Posesif love

Posesif love
Kebenaran yang mengejutkan


__ADS_3

Sudah satu minggu kevin berada diluar kota untuk mengerjakan urusan bisnis yang memerlukan kehadiranya, dia di temani oleh edward, dan harini iya akan pulang ke roma.


Kevin sangat merindukan alvian, iya merasa sedikit aneh dengannya, biasanya kalau kevin berada di luar kota, alvian akan menelfonnya setiap malam sebelum dia tidur, namun kali ini tidak.


....


Kevin sedang duduk bersantai sambil bertongkat dagu di dalam privat jetnya.


privat jet miliknya amat mewah yang memiliki lima zona kabin yang dapat diatur menjadi multi cabin, meja makan, dan master suize lengkap dengan queen sise bed dan walking shower, serta terdapat lima belas kursi panjang didalamnya.


Kemudian kevin melihat edward yang sedang asik bermain game, " Alangkah bagusnya menjadi edward, menikamati hidup dengan sahgat tenang tanpa mencintai sesiapa," batin kevin.


" Kevin, jangan melihatku terlalu lama, aku takut nanti ketertarikan mu berubah menjadi ke sesama jenis," ucap edward sambil membaling bantal kepada kevin, iya menyadari kalau sedari tadi kevin memerhatikan dirinya.


" Jika kau menjadi wanita sekalipun aku tidak akan tertarik padamu," jawab kevin dengan datar.


Beberapa jam kemudian kevin sampai di roma dan sedang dalam perjalanan pulang ke rumahnya.


sesampainya dirumah, seperti biasa kevin di sambut oleh beberapa maid dan juga abra.


Kemudian kevin naik ke lantai atas dan menuju kamar alvian, iya sangat merindukannya, serasa ingin di peluknya karna sudah semingguan berpisah.


Ketika kevin membuka kamar alvian, iya tak menemukan siapa - siapa di dalamnya, lalu ketika hendak berbalik dan pergi menuju kamarnya, abra memanggil dirinya.


" Maaf tuan, tuan muda sudah satu minggu tidak pulang kerumah, iya kata iya sedang bersama dengan temannya, iya berpesan tuan tak perlu menghawatirkannya," ucap abra kemudian setengah membungkuk lalu meminta diri.


Kevin melonggarkan kerah bajunya sesampai di kamar, iya merasa keheran mendengar pesan dari alvian, setaunya alvian tak mempunyai teman, iya akan merasa risih kalau ada orang didekatnya, apalagi dengan sifat alvian yang seperti itu, mungkin tidak ada anak seusianya yang ingin berteman dengan dirinya.


Kevin merasa penasaran, kemudian iya menyuruh edward untuk menyelidiki apa saja dan kemana saja alvian semingu belakangan ini, iya merasa agak aneh dengan alvian, tak biasanya iya seperti ini, pantas saja alvian tak pernah menelfon dirinya, namun jikalau benar alvian dengan temannya, siapakah teman yang iya maksutkan hingga Alvian bisa menghiraukan dirinya?


Tak puas dengan fikirannya, kevin kemudian menelfon alvian.


" Halo sayang? apa kau sudah melupakan ayahmu? aku tidak melihat mu hari ini, kau bahkan tidak mengabariku selama aku berada di luar kota," ucap kevin tersenyum ketika alvian menjawab panggiman darinya.


" aah ayah mana mungkin aku melupakan dirimu, maafkan aku, aku sangat sibuk belakangan ini, aku sedang berada dirumah temanku, aku akan pulang lusa ini," jawab alvian, dirinya sudah seperti orang dewasa, mau kemana saja sesuka hatinya.


" Mm baiklah, jaga dirimu," ucap kevin.


" daaah ayah, missyou," jawab alvian kemudian mematikan telfon.


Kemudian kevin menghela nafas sambil merebahkan dirinya di atas kasur, iya belum sempat mengganti pakaianya, fikirannya dipenuhi oleh alvian dan juga sosok perempuan yang sangat mirip dengan zeline istrinya, alvian anaknya, baru kali ini keluar rumah tanpa ada pengawal atau asistennya, kadang alvian sangat keras kepala, kalau sudah menginginkan sesuatu tiada siapapun yang boleh mengubahnya, apalagi kevin, iya selalu menuruti kehendak alvian apapun itu, sebenarnya dia agak khawatir dengan alvian, walaupun alvian nampaknya terlihat baik - baik saja, namun alvian tidak memberitahukan dimana dirinya, iya hanya membertitahu kalau iya sedang bersama dengan temannya.


