
"Antonio tolong bawa aku sejauh mungkin" Ucap Zeline
"Memangnya kamu ada masalah apa Zeline?" Tanya Antonio keheranan.
“Nanti akanku ceritakan, tolong bawa Aku sekarang sebelum kita terlihat.”
"Hmm baiklah kalau begitu, aku akan membawamu ke suatu tempat!"
"Tapi apa kau yakin ingin meninggalkan Kevin?" Tanya Antonio kembali untuk memastikan. Zeline menjawab Antonio dengan anggukan
Selama diperjalanan Zeline menceritakan semua yang terjadi padanya, beberapa jam kemudian, mereka sampai di sebuah dermaga. Disana privat jet milik antonio sudah menunggu.
"Bangun Zeline." Kata Antonio sambil mengelus wajah Zeline untuk membangunkannya.
Zeline pun terbangun, setelah itu mereka berdua menaiki privat jet milik Antonio.
"Kita akan kemana Antonio?" Tanya zeline .
"Aku kan membawamu menuju pulau pribadi milik keluargaku, aku selalu kesana kalau suasana hatiku sedang tidak baik, dan kau bisa tinggal disana sesukamu, keamanan di sana sangat terjamin." Ucap Antonio tersenyum menggenggam tangan erat Zeline.
"Terimakasih Antonio, suatu hari aku akan membalas kebaikan mu," ucap Zeline
"Tidak perlu Zeline, kau adalah sahabatku, apalagi semuanya terjadi karna aku, aku merasa bersalah atas apa yang sudah terjadi padamu, dan terimakasih masih menyimpan gelang itu!" Kata Antonio tersenyum melihat gelang yang di pakai Zeline. Perkataan sahabat hanyalah menjadi penghubung antar dirinya dan Zeline, sebenarnyadia masih mencintai Zeline hingga saat ini, walaupun bertepuk sebelah tangan dia rela melakukan apapun agar Zeline bahagia.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di sebuah pulau. Zeline melihat sekitar, pulau yang sangat indah walaupun dimalam hari, setelah landing, dia turun dan berjalan kaki menuju Villa. Villa yang sangat mewah, terlihat rapi dan bersih.
"Zeline kau istirahatlah, Aku akan menemanimu, di atas ada satu kamar, kau boleh naik menggukan lift, mari kuhantar!" Ucap Antonio berjalan sambil menggenggam tangan Zeline. Genggaman yang erat seolah dia tidak ingin terlepas.
Zeline mengikutinya dari belakang.
"Aku sudah menelfon house keeper untuk mendatangan kan beberapa maid untuk membantu mu, juga dokter kandungan, agar kamu bisa melahirkan dengan tenang dan aman nantinya!" Kata Antonio sambil tersenyum
"Terimakasih Antonio, maaf telah banyak menyusahkanmu!" Jawab Zeline, sebenarnya dia merasa segan dengan pelawaan Antonio, namun tidak ada satu orangpun yang dia kenal disini selain Antonio.
__ADS_1
"Kau tidak perlu sungkan Zeline, anggap saja ini sebagai permintaan maafku, karna sudah membuat Kevin salah faham, seharusnya Aku menjelaskan semua padanya!"
Zeline terdiam, dia tidak tau harus berkata apa.
Setelah sampai didepan pintu kamar, Antonio melepaskan genggamannya “Ini kamarmu,istirahatlah dengan tenang, jangan khawatirkan semua hal, kamu akan baik-baik saja disini!”
Zeline tersenyum seraya berterimakasih kemudian masuk ke dalam kamar, nampaknya kamar ini adalah kamar utama di villa ini, dengan ruanganya yang sangat luas, juga jendela yang menghadap ke pantai. Zeline duduk di tempat tidur, memandang ke luar jendela. Dia menangis, sebenarnya dia sangat merindukan Kevin, namun hatinya sudah terlalu sakit, ingin sekali rasanya dia membecinya, tapi tetap saja dia tidak bisa, bagaimana bisa dia membenci calon ayah dari bayi yang dikandungnya ......…
Pukul 9:00 pagi
Keesokan harinya seorang pelayan membangunkan Zeline"Selamat pagi nona, ini ada bebeerapa baju untuk nona pakai, tuan menyuruh saya untuk mengurus semua keperluan nona!” ucap salah seorang maid, dia terlihat masih muda "Terimakasih, tidak apa kau bisa melakukan pekerjaan lain, Aku bisa mengurus diri sendiri."
"Tapi nona, tuan memerintahkan saya untuk menjaga dan malayani nona!"
"Hmm baiklah, ohiya siapa nama mu?" Tanya Zeline.
"Baiklah Lisa, kenalkan nama saya Zeline, kau boleh memanggil namaku saja"
"Baiklah nona Zeline saya akan membantu nona membersihkan badan terlebih dahulu, sebelum itu tuan berpesan untuk memberitahu nona, kalau dia sudah kembali ke kota dia tidak bisa menemani nona disini, tapi dia akan berkunjung sesekali."
Antonio sangat baik dan sangat paham dengannya, dia sengaja mengirim seorang maid yang seusia dengan dirinya, agar dirinya tidak merasa kesepian.
Susudah mandi dan mengenakan baju Zeline turun sarapan dengan ditemani Lisa.
