Posesif love

Posesif love
Cemburu


__ADS_3

Sesampainya diruangannya Kevin terdiam sambil membayangkan peristiwa tadi, wajahnya memerah, hatinya merasa senang, ini menjadi pertama kali baginya membangun sebuah hubungan setelah meninggalnya Aurora.


Taklama kemudian Zeline memasuki ruangan Kevin, iya ingin memberitahukan Kevin suatu hal.


"Ada apa sayang?" tanya Kevin pada dirinya, saat iya sudah berada dalam ruangan milik Kevin.


"Mmm, aku ingin kau merahasiakan hubungan kita, aku tidak mau nantinya jadi bahan gunjingan orang di kantor ini!" Tukas Zeline, iya baru saja masuk kantor ini, akan terasa aneh bila semua orang tau hubungannya dengan kevin, apalagi Kevin sangat digilai semua wanita disini, walaupun sebenarnya Zeline tidak sangat serius dalam hubungan ini, tapi dampaknya sangat besar baginya.


Kevin hanya terdiam sambil mengangguk-kan kepala, menandakan setuju terhadap perkataan Zeline, fikirannya mencoba mencerna maksut dari perkataan Zeline, iya tak habis fikir, kalau wanita lain pasti sangat merasa bangga menjadi kekasihnya, namun berbeda dengan Zeline, iya memilih untuk menyembunyikan soal hubungan mereka.


"Kalau begitu aku keluar permisi," ucap Zeline sambil melangkah keluar dari ruangan Kevin.


......


Jam kantor sudah selesai, namun Zeline tetap berdiri memandang ke luar jendela menikmati pemandangan kota roma, iya melihat kesibukan berbagai para penduduk kota Roma. Zeline tersenyum dan menertawakan  nasibnya, perjalanan hidup yang sangat aneh dan lucu,  diawali dari di tinggal menikah oleh Wiliam, dan sekarang tiba-tiba menjadi kekasih dari Kevin Melvian alexander, namun Zeline tidak ingin serius menjalani hubunganya dengan kevin, lagipun kevin bilang hanya untuk menjadikan dia kekasihnya, bukan berarti mencintainya.


Setelah puas melihat-lihat keluar jendela, Zeline pun memutuskan untuk pulang! Sesampainya di loby kantor iya melihat Antonio.


"Hai Zeline," ucap Antonio sambil melambai tangan pada Zeline.


"Hai!" Jawab Zeline tersenyum.


"Mau pulang bersama ku?" ajak antonio

__ADS_1


"Terimakasih, aku rasa tidak perlu, aku sudah biasa pulang sendiri!" Jawab Zeline,


"Ayolah, kali ini saja!" Ucap Antonio merayu pada Zeline.


"Hhmm baiklah," Jawab Zeline, sebenarnya bukan hari ini saja iya melihat Antonio disini, iya melihat Antonio setiap hari, seminggu setelah iya masuk dari kantor ini, dan selalu mengatakan hal yang sama setiap harinya, pada awalnya Zeline menganggap itu hanya sebuah kebetulan, namun hari demi hari, minggu demi minggu, iya selalu melihat Antonio seperti sedang menunggu seseorang, sedangkan semua orang kantor telah pulang, dari situ dia tau kalau yang selama ini ditunggu Antonio adalah dirinya.


Kemudian Antonio membukakan pintu mobil untuknya, dengan senyum seperti seseorang yang telah menang dari peperangan, lalu Zeline masuk kedalam mobil, diikuti dengan Antonio, lalu beredar.


...


Dari kejauhan Kevin melihat Zeline yang sedang masuk ke mobil antonio.


"Cihh, baru saja sehari menjadi kekasihku, ternyata kau berani bermain di belakang ku Zeline davira," ucap Kevin pada diri sendiri kemudian menendang tempat sampah yang ada di dekatnya, sedari tadi iya menunggu Zeline pulang, niatnya ingin pulang bersama sekaligus merayakan hari pertama mereka, namun dia disuguhkan dengan pemandangan yang membuatnya tak bisa mengontrol emosinya.


...


Sesampainya di apartement


"Terimakasih tumpangan nya antonio, aku harap ini terakhir kalinya kamu menunggu ku di depan lobby!" Ucap Zeline tersenyum sambil memandang Antonio.