" Zeline seandainya saja dirimu masih disini, mungkin alvian tidak akan menjadi sekeras ini, aku bahkan tidak tau bagaimana harus mengajarnya, maafkan aku zeline," lirih kevin.


Peran seorang ibu memang sangat penting bagi anak - anak, seorang ibulah yang akan mengajari dan membimbing anaknya, tak peduli seberapa mahal dan terbaiknya pelajaran dan kemewahan yang diberikan seorang ayah, namun tetap saja semua tidak akan lengkap tanpa seorang ibu.


Tak lama kemudian kevin tertidur dalam permainan fikirannya, iya merasa sangat lelah sekali hari ini, iya butuh istrihat.


..................


Jam 11:00 pagi


Zeline sedang duduk bersantai di balkon lantai atas rumahnya bersama.


Pandangannya tertuju pada ketiga anaknya yang berada tidak jauh darinya, iya melihat alvian yang sedang sibuk membaca buku sedari tadi, sedangkan Natalia bermain masak - masakan, dan alvin pula sedang bermain dengan pesawat tempurnya seorang diri.


Mereka bertiga sangat unik, memiliki hobi dan keahlian masing - masing, namun tetap mesra dan saling berkasih sayang satu sama lain, iya berharap kedekatan mereka akan selalu seperti ini saat mereka dewasa nanti.


Kemudian zeline teringat akan hal semalam yang mengganggu fikiranya, lalu iya berjalan menghampiri ketiga anaknya, jarak antara tempat duduk zeline dengan tempat bermain anak - anak, hanya lima meter, terhalang antara kaca.

__ADS_1


Iya sengaja membuat ruang khusus yang berdindingkan kaca tebal dan diberi nama chlid room, agar mereka lebih leluasa dan merasa nyaman.


" Sayang, apa ayahmu tidak mencari?" tanya zeline pada alvian sambil mengelus rambutnya.


" Tenang saha mama, aku tau yang mama khawatirkan, aku sudah memberitahu ayah kalau aku sedang bersama seorang teman dan akan pulang esok," jelas alvian sambil menaruh buku yang tadi iya baca.


iya tau apa yang sedang di khawatirkan mamanya, karna iya sangat faham sifat ayahnya, iya pasti akan marah - marah pada semua orang rumah dan menugaskan orang untuk mencari keberadaanya, makanya sehari sebelum ayahnya pulang iya sudah menelfon abra untuk memberitahukan ayahnya kalau dirinya sedang bersama dengan teman.


Alvian tau kalau ayahnya akan mengizinkannya, karna ayahnya sangat menyayangi dirinya, hingga apapun kemauannya selalu dituruti.


...............


Keesokan harinya, kevin sudah mendapatkan kabar dari edward tentang alvian.


Dan ternyata selama seminggu belakangan ini alvian berada dirumah elena.


Bahkan Alvian telah melakukan DNA TEST pada rambut elena, dan hasilnya sangat mengejutkan, ternyata elena adalah ZELINE DAVIRA, sang istri yang menyatakan dirinya sudah meninggal empat tahun lalu.


Iya sendiri tak habis fikir kalau alvian akan melakukan DNA TEST pada elena, ternyata dalam diam alvian juga merasa kalau elena adalah ibunya.


" Anak yang jenius, kau lebih cepat dariku, tapi kau lupa darimana kau mendapatkan semuanya," ucap kevin pada diri sendiri, tidak ada hal yang tidak bisa iya seledik, kecuali tentang pemalsuan kematian zeline.


Kemudian kevin berjalan menuju kamar, iya ingin menenangkan emosi dan fikirannya, iya merasa lemas dan bergegar di seluruh tubuhnya, iya tak mampu beridiri


lalu iya terduduk diatas lantai pada sisi sudut pojok kamarnya dan meyandarkan tubuhnya pada dinding, iya menekuk sebelah kaki kirinya, mana kala kaki kanannya terlentang lurus, kemudian iya mendongak sambil melihat langit - langit kamarnya dengan tatapan kosong.