"Selamat pagi nona, perkenalkan nama saya Alice, saya spesialis dokter yang akan menemanik anda hingga persalinan nanti,"
Antonio mengirim lima orang, tiga maid yang ditugaskan untuk masak, mencuci kain dan membersihkan Villa , satu lagi lisa yang bertugas melayani Zeline, satu lagi dokter kandungan yang terlihat satu tahun lebih tua dari Zeline
"Hai Alice, panggil Aku Zeline saja, Aku sudah banyak mendengar tentangmu dari Antonio," jawab Zeline tersenyum, Alice adalah salah satu dokter kandungan termuda di kota roma, bakat dan kemampuannya tak diragukan lagi.
__ADS_1
Lalu Zeline mengajak Alice dan Lisa sarapan bersama-sama, awalnya mereka berdua menolak, namun Zeline berkata, "Aku ingin berteman dengan kalian, tolonglah." kata Zeline memaksa...........
Pukul 11:25 pagi .
Kevin beridiri sedari tadi didekat tangga, dia menunggu Zeline keluar kamar, entah mengapa hatinya merasa tidak tenang, sebenarnya dia menyesal atas apa yang dia perbuat kemarin, Kevin masih cinta dan sangat sayang dengan Zeline, dia sengaja membawa Jesica dan memperlihatkan kemesraan mereka karena kebencian dan cemburu telah menguasai dirinya. Sudah lama dia menunggu, namun Zeline tidak kunjung keluar, lalu dia menyuruh maid menghantarkan makanan. Setelah itu tidak lama kemudian maid pun berlari dengan raut wajah panik ke arah Kevin.
"Ttuuuaan, nyonya tidak ada di dalam kamar!" Ucap maid tergagap.
Kevin mengerenyitkan mata, sontak dia berlari menuju kamar Zeline. Kevin mencari Zeline di setiap sisi rumah. Dia menemukan dokumen yang berisi surat perceraian yang sudah di tanda tangani oleh Zeline terlebih dulu, juga terdapat surat didalam dokumen tadi. Dengan sigap dan tangan yang gemetar dia membuka sampul surat itu.
"Aku pergi Kevin, jangan membuang waktumu untuk mencariku, kau tidak akan menemukanku dimanapun, Aku sudah lelah, Aku sudah cukup bertahan selama ini, Aku sudah menyiapkan dokumen perceraian kita dan menandatanganinya, Aku harap kau bahagia dengannya, maafkan Aku bukan Aku yang meninggalkanmu
Tapi kau sendiri yang menghancurkan cinta kita"
Zeline davira.
Mata kevin memerah, dia memeras surat yang tadi dibacanya, iya berteriak karna tidak dapat memendam amarahnya, rasa kecewa, marah, sedih dan penyesalan bercampur aduk dalam dirinya. "Argggghhhhhhhh!" Teriaknya sambil meninju cermin dihadapannya. "Zeline, dosa apa yang sudah ku perbuat di masa lalu, hingga kau menipuku sekejam ini bahkan sekarang kau telah memilih meninggalkanku!"
Mendengar suara teriakan Kevin, Jesica kemudian masuk ke dalam kamar.
"Kevin, ada apa ini tanganmu berdarah!" Ucap Jesica sambil meraih tangan Kevin yang berlumuran darah. "Kevin tenangkan dirimu, Aku akan mengganti kan Zeline untukmu, Aku akan mencintaimu lebih darinya!" Ucap Jesica sambil memeluk Kevin, ketika masuk dia sempat melihat surat perceraian yang telah di tinggalkan oleh Zeline
"Lepaskan Aku, kau pergi dari rumah ini, jika Aku masih melihatmu, Aku pastikan kau tidak bisa akan bisa melihat hari esok!" Bentak Kevin sambil melepaskan diri dari pelukan Jesica.
"Tapi Kevin, bukankah kau bilang bahwa ka--"
"Cukup, kau hanya gadis bodoh yang menjadi pelampiasanku, kau kira Aku benar-benar mencintaimu huh??" Potong Kevin sambil mencengkram kuat dagu Jesica "Pergi dari sini, Aku tidak mau melihatmu di kota ini!" Kata Kevin lalu melepaskan cengkramannya.
Jesica sangat takut dengan ancaman Kevin, tubuhnya bergegar, kemudian dia bergegas menuju kamarnya, lalu mengambil barang-barangnya, wajahnya pucat bersamaan dengan tangannya yang bergetar sambil memegang koper. Dia berjalan pergi menjauhi gerbang rumah nan megah itu.
Kevin yang masih di dalam kamar, berteriak histeris hatinya sangat sakit hingga mengeluarkan air mata kejantanannya. Dia mengamuk sejadi-jadinya.
Dia sebenarnya sengaja berbuat sedemikian rupa untuk menyakiti hati Zeline, memberinya sebagai hukuman, namun tanpa dia sadari, dia sedang menghukum dan menyakiti dirinya sendiri atas hasil dari perbuatan dia.
__ADS_1
Ketika kita mencintai seseorang, kita ingin membuatnya bahagia, karna bahagianya adalah bahagia kita. Namun ketika orang yang paling kita cintai mengecewakan dan menghianati cinta kita, kadang kala kita ingin memberinya pelajaran, sebuah kesakitan yang kita rekayasa untuk menyadarkan, betapa sakitnya sebuah penghianatan. Namun itu semua hanyalah sebuah kesia-siaan.
Secara tidak sengaja kita sedang menyakiti diri sendiri dan orang yang kita cintai.