Posesif love

Posesif love
4 years later .


__ADS_3

Zeline sangat bahagia melihat Natalia dan Alvin tumbuh dengan lucu dan menggemaskan, wajah mereka terlihat mirip seperti Kevin, dan mata mereka mirip seperti Zeline. Keduanya periang, seperti anak pada umumnya, mereka berdua juga selalu mendapat juara di sekolah. Di umur mereka yang 4 tahun, mereka sudah fasih berbahasa inggris.


.


Sore hari Zeline mengajak kedua anaknya berjalan-jalan di taman persekitaran rumah mereka, dia tersenyum memerhati kedua anaknya yang sedang bermain kejar-kejaran dengan Lisa. Zeline tidak betah kalau berjauhan dengan kedua anaknya, entah bagaimana perasaan yang akan dia rasakan nanti bila suatu hari Kevin tahu keberadaan kedua anak itu, lalu mengambilnya secara paksa


"Bagaimana kabar Alvian sekarang?"


Setelah puas bermain-main dengan Lisa, Natalia dan Alvin pun pergi menghampiri Zeline yang sedang duduk bersimpuh di atas rumput dengan beralaskan tikar.


"Mama, kenapa menangis? Apa mama melindukan kakak lagi?" Kata Natalia


Sebelumnya Zeline sudah pun menceritakan tentang Alvian kakak kembar tertua serta Kevin ayah mereka. supaya suatu saat nanti jika mereka bertemu, mereka akan tau kebenarannya, walaupun usia mereka masih empat tahun mereka berhak tau tentang ayah kandung serta kakak kembar mereka, bahkan Zeline menyimpan foto Kevin di kamar Natalia dan Alvin supaya mereka mengenal wajah ayah mereka.


Zeline melontarkam senyum mendengar anak perempuanya itu bertanya.


"Ibu kapan kita bertemu ayah?" Sambung Alvin dengan raut wajah riang.


Zeline terkejut mendengarnya dia bingung bagaimana harus menjawab, karna sepengetahuan Kevin bahwa dirinya sudah meninggal, dan dia memilih untuk tidak memberitau Kevin tentang kedua anak mereka. Setelah hatinya, dia tidak mau Kevin mengambil semua miliknya, dia tidak ingin merasa kehilangan lagi.


"Kau bodoh sekali, lihat! Wajah Mama jadi sedih." Kata Natalia menepuk bahu sang adik. Natalia sangat perhatian pada Zeline, juga sangat peka dengan perasaan Zeline, tidak mau membuat mamanya bersedih. Berbeda dengan Alvin dia langsung mengatakan apa yang terlontar dikepalanya, mirip seperti ayahnya.


"Mama Alvin hanya bercanda, Alvin tidak mau bertemu ayah lagi, Alvin suka disini dengan mama." Kata Alvin kemudian memeluk mamanya.


"Mama tidak bersedih sayang, mama janji nanti akan membawamu pergi berjumpa ayah dan kakak!" Jawabnya mencubit manja pipi kedua anak kembarnya.


Hari sudahpun malam mereka beempat pulang menuju apartement. Di perjalanan pulang Zeline menyempatkan untuk membawa mereka singgah makan malam di sebuah restorant tempat biasa mereka makan. Lalu setelahnya mereka lekas pulang kerumah.


"Mama, Natalia mandi bersama mama!"


"Alvin juga!"


"Baiklah sayang, namun ini terakhir kalinya mama memandikanmu ya, kamu harus mandiri (belajar mandi sendiri." Kata Zeline tersenyum sambil mengelus rambut kedua anak kembarnya.


Setelah selesai memandikan keduanya, Zeline lalu mengeringkan rambut mereka menggunakan headryer, setelah itu membacakan mereka cerita dongeng sampai mereka tertidur. Kemudian Zeline merapikan selimut dan mematikan lampu, lalu beranjak keluar.


Zeline pergi menuju balkonoli letak apartemennya berada di tingkat paling atas. Melihat suasana kota metropolitan, serta lampu-lampu rumah dan bangunan yang terlihat indah, dia menghela nafas, terlihat kesedihan dikedua sorot matanya.


Lisa yang memperhatikan Zeline sedari tadi, mulai menghampirinya.


"Zeline apa kau tidak ingin mencarikan ayah baru untuk mereka?"


Zeline menggelengkan kepala, seolah menjadi jawaban atas ketidaksiapannya

__ADS_1


"Ayolah, kau masih cantik dan banyak sekali lelaki tampan yang mendekati mu namun kau selalu menolak mereka."


Zeline tersenyum .


"Aku tidak bisa Lisa!" Tegasnya


"Sebenarnya sampai saat ini kamu masih mencintai Kevin bukan?"


Zeline terdiam membisu seolah mengiyakan.


"Jangan membohongi dirinmu sendiri Zeline Aku bisa melihatnya dari pandang matamu, sampai kapan kau ingin memberi hukuman pada Kevin atas apa yang dia lakukan padamu, secara tak sadar kamu juga sedang menghukum dirimu sendiri karna tidak bisa melupakannya, maafkan saja dia, itu lebih baik!"


"Apa kamu tidak menganggap ini semua akan menjadi rumit? Natalia dan Alvin juga ingin bertemu dengan ayahnya, lalu nanti suatu saat bagaimana kamu akan menjelaskannya? Bagaimana jika suatu saat nanti Kevin tau bahwa kamu masih hidup? Bagaimana jika sekrang Kevin sudah menemukan penggantimu dan ibu baru untuk Alvian? dan juga bagaimana kamu akan menjelaskannya pada Alvian? Apa dia akan percaya begitu saja kalau kamu menemui dan mengatakan kamu adalah ibunya? Dan jikalau dia percaya bahwa kamu ibunya, apa mungkin dia akan menyayangimu seperti yang diharapkan? Alvian pasti berfikir kamu telah membuangnya." Lanjut Lisa panjang lebar.


Tak kuasa menahan tangis, airmata yang sedari tadi ingin disembunyikan Zeline terbedung keluar, isak tangisnya menandakan sedikit penyesalan atas apa yang dia telah lakukan, dia merindukan Alvian, anak yang belum sempat didekapnya.


"Hmm Zeline sebenarnya kamu sedang mempersulit dirimu sendiri." Kata Lisa


"Kamu benar Aku sedang mempersulit diriku, Aku tidak seharusnya memberi Alvian pada Kevin dan tidak seharusnya Aku masih menyimpan secebis perasaan ini sampai sekarang, perasaan ini seakan membunuhku secara perlahan!" Jawab Zeline.


Benar juga kata Lisa semua yang dia lakukan sebenernya juga menghukum dirinya sendiri. Tidak ada seorang ibu yang tahan berpisah dengan anaknya.


"Sudahlah semuanya sudah terjadi, maaf! Aku tak bermaksut menyakiti perasaanmu, Aku hanya tidak ingin kau berlarut dalam kesedihan dan kesepian terus menerus!"


Ada dua jenis cinta dalam hidup ini


Cinta terakhir, akhir dari segalanya kita tidak bisa mencinta orang lain lagi selain dia, walaupun ada juga yang tidak bisa bersama, namun ia tak akan pernah bisa tergantikan ...


Jika aku boleh memilih Aku lebih baik menjadi cinta terakhir bagi seseorang, setidaknya Aku tidak akan tergantikan, tidak ingin rasanya menjadi cinta pertama bagi seseorang yang pada akhirnya akan tergantikan.


Zeline mengelap air matanya. "Tidak mengapa, perkataanmu ada benarnya juga, terimakasih Lisa setidaknya kau selalu menemaniku."


"Seharusnya Aku yang berterimakasih padamu, Aku sangat senang memiliki majikan yang sudah menganggapku seperti saudara sendiri, Aku berkata seperti itu karna tidak ingin melihatmu bersedih!"


Jarang ada orang yang mendapatkan majikan sebaik Zeline, kedekatan mereka tidak diragukan lagi.


"Oh iya aku lupa, mungkin aku meninggalkan ponselku dikamar Natalia dan Alvin, aku akan mengambilnya sebentar!" Kata Zeline sambil meraba-raba sakunya .


"Akanku ambilkan!" Kata Lisa menghentikan langkah Zeline


"Tidak perlu, Aku akan mengambilnya sendiri, kau istirahatlah, kau sepertinya kelelahan, Aku melihatmu sangat aktif bermain dengan anak-anak tadi." Kata Zeline tersenyum


Kemudian Zeline menuju kamar Natalia dan Alvin, dia membuka pintu secara perlahan karna takut membangunkan mereka.

__ADS_1


Namun saat pintu sedikit terbuka, Zeline melihat Natalia sedang berucap sambil memandangi foto ayahnya.


"Ayah .... Aku ingin bertemu ayah, disekolah teman-temanku selalu mengusikku dan adik, mereka bilang Aku tidak punya ayah, Aku ingin kita berkumpul bersama dengan mama, mama sepertinya merindukan kakak dan dirimu."


Zeline yang sedari tadi mendengar pertkataan anaknya, kembali menuju kamarnya, iya memejamkan mata sembari menahan tangis.


"Maafkan mama!"


Wajar bila seorang anak merindukan ayahnya. Bagaimana pun besar kasih sayang seorang ibu terhadap anaknya, tetap saja masih ada yang kurang tanpa ayahnya, begitu juga sebaliknya.


............ ...


Keesokan harinya, Zeline memutuskan untuk kembali ke Roma membawa Natalia dan Kevin


Handphone Zeline berdering, dia mendapat panggilan dari Antonio, selama empat tahun kebelakangan ini mereka selalu bertukar kabar.


"Halo Zeline apa kabar? Kau sudah sangat jarang memberi kabar."


"Aku baik-baik saja, kebetulan sekali kau menelfon besok Aku akan berangkat ke Roma membawa Natalia dan Alvin"


" Wah benarkah? Kalau begitu sampai jumpa di airport aku akan mengambilmu di sana!"


"Tidak perlu repot-repot kau pasti sangat sibuk, lagi pula kau sudah sangat banyak membantuku, Aku tidak ingin menyusahkanmu, Aku akan memakai taksi!"


"Ayolah Zeline, tidak perlu sungkan lagipula Aku sangat merindukanmu, Aku juga ingin bertemu dengan Natalia dan Alvin."


"Baiklah kalau kau memaksa, sampai jumpa di sana." Kata Zeline sambil menutup telfon.


Lalu Zeline menghampiri kedua anaknya, mereka sedang belajar mewarna.


"Haii sayang"


"Haai Mama." Jawab mereka kemudian mencium pipi Zeline


"Besok kita akan pergi jalan-jalan ke roma!" Kata Zeline.


"Waah benarkah? Apa kita juga akan bertemu paman Antonio?" Tanya Alvin, dia sering berhubung lewat talian dengan Antonio.


Zeline tersenyum mengangguk


"Kami tidak sabar menunggu hari esok." Kata mereka


Kemudian Zeline memberitau Lisa untuk menyiapkan pakaian kedua anaknya

__ADS_1


"Setelah ini jangan lupa siapkan barangmu juga, kau juga ikut!" Kata Zeline tersenyum pada Lisa yang sedang melipat baju Natalia dan Alvin untuk memasuk kannya kedalam koper.


Lisa mengangguk tersenyum tanda mengiyakan


__ADS_2