu antonio adalah sosok sahabat yang sangat berarti bagi dirinya.


" Kau tidak perlu tau areanya dimana, yang penting masih di sekitaran roma," ucap antonio tersenyum, kemudian memeluk zeline.


Zeline hanya terdiam dan membalas pelukan antonio, pelukannya sangat erat, hingga membuatnya terasa sesak, tapi zeline hanya membiarkannya.


Kemudian antonio melangkah keluar, setelah berpamitan pada natalia dan alvin.


Zeline merasa agak aneh dengan kepergian antonio kali ini, rasanya seperti antonio akan pergi untuk selama - lamanya dari hidupnya, iya sempat melihat raut wajah antonio, tak seperti sebelumnya, biasanya dia selalu tersenyum dan terlihat ceria, berbeda dengan hari ini, terlihat murung seperti seseorang yang baru putus cinta.


" Apa aku melakukan kesalahan?" tanya zeline dalan hati sambil melihat mobil yang dipandu antonio beredar.


" Ah, mungkin saja hari ini moodnya sedang tidak baik," ucap zeline menghiraukan tingkah laku antonio, pasti besok atau lusa dia akan memberinya kabar.


...........................


Tak terasa sudah satu minggu alvian dirumah, zeline sangat senang melihat alvian sudah bisa berbaur dan mesra dengan kedua adiknya, dan juga zeline sudah mengubah suai tempat tidur mereka menjadi tiga tingkat, awalnya alvian tidak mau berbagi kamar, dengan alasan tak suka style tempat tidurnya, dia hanya ingin tidur di singgle bed, namun lama - kelamaan iya menurut juga.


Dan kebetulan sekali sebenarnya tempat sekolah Alvian dan kedua adik kembarnya adalah sama, namun mereka tidak pernah bertemu karna alvian mengambil jalur home schooling, Alvian sangat rajin dibandingkan dengan kedua adiknya, karna zeline memerhati alvian selama beberapa hari, iya selalu menyempakan diri untuk belajar dan membaca sebuah buku tentang pelajaran akuntan, seharusnya di umurnya yang seperti itu, iya tak harus mempelajarinya, entah darimana iya mendapatkan buku itu mungkin saja iya telah membawanya dari awal.


" huftttt," zeline menghela nafas sambil merebahkan badannya diatas tempat tidur, iya sangat bahagia melihat anaknya bisa berkumpul, namun iya merasa ada sebuah kekosongan dalam dirinya.


Saat ingin melelapkan matan, zeline teringat pada kevin.

__ADS_1


Alvian sudah satu minggu tidak pulang kerumahnya, namun kenapa tidak ada tanda atau kabar kalau iya mencari alvian? apa alvian sudah memberitahu kevin? zeline agak sedikit kebingungan, karna dari sifat kevin, pasti dia akan mencari alvian seperti orang gila kemana - mana, tapi yasudahlah besok pagi iya akan menanyakannya pada alvian.


__ADS_2