Kevin menarik nafas panjang sambil memejamkan mata, fikirannya mencoba mencerna kembali apa yang sudah terjadi, tak heran sebelumnya iya melihat sosok zeline dalam diri elena, dan ternyata benar elena sememangnya adalah zeline.


Kevin merasa sangat senang mengetahui kebenaran sebenarnya kalau zeline masih hidup, namun ada sesuatu yang masih terasa menjanggal jauh dalam lubuk hatinya.


Kenapa zeline memalsukan tentang kematiannya? dan mengapa iya muncul kembali sebagai elena?


" apakah kedatangan zeline sebenarnya adalah untuk mengambil kembali alvian?" tanya kevin pada diri sendiri.


Jika yang di fikirnya itu benar maka kevin tidak akan pernah menyerahkan alvian padanya.


" tak akan kubiarkan itu semua terjadi," ujarnya.


.................


Keesokan harinya.


Alvian telahpun kembali ke rumah ayahnya.


Sesampainya dirumah, iya melihatnya ayahnya sedang duduk di taman belakang rumah sambil menatap mawar merah kesayangannya, baru kali ini iya melihat ayahnya berada dirumah, sebelumnya ayahnya selalu dikantor, sibuk dengan urusan pekerjaanya.


" Hai ayah, aku pulang," ucap alvian sambil menuju pangkuan ayahnya, kemudian mencium pipinya sambil tersenyum.


Kevin terheran melihat tingkah alvian, biasanya alvian sangat jarang tersenyum atau mencium dirinya, berbeda dengan sekarang.


Kemudian kevin membalas senyum alvian, dan memeluknya tanpa sepatah kata, pandangannya tertuju pada mawar merah yang iya tanam dengan tangannya sendiri tepat pada empat tahun lalu, saat dirinya menerima kabar tentang kematian zeline, iya sengaja menanam bunga itu sendiri untuk mengenang zeline sang istri tercinta, karena dulu sewaktu mengidamkan alvian, zeline sangat menyukai harum dari bunga mawar, begitu juga dengan alvian, pernah waktu itu ketika alvian berumur tujuh bulan, dia menangis tak henti - hentinya, kemudian kevin memetik mawar untuk diberi pada alvian, lalu alvian tertidur dengan sendrinya setelah mencium harum bau mawar.


" Apa sangat menyenangkan bersama dengan temanmu?" tanya kevin pada alvian.


" Tentu, dan aku juga sangat suka berada disana," jawab alvian dengan riang.


" Pantas saja kau tak menelfon ku selama berada di luar kota, apa kau tak merindukanku?" ucap kevin


" tentu saja aku sangat merindukanmu, tapi waktu itu aku sangat sibuk bermain ayah, lagipula aku tak ingin mengganggumu, " jelas alvian.

__ADS_1


Kevin hanya terdiam mendengar kata alvian, iya terlihat sangat ceria harini, berbeda dengan sebelumnya.


" Alvian, kau terlihat sangat bahagia setelah bertemu dengan ibumu, andai saja aku sebahagia dirimu seperti saat ini," ucap kevin dalam hati.


Hanya tuhan yang tahu, betapa bahagia dan sedih dirinya, kevin sangat senang kalau zeline sang istri yang iya rindui dan cintai, ternyata masih hidup, namun iya juga juga sangat sedih karena merasa sudah dibohongi habis - habisan oleh zeline.


Apa zeline sangat membenci dan belum memaafkan kevin? sehingga iya harus memalsukan surat tentang kematiannya, lantas bagaimana nantinya reaksi zeline, saat tau sebenarnya kevin sudah tau mengenai dirinya.


Apa iya masih bisa menerima kevin?


Hari ini kevin tidak pergi ke kantor, iya ingin menenangkan diri sekaligus menghabiskan waktu bersama alvian.


Kemudian iya mendapat telfon dari Edward, karna waktu itu kevin menyuruh edward melanjutkan penyelidikan tentang zeline tentang zeline, iya ingin tau hal apa lagi yang zeline sembunyikan selain kematiannya.


" halo kevin, sebenaranya aku ingin memberitahumu secara langsung, aku sangat ingin melihat reaksimu setelah mendengar informasi ini," ucap edward dalam telfon.


" katakan, informasi apa yang kamu dapat?" jawab kevin sambil mengangkat sebelah alisnya.


" Zeline sang buah hati yang kau sangat cintai, tidak hanya memalsukan kematiannya, namun juga memalsukan tentang anak kalian, sebenarnya zeline telah melahirkan tiga anak kembar, kedua nya bernama, Natalia dan alvin, bahkan keduanya memiliki nama belakangmu, selama empat tahun belakangan ini dia tiggal di indonesia dan baru kali ini iya menginjakkan kakinya kembali keroma," jelas edward.


Kevin terbeliak setelah mendengar penjelasan alvian, iya takdapat berkata sepatah katapun, emosi dalam dirinya semakin meluap.


" Mereka bersekokah di international high school, sama dengan alvian, jika kamu ingin menemuinya masih ada sisa tiga jam lagi sebelum zeline pergi menjemputnya," jelas edward sambil mematikan telfon, iya faham akan keterbiusan sahabat sekaligus atasannya, kevin pasti sangat shock menerima kabar ini.


Kevin memejamkan mata, iya sedang menahan amarahnya, kemudian iya meraih sebuah vas bunga dan melemparkannya ke dinding sambil menjerit.


" Arhhhh, zeline kenapa kau harus melakukan semua ini, belum puaskah kau menyiksa hati dan perasaanku dengan berita kematianmu," lirih kevin.


Tak ingin membuang waktu, iya langsung berjalan menuju mobil mewah miliknya dan melaju dengan kecepatan 100km/jam, iya akan menuju ke sekolah natalia dan alvin.


Setelah sampai di sekolah tempat kedua anaknya, Kevin datang keruangan principle dan meminta mereka untuk memanggil natalia dan alvin.


Kemudian kevin berjalan kembali menuju tempat iya memarkir mobilnya, Jantungnya terasa berdegup kencang, ini pertama kalinya iya akan menemui anaknya setelah sekian lamanya.


Dari kejauhan iya melihat Natalia dan alvin berjalan, wajah mereka berdua juga sangat mirip dengan dirinya, hanya ada perbedaan pada mata.


" haloo, apa anda adalah ayah kami? anda sangat mirip seperti di gambar," ucap alvian dengan wajah girangnya iya mendongak sambil memegang jari - jari kevin.


Kemudian kevin memeluk erat natalia dan alvin, tak terasa iya meneteskan airmata jantanya, iya bahkan tak mendengar jelas celoteh kedua anaknya.


" Maafkan ayah, baru menemui kalian sekarang," ucap kevin tersenyum, kemudian membawa natalia dan alvin pulang menuju rumahnya, iya tak menyangka kalau natalia dan alvin menurut ketika kevin membawa mereka pulang kerumahnya, bahkan mengenali dirinya, mungkin zeline sudah menceritakan tentang dirinya pada natalia san alvin.


Mereka bertiga berjalan pulang menuju rumah, sedangkan kevin masih sangat shock akan kenyataan ini, iya tak pernah berfikiran memiliki tiga anak kembar sekaligus, namun iya juga sangat bahagia kalau anak - anaknya bisa menerima dirinya.


Sesampainya mereka dirumah, para maid dan begitu juga abra dengan istrinya sangat terkejut melihat kehadiran dua bocah yang sangat serupa dengan tuannya, mereka sangat penasaran apa sebenaranya yang telah terjadi, namun tiada siapapun yang berani menanyakan hal itu.


" Huftt, tak ku sangka secepat ini ayah mengetahui semuanya," ucap alvian dalam hati, ketika melihat dua adik kembarnya berada dirumah.


Kemudian mereka berempat berbual - bual kosong, awalnya kevin tidak tau harus berkata apa pada natalia dan alvin, iya menyangka ini semua mimpi.


" ayah akan keatas dulu, kalian bermainlah sepuasnya disini, mulai hari ini kalian tinggal disini," ucap kevin.


" tapi bagaiamna dengan mama?" tanya natalia pasa kevin.


" Tenang saja, mama akan datang sebentar lagi," jawan kevin sambil tersenyum pada natalia.


Kemudian kevin berjalan menuju balkon kamarnya.


" indahnya menjadi seorang anak kecil, menangis saat sedih dan tertawa saat gembira," ucap kevin pada diri sendiri, iya sedang menenangkan dirinya sembari menunggu zeline, iya tau zeline pasti akan datang menuju tempat kediamannya.

__ADS_1


__ADS_2