"Sama-sama, ah! akhirnya aku ketahuan," jawab Antonio, ternyata Zeline sudah mengetahui tujuannya selama ini. "Kau tau! Senyum mu sangat manis, alangkah indahnya jika kamu selalu tersenyum seperti ini," lanjutnya.


"Hanya orang idiot yang tidak akan mengetahuinya!" Jawab Zeline tersenyum, lalu keluar dari mobil, kemudian melambai pada Antonio. Iya tidak ingin berlama-lama bersama dengan Antonio, karnahanya akan mengingatkannya pada Wiliam.

__ADS_1


.....


Ke esokan paginya, di tempat kerja, Zeline melihat Kevin sedang berdiri sambil mendekap kedua tangan pada dadanya, iya menyandarkan tubuhnya pada dinding didekat lift. "Ikut aku!" kata Kevin pada dirinya ketika iya sudah berada di depan lift. Sekilas Zeline memerhati wajah Kevin, terlihat seperti ada yang tidak beres dengannya, kemudian Zeline mengikuti Kevin yang telah berjalan lebih dulu didepannya.


Semasa diperjalanan, Kevin berjalan dengan terdiam tanpa sepatah kata, kemudian mereka sampai diruangan kerja miliknya. Dan tiba-tiba Zeline dikejutkan dengan tingkah Kevin yang tiba-tiba mendorongnya hingga terjatuh, untung saja tubuhnya terjatuh di sofa, iya membeliakkan mata, heran dengan kelakuan Kevin, namun iya menunggu Kevin buka suara.


"apakah aku kurang tampan? sehingga di hari pertama menjadi kekasih ku, kau pulang dengan lelaki lain!" Tegas Kevin sambil mencengkram kedua bahu Zeline yang baru saja bangun dari posisinya, kemudian iya kembali mendorong lembut tubuh Zeline dan menindihnya, iya mendaratkan sebuah ciuman pada bibir Zeline lalu melumatnya! iya melampiaskan segala amarah yang dibendungnya dari semalaman.


"Ahh .. cukup Kevin!" Ucap Zeline sambil menjauhkan wajah Kevin dari wajahnya, iya mengambil nafas panjang, karna ciuman tadi membuatnya sesak, dan kesulitan untuk bernafas


Namun kevin kembali lagi mendaratkan ciumannya, iya menghiraukan kata-kata Zeline, iya merasa cemburu saat melihat Zeline dengan pria lain, lalu ciumannya pun turun tepat pada tengkuk leher Zeline, kevin mencium bau sensual milik Zeline, membuatnya meninggalkan jejak ciuman disekitar leher Zeline.


"Arghh, Kevin tolong hentikan! semua orang bisa melihatnya," Ucap Zeline mencoba menghentikan Kevin dengan kata-katanya, namun Kevin tampak menghiraukannya.


"Sayang! tolong hentikan!' ucap Zeline kembali.


Kevin yang mendengar itu pun menurut dan menghentikannya, hatinya luluh saat mendengar ucapan sayang dari Zeline


"Masalah kemarin hanya salah faham! aku dan Antonio adalah sebatas teman, tidak lebih dari itu," Jelas Zeline sambil membetulkan arah rambut dan bajunya. "Maafkan aku, aku tidak akan melakukan hal yang kau tidak sukai!" Ucap Zeline kembali.


"Baik aku memaafkanmu, tapi mulai saat ini kamu akan tinggal di rumahku," jawab kevin.


Zeline kaget mendengar perkataan Kevin, "Bagaimana bisa kau membawa seorang perempuan tinggal satu rumah dengan mu, hanya karna dia kekasihmu?" Bantah Zeline. Sangat munafik bila Zeline mencintai kevin sekarang, sementara mereka baru saja menjadi sepasang kekasih selama satu hari, Zeline mengakui Kevin sebagai kekasih! namun bukan berarti iya bisa mendapatkan cinta dan hati Zeline.

__ADS_1


"Bisa saja! aku bisa melakukan apa pun yang ku mau, termasuk pada dirimu!" ucap Kevin dengan senyuman yang mematikan


__ADS_2