Posesif love

Posesif love
Kota verona


__ADS_3

Setelah puas melihat sunset mereka berdua pun kembali ke rumah.


....


"Sayang besok kita akan menghadiri acara pernikahan salah satu temanku!" Ucap Kevin sambil mengeringkan rambutnya yang basah.


"Kemana?" Tanya Zeline.


"Ke Kota Verona, setelah itu Aku akan mengajakmu berjalan-jalan di sekitar sana!" Balas Kevin sambil mencium dahi Zeline.


"Baiklah sayang, sebenarnya Aku juga ada keinginan untuk kesana, untuk melihat suasana kota Romeo dan Juliet, kebetulan sekali Kau mengajak ku!" Jawab Zeline kegirangan, Iya sudah lama ingin ke sana namun belakangan ini Kevin terlihat sangat sibuk. "Kalau begitu, Aku akan menyiapkan barang yang akan kita bawa untuk besok!" Lanjut Zeline kemudian berjalan ke arah almari dan membukanya.


"Tidak usah! Biar Maid saja yang menyiapkan semuanya!" Jawab Kevin santai sambil merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur.


"Ingat Kevin, Kau sudah menikah, keperluanmu adalah kewajibanku, Aku tak ingin tanggung jawabku di gantikan oleh Maid!" Ucap Zeline tegas.


Kevin hanya diam mendengar perkataan Istrinya, ada benarnya juga sekaya bagaimana pun Kevin atau sebanyak apapun Maid dirumahnya, tetap saja keperluan makan pakainya adalah tanggung jawab Zeline Istrinya, Iya terbiasa karna selama ini semuanya diuruskan oleh Maid, sehingga lupa kalau kini sudah menjadi tanggung jawab Istrinya.


Selesai mengemasi barang dan memasukkannya ke Laguage bag, Zeline pun tidur di dekat Kevin yang sedari tadi sedang asik membaca buku.


....


Keesokan harinya mereka sudah berangkat menggunakan jet pribadi menuju kota Verona. Setibanya di Verona mereka berdua langsung menuju rumah teman Kevin yang sedang melangsungkan pernikahan.


Zeline mengenakan maxi dres warna peach dengan lengan sampai siku, sedangkan Kevin menggunakan kemeja warna peach sebagai dalaman dan jas warna hitam sebagai luaran. Keduanya tampak serasi dan membuat siapa saja yang melihatnya menjadi iri akan kecantikan dan ketampanan kedua pasangan ini.


"Oh iya, siapa nama temanmu itu Kevin?" Tanya Zeline di dalam mobil.


"Oh iya, Aku lupa memberitahumu sayang, namanya Jhonatan, kami saling kenal di inggris saat Aku sedang melanjutkan pelajaranku dulu!" Jelas Kevin. Tak sembarang orang bisa berteman dengan Kevin.

__ADS_1


Tak lama kemudian mereka pun sampai di rumah Jonatan. Zeline terbeliak melihat rumah Jhonatan, mirip seperti kastil dalam film fantasi, dari segi bangunan maupun interior. "Rumahnya bagus sekali, mirip kastil pada jaman dulu!" Ucap Zeline sambil memerhati sekeliling.


"Kau suka rumah seperti ini? Bilang saja, Aku akan membuatkannya untukmu sesampainya dirumah nanti!" Ucap Kevin.


"Huhh!! Aku hanya sedikit heran ternyata masih ada orang tinggal di rumah model seperti ini, tapi Aku tidak ingin memeliki nyaa" Ucap Zeline.


"Benvenuti, Signore e Signori (selamat datang tuan dan nyonya)" Ucap salah satu House keeper ketika mereka telah sampai di pintu masuk.


Mereka masuk melalui Red karpet yang telah disediakan kemudian berjalan ke arah pengantin.


"Ciao, ho pensato che non saresti venuto al mio matrimonio (Hai! Aku sangka Kau tidak akan datang ke acara pernikahanku)" Ucap Jonatan yang menyadari kehadiran Kevin, kemudian dia memeluk Kevin, sudah lama mereka tidak bertemu karna waktu Kevin menikah Jhonatan tidak sempat menghadiri pernikahannya karna ada acara penting yang harus iya hadiri.


Kevin membalas pelukan Jhonatan.


"Incontra mia moglie, Zeline (Perkenalkan ini Istriku, Zeline)" Ucap Kevin sambil merangkul istrinya.


"Congratulazioni per il tuo matrimonio (Selamat atas pernikahan kalian)" Ucap Zeline tersenyum ramah.


"Grazie, Presenta anche mia moglie Maria (Terimakasih, perkenalkan juga ini istriku Maria)" Ucap Jhonatan memperkenalkan Istrinya kepada Zeline dan Kevin.


Kemudian mereka berudua pun berjabat tangan dengan mempelai perempuan.


"Sei mollto bella (Kau sangat cantik)" Ucap Zeline tersenyum.


"Grazie, Inoltre non sei meno bella (Terimakasih, Kau juga tak kalah cantiknya denganku!" Jawab Maria tersenyum manis.


Kemudian Jhonatan meminta diri dari hadapan mereka untuk menyambut tamu yang lainnya.


"Sayang duduklah dulu sebentar disini, Aku akan menemui seorang client yang hadir juga disini!" Ucap Kevin sambil menarik kursi untuk Zeline.

__ADS_1


"Kenapa Aku tidak boleh ikut?" Tanya Zeline sambil duduk.


"Aku tidak ingin semua orang melihat kecantikan Istriku, tunggulah sebentar!" Jawab Kevin sambil memberikan gantle kiss pada Zeline.


Terkadang acara pernikahan juga menjadi ajang para tamu untuk membicarakan bisnis mereka.


"Hai Nona sendiri saja!" Ucap salah seorang dari belakang.


Zeline yang sedang asik menyantap hidangan di depannya pun menengok belakang. "Hai Antonio, Aku tak menyangka ternyata Kau disini juga!" Ucap Zeline, setelah melihat seseorang yang menyapa dirinya tadi ternyata adalah Antonio.


"Yah, Aku dan Jonatan adalah rekan bisnis juga! Jawab Antonio sambil menarik kursi di dekat Zeline kemudian duduk.


Zeline mengangguk mengiyakan penjelasan Antonio, tiba-tiba Iya teringat kata-kata Kevin, kalau Iya melarangnya bertemu atau berbicara dengan Antonio. Namun mereka bertemu secara tiba-tiba, Zeline merasa tak sedap hati kalau menghiraukan Antonio yang sudah duduk di depannya.


"Ah biarkan saja, mungkin Kevin akan memahaminya!" Ucap Zeline dalam hati, lagi pula Iya dan Antonio hanya teman biasa.


Kemudian Antonio dan Zeline berbincang seputar Kota Verona. Keduanya tanmpak asik dalam berbicara.


.......


Author :


Bagi yang mau QnA


Follow my ig @Rosna94


dan DM Question kalian ke aku,


aku bakalan jawab semuanya di akhir atau pertengahan cerita 🤗❤️

__ADS_1


__ADS